NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Nyonya Elena akhirnya pergi meninggalkan toko kue dengan senyum kemenangan yang terkembang sempurna di bibirnya. Langkah anggun sang matriark yang dikawal beberapa ajudan itu menyisakan keheningan yang teramat pekat di area loungenkafe. Di luar, asisten pribadi Dixon, Asher, dengan sigap segera memasang papan Closed' di pintu kaca depan toko, memberikan privasi mutlak bagi sang atasan.

Kini, di salah satu sudut meja bundar berbahan marmer putih, Cia duduk berhadapan langsung dengan Dixon.

Suasana di antara mereka berdua begitu mencekam. Saling diam, tak ada satu pun yang bersuara selama hampir lima menit berlalu. Dixon duduk dengan tegap, menyandarkan punggung kokohnya pada sandaran kursi beludru. Sepasang mata elangnya yang sedingin es mengunci mati pergerakan Cia, memperhatikan bagaimana jemari lentik gadis itu bergetar pelan sembari meremas ujung celemek cokelat mudanya. Dixon tenggelam dalam pergulatan batinnya sendiri, mengutuk bagaimana lidahnya bisa begitu lancang meneriakkan kata 'pernikahan' di depan ibunya tadi.

Sementara Cia, ia menundukkan kepala sedalam mungkin. Di balik tundukannya, otaknya berputar secepat mesin komputasi. Ia harus tetap menjaga ritme permainan. Jika ia langsung menerima lamaran itu dengan mudah, Dixon yang memiliki tingkat kecurigaan tinggi pasti akan langsung mencium bau konspirasi. Cia harus terlihat sebagai pihak yang menolak, pihak yang tidak ingin membebani, agar ego maskulin Dixon semakin tersulut untuk mengejarnya.

Cia menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan lewat bibir ranumnya. Ia mendongak, memberanikan diri menatap langsung sepasang manik mata gelap pria berusia 39 tahun itu.

"Tuan Dixon..." sapa Cia lirih, memecah keheningan dengan suara yang sengaja dibuat bergetar dan sarat akan kepasrahan. "Mengenai ucapan Tuan di depan Nyonya Elena tadi... saya mohon, Tuan tidak perlu merasa terbebani. Tuan tidak usah merasa harus bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi di antara kita pada malam itu."

Dixon tidak merespons, namun rahang tegasnya tampak sedikit mengetat.

Cia meremas jemarinya lebih erat, memasang raut wajah seolah ia sedang menahan beban emosional yang teramat besar. "Saya tahu... malam itu saya yang bersalah karena mabuk dan tidak sadar. Dan saya tahu, bagi pria terhormat dan berkuasa seperti Tuan, kejadian malam itu mungkin adalah sebuah kekeliruan yang mengganggu hidup Tuan. Jadi... anggap saja semuanya tidak pernah terjadi. Saya berjanji akan melupakan semuanya, Tuan. Melupakan malam itu, melupakan sentuhan Tuan, dan saya tidak akan pernah menuntut apa pun dari Tuan Dixon."

Brak!

Dixon mendadak memajukan tubuh tegapnya ke depan secara kasar, menumpu kedua lengannya di atas meja marmer hingga jarak di antara wajah mereka hanya tersisa belasan sentimeter. Aura intimidasi yang semula dingin seketika berubah menjadi panas membakar.

"Melupakan?" desis Dixon dengan suara bariton yang teramat rendah, berat, dan sarat akan kekesalan yang mendalam. "Kau baru saja menyuruhku untuk melupakan semuanya, Valencia?"

Sepasang mata elang Dixon berkilat menatap tajam ke dalam manik mata Cia, memancarkan amarah yang bercampur dengan ego purba yang terluka. Mendengar kata 'melupakan' keluar begitu mudah dari bibir gadis yang telah ia renggut kesuciannya membuat ulu hati Dixon terasa seperti dihantam godam.

"Kau pikir selembar kertas pengunduran diri dan pelarianmu ke toko kue ini bisa menghapus jejakku pada tubuhmu, hm?" cecar Dixon dengan nada suara yang semakin menekan, membuat pasokan oksigen di sekitar Cia terasa menipis. "Dengar, Valencia. Aku adalah pria pertama yang menyentuhmu. Aku yang mengambil keperawananmu, dan kau dengan mudahnya duduk di hadapanku dan menyuruhku berpura-pura seolah malam panas itu tidak pernah ada?!"

Dixon menggeram rendah, mengepalkan tangannya di atas meja hingga urat-uratnya menonjol tajam. Sifat posesif dan kepemilikan mutlak yang selama belasan tahun ini tertidur di dalam dirinya kini bangkit sepenuhnya, mencengkeram kesadarannya tanpa ampun.

"Jangan pernah berpikir kau bisa melangkah pergi dan membiarkan pria lain menggantikan posisiku setelah apa yang kita lakukan di kamar hotel itu," lanjut Dixon dengan penekanan di setiap kalimatnya. "Kau tidak akan pernah bisa melupakannya, karena mulai detik ini, hidupmu sudah terkunci denganku, suka atau tidak!"

Pertanyaan tajam Cia yang meluncur tanpa ragu seketika membuat atmosfer di antara mereka membeku.

Cia menatap lurus ke dalam manik mata gelap Dixon, mengikis kepasrahan yang tadinya ia tunjukkan dan menggantinya dengan tatapan menuntut yang berani. "Tapi, bukankah Tuan sendiri yang selalu ingin saya menyingkir dari hadapan Tuan? Dengan memecat saya secara sepihak kemarin, bukankah itu bukti kalau Tuan muak melihat saya?"

Dixon bungkam. Rahang tegas pria berusia 39 tahun itu mengatup rapat, terkunci oleh kebenaran dari ucapan Cia. Kata-katanya sendiri di masa lalu kini berbalik menyerangnya seperti bumerang. Memang benar ia yang mendepak gadis ini dari Aethelgard Group karena ego dan ketakutannya yang terus-menerus dibayangi oleh malam panas itu. Namun sekarang, melihat Valencia berdiri di depannya, ego itu justru berbalik arah menjadi rasa kepemilikan yang mutlak.

Melihat Dixon yang terdiam, Cia menurunkan sedikit nada suaranya, memiringkan kepalanya dengan tatapan menyelidik. "Apa Tuan benar-benar yakin ingin menikahi saya? Menikahi pelayan toko kue yang tidak punya apa-apa ini?"

Dixon mengembuskan napas berat dari hidungnya. Ia menegakkan kembali punggung tegapnya, merapikan letak dasinya yang sama sekali tidak bergeser untuk menutupi rasa canggung yang mendadak menyerang.

"Aku selalu yakin dengan setiap keputusan yang kuambil, Valencia," jawab Dixon, suaranya kembali datar dan dingin namun penuh kepastian. "Pernikahan ini bukan sekadar impulsif belaka. Pertama, aku adalah pria yang memegang teguh prinsip. Aku akan bertanggung jawab penuh atas apa yang telah kuambil darimu malam itu. Aku bukan pengecut yang melarikan diri setelah menodai seorang wanita."

Dixon menjeda kalimatnya, melirik ke arah pintu kaca di mana ibunya baru saja pergi beberapa saat lalu. Kilat kekesalan sekilas melintas di matanya yang tajam.

"Dan yang kedua... pernikahan ini akan menjadi solusi terbaik bagi kita berdua. Kamu akan mendapatkan perlindungan dan status, sementara aku... aku bisa menghindari seluruh rencana perjodohan paksa yang sedang disusun oleh Mamaku," lanjut Dixon terus terang. "Beliau tidak akan berhenti mencarikan wanita karier atau anak konglomerat untuk mengusik hidupku. Dengan menikahi dirimu yang sudah direstuinya secara mendadak tadi, Mamaku tidak akan punya alasan lagi untuk mencampuri urusan pribadiku."

Mendengar pengakuan jujur dari sang miliarder, Cia pura-pura terdiam, menundukkan wajahnya seolah-olah sedang menimbang-nimbang risiko dan keuntungan dari kesepakatan besar ini di dalam kepalanya.

“Menghindari perjodohan, ya?” batin Cia bersorak riang, menahan sekuat tenaga agar senyuman iblisnya tidak lolos ke permukaan. “Alasan yang sangat klise, Tuan Dixon. Tapi ini adalah tiket emas gratis yang langsung membawaku ke dalam lingkaran utama Alessandro. Menjadi istrimu berarti menjadi ibu tiri dari Amora. Aku tidak sabar melihat bagaimana hancurnya wajah gadis sialan itu saat melihat musuh lamanya berstatus sebagai nyonya besar di rumahnya.”

Setelah jeda keheningan yang cukup lama untuk meyakinkan Dixon bahwa ia benar-benar berpikir keras, Cia perlahan mendongak. Ia menatap mata elang Dixon dengan tatapan yang berangsur-angsur melunak, pasrah pada takdir yang sengaja ia ciptakan sendiri.

Cia mengembuskan napas panjang, lalu mengangguk pelan. "Baik... kalau itu memang keinginan Tuan, dan jika ini adalah jalan terbaik bagi kita berdua... aku setuju. Aku menerima pernikahan ini, Tuan Dixon."

Mendengar jawaban setuju yang keluar dari bibir ranum Cia, ketegangan di pundak tegap Dixon seketika mengendur, meski wajah tampannya tetap sedingin es. Jaring takdir kini resmi terkunci di atas meja marmer itu. Aliansi penuh rahasia di antara sang penguasa kota dan gadis penuh dendam itu telah dimulai, siap membakar siapa saja yang berani menghalangi jalan mereka.

1
Syafiq
kok AQ seng Wedi,atek JK suwe update 😍
merry
aduhh gmnn nyelamatin dri kmu cia,, blm apa ap kmu dh di tmpar di tonjok jugaa,, pyn trik licik gk cia klo ada kluar kn buat ngibulin para penjhtt ituuu
Erna Wati
smga cia bisa slmat . dn Dixon mnyadari ksalahan nya mngejar maaf cia sampe dpt
sunaryati jarum
Dengan diculiknya Amara oleh Serena dan Amora malah semakin cepat terbongkarnya kebusukan dan keburukan kalian, bahkan skandal mengobral tubuh demi kontrak Serena dan aborsi Amora segera terbongkar
merry
di culik tu kmu cia,, bgs sii klo pyn pemikiran bgtu bongkar kebusukan Amora dan mma nya dan mntn Dixon bisa jdi arts krn y bgtu lhh liat gmn Dixon liat sinyal besar didlm keluarga ya🤔🤔🤔tp skrg cia selmt gk ya sm para penculikan itu
merry
ngatain cia jalang pdhl cia gk jual diri atau pergaulan bebas dan hamil smpai abrosi semuanya itu ada di diri kmu amora
Anita Rahayu
Buat 2 medusa kejebak rencananya sendiri sampai hk dapat harta gono gini😤😤😤😤😤😤😤😤🙏🙏🙏🙏🙏✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊
sunaryati jarum
CIA tidak bodoh lho dan penakut seperti dulu, apapun yang kalian rencanakan dan ucapkan diketahui olenya,kau tidak tahu Amora di kamarmu telah di pasang perekaman tersembunyi.🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Mantaaap
merry
bnr lg kt cia klo emng sibuk berati salh sndri lepas in lki sekaya sempurna kyk Dixon org mah di jaga in malah di lepas🤭🤭🤭ternyata ank dan emk sm ya gk sabar kpn cia bongkar kelakuan mrk tuu
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Serena emang bodoh sih harusnya sebagai istri pengusaha kaya raya tinggal menikmati hidup bukannya ngangkang demi popularitas yang sifatnya semu senjata makan tuan tuhh tiap kata-kata nya kembali padanya dikira Cia cwek yg gampang direndahkan justru dia sendiri yg ketakutan rahasianya bakal terbongkar🤣🤣
total 1 replies
merry
gk mau pergi juga kmu cia tp gpp juga sii msk hrs kalah sm mntn ya🤭🤭🤭cm klo kmu pyn niat kbur pas Dixon dgn cinta gmn ya reaksi y Dixon 🤔🤔🤔🤔 lbh frustasi ap ngamuk ubek ubek dunia buat cariin kmu 🤔🤔🤔
Sapna Anah
untungnya ada cctv
Erna Wati
pergi yg jauh aja. dulu smga kmu hamil pas pergi smpe Dixon mnyadari kslahan nya dn minta maaf 🙏
chiara azmi fauziah
wkwkwk🤣🤣🤣🤣
merry
pergi cia jgn dstu lkimu gk menghargai kmu sbgai istri ya,, pdhl bisa mntn tdr dihotel kn pagi dtg gk hrs inap drmh klian,, tp viral kn tu kelakuannya Amora nnti viral pasti khdpt Dixon dan mntn pasti di korek sm netizen😆😆😆😆tar kebongkar dech kebusukannya ap ajj
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
kesempatan Cia adu domba mereka kalo perlu keluarin kartu As Amora juga skandal Ibunya itu gak mungkin dia murni sebagai model pasti ada embel-embel nya kelakuan Amora menurun dari Ibunya hemm jadi ragu jangan2 dia bukan anak kandung Dixon🤣🤣
merry
pergi cia,, bls Dendam gk harus kmu yg trun tangan x,, lkimu mata y msh buta gmpng di tipu sm ank dan mntn istri ya,,, klo gk pergi yg ada kmu jdi korban kejhtnn mrk cia bukti y Amora brni telan racun trs lkimu maafkan,, bsk bsk kmu ditabrak atau di dorong dr tangga nnti blg gk sngja trs lkimu maafin trs ajj bgtuu lm lm kmu yg ke alam baka cia,,, bgs pergi seblm pergi bngkr Amora pnh aborsi lwt media bngkr ya jgn ddpn lkimu gk bkln percaya 🙏🙏🙏🙏🙏
merry
kudu kbur cia,, percm kyk y ush mu gk berhasil
sryharty
cia wanita bodoh kata saya,,ngapain bertahan di situ
toh Dixon ga menghargai kamu
mending kamu pergi
balas dendam bisa lewat apa aja
jarak jauh pun bisa
kamu punya bukti2 aborsi Amora
kamu bisa kirim bukti itu ke Dixon,
ngapain harus merendahkan diri sendiri
kalo Dixon cinta sama kamu pasti akan cari kamu
merry
di luar dugaan ternyt Amora selain jht ternyta pergaulan y bebas menfaatkn ksh syg daddy ya,, gmn Dixon tau kbnrann y trs cia pergi dr hdp ya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!