Alvaro adalah seorang dosen di salah satu universitas ternama. parasnya yang tampan dan tubuhnya yang atletis, membuatnya menjadi idola di kampus. namun sayangnya ia tak lagi single, tanpa sepengetahuan semua orang yang ada di kampus. Alvaro telah menikahi seorang gadis yang merupakan mahasiswanya sendiri. gadis cantik dan manis itu bernama Nesya. Alvaro dan Nesya menikah karena perjodohan yang diajukan sendiri oleh Alvaro. karena Alvaro menyukai Nesya sejak pertama mereka bertemu sebagai mahasiswi dan dosen. pernikahan mereka sengaja dirahasiakan, karena kampus mereka punya aturan, tidak boleh ada hubungan antara mahasiswa dan dosen.Bila ketahuan ada yang berhubungan,baik pacaran atau menikah,maka mereka akan mendapatkan sanksi yaitu dikeluarkan dari kampus.
dibalik sikap nesa yang cuek dan usil, Alvaro menyukai sifat periang dan manja yang dimiliki istrinya. sebagai seorang suami Alvaro termasuk suami yang posesif, ia selalu mengawasi pergaulan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23.Panggil Sayang!
Nesya terbangun dari tidurnya,saat merasakan belaian lembut diwajahnya.Gadis itu membuka matanya perlahan, senyuman dari seorang lelaki tampan menyambutnya.
"Sejak kapan bapak pulang?"Tanya Nesya dengan suara khas bangun tidur.
Mendengar pertanyaan sang istri, Alvaro tersenyum."Sejak satu jam yang lalu,saya nungguin kamu sampai kamu bangun,"ucap Alvaro.
Nesya melirik jam dinding,jam menunjukkan pukul lima sore.Itu artinya ia telah tidur selama berjam-jam.
Nesya bangkit dari pembaringannya,ia mendudukkan diri dan bersandar di kepala ranjang.Terlalu lama tidur setelah menangis, membuat kepalanya pusing.
"Kenapa,Sayang? Kamu kurang sehat?" Tanya Alvaro dengan nada cemas.
Nesya menggeleng,lalu ia menjawab."Aku nggak bisa lihat Mila marah sama aku,dia mendiamkan aku.Bahkan,dia tidak mengajak aku ke kantin."
Nesya berbicara dengan bibirnya yang bergetar, dari matanya terlihat jelas kesedihan yang mendalam.
"Sayang,kamu yang sabar ya.Mungkin hanya masih shock, mereka sayang sama kamu.Mila butuh waktu untuk menerima semuanya,kamu tenang saja,"bujuk Alvaro.
Nesya mengangguk pelan,apa yang dikatakan Alvaro ada benarnya juga.
"Saya minta maaf,niat saya hanya ingin membuat kamu senang.Saya nggak menyangka kalau kita akan bertemu teman-teman kamu disana,"ujar Alvaro penuh penyesalan.
Melihat raut wajah Alvaro, Nesya menjadi tidak tega.Namun,apa boleh buat, Alvaro juga ingin seperti pasangan lain yang bebas pergi kesana kemari dengan pasangan mereka.
******
Keesokan harinya, seperti biasa Nesya pergi kuliah.Namun, lagi-lagi ia harus menelan rasa sedih.Karena Mila masih bersikap dingin padanya, gadis itu masih tidak mau berbicara dengannya.
Saat selesai mata kuliah pertama, Nesya melihat Mila yang hendak keluar dari kelas bersama Evi. Nesya berinisiatif untuk meminta bergabung dengan kedua sahabatnya itu.
Nesya segera bangkit,ia melangkah cepat agar bisa mengejar Mila dan Evi.
"Mila,tunggu!" Panggil Nesya, membuat kedua temannya menghentikan langkahnya.
Mila menatapnya dengan datar."Ada apa?"
Nesya memasang senyum manis diwajahnya, seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.
"Gue mau ikut ke kantin sama kalian,"ucap Nesya, menatap Mila penuh harap.
Mila menghela nafas,merasa kasihan pada Nesya karena sejak kemarin ia mendiaminya.
"Mil,biarin aja Nesya ikut.Kasihan dia,"bujuk Evi.
Evi selalu membujuknya agar tidak marah lagi pada Nesya. Begitupun dengan Alvaro,dosen itu kemarin menelponnya dan menjelaskan semua padanya.
"Baiklah,"ucap Mila, membuat senyum langsung mengembang di bibir Nesya dan Evi. Mereka bertiga langsung pergi menuju kantin seperti biasanya.
*****
"Mil,gue benar-benar minta maaf sama Lo. Gue nggak bermaksud meragukan kalian berdua,tapi memang sudah kesepakatan kami sekeluarga untuk merahasiakan pernikahan ini dulu,"ujar Nesya.
Akhirnya gunung es yang membentengi diri Mila cair,ia sudah mau berbicara dengan Nesya walaupun sudah tidak sehangat biasanya.
"Gue juga minta maaf sama Lo Nes, karena gue kebawa emosi.Gue mau kita itu jangan saling tutup-tutupi kita itu sahabat bukan teman,"ucap Mila.
"Gue janji nggak bakal ada yang gue tutup-tutupi dari kalian berdua lagi,"ucap Nesya.
"Alhamdulillah,gue senang banget lihat kalian berdua udah baikan," Evi berseru gembira,ia langsung memeluk kedua sahabatnya.
Mereka bertiga kemudian melanjutkan langkahnya menuju kelas, mereka akan mengikuti mata kuliah selanjutnya.
Di ujung koridor, lelaki tampan menyunggingkan senyuman. Dia adalah Alvaro,ia sangat bahagia melihat istrinya kembali tersenyum.
"Syukurlah, mereka sudah berbaikan.Apapun akan saya lakukan agar kamu tetap tersenyum Nesya,"lirih Alvaro,ia kemudian berbalik dan kembali menuju ruang dosen.
******
Hati Nesya begitu gembira,ia bisa bernapas lega karena masalahnya sudah selesai.Ia sudah tidak sabar ingin menceritakannya pada Alvaro,sang suami.Namun sayangnya, pria itu belum pulang. Entah mengapa, akhir-akhir ini Alvaro selalu pulang lebih terlambat dari Nesya.
"Pak Alvaro kemana sih? Biasanya dia selalu pulang duluan,"gumam Nesya. Ia baru sampai di rumah,namun mobil Alvaro belum terparkir di tempat biasanya.
Sesampainya di dalam rumah, Nesya segera mencari keberadaan mbak Siti.Ia hendak meminta asisten rumah tangganya itu, membuatkan wedang jahe untuknya. Akhir-akhir ini,ia merasa tidak enak badan.
"Mbak, tolong buatkan dua gelas wedang jahe.Satu buat aku dan satu suami aku,kalau sudah siap langsung antar ke kamar aku ya,Mbak,"ucap Nesya dengan ceria.
Mbak Siti mengangguk paham,ia sangat senang melihat Nesya yang begitu ceria."Siap,Non!"
Nesya langsung bergegas ke kamar, ingin mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.
"Mending gue mandi dulu,Pak Alvaro sepertinya masih lama pulangnya,"gumam Nesya,ia lalu mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi.
Alvaro yang baru pulang langsung merebahkan tubuhnya sembari menunggu Nesya selesai mandi,ia juga ingin mandi untuk menyegarkan tubuhnya.Saat terdengar pintu kamar mandi terbuka, Alvaro kembali bangun dan terkejut melihat pemandangan yang begitu indah.Nesya keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di dadanya hingga diatas lututnya.
"Pak Alvaro!"Pekik Nesya,ia terkejut melihat Alvaro yang berada di kamarnya.
"Kenapa nggak bilang-bilang sih,kalau lagi dikamar?" Teriaknya lagi, gadis itu kembali memasuki kamar mandi.
"Kenapa saya disalahin? Dia sendiri yang ke kamar mandi nggak bawa baju ganti,"gumam Alvaro heran.
"Ambilkan bajuku,Pak.Aku nggak bisa keluar seperti ini!" Ucap Nesya, membuat Alvaro terkekeh.Sebuah ide muncul dikepalanya,kapan lagi bisa menjahili Nesya dan mendapatkan apa yang dia mau.
"Ok,saya ambilkan.Tapi ada syaratnya,"ucap Alvaro, sembari tersenyum getir.
"Apaan pakai syarat segala, ada-ada aja.Cepat katakan dan ambilka baju aku,"ucap Nesya kesal.
"Mudah kok,Sayang.Cukup panggil saya dengan sebutan,Sayang!"
"APA?"