NovelToon NovelToon
LOVE In SILENCE

LOVE In SILENCE

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Risalah_Hati

Berteman cukup lama, tidak cukup bagi seorang pemuda bernama Bara Zayyan berani mengakui perasaannya pada seorang gadis cantik bernama Alisa Aileen Nathania yang tak lain adalah teman satu kelasnya sendiri.

Namun sikap dan perlakuan Bara selama ini pada Ica nama panggilan untuk gadisnya, membuat siapapun bisa menerka jika Bara memang punya perasaan lebih pada gadis itu.

Hingga akhirnya Bara memilih pergi jauh setelah lulus dari SMA dengan membawa rasa yang belum sempat terucap.

"Aku pergi bukan bermaksud untuk menghapus rasa ini, hanya saja aku sedang berjuang untuk memantaskan diri ini untukmu. Kelak saat kembali, aku berharap kita bisa bersama meski nanti keadaanmu mungkin tak lagi sama. Namun aku pastikan saat itu cintaku masih tetap sama" Bara Zayyan

"Kenapa tidak dari dulu kamu memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa, mengapa harus menunggu waktu yang begitu lama. Dan maaf, saat ini kita sudah tidak bisa bersama karena mungkin keadaanku yang tak lagi sama" Alisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risalah_Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Butuh Waktu

Plak......

Plak.....

Terdengar bunyi tamparan yang dilayangkan pak Angga, pada putranya.

Setelah kejadian dimana Ica pergi begitu saja dengan membawa koper besar, membuat mamanya Kahfi langsung menelfon suaminya. Apalagi saat ini putranya terlihat begitu panik.

Tentu saja hal itu membuat mamanya Kahfi merasa sangat khawatir pada kondisi menantu dan juga putranya. Dirinya meyakini jika keduanya sedang ada masalah besar.

Kahfi terlihat memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan yang dilayangkan oleh papanya.

Setelah Kahfi menjelaskan duduk permasalahannya, tentu saja membuat kedua orang tua Kahfi murka. Terlebih sang papa.

Tanpa pikir panjang, ia langsung menghadiahi Kahfi dengan dua kali tamparan tepat dipipi kanan, kemudian berganti dipipi kirinya.

"Pah....aku benar-benar dalam keadaan tidak sadar waktu itu" Kahfi mencoba membela diri.

"Kau memang tidak sadar saat melakukan perbuatan be-jat itu. Tapi kamu tidak bo-doh sampai harus tidak mengerti jika efek meminum minuman keras itu bisa membuatmu tidak sadar. Dan kenapa kamu mau mengikuti ajakan teman ba-ji-ngan mu itu untuk minum hah" Wajah pak Angga terlihat begitu emosi.

Kahfipun langsung dibuat diam. Karena apa yang dikatakan papanya memang benar.

Andai dirinya menolak dengan tegas saat Arman mengajaknya minum, tentu malam laknat itu tidak akan pernah terjadi.

Dan malam harinya, keluarga Kahfi datang kekediaman besannya. Tentu saja tujuannya untuk meminta maaf dan berharap Ica mau memaafkan putranya. Lebih-lebih mereka berharap menantunya itu mau diajak pulang kembali.

Dan disinilah mereka sekarang, semua nampak berkumpul diruang tamu. Pak Angga perlahan mulai menceritakan apa yang terjadi pada putranya seperi apa yang tadi diceritakan Kahfi padanya.

Mendengar itu, tentu saja kedua orang tua Ica langsung kaget. Mereka sama sekali tidak pernah menyangka jika menantunya sampai bisa menghamili wanita lain.

"Maaf mah, pah. Ini sungguh diluar kesadaran saya. Sungguh sedikitpun Saya tidak pernah berfikir untuk mengkhianati Ica. Saya cinta sama Ica. Tolong maafkan saya" Kali ini Kahfi terlihat begitu memohon pada orang tua Ica.

Orang tua Ica nampak diam saja karena mereka masih belum sepenuhnya percaya dengan semua ini. Menantu yang dianggap bisa membahagiakan putri semata wayangnya, ternyata malah membuatnya sangat terluka.

"Mah, Pah, maafin aku. Bisakah mama sama papa ngizinin aku buat ketemu sama istriku"

"Jangan sebut dia istri. Karena jika kamu menganggapnya istri, maka tentu saja kamu tidak akan membuatnya terluka" Pak Haris sepertinya mulai terlihat emosi.

Dirinya dan istrinya memang belum tau soal apa sebenarnya yang terjadi. Karena sejak tadi, putrinya ini sama sekali tidak mengatakan apapun selain alasan yang dikatakan pada mamanya tadi saat pertama kali datang kerumahnya.

"Tapi pah, Aku harus ngejelasin semua ini sama Ica. Dia harus tau kejadian yang sebenarnya" Kahfi terlihat terus memohon agar bisa menemui istri yang begitu dicintainya.

Mau tidak mau pak Hariz mengizinkn Kahfi menemui putrinya. Itupun dengan syarat jika Ica bersedia dan tidak boleh memaksa. Karena bagaimanapun juga saat ini Kahfi masih berstatus sebagai suami dari putrinya.

Dengan langkah sedikit berlari, Kahfi menaiki tangga dan tujuannya segera menuju kamar istrinya.

"Sayang.......boleh mas masuk. Mas harus ngejelasin semuanya sama kamu. Karena kamu harus tau kejadian yang sebenarnya" Ucap Kahfi begitu sampai didepan kamar istrinya.

Namun nihil, karena Ica sepertinya sama sekali tidak berniat untuk membukakannya pintu. Padahal Kahfi sudah berulang kali mengetuk bahkan sambil terus memohon agar dirinya bisa masuk.

Kahfi pun tak kehilangan akal, dia mencoba memanggil Ica lewat panggilan telfon.

Berkali-kali Kahfi berusaha menelfon, mengirim pesan, namun Ica sama sekali masih enggan menerimanya.

"Plis Ca....jangan kayak gini. Sekali aja kamu beri kesempatan aku buat ngejelasin semuanya sayang" Suara Kahfi kali ini terdengar seperti sedang putus asa. Dirinya sudah tidak tau lagi bagaimana caranya agar bisa masuk tanpa harus memaksa seperti yang diucapkan papa mertuanya.

"Kamu pulang aja mas, aku butuh waktu buat mikirin semua itu. Aku harap kamu bisa ngerti. Karena ini gak mudah buat aku nerima semuanya"

Itu bukan suara Ica yang berbicara, namun kalimat itu Ica sampaikan lewat pesan yang ia kirimkan pada Kahfi.

Kahfi sendiri begitu melihat jika diponselnya ada pesan masuk yang dia tau dari Ica, dengan sigap langsung dibukanya. Berharap Ica akan bersedia menemuinya.

Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Karena istrinya justru memintanya untuk pulang tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya.

"Baiklah Ca kali ini aku akan pulang. Tapi besok dan seterusnya aku akan kembali lagi. Aku gak akan menyerah sebelum kamu mau dengerin penjelasan dari aku. Sungguh aku sama sekali tidak berniat mengkhianati kamu"

Setelah mengatakan itu dengan langkah yang terlihat seperti diseret, Kahfi terpaksa pergi tanpa hasil apapun.

"Gimana Fi, apa Ica mau ketemu sama kamu" mamanya terlihat langsung berdiri menghampiri putranya yang baru saja terlihat. Mamanya Kahfi berharap jika menantunya mau mendengarkan penjelasan putranya.

Namun sama halnya dengan sang putra, harapannya nihil. Karena Kahfi langsung menjawab pertanyaannya dengan gelengan kepala yang menandakan jika menantunya tidak mau menemui putranya.

"Biarkan dia tenang dulu, karena tidak mudah baginya menerima kenyataan berat ini. Jika waktunya tiba pasti dia mau ketemu sama kamu."

Meski kecewa, namun bu Sarah masih berusaha bersikap baik pada menantunya yang sudah jelas-jelas membuat hati putrinya terluka.

Akhirnya malam itu Kahfi harus pulang tanpa bisa menjelaskan apapun pada istrinya.

Didalam mobil tak hentinya Kahfi terus mendapat kemarahan dari papanya. Bahkan mama yang biasanya membelanya, kali ini nampak diam saja.

Namun Kahfi sadar, semua itu memang murni kesalahannya. Apalagi bisa dibilang ini adalah kesalahan yang sangat fatal dan memalukan.

Sementara dirumah Ica, saat ini kedua orang tuanya nampak berada didalam kamarnya.

"Nak...kamu jangan nangis terus. Mama tau ini berat buat kamu. Dan kali ini semua keputusan mama serahkan sama kamu. Mama hanya ingin kamu bahagia" Bu Sarah mengatakan itu sambil memeluk putrinya itu.

Sungguh hatinya ikut merasakan sakit. Melihat putrinya seperti ini membuat bu Sarah sampai ikut menangis. Dia sama sekali tidak menyangka nasib pernikahan putrinya harus seperti ini.

"Sayang....kamu gak perlu takut lagi sama papa. Kalau kamu memang ingin bercerai, papa akan dukung setiap keputusan kamu. Papa gak mau lagi ngekang hidup kamu. Yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan kamu" ada perasaan menyesal dalam diri pak Hariz karena tanpa sengaja pernah memaksa putrinya harus terjebak dalam pernikahan ini.

"Mah...Pah...Ica gak tau harus bagaimana. Tapi yang jelas Ica gak mau balik lagi. Andai mas Kahfi hanya selingkuh dan mas Kahfi menyesal, mungkin Ica masih bisa berusaha untuk bertahan dan memberi kesempatan. Tapi ini beda lagi ceritanya, wanita itu hamil, dia hamil anaknya mas Kahfi. Dan Ica gak bisa nerima ini mah pah, Ica gak bisa"

Lagi-lagi Ica kembali menangis. Bahkan kali ini Ica menangis sejadi-jadinya dalam pelukan mamanya. Sungguh saat ini dunianya terasa gelap. Sekali lagi dirinya tidak pernah menyangka jika pernihakannya akan berakhir seperti ini.

1
Rini Anggraini
Luar biasa
Cucu Nurjanah
bagus
kartika
Luar biasa
Risalah_Hati: makasih kak 🙏
kalau berkenan baca novel aq yg lain juga ya😃
total 1 replies
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
astaga Kahfi mau lonsekesal apapun jahat banget sumpah
💫Tasya💫Alfarisi: hai kak salam kenal, aku Deep. GC Maniak Horor lagi Adain event baca berhadiah. Barangkali berminat, mangga di cek dulu syarat dan ketentuannya/Smile/
total 1 replies
Nici Momy
kenangan masa sma 😁😁
Dawet_Legi
kisah di SMA emg plg berkesan😍
jangan lupa mampir di karyaku ya kak🙏
arfan
up
vall
bener juga nih
vall
balik masa SMA nih. masa2 yang membagongkan ahaha semangat kak. mampir di ceritaku juga makasih
Dekc Laila
cinta segitiga ini ceritanya
Dekc Laila
pengen deh ngerasain apa itu cinta, tapi sayangnya hingga saat ini gue blm ada ngerasa suka banget dengan seorang cowok
Dekc Laila
Eeemmmm
Dekc Laila
lanjut kk, cerita bagus
Dear_Y
smangat berkarya 💪
Risalah_Hati: makasih. sama2 ngasih support ya kak
total 1 replies
ninena
sadboy💔
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
hai kak aku sudah mampir, gk sabar baca selanjutnya
PORREN46R
lumayan bagus juga ceritanya. semangat terus ya.
Ichakim
Sorry ya kak kalo aku banyak ngoreksi, jangan tersinggung 🙏

semangat terus nulisnya
Ichakim
satu kalimat jangan ada kata berulang, ini ada 2 kali "yang"
Ichakim
lah." ✅
lah". ❌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!