NovelToon NovelToon
Bacot System

Bacot System

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Menantu Pria/matrilokal / Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

#Karya ini merupakan Karya Kreatif Modern

Setelah di-PHK dari pekerjaannya sebagai buruh, kehidupan Bara berputar 180 derajat. Kehidupan tak lagi berpihak kepadanya dan terpaksa harus menjadi pemulung yang selalu dihina oleh mertua.

Bara adalah laki-laki yang tak banyak bicara. Segala hinaan yang diberikan pun tak pernah ia balas. Hingga sebuah peristiwa mengubah segalanya. Bara diberi tugas untuk mengatakan hal-hal yang menyakiti hati orang lain. Dia dibayar mahal untuk itu semua.

Bagaimana kisahnya? Mari ikuti series berlanjut dari Bacot System, ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Hoax

*Mohon maaf terlambat banget updatenya. Terima kasih sudah mengikuti hingga episod terbaru ya. Semoga suka.*

"Lah? Kenapa harus aku? Sedangkan sikapnya yang beberapa waktu lalu cukup membuatku kesal." ucap Bara tersentak mendadak menghentikan motornya. Rangga yang duduk di bagian depan, hampir saja terpental membentur bagian stang motor. Akan tetapi, Bara bergerak cepat menahan tubuh Rangga agar putranya tidak cidera.

[ Karena, saat ini gadis itu terkena masalah karena sanggahan beberapa waktu lalu. ]

[ Mereka menganggap kamu sebagai sindikat pria berbahaya karena telah mengancam membongkar rahasia negara. ]

Rangga memutar kepala menoleh kepada sang ayah. Dengan seketika ia kembali menatap pemandangan bagian depan. Bocah itu cukup takut melihat seringai yang tersirat pada wajah sang ayah.

"Ck, merepotkan saja gadis itu," gumam Bara, memutar stang kendaraan roda dua yang digunakannya.

"Rangga, pegangan yang kuat!" titahnya kepada sang putra. Rangga yang merasa ketakutan pada aura dingin ayahnya, tanpa memberikan jawaban, mengangguk kaku dan berpegangan dengan kuat.

Bara memutar gas dan kendaraan roda dua itu melaju dengan kecepatan yang terus meningkat dengan tajam tanpa memikirkan bagaimana perasaan Rangga yang kaku menatap jalan yang hanya terlihat seperti garis tak berbentuk.

Bara tak serta merta menuju lokasi tempat yang ia sewa. Melainkan menuju sebuah bangunan yang cukup tinggi yang berada tak jauh dari rumah kontraknya. Kebetulan sekali, bangunan itu terlihat tak terurus, sehingga tak ada satu pun yang berada pada bangunan tersebut.

"Ayah, kenapa ke sini?" Wajah Rangga tampak memutih turun dengan tubuh lemas.

Kening Bara sedikit mengerut menatap rona wajah Rangga. "Kamu kenapa?"

Rangga membelakangi Bara. "Huwek ... Huwek ... Huwek." Bocah kecil itu memuntahkan makanan yang dia santap saat sarapan tadi. Bara baru sadar, ia baru saja membuat Rangga berada di setengah kehidupannya. Ia mengernyitkan wajah dan menggelengkan kepala dengan cepat. Setelah itu, ia mengusap punggung putranya hingga Rangga terlihat tenang.

"Kamu takut?"

Rangga menundukkan kepalanya. Ia kembali teringat akan seringai wajah sang ayah yang begitu menakutkan.

[ Saya rasa, kita terlalu banyak membuang waktu. Sekarang kondisi cukup darurat. Semakin cepat kau membantu gadis itu, akan semakin baik. ]

Peringatan dari sistem barusan membuat Bara menggendong Rangga, tanpa memedulikan bagaimana perasaan putranya itu. Ia terlihat fokus menapaki anak tangga yang membawanya ke bagian puncak gedung ini. Pada bagian pojok, tampak sebuah gazebo yang memiliki bangku panjang. Bara menurunkan putranya di sana.

"Kamu, duduk di sini sejenak. Apabila urusan ayah sudah selesai, ayah akan ke sini lagi."

Rangga memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan. Wajahnya mengernyit dan menggeleng tipis. "Rangga ikut ayah saja," ucapnya setengah berbisik.

Bara menghela napas berat. "Kamu itu lelaki. Lelaki tak boleh cengeng! Jika ayah bilang kamu harus menunggu di sini, ya kamu harus tunggu!" tekannya.

Rangga menggigit bibirnya. Akhirnya ia menundukkan kepala dan menunduk. Tanpa berpikir panjang, Bara melangkahkan kakinya menuju pinggir yang mengarah pada rumah kontrakkannya.

Dengan jelas, ia bisa melihat beberapa kendaraan hitam dan beberapa pemotor yang menggunakan jaket bewarna hitam pula. Tanpa pikir panjang, Bara memejamkan matanya.

'Keluarkan sebuah benda yang bisa membuat semua orang mendengarkan apa yang akan aku ucapkan!' titahnya kepada Sistem.

Tak lama, dengan ajaib pada kedua tangannya telah memegang sebuah benda berbentuk corong. Kening Bara mengerut mendapati sebuah toa yang cukup besar.

"Sis, kau pintar bercanda ternyata," gumam Bara dengan wajah dinginnya.

[ Sesuai permintaan, dan ini adalah jawaban dari permintaanmu. ]

Indera penglihatan Bara masih terfokus pada orang-orang yang telah mengepung rumahnya.

"Terserah mu lah. Yang penting, kau harus bantu aku!" ucap Bara lagi.

[ Tentu, itu sudah menjadi tugas saya sebagai suport system bagimu. Tidak hanya itu, aku akan melindungimu. Mereka tidak akan bisa lagi menemukan keberadaanmu. ]

Bara tersenyum tipis, karena tak bisa menyela. Setelah itu ia mengubah posisi, bertiarap. Toa sudah berada pada posisi dengan moncong ke arah posisi pasukan berpakaian hitam tersebut.

Sementara itu, beberapa pasukan yang baru saja menggeledah rumah kontrakan Bara, keluar dengan kekecewaan. Mereka segera melapor kepada pimpinan komando yang berdiri di dekat sebuah Van yang berisi seorang gadis yang tertunduk lesu dengan pipi yang telah basah oleh cairan bening.

"Lapor, pria yang bernama Bara tidak ditemukan, laporan selesai."

Sang komandan bersidekap dada dengan mata lurus tanpa berkedip. "Apakah ada yang memberikan bocoran akan kedatangan kita?" Sejenak, ia melirik ke arah Van bewarna hitam, tempat seorang gadis yang berani mengancam kementrian pemerintahan negara ini.

"Pengumuman ... Pengumuman ..."

Terdengar sebuah suara yang keluar dari pengeras suara. Namun, seluruh anggota memilih untuk tidak memedulikan apa yang disampaikan dan mencoba menggeledah beberapa bagian di halaman rumah kontrakan milik Bara.

"Kepada warga Kampung Durian Mateng, kami beritahukan bahwa kami sedang melakukan kegiatan amal. Kepada semua warga yang membutuhkan, dipersilakan untuk segera hadir di halaman rumah kontrakan milik Ibu Asukawati. Kami akan membagikan sembako secara gratis kepada warga dalam kurun waktu tiga puluh menit kemudian. Setelah itu, kami akan berpindah ke kampung yang lain."

Para anggota yang mengira itu adalah pengumuman dari pihak kelurahan, merasa tak terusik sama sekali. Mereka masih melanjutkan dalam upaya mencari sebuah jejak maupun petunjuk yang bisa mereka gunakan sebagai tindak lanjut dalam pencarian seorang pria yang disebutkan oleh gadis bernama Nike.

Sementara itu, beberapa warga yang mendengar pengumuman tadi, segera berbondong-bondong menuju lokasi yang diumumkan, yang tak lain adalah rumah kontrakan Bara. Dari kejauhan, mereka melihat sebuah Van besar berukuran besar yang tengah terparkir di sana.

"Mungkin mobil itu yang akan membagikan sembako kali ya?" tanya salah satu warga terhadap warga yang lain.

"Bisa jadi. Ayo buruan! Mereka gak berlama-lama. Siapa tau kita bisa dapat satu karung beras. Harga beras mahal banget," sambut warga yang lain.

Mereka mulai semakin ramai dan mendapati pria-pria berpakaian serba hitam. Akan tetapi, tak satu pun tanda-tanda sembako yang dimaksud oleh pengumuman tadi.

"Pak, mana sembakonya?" tanya salah satu warga.

Wajah salah satu anggota yang ditanya pun jelas menggambarkan raut kebingungannya. Dengan perasaan heran, ia melirik rekannya yang lain dengan menggerakkan alis beberapa kali. Akan tetapi, ia tak mendapatkan jawaban selain gelengan dengan raut yang tak kalah bingung dengannya.

"Ayo lah, Pak. Mana sembakonya? Kami ke sini karena kalian mengumumkan pembagian sembako kan?" desak salah satu warga.

Sementara itu, warga yang hadir terus bertambah dengan hasrat begitu tinggi untuk mendapatkan bahan makanan pokok.

"Mungkin sembakonya ada di dalam mobil, jadi kita disuruh untuk mengambil sendiri!" sorak warga lain dari belakang.

"Ayooo! Ayooo!" sambut warga yang lain.

Nike yang tadinya ketakutan, terlihat kaget saat pintu kendaraan yang mengurungnya terbuka dengan tiba-tiba.

"Nah, ada cewek tu. Pasti dia udah dapat pembagian," celetuk warga.

"Neng, kalau udah dapat sembako, keluar dong! Gantian! Kami juga mau!"

Sementara itu, anggota BIN mulai kewalahan menghadapi kebar-baran warga lokal.

"Pak, Buk, tidak ada sembako di sini," ucap salah satu anggota mencoba menahan beberapa warga.

"Bohong! Bohong! Itu ada yang dapat!" elak warga itu berdesak-desakan pada Van yang mereka kira ada bahan kebutuhan pokok.

Di sisi lain, Nike ditarik keluar oleh warga dan saat ini dia tampak kebingungan sendiri tak tahu harus bagaimana. Namun, sebuah tangan menariknya menjauhi van yang dikerumuni oleh warga.

Nike berlari mengikuti pria yang menariknya dan di pinggir jalan telah terparkir sebuah kendaraan yang diduduki oleh anak laki-laki.

"Kamu?" tanya Nike yang sadar siapa yang mengajaknya kabur.

"Mau selamat? Jangan bersuara!" Bara menaiki kendaraan itu disusul oleh Nike berbonceng di bagian belakang.

Pada saat yang sama, sang komandan menyadari sebuah kejanggalan. Dari kejauhan, ia melihat gadis berambut pendek yang mereka tangkap meninggalkan mereka dengan mengendarai motor.

"SEMUA! KEJAR MEREKA!"

1
MomyWa
hmmm
Apud Tahu
MC oon di pilih tor.
pembaca gabut
mantep cocok tu mertua kek enak nya di ledek wkwkwkw
Safira Aurora
semangat berkarya ya author
Safira Aurora
dah beres ya thooorr..tp kenapa sistem ga dibawa smp mati aja
Rainbow Scorpion Venom
tapi ini nggak yang tiba-tiba ketembak sama polisi meninggal terus pindah ke isekai kan?
SoVay: bukan bang, ini bukan cerita per isekaian.
total 1 replies
Rainbow Scorpion Venom
oh ayolah ceritanya bagus jangan lama lama update-nya
SoVay: jadi agak sulit mikir idenya bang, heehhe..sabar y bang..ini lg mikir episod berikutnya kayak apa ya.
total 3 replies
Safira Aurora
update lagi thor... setelah 1 thn
Juhairiah
kapan ya kelanjutannya?
SoVay: sudah update kakak, yuk lanjut
total 1 replies
CahTheLoel
kok yang kedinginan Bara bukan Tejo🤔🤔
CahTheLoel
"Pak, kamu jahat ya? Aku sudah bangun tapi ditinggal. Lebih baik aku ninggalin kamu remuk bersama bangunan yang hancur" kira" begitu kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia 🤔😄
CahTheLoel
karma dibayar tunai
Nadja 🎀
maksudku selamat juara kreatif..
Andri Suwanto
hehehehe
Alghifarrie
kelanjutannya
hasbullah 123
cerita ini sepertix ngga jelass atau authorx goblokk ..masa misi sekesaikan masalah org smntra masalah sendiri aja blm beres jg seharusx pertama penampilan mc hrsx OK dulu baru yg lain..
aku jg mw🤤: kakak mending bikin cerita transmigrasi kak
total 2 replies
Inyoman Raka
bacotan hah
saa
bisa tak jgn pake bhs yg tak gua ngerti 🗿🗿
SoVay: sistem mendeteksi indikasi bacotan, selamat.. anda mendapatkan ....
total 1 replies
Fabrigio
cepat update jangan kayak yang lain masa cuman sampai episode 5 terus nggak update update lagi kan nggak seru
SoVay: sabar y abangku 😆 ramadan ini susah buat nulis gara2 banyak kgiatan dan susah mikir 😆
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
akhirnya up juga thor... kira2 berhasil kabur apa tertangkap yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!