NovelToon NovelToon
Alina (Psychopaths Around You)

Alina (Psychopaths Around You)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:314.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayupuri

Tuhan memberikan kebahagian di balik ujiannya, memberikan cinta yang sebenarnya. Menjalani kehidupan keluarga yang harmonis adalah impian semua orang, begitulah kehidupan Alina saat ini. Memiliki orang tua yang hangat dan humoris. Tapi takdir berkata lain, mengubahnya dalam sekejap.

Sebuah kecelakaan yang diduga pembunuhan berencana, yang hampir merenggut nyawa ayahnya.
Mengharuskannya menerima perjodohan dengan seorang laki-laki, cucu dari kerabat ayahnya. Mampukah Ersin melindungi Alina dari seorang psikopat yang masih mengintai di luar sana.

Bagaimana lika liku kisah mereka?
ikuti perjalan cinta Ersin dan Alina..


Happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayupuri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Langkah kaki itu semakin mendekat, banyak pasang mata mengarah padanya. Sungguh pemandangan yang sangat di sukai kaum perempuan. Diikuti dengan Rey dibelakangnya. Ersin menghubungi Rey untuk mengantarnya ke kampus Alina. Betapa kesalnya Rey karena hal itu. Ketenangannya bekerja tanpa boss ternyata tidak sesuai rencana.

“Tangan dan kakimu masih utuh, matamu juga melihat dengan baik, kenapa harus aku yang menjadi supir, bukankah begitu banyak ada mobil dan supir dirumahnya,” gerutu Rey yang berjalan di belakang Ersin.

“Alina,” ucap Ersin.

“What dia panggil siapa tadi, Alina?” ucap Fitri

“Kau mengenalnya Alina?” tanya Dinda.

“Itu yang aku bilang tadi, dia orangnya,” jawab Alina.

“Lin kau masih ingatkan apa yang kau katakan tadi denganku? kau tidak mau kan pergi dengannya? tenang saja Lin aku bisa menggantikannya.” Fitri berbicara tanpa jeda.

“Dengan senang hati jika dia juga mau Fit,” jawab Alina.

“Hallo aku Fitri teman baiknya Alina.” Fitri langsung memperkenalkan diri. Tentu saja Ersin sudah tahu siapa mereka.

“Dinda,” ujar Dinda. Ersin menjabat tangan keduanya.

“Senang mengenal kalian,saya Ersin,” ucap Ersin diselingi dengan senyum manisnya. Tapi perhatiannya tetap saja mengarah ke Alina.

“Ayo kita jalan,” ucap Ersin pada Alina.

“Tapi--”

“Berikan kunci motormu!” ucap Ersin lagi. Ersin memberikannya pada Rey.

“Rey kau yang urus.” Rey melongo.

“Jadi ini alasannya, aku meninggalkan klien hanya demi mengurus motor gadis yang ia sukai. Astaga aku bisa gila, kenapa harus aku,” batin Rey.

“Kau keberatan?” tanya Ersin.

“Tentu saja tidak Tuan, selamat bersenang-senang Tuan muda dan nona Alina,” jawab Rey dengan senyuman palsunya. Fitri dan Dinda juga tidak kalah bingung melihat adegan ini, siapa sebenarnya sosok pria tampan ini.

Alina merasa gugup pertama kalinya ia akan berdua saja dalam satu mobil bersama Ersin. Beda halnya dengan Ersin, rasanya ingin mengubah rute perjalanan, agar semakin jauh dan berputar-putar, dengan begitu akan semakin lama berdua dengan Alina.

Kini Rey yang semakin bingung, ia harus mencari motor Alina dan membawanya kembali ke rumah Alina.

“Nona boleh kau tunjukkan dimana motor nona Alina,” tabya Rey.

“Iya ikuti kami,” jawab Dinda.

“Sepertinya orang itu bukan orang biasa Fit, pasti dia benar-benar kaya, lihat saja bagaimana orang ini memanggilnya,” ucap Dinda.

“Benar sekali, beruntungnya Alina. Yang seperti ini tidak mau, kenapa teman kita yang satu itu bodohnya nggak ketulungan,” ujar Fitri.

“Ini motornya Alina.” Setelah sampai di parkiran.

“Terimakasih nona,” ucap Rey sopan.

Rey menghela napas kasar, bagaimana pria berjas rapi harus memakai motor matic kecil dan helm perempuam.

“Malangnya aku, seharusnya aku mengganti pakaianku sebelum kesini,” gerutu Rey

Rey menjalankan motornya, dengan memakai helm yang tidak sesuai dengan ukuran kepalanya, kaki yang sedikit mengangkang karena kakinya yang panjang sangat menyulitkan untuk menaruh kaki. Fitri dan Dinda tertawa melihat Rey.

“Kasihan orang itu menjadi korban, kalau saja Ersin yang minta, aku bisa saja mengembalikan motor itu ke rumah Alina,” ucap Fitri.

“Lalu siapa yang mengantarmu pulang?” tanya Dinda

“Untuk apa kau ada kalau tidak dimanfaatkan, ayo kita pulang supirku yang cantik,” ujar Fitri meledek. Karena Rumah mereka searah jadi Dinda yang selalu menjemput Fitri.

Restaurant Woobar.

Alina merasa gugup bukan main, tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya. Mereka melangkah ke lantai dua restaurant itu.

“Kenapa disini tidak ada orang?” ucap Alina.

“Aku tidak suka ada yang mengganggu,” jawab Ersin.

“Dia booking satu restaurant ini, sekaya apa sebenarnya dia,” gumam Alina dalam hati. Mereka duduk di tepat yang kelihatannya memang disiapkan khusus.

Salah seorang pelayan mendatangi mereka dan membawakan menu, betapa terkejutnya Alina melihat list harga makanan yang ada di menu itu.

“Kalau harga ini aku belikan bakso, martabak, cilok, nasi goreng, aku bisa mandi dengan semua itu,” batin Alina.

“Kau mau makan apa?” tanya Ersin.

“Entahlah,” jawaban singkat dari Alina.

“Kau tidak menyukai tempat ini, kita cari tempat lain saja,” ucap Ersin

“Tidak ada yang aku tahu, semua namanya aneh,” ujar Alina,dan Ersin tertawa mendengarnya.

“Boleh aku saja yang memesan?” tanya Ersin.

“Tapi jika aku tidak suka bagaimana?” Alina khawatir tidak mungkin dengan harga makanan yang begitu mahal akan dibuang begitu saja.

“Kau order lagi yang lain.” Dengan entengnya Ersin mengucapkan itu.

Ersin sudah memesan beberapa makanan, kini tinggal menunggu saja dan itu mungkin tidak akan memakan waktu lama, karena hanya mereka tamu di tempat itu.

Satu persatu pelayan membawa makanan. Ada beberapa makanan yang memang sudah pernah Alina makan.

“Kau boleh coba semuanya,” ucap Ersin.

“Baiklah,” jawab Alina.

“Ternyata enak sekali, ini steak terenak yang pernah aku coba, yang ini juga enak. Harga selangit hanya piringnya yang besar tapi isinya sedikit huh dasar pelit,” batin Alina.

“Sepertinya Alina menyukai makanan ini,” batin Ersin.

“Kenapa kau tiba-tiba mengajakku makan siang?” tanya Alina.

“Kau memiliki janji lain?” jawab Ersin dengan pertanyaan lagi.

“Kenapa susah sekali bertanya padamu, setiap pertanyaanku kau jawab dengan bertanya lagi” Alina kesal.

“Aku ingin melihatmu, anggap saja sebagai permintaan maafku tempo hari,” jawab Ersin.

“Lupakan saja, aku sudah memaafkanmu,” kata Alina.

“Apa kau tidak senang? kau terlihat terpaksa melakukan ini,” tanya Ersin.

“Bukan aku tidak senang dan juga aku tidak terpaksa,” jawab Alina.

“Lalu?” Ersin bertanya lagi.

“Tidak baik makan sambil berbicara,” saut Alina.

“Kenapa pria ini begitu cerewet, mulutku sedang sibuk mengunyah makanan,” batin Alina.

Mereka meninggalkan Restaurant itu, Ersin ingin mengajak Alina ke suatu tempat dimana pertama kali ia bertemu dengan Alina.

“Kau bisa menemaniku ke suatu tempat?” tanya Ersin.

“Boleh aku menolak, aku harus mengerjakan tugas hari ini,” jawab Alina jujur.

“Baiklah mungkin lain waktu,” ucap Ersin.

“Kau mau kemana?” tanya Alina.

“Nanti kau akan tahu jika melihatnya,” jawan Ersin.

“Hey apa salahnya hanya memberitahuku saja,” kata Alina.

“Kenapa kau mulai tidak sopan padaku, mana panggilan kakakmu, kau lupa aku jauh lebih tua darimu.” Ersin baru sadar.

“Memang siapa yang bilang kau muda dasar om-om.” Alina bergumam menahan tawa.

“Aku tidak mau berdebat denganmu,” ucap Alina

“Panggil aku seperti sebelumnya atau aku tidak akan mengantarmu ke rumah.” Dengan nada pura-pura serius.

“Baiklah-baiklah kakaakk,” jawab Alina, Ersin puas mendengarnya. Mereka sampai di rumah Alina.

''Masuklah'' ujar Ersin.

“Terimakasih untuk makan siangnya.” Alina menuju rumahnya.

“Mungkin bukan sekarang waktunya, ternyata kau tidak mengingatku sama sekali gadis kecil, aku tidak akan menyerah, aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi termasuk kau,” ucap Ersin seraya melihat Alina sampai ia tidak terlihat lagi.

.

.

.

.

Terus dukung author readers

Thankyou

1
Else Widiawati
akhirnyaaaa.....setelah sekian purnamaaa.....sampe lupa aku jalan ceritanya....kak ditunggu upnyaaa🥰🥰🥰🥰 semoga sehat2 smangaatttt💪💪💪💪🦾
sifa pratama
kapan up ya thoor....?
Else Widiawati
kapan updet thor??
Rahma Dadiest
lanjut dong thor 🥰🥰🥰
Rahma Dadiest
lanjut dong ka🥰🥰🥰
Rahma Dadiest
up lagi dong kaka 🥰🥰
Else Widiawati
🥺🥺🥺lananyaa menunggu, kapan up lagi thorr🥰🥰
Atik
lanjut
uma_bhie
lnjut thor
Aulia Putry Hermadi
next
Sri Endang Yulyati Ruslin
lanjut thoor
Archer: mampir di karya ke tiga-ku kak😁
total 1 replies
assa 𝒜⃟ᴺᴮ🌸❄️
Tambah penasaran thor, serba misterius, tapi aku suka, menantang adrenaline ku 🤭
Else Widiawati
siapa deon sebenarnya? apa itu asli namanya? mengingat dia sering menggunakan topeng, ungkap secepatnya thor, jangan bikin penasaran
Else Widiawati
wahh sudah seminggu lebih blm up tjor, aku nungguinn, ayooo up lagii
Fatonah
lanjuuuut thor semangat...
Fatonah
Oke thor mksh semangat shat selalu
Fatonah
Siapa yg nabrak pak abi? murni Keclkaan kah, jd lp crtnya thor lm ga update sih ayo semangat..
Fatonah
semangat thor ...
Sri Endang Yulyati Ruslin
lanjut thoor
uma_bhie
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!