Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
"ibunya goudan, kalian jalan saja duluan. Keluargaku sedang ada urusan begini, hari ini aku tidak jadi pergi." Wang chunniang menggelengkan kepala.
Para wanita itu pun menghiburnya, bahkan ada yang menyarankan agar ia membuang kembali bayi itu.
Di dalam rumah.
Ketika Wang chunniang kembali masuk, ia melihat Zhao Xuan sudah menemukan selimut bekas dan membungkus bayi itu rapat-rapat seperti buntalan.
"ibu aku akan pergi mengaduk semangkuk bubur beras," kata Zhao Xuan pada Wang chunniang,lalu berjalan keluar.
Si bayi rupanya sudah benar-benar bangun. Mendengar Zhao Xuan memanggil ibu ia menyembulkan kepalanya dari dalam buntalan selimut. Lalu tiba-tiba menyeringai lebar ke arah Wang chunniang dan memanggil dengan suara susunya yang nyaring.
"Ibu".
Wang chunniang....
Kedua matanya langsung terpejam,dan ia pun jatuh pingsan seketika.
Di kamar timur rumah keluarga Zhao,tiga anggota keluarga Zhao mengelilingi seorang bayi perempuan di atas kang ( tempat tidur tungku ).
bayi perempuan itu baru saja bangun tidur. Masih meringkuk di dalam balutan baju, sepasang matanya yang jernih dan berbinar menatap penasaran ke sekeliling, bergantian memandang orang-orang disekitarnya. Akhirnya, pandangannya berhenti pada sosok Wang chunniang. Sambil memamerkan deretan gigi-gigi putihnya yang seputih beras,ia berseru riang, "ibu.."
Wang chunniang menyambut dengan gembira. Namun,begitu melihat ekspresi suami dan putranya di samping, wajahnya seketika berubah kembali. Ia menatap lekat-lekat pada si kecil dan bertanya dengan suara rendah, "kamu benar-benar siluman gingseng? Berapa umurmu? Ohhh tidak,berpa ratus tahun umurmu? Masih bisakan kamu berubah kembali menjadi gingseng?"
"Aku gingseng kecil,aku juga tidak tahu berapa umurku." jawab gadis kecil itu sambil menggelengkan kepala mungilnya seperti mainan drum kecil yang digoyangkan. "tak bisa berubah jadi gingseng lagi."
Gadis kecil itu memiliki pikiran yang polos. Ingatannya kosong. Selain kenangan tentang gunung tempatnya tumbuh, ia tidak mengingat hal lain,seolah ada seseorang yang menghapus ingatannya.
"lalu bagaimana ini? Mata suamiku masih menunggu untuk disembuhkan. Xuan'er,hari ini kamu jaga anak ini di rumah dulu,ibu akan pergi ke gunung lagi."
Mengingat penyakit mata Zhao Heng,Wang chunniang tidak peduli lagi apakah anak ini siluman gingseng atau siluman lainnya. Menyembuhkan suaminya adalah prioritas utama.
"Matamu tidak bisa melihat," ucap gadis kecil yang sedari tadi terbungkus selimut usang itu. Tiba-tiba segumpal tubuh gemuknya berdiri. Dengan langkah kecil,ia mendekati Zhao Heng yang duduk diam di samping.
Zhao Heng adalah orang yang sangat waspada. Dulu di medan perang,matanya buta akibat serangan diam-diam,namun hal itu sama sekali tidak mengurangi kecepatan reaksinya. Sebelum si kecil sempat mendekat,ia dengan cepat mengangkat tangan untuk menghalangi tubuh mungil gadis itu. Sepasang matanya yang kosong memancarkan tekanan yang kuat, membuat Zhao Xuan yang melihatnya merasa ngeri. Zhao Xuan pun buru-buru pergi untuk membuatkan bubur untuk anak itu.
Namun si kecil sepertinya sama sekali tidak menyadari bahaya. Dengan lincah,ia menyelinap lewat bawah lengan Zhao Heng dan masuk kedalam pelukannya. Tangan mungilnya yang gemuk langsung menyentuh mata Zhao Heng.
"Matamu bisa disembuhkan."
Tubuh Zhao Heng diam tak bergerak. Seluruh indra perasa nya terpusat pada tangan kecil yang menyentuh mata kanannya.
"Ehhh.. Si gendut kecil, benarkah yang kamu katakan itu?" Wang chunniang buru-buru menoleh, menatap si kecil dengan penuh harap.
Mendengar panggilan "Si gendut kecil," si kecil langsung cemberut. Ia mengerutkan alis mungilnya dan berkacak pinggang di pelukan Zhao Heng. "Aku bukan si gendut kecil! Aku si bayi kecil."
"Baik-baik,si bayi kecil, benarkah kamu bisa menyembuhkan mata suamiku?" Wang chunniang tak tahan untuk tidak mengusap kepala gemuk siluman gingseng kecil itu.
Si kecil segera menyusup kembali ke dalam pelukan Zhao Heng. Ia mendongak menatap wajah Zhao Heng,lalu menganggukkan kepala mungilnya.
Tepat ketika si kecil hendak bicara lagi, pintu kamar terbuka. Zhao Xuan masuk membawa semangkuk bubur beras. Wang chunniang segera mengambil mangkuk itu, menyendok bubur,dan menyuapkan pada si kecil. "Buka mulut, aaaaa..."
Ini pertama kalinya si kecil melihat bubur beras. Ia menjulurkan tubuh mungilnya dari pelukan Zhao Heng.Zhao Heng masih duduk kaku seperti patung kayu. Mungkin karena tubuhnya terlalu gemuk, keseimbangan si kecil kurang baik. Ia kehilangan kendali dan hampir jatuh ke samping. Untunglah Zhao Xuan dengan sigap menangkap nya. Lalu mendudukkan nya di tepi kang. Wang chunniang pun mulai menyuapinya sesendok demi sesendok.
"Enak." setelah menghabiskan semangkuk bubur dengan lahap,si kecil kembali meringkuk kedalam selimut. Melihat itu, Zhao Xuan langsung memindahkannya ke kamar barat yang tungkunya sudah dinyalakan, sehingga suhunya lebih hangat dari pada disini.
Mungkin karena baru pertama kali melihat kang yang hangat,si kecil berguling-guling kegirangan dengan terbungkus selimut. Zhao Heng yang sudah lama duduk kaku, meraba-raba jalan menyusul ke kamar barat. Wajah tampannya masih terlihat agak menakutkan karena ekspresi dinginnya.
Melihat si kecil menatap wajah Zhao Heng tanpa berkedip, Wang chunniang menghela napas dan berbisik pelan, " Dia hanya terlihat galak, tapi sebenarnya dia adalah orang yang paling berani dan paling hebat yang pernah kutemui."
Ekspresi Zhao Heng sama sekali tidak melunak mendengar ucapan istrinya. Jelas, penghiburan sang istri tidak mempan.
Namun, si kecil justru mengangguk setuju setelah mendengar ucapan Wang chunniang, "Dia punya pahala yang sangat besar ditubuhnya."
Wang chunniang refleks menatap Zhao Heng. Namun Zhao Heng hanya mendengus dingin,lalu berbalik keluar dan tidak lagi tinggal di dalam kamar.
"bayi kecil,kalu begitu, bisakah kamu memberitahu ku bagaimana cara menyembuhkan penyakit mata suamiku?" tanya Wang chunniang sambil duduk di kang,saling bertatapan dengan si kecil.
" umm.. Aku ingat ... aku ingat di gunung ada beberapa tanaman obat, namanya... Namanya..."
Belum sempat si kecil menyelesaikan ucapannya, pintu kayu rumah keluarga Zhao di ketuk orang.
"Siapa itu?" wang chunniang buru-buru menyembunyikan si kecil kedalam selimut, lalu keluar menuju halaman.
Begitu pintu dibuka, ketiga anggota keluarga itu melihat Wang jinya (Wang si Gigi emas) dari ujung barat desa. Wang jinya sudah berusia empat puluhan dan baru saja kehilangan istrinya tahun lalu. Melihat Wang chunniang yang membukakan pintu, Wang jinya mengamati Wang chunniang dari atas sampai ke bawah,lalu dengan wajah penuh perhitungan ia menyeringai dan bertanya, "Wang chunniang, dengar-dengar dari ibu goudan, kalian memungut seorang bayi perempuan? Jual saja padaku, bagaimana? Lima tail perak, cukup banyak kan?"
"itu anak perempuan ku,siapa yang mau menjualnya padamu? pergi.. pergi." Wang chunniang bukan orang yang lemah lembut. Tenaganya cukup besar, sehingga dorongan pelannya saja hampir membuat Wang jinya jatuh terjungkal.
"Hei chunniang, katambah satu tail lagi, bagaimana? Suamimu juga butuh uang untuk berobat. Enam tail perak ini cukup untuk biaya hidup kalian cukup lama." belum selesai Wang jinya berbicara,pintu sudah dibanting keras oleh Wang chunniang tepat di depan wajahnya.
Setelah mengunci pintu dengan rapat, Wang chunniang bergegas masuk ke kamar dalam untuk mencari uang perak receh.
"Xuan'er bawa uang ini dan pergilah ke tempat kepala desa. Minta tolong padanya untuk segera membuatkan surat keterangan kependudukan anak ini hari ini juga. Wang jinya itu pedang manusia yang tidak tahu malu,jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan."
Zhao Xuan melirik ke arah si kecil yang sedang berdiri di atas kang sambil memamerkan pantat dan memiringkan kepala kecilnya, menatap ke arahnya. Si kecil rupanya juga melihatnya dan tersenyum lebar memamerkan gigi-gigi kecilnya.
Langkah Zhao Xuan terhenti sejenak,lalu ia mengambil uang perak itu dan keluar rumah.
***
Wang jinya adalah pedagang manusia yang terkenal di seluruh kota kabupaten,dan cara kerjanya sangat licik. Demi menghindari masalah dikemudian hari, keluarga Zhao dengan cepat mengurus surat kependudukan untuk gingseng kecil itu. Mereka bahkan tidak menanyakan lagi soal penyembuhan mata, melainkan menghabiskan waktu beberapa hari untuk mengajarinya mengenali barang-barang di rumah, mengakrabkan diri dengan anggota keluarga,dan sesekali mengajaknya jalan-jalan untuk mengenal desa. Mereka benar-benar menganggapnya sebagai anak kandung sendiri.
Pagi itu!
Di atas kang, Wang chunniang memeluk si kecil yang gemuk dan bertanya,"bayi kecil,coba katakan,siapa namamu tadi?"
"Aku... Namaku A Bao!"