NovelToon NovelToon
Seorang Pemuda Menggemparkan Negerinya

Seorang Pemuda Menggemparkan Negerinya

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tio Bukilsum

Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakek Lo jin

Tubuh Tio Buki terhempas begitu jauh dan terkapar didalam semak semak. Tidak dengan Dewi siluman, saat terjadi ledakan. Pedang ungu langsung menancap di dadanya.

Terdengar suara teriakan keras yang menyayat hati keluar dari mulut Dewi siluman. Tubuhnya hangus terbakar dan menjadi abu. Lalu berubah menjadi cahaya perak. Ternyata dia tidak mati.

Terdengar suara lantang menggema ditempat itu. "Pendekar aneh, dengar ya! Suatu saat nanti aku akan datang menuntut balas. Di saat itu aku akan membalas atas kekalahan ini. Ingat itu" Ucapnya.

"Bleppp!"

Cahaya itu langsung menghilang dari tempat tersebut.

"Hufffff!"

Tio Buki menghembuskan nafas lega, satu kejahatan lagi dapat dia atasi dan dihilangkan, walaupun tidak mati. Itu sudah cukup membuat masyarakat tidak resah lagi untuk saat ini.

Tio Buki mengangkat tangannya, pedang ungu yang menancap ditanah segera tercabut dan terbang kearah tangannya.

"Tap!"

Dia segara menangkap pedang itu dan memasukkan kedalam tubuhnya.

"Bleppp!"

Sebelum pedang itu hilang, terdengar suara bintang Qilin. "Wahai manusia pilihan sekarang pergilah kearah timur, temui seorang kakek gurumu yang bernama Lo jin. Dia berada didekat air terjun disebuah gubuk reyot"

Bersamaan dengan hilang suara itu, hilang juga tubuh Tio Buki dari tempat tersebut.

...

Di sebuah hutan belantara arah timur dekat air terjun, sebuah gubuk reyot. Terdengar suara gaduh pedang saling beradu,

"Ting...Tang...Ting....Tang...Tring...Ayo cucu muridku Tio Buki yang semangat latihannya. Setelah ini kau harus mencari kayu bakar dan mengambil air di sungai" Ucap sang kakek Lo jin.

"Huh. Disela-sela sabetan pedangnya kakek Lo jin masih sempat sempatnya memerintah Tio Buki, apakah dia tidak takut pedangku memangkas rambutnya habis jadi gundul" Desah Tio Buki nafasnya ngos ngosan.

Kemudian Tio Buki meninggalkan kekek Lo jin seorang diri mencari kayu bakar dan juga mengambil air.

Tak terasa matahari sudah tenggelam di ufuk barat, malam pun menyelimuti hutan itu. Setelah makan malam dan kedua orang beda usia itu berbincang bincang.

Tio Buki sudah dua puluh hari tiba di gubuk kakek guru Lo jin, dia memperdalam ilmunya seraya menunggu seseorang.

"Tak terasa kau sudah berada di sisi hampir dua puluh hari cucu muridku" Gumam lirih kakek Lo jin.

"Emangnya kenapa kek?" Tanya Tio Buki mengerutkan keningnya.

"Tidak apa-apa. Aku merasa tubuh renta ini tidak akan lama berada di dunia ini. Mungkin setahun, atau dua tahun lagi"

"Kok kakek ngomong begitu, sih! Kalau mati ya mati. Gali lobang, campakkan. Habis pekara"

Hahaha. Hahaha. Dasar cucu murid gila. apa kau sedikitpun tidak merasa kasihan. Mengapa kau ngomong seenak jidatmu. Untung kau cucu muridku, jika tidak. Sudah aku lempar kau keluar dari gubuk ini" Ucap Lo jin tertawa terbahak-bahak.

"Dasar kakek guru edan. Bukannya marah, malah ketawa senang" Ucap Tio Buki heran seraya menggaruk kepalanya dan tiba tiba dia berpaling kearah pintu gubuk.

Tio Buki merasakan sebuah aura begitu pekat berada di radius sepuluh kilo meter.

"Kek, ada orang menuju kearah pondok" Ucap Tio Buki.

"Loh, kok kakek tidak merasakannya?" Tanya Lo jin terkejut.

"Hmm. Anak ini memang hebat, memang manusia pilihan. Aura sejauh itu masih dapat dia rasakan" Gumam lirih Lo jin.

"Kek, kakek ngomong apa sih...?" Tanya Tio Buki.

"Ahh. Tidak, kakek tidak ngomong apa apa sih.." Jawab Lo jin seraya wajahnya merah padam.

"Tapi aku mendengarkannya kakek!"

"Gawat, Anak ini yang aku gumamkan bisa tau" Membatinnya seraya tersenyum canggung.

"Iya, kek! Makanya jangan bergumam dan membatin"

Lalu kakek Lo jin tersenyum karena dia sudah tau siapa yang datang kearah pondoknya.

Bersambung ke episode selanjutnya.....

1
Lhok Bugeng.
Ada nenek rupanya
Lhok Bugeng.
Mau kemana, lari ya Tio🤣
Lhok Bugeng.
Aku ngak mau kek
Lhok Bugeng.
Aku takut kek
Lhok Bugeng.
Jawab Tio
Lhok Bugeng.
Ada kek
Tio Buki
Ngak boleh
Tio Buki
Aku ingin tau kok🤣
Tio Buki
Ngak bisa aku
Tio Buki
Kabur kemana
Tio Buki
Iya, aku penonton kan 🤣
Tio Buki
Bukan, begini ya
Tio Buki
Jangan tanya aku
Tio Buki
Bukan, jawablah
Tio Buki
Mana aku tau, pikir aja sendiri🤣
Tio Buki
Bukan, tapi takut🤣
Tio Buki
Iya manjat lah 🤣
Tio Buki
Lihat apa kamu
Tio Buki
Ada ada aja🤣
Tio Buki
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!