NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / Romansa / Penyesalan Suami / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:293.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nurmay

Hanya ada dua orang yang sangat ia percayai dan hanya mereka berdua juga yang dia punya. Tapi siapa sangka ternyata mereka yang sangat Anjani percaya telah menusuknya dari belakang.

Anjani Rubella wanita pekerja keras, dari yang tidak memiliki apapun sampai memiliki beberapa mall. Pernikahannya bersama Marko yang berjalan baik-baik saja seketika hancur karena hadirnya orang ketiga yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.

Lalu bagaimana nasib Anjani Rubella, apakah dia akan menyerah atau mempertahankan pernikahannya bersama Marko, simak selengkapnya hanya di novel ini !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fantasi Gila

Pagi pun menjelang, mata lentik Anjani mengerjap beberapa kali. Kepalanya masih terasa berat, dan seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal.

Ketika matanya terbuka sepenuhnya, yang pertama kali dia lihat adalah seorang pria dengan pahatan wajah yang sangat sempurna. Hidungnya yang mancung, rahang yang begitu tegas, serta buku mata yang lentik. Anjani memandangnya tanpa berkedip, senyuman terbit dari wajah manis Anjani.

Namun, tiba-tiba kilatan kejadian tadi malam lewat begitu saja di kepalanya, dimana ia memaksa Pria ini dengan binal. Bahkan ia ingat ketika tangannya sendiri merobek kemeja pria yang masih tertidur pulas disampingnya itu.

''Semoga ini mimpi,'' gumam Anjani yang sudah bersiap akan mencubit lengannya sendiri.

''Auuhh!'' Mata Anjani terbelalak, ternyata ini bukanlah mimpi, melainkan kenyataan. Wajahnya memerah, ia malu karena mengingat tingkahnya tadi malam.

Anjani menutup wajahnya dengan dengan kedua tangannya, entah mau di taruh dimana wajahnya nanti ketika Roger bangun.

Sebuah tangan menyentuh tangannya, menyingkirkannya dari sana. Mata Anjani perlahan terbuka dan mata mereka pun bertemu.

''Roger ….'' Roger tidak menjawabnya ia hanya memandang wajah cantik Anjani dipagi hari seperti ini.

''Maafkan aku,'' ucapnya lagi yang merasa wajahnya benar-benar tebal. Karena menahan malu.

Alis mata Roger mengernyit. Tapi dia juga belum membuka mulutnya.

Melihat tidak ada respon dari Roger membuat Anjani semakin malu. Ia mengira kalau Roger pasti menganggapnya sebagai wanita murahan dan binal. Ini semua karena Marko, dia benar-benar tidak bisa memaafkan suaminya itu.

Anjani menangis dengan menutup kembali wajahnya, tapi lagi-lagi Roger menyingkirkan tangannya dari wajah. Tersenyum dan tangannya merapihkan rambut Anjani yang berantakan.

''Kenapa?'' tanya Roger dengan suara yang menenangkan.

''Pasti kamu mengira kalau aku wanita murahan, sungguh ini karena obat perangsang sialan itu!''

''Sungguh aku enggak bermaksud begitu, Roger …'' lanjutnya dengan rengekan diakhir kalimat.

Tuk!

Roger menyentil dahi Anjani sehingga membuatnya meringis kesakitan.

''Memangnya kita melakukan apa tadi malam?'' tanya Roger yang menahan senyumnya.

''Hah?'' Anjani merasa heran, karena seingatnya ia memang memaksa Roger untuk menuntaskan nafsu yang sulit dikendalikan tadi malam.

''Justru aku yang harus meminta maaf, karena enggak bisa membantu mu.''

''Apa maksud mu, Roger?''

Malam tadi. Roger berusaha menahan diri untuk tidak berbuat lebih pada Anjani. Walaupun Anjani sendiri yang memang memaksanya, hingga kancing kemejanya pun terlepas semua.

Tapi Roger bukan tipe pria yang akan memanfaatkan kondisi walaupun memang menguntungkan baginya. Dia sadar betul kalau Anjani masih menjadi istri orang, dan mungkin berbeda kondisinya jika Anjani sudah menjanda.

Roger berusaha menahan diri dari godaan nafsu dan memberikan bantuan pada Anjani, yang sedang kacau karena efek obat. Meskipun merasa kasihan, dia tahu bahwa dia tidak bisa memanfaatkan kondisi ini.

Namun, Anjani tiba-tiba mencium bibir Roger dengan paksa dan Roger pun terhanyut dalam tatapan maut Anjani. Mereka melakukan hanya sekedar mereda nafsu, tidak sampai melebihi dari itu.

''Jadi?''

''Kita enggak melakukannya, kau tenang saja.''

Anjani menghembuskan nafasnya ke udara, dia merasa lega karena ternyata mereka tidak melakukannya. Tapi ketika ia akan bangkit, ada sesuatu yang aneh. Kakinya tidak bisa bergerak dan dengan segera ia menyingkap selimut yang membungkus tubuhnya.

Matanya melebar, lalu beralih menatap Roger yang hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

''Maaf, hanya itu yang bisa menahan mu,'' ucap Roger.

''Kau dapat dari mana?'' tanya Anjani dengan gugup. Roger menunjuk kearah lemari besar dengan tangannya. Pupil mata Anjani bergerak dengan tidak nyaman, ia gugup benar-benar gugup.

Sebuah pasung yang terbuat dari pipa, terpasang dikedua kaki Anjani. Yang mana hanya orang-orang tertentu yang mengetahui pungsi pasung itu.

''I—itu berarti kamu juga lihat semua isi lemari itu?''

''Heum. Ada rantai, ada ikat pinggang, ada penutup mata, dan ada seperti alat pencukur bulu,'' bener Roger yang membuat Anjani menjerit meminta Roger tidak meneruskan ucapannya.

''Stop!!''

''Ah dengan kostum-kostum aneh,'' lanjut Roger yang semakin membuat Anjani kelabakan.

''Roger, cukup!!''

Anjani benar-benar merasa malu, ia menutup dirinya dengan selimut. Merasa tidak sanggup berhadapan dengan Roger saat ini.

''Hahahha!'' sementara Anjani yang merasa malu, justru Roger yang tertawa dengan puasnya.

''Sudah, sudah. Aku bisa jaga rahasia kok, tenang saja.'' Roger bangun dari tempat tidur lalu membuka pasung itu.

Ya benda-benda yang tadi Roger sebutkan adalah sebuah alat fantasi Sek-s. Itu ulah Marko, Marko memang mengidap penyimpangan seksual, yang mesti memakai barang-barang itu untuk menambah gairah.

Sebetulnya Anjani juga terkadang risih melakukan itu, tapi mengingat statusnya sebagai seorang istri, Anjani pun hanya bisa menurut mengikuti permintaan Marko.

Anjani memperhatikan perlakuan Roger yang begitu lembut, sangat berbeda dengan Marko. Bahkan senyuman Roger membuat hatinya merasa aman.

Roger kembali duduk ditepi ranjang. Roger menatapnya begitu dalam sehingga membuat Anjani menelan ludahnya dengan susah payah. Mata Anjani sulit fokus karena baru menyadari kalau Roger bertellanjang dada, otot-otot yang begitu seksi dan 4 roti sobek yang tergambar indah di perut Roger membuat Anjani berkeringat.

Roger menarik dagu Anjani, memintanya fokus dengan matanya tidak dengan yang lainnya. ''Aku mau bertanya, kau harus jawab!'' Anjani mengangguk tanpa sadar.

''Tanda di belakang sini, apa ulah fantasi Marko juga?'' Roger menunjuk punggung Anjani dan seketika membuat mata Anjani berubah sendu.

Roger sempat melihat ada tanda yang sudah mulai hitam, tanda yang sangat jelas kalau itu adalah bekas sebuah cambukan.

Happy Reading

1
guntur 1609
kok jadi alex. bukanya axel
guntur 1609
dasar pada ngakali semuanta
guntur 1609
ohh rupanya ni axel yg punya ketja
guntur 1609
mampus lah kau marko. end kau
guntur 1609
enak kali kau ngomongnya sampah
guntur 1609
sdh ketahuan saling menyalahkan dasar sampah. pecundang
guntur 1609
lah kok delisa. bukanya jani
guntur 1609
mampus kau marko. si miskin yg gak tahu diri
guntur 1609
calon pelakor
Iyas Masriyah
Luar biasa
nand channel
karya yang singkat padat dan jelas...aku sukaaaa thor🥰🥰🥰
Yuli Astuti
kok and
Aditya HP/bunda lia
yaaah, .... sekalinya up langsung end
tapi gak heran juga soalnya novelmu gak panjang2 dan bertele-tele makasih ...🙏😘
Nuna V🥰: makssiihh kaaa🙏🏻🥰
total 1 replies
Aditya HP/bunda lia
dikit amat Thor
Nina Har
baca nya tanggung 2 bngt thooor.lanjut lg dong
Nina Har
waah Roger di buat panas dingin nih sm alex.lanjut thooor
Aditya HP/bunda lia
Dasar kamu Lex ...
S
Hahaja...dibanding Roger lebih cerdas Endy si assisten.Jangan d jodohin sama Anjani deh
S
Iya Roger bodo dan lamban pake ragu lagi nolong anjani ,apa tidak melihat situasinya bukannya manggil polisi malah manggil adiknya hadeh
Osie
tdk ada kesempatan kedua utkbseorg pengkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!