Cinta itu pilihan, pada siapa hati akan menjatuhkan nya. Tidak ada yang tau,walaupun kita berusaha untuk tetap bersama dengan orang yang kita kenal tapi belum tentu cinta itu akan hadir dihati nya.
"Aku ingin lebih dari sekedar ditemani,aku ingin kau membuat ku puas"
"maaf,anda salah orang tuan muda. Saya bukan wanita seperti itu,cari saja wanita lainnya "
Perasaan marah karena ditolak membuat remaja yang masih berstatus pelajar itu merasa kesal,dia mengingat wajah wanita yang sudah menolak nya hingga akhirnya setelah beberapa tahun dia bertemu kembali dengan wanita itu tapi tidak di dalam club yang yang dulu sering dia datangi bersama teman teman nya.
"kenalkan kak,ini mama aku"
Senyuman manis dan tubuh yang tertutup dengan pakaian sopan ditubuh wanita itu membuat nya terlihat semakin menggoda ,dia semakin ingin mendekati dan menjadikan wanita itu miliknya . Apalagi saat dia tau kalau wanita yang menolak nya dulu merupakan seorang janda anak satu .
Silahkan mampir ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ucapan intan
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Intan dan teman teman nya sangat tau bagaimana kehidupan raka ,raka bekerja paruh waktu di swalayan dekat kos nya. Kos raka dan intan masih berada satu daerah, sehingga raka cukup dekat dengan intan tapi hanya sekedar teman kerja saja.
Baik intan maupun teman yang lain selalu mengajak raka untuk kumpul saat mereka pulang cepat atau lagi libur,tapi raka tidak pernah mau ikutan karena diri nya lebih memilih bekerja .
Gaji nya dia kumpulkan untuk membeli sepetak tanah di kampung nya, dia memberikan ladang untuk di kelola oleh bapak nya . Karena dia ngak mau bapak nya kerja dengan orang lain lagi,dia ngak mau bapak nya dihina .
Raka memilih dirinya yang dihina tapi jangan bapak nya ,dia ngak suka jika melihat bapak nya sedih dan dia memilih mengumpulkan uang untuk membeli tanah dan beberapa bibit juga pupuk untuk bapak nya bercocok tanam .
"Terima aja ka,sebutin nominal nya. Mumpung ada yang mau kasih ,lagian lumayan buat beli bibit bapak mu di kampung " ucap intan, dia mengedipkan sebelah mata nya agar raka mau menerima uang bayaran nya.
"Ngak ah ....aku ikhlas kok bantu non widuri,ngak apa apa " jawab Raka dan intan pun menganggukan kepala nya, dia tau kalau Raka sangat lah keras kepala .
"Hhmm....kalau begitu terima kasih,kamu bisa bersiap siap lebih dulu. Nanti kita langsung ke rumah saya ya " ucap Widuri
"eh....dibiasakan manggil nya aku ,kamu jangan saya lagi . Nanti kedua orang tua non curiga " ucap intan dan kedua nya pun menganggukan kepala nya
"Kamu juga ka,jangan diem aja. Nanti agak dipeluk peluk non widuri nya, atau di gandeng eh dicium juga boleh he he he....biar meyakinkan kalau kalian beneran pacaran " ucap intan lagi sambil tertawa kecil
"Eh....apa boleh non? saya ngak ingin melebihi batas ,tapi kalau berpacaran disini apa memang seperti itu ?" tanya raka ,dia belum pernah berhubungan dengan wanita kota selama hampir beberapa tahun di kota ini.
"Hhmmm....boleh lah sedikit,tapi jangan terlalu untuk sekali " jawab Widuri dengan wajah yang sudah memerah, intan yang melihat nya ingin tertawa keras tapi dia tahan .
"Kalau begitu saya permisi dulu non,nanti setelah selesai beberes maka saya akan kesini lagi " ucap raka,dia pun berdiri dan mengambil peralatan kebersihan yang dia bawa tadi.
Terdengar pintu tertutup ,tawa intan pun langsung pecah . Sebenar nya dia sudah ngak tahan dari tadi, tapi dia ngak berani tertawa di depan raka dan membuat malu widuri .
"Ha....ha.....ha.....Nona widuri,anda terlalu polos sekali. Apa anda ngak pernah berpacaran hhmmm?" tawa intan menggema didalam ruangan itu .
"Diam kau,sudah sana pulang. Aku mau pacaran " bentak widuri ,dia pun memesan pakaian pria sesuai dengan ukuran milik Raka dengan ponsel nya .
"Nona,anda harus tau bagaimana raka. Dia itu pria yang cuek,maka nya aku harus menjelaskan nya tadi. Lagi pun anda harus banyak berbicara dengan nya mengenai kehidupan anda,apa pun itu agar nanti saat di depan kedua orang tua anda raka ngak malu maluin " ucap intan dengan santai ,dia sudah biasa di bentak dan di usir oleh widuri jadi bagi nya biasa saja.
Widuri memikirkan ucapan intan,benar menurut nya . Mereka yang sebagai pasangan kekasih harus mengetahui segala sesuatu nya,tidak hanya memikirkan diri sendiri. Dia jadi ingat dengan mantan kekasih nya yang penipu itu,dia merasa kesal karena hanya dirinya saja yang mengenal pria itu dari sisi baik nya atau mungkin memang sengaja dia buat sendiri agar terlihat baik di mata nya.
"baiklah non,aku harus pergi. Selamat bersenang senang,selama perjalanan. Lebih baik kalian saling bicara ,sebelum salah berkata didepan mama anda . Anda tau sendiri bagaimana sifat mama anda kan ? " ucap intan dengan senyuman menyeringai di bibir nya.
"lagian ,raka pria yang baik. Lebih baik kalau beneran pacaran non,dia ngak pernah terlibat dengan wanita disini kok " ucap intan dengan tawa nya dan langsung keluar dari ruangan itu sebelum dirinya di lempar sesuatu oleh widuri
Widuri hanya mendengus dengan tatapan tajam nya ,dia menatap kepergian intan dari ruangan nya. Dia akan mulai membaca mengenai data pribadi raka,tapi tak banyak yang dia ketahui karena disana hanya lah sekedar nya saja.
Kriing....kriing....kriiing....
Widuri merasa kesal karena sedari tadi mama nya terus saja menelpon,menanyakan kehadiran nya saat makan malam nanti . Rasa nya enggan sekali mengangkat panggilan telpon dari mama nya yang selalu saja ingin dirinya menikah,entah kenapa dia merasa semakin kesal karena mama nya tidak pernah mengerti mengenai hati nya yang masih sakit oleh pria itu.
"ya ma.....ada apa ?" tanya Widuri dengan ketus
"kau sudah dimana ? Kenapa belum datang ? " tanya mama nya Widuri dengan nada khawatir
"Masih di kantor ma,sebentar lagi aku kesana. Masih nunggu pacar aku kerja ,dia ngak enak kalau ninggalin kerjaan nya gitu aja" jelas widuri masih dengan ketus nya
"pacar? jangan menghayal wi, mama ngak akan menyuruh teman mama pulang karena mama yakin kau pasti datang sendirian " jawab mama widuri,dia ngak mau tertipu oleh anak nya ini .
Dulu juga widuri pernah mengaku kalau dia sudah memiliki pacar,sehingga mama nya memilih untuk membatalkan makan malam bersama teman dan anak mereka yang akan mereka jodohkan tapi ternyata widuri datang sendirian dengan alasan kalau pacar nya sedang ngak enak badan .
"serius ma,mending mama suruh pula aja teman mama sama anak nya . Takut nya nanti mama yang malu karena aku sudah punya pacar " ucap Widuri dengan santai
"Kamu jangan buat mama marah ya,lagian selama ini mama tau kalau kamu itu ngak punya pacar. Jadi jangan ngarang dan cepat kesini " jawab mama nya Widuri dengan ketus
Ceklek
Pintu terbuka dan terlihat kepala Raka yang menatap ke arah dalam ,senyuman mereka dibibir widuri. Entah kenapa ucapan intan membuat nya yakin kalau Raka pria baik baik dan tidak memiliki niat buruk ,apalagi saat raka mengatakan akan membantu nya dengan ikhlas tanpa imbalan.
"Sudah selesai ?" tanya Widuri tanpa sadar.
"Sudah,apa mau berangkat sekarang ?" jawab Raka dengan suara khas nya ,dia pun berjalan masuk dan menutup pintu ruangan Widuri dengan pelan.
Tatapan mata widuri seolah gak bisa lepas dari tubuh raka,dia terpesona dengan tubuh raka yang terlihat sempurna dimata nya.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘
biar gak d ambil orang jd pakai DP ya...bagus...👍👍👍
asal intan bahagia aku jg udah ikutan bahagia