NovelToon NovelToon
Disenchanted

Disenchanted

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Teen School/College / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Jeehan tak menyangka bahwa akhir persahabatannya dengan Harris harus berubah menjadi perasaan cinta dalam munajat panjang. Dengan rangkaian doa dan pinta, ia mencoba mengetuk pintu langit bersama nama Harris di hatinya. Berharap laki-laki itu jadi kekasih halalnya kelak.

Namun, ia tak menyangka bahwa perhatian yang sahabatnya berikan hanyalah wujud dari rasa simpati sebagai teman. Yang Harris cintai sebenarnya ialah seorang perempuan di masa lalunya yang tanpa sengaja kembali hadir.

Rasa cinta yang semula Jeehan miliki harus terpaksa ia hapus saat Harris menyatakan cintanya pada Alisha. Mau tak mau Jeehan harus menelan pahitnya kecewa sendirian, sebab setelah sekian lama bersahabat, Harris masih tak memahami diri juga perasaannya.

Sejak saat itu, Jeehan memilih untuk menutup rapat hatinya sebab kecewa bukanlah episode yang ingin ia ulang, apapun alasannya. Lalu, bagaimanakah perjalanan cinta mereka? Akankah Jeehan berhasil menghapus Harris dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disenchanted 23 — Demi Anakku

Sebelum berangkat ke sekolah Jeehan, Maura sengaja menyempatkan diri untuk ke toko perhiasan langganannya. Niatnya, ia ingin menjual beberapa perhiasannya untuk mengganti rugi biaya pengobatan yang diminta wali murid.

Meskipun berat rasanya ia menjual perhiasan miliknya. Perhiasan yang pernah diberikan oleh sang ibu kepadanya saat ia menikah dulu. Namun, apalagi yang bisa Maura lakukan selain menjual perhiasan itu agar bisa mendapatkan uang.

Maura menghitung total uang yang didapatnya dari menjual satu buah kalung dan sepasang gelang. "Semoga ini cukup," katanya lalu memasukkan sejumlah uang itu ke dalam tas miliknya.

Sedangkan di sekolah, Alina tengah marah-marah dan menunjuk-nunjuk Jeehan lantaran Maura terlambat datang. "Kamu mau jadi pembohong ya? Mana ibu kamu? Bukannya kemarin udah diminta untuk datang ke sini? Jangan-jangan kamu gak bilang sama orangtuamu ya?!" makinya penuh amarah.

Jeehan membeku di tempat duduknya, tak memiliki keberanian untuk menjawab barang sepatah kata pun. Karena pasti sudah jelas, apapun yang ia jelaskan, akan dibantah lagi oleh ibunya Alisha itu. Lebih baik menunggu ibunya datang, meski dalam hati, ia khawatir juga.

Ibu beneran datang gak ya? pikirnya sambil terus melirik ke arah gerbang sekolah. Ya Allah semoga ibu baik-baik aja dan gak kenapa-kenapa.

Sedangkan itu, Alina terus saja mengomel padahal sudah diperingati Bu Lena untuk diam dan tenang sambil menunggu kedatangan ibunya Jeehan.

"Percuma juga saya tunggu, Bu, ibunya pasti gak akan datang!" katanya lagi penuh emosi. Entah apa yang dimakan Alina pagi ini sampai-sampai ia bisa penuh emosi seperti itu. Bu Lena hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Assalamu'alaikum, maaf Bu saya terlambat, tadi ada sedikit kemacetan di jalan." Maura yang baru datang langsung masuk dan dengan sopan menyalami Bu Lena dan juga Alina.

"Oh, jadi kamu ibunya anak itu?" tanya Alina ketus. Maura hanya mengangguk sopan dan tersenyum.

Bu Lena mempersilakan keduanya untuk duduk dan membicarakan kembali duduk perkara yang membuat kedua ibu itu harus dipertemukan di Ruang BK. Maura mengangguk mengerti.

"Maafkan kesalahan anak saya, ya, Bu Alina. Saya harap dengan ini, tak akan memutus tali pertemanan di antara anak-anak kita. Ini saya ada sedikit uang untuk menggantikan biaya pengobatan anak ibu, mohon diterima," kata Maura sopan sambil menyodorkan amplop cokelat berisi sejumlah uang.

Alina mengangguk lalu menerima amplop cokelat itu. "Tak masalah, segalanya bisa selesai dengan uang, kalau begitu, saya izin pamit!" katanya sambil berlalu pergi setelah menyalami Maura dan Bu Lena secara bergantian.

"Maaf ya, Bu. Atas ketidaknyamanannya, padahal selama ini Jee jarang sekali membuat kesalahan di sekolah, malahan anaknya cenderung pendiam dan penurut," ucap Bu Lena ketika Alina sudah pergi menjauhi Ruang BK.

"Gak apa-apa, Bu, saya paham kok. Sesekali, anak kita pasti buat kesalahan, dan itu wajar menurut saya. Selama anak kita mau bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya, saya sudah cukup bangga," kata Maura sambil sesekali mengusap pucuk kepala Jeehan yang terbalut hijab.

Ketiga perempuan itu tersenyum lalu saling menjabat tangan sebelum akhirnya Maura menggandeng Jeehan keluar dari Ruang BK. Maura sekali lagi mengusap pucuk kepala Jeehan penuh sayang. "Ibu pulang dulu, ya, Nak. Kamu belajar yang rajin, ya, nanti pulangnya sama siapa?" tanyanya kemudian.

Jeehan menengadah, menatap wajah ibunya yang teduh. Wajah yang ia yakin menyimpan banyak duka namun tetap sanggup tersenyum di hadapannya. Ia raih kedua tangan ibunya lalu mengecup punggung tangannya takzim. "Ibu, makasih ya, makasih untuk semuanya. Jeehan sayang sama ibu, suatu hari, Jeehan pasti akan memuliakan dan membahagiakan ibu. Jeehan janji, Bu."

Entah angin dari mana, Maura tak mengira, Jeehan bisa berucap semanis itu, mendadak, pelupuk matanya digenangi air, namun cepat-cepat ia seka sebelum Jeehan melihatnya. "Eh ada apa ini, kok mendadak jadi romantis gini sih anak ibu?"

"Ih Ibu, emangnya gak boleh ya?"

"Boleh dong, Nak. Tanpa Jeehan bicara pun ibu sudah sangat bangga punya Jeehan. Kamu, sumber kebahagiaan ibu, Nak."

Kemudian, keduanya saling memeluk. Ibu dan anak itu memang memiliki ikatan yang kuat.

1
falea sezi
terusan jee mana jangan bkin gantung donk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
fokus saja pada kebahagiaanmu Jee
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
salah orang woy 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Bastian udah kabur 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Setuju,
Semangaaat Jee 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Surprise 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Hadeuh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kan bener,ngapain marah" 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih ternyata numpang dirumah istrinya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jangan pas seneng" aja, noh urus suamimu yg lagi sakit 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Emang bukan madu tapi racuun 🤬
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Salah sendiri kenapa harus ada perempuan" padahal cukup 1 perempuan 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
alasannya karena ayahmu punya istri baru 😏
falea sezi
kok end thor
Mukmini Salasiyanti
udah End ajaa.... ??
hiks.. hiks...

Gk usah buat sequelnya kk Hern..
sedih&kecewaku sdh Habis disini..
ikut Terbang bersama Jee
(eaaaaaaa lebay....)
wkwkwk

tp kl kk berazzam tuk itu..
yaahh dgn Terpaksa la aqu read
dgn syarat Jee hidup bahagia dgn pria lain.. NO HARRIS!!!!
(eh.. situ Siapa ya, kok ngatur Author..
hihiiiiiiiii)
HK: Entah harus berakhir di sini atau tetap lanjut, kita pikirkan idenya dulu Kak Min. Thanks ya udah baca karya recehan author ini. 🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kebangetan nih masa ayahnya gak tau kl anaknya sekolah disitu😏
falea sezi
hahahah mampus kau azab tuh buat pelakor ma anak nya nunggu karma bapaknya stroke aja q
Mukmini Salasiyanti
tell the truth..
walaupun itu sgt pahit.....
Mukmini Salasiyanti
aihhhhh
ternyata, thor..
begini jg alurnya???
HK: Tunggu kelanjutannya /Chuckle/
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Bagus laaa kl ingat Bastian..
kukira kyk drama di novel2,
bakal Harris yg kena getahnya

wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!