IG : @amy_myamymy
Tak perduli siapa namaku yang jelas akulah yang mengucap ijab qabul atasmu pada ayahmu.
Kehadiranmu di hidupku bukan hanya menghadirkan cinta baru tapi juga merubah alur hidupku.
Entah takdir apa yang ada di masa depan, untuk sekarang aku fokuskan hatiku untukmu,dan memendam dalam perasaan lain yang pernah ada.
(Raffa Putra Pradipta)
Aku selalu mencintaimu begitupun dirimu, aku tahu kamu masih mencintaiku,tapi kenapa sulit sekali untukmu jujur tentang perasaanmu sendiri?
Biarlah ku menunggu, menantimu kembali di saat ada cinta yang lain hadir di antara kita. seperti apa takdir cinta ini akan berakhir.
(Siena Putri Darmawan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myAmymy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 23
Ayuna menatap bangungan mewah yang selama hampir 2 tahun sering ia singgahi untuk meraup pundi-pundi rupiah demi bertahan di kerasnya ibukota.
Tapi kini untuk pertama kalinya dirinya menapakan langkah kakinya di rumah yang sama dengan peran yang berbeda.
Sebelumnya di ketahui keluarga ini sangat welcome terhadap dirinya dan Farel sebagai orang yang bekerja pada mereka,ah Ayuna lupa.mereka memang sangat baik memperlakukan semua pegawainya.
Bunda Sifa juga sama baiknya memperlakukan Farel dengan anak panti yang lain.
"Siap sayang ?" tanya Raffa sambil menggenggam tangan Ayuna dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya menggendong Farel putrannya
Ayuna mengeratkan genggaman tangan suaminya. Seandainya boleh Ayuna ingin memilih untuk kabur saat ini
"Mas..." ucap Ayuna ragu
" Yakinlah semua akan baik-baik saja"
Menarik nafasnya dalam sebelum melangkahkan kakinya lagi dengan yakin.
"Bunda..." panggil Raffa ketika memasuki rumahnya
Sementara Ayuna di belakang suaminya makin di landa gugup. Jantungnya berdebar-debar,pikirannya melayang membayangkan reaksi mertuanya.
"Raffa sayang...putra bunda.."
Sifa menghentikan langkahnya saat dia melihat ada Farel dalam gendongan Raffa
"Lho..ada Farel..." Sifa langsung mengambil alih Farel dari gendongan Raffa hingga kemudian Sifa melihat ada sosok lain di belakang Raffa
Raffa menggeser tubuhnya hingga menampilkan Ayuna di hadapan sang bunda.
Ayuna yang menunduk membuat Sifa mengerutkan keningnya
"Ayu..kenapa?" tanya Sifa
Raffa menuntun istrinya agar maju ke depan
"Yang lain mana bun?" Raffa melihat ke belakang bundanya
"Ya..kalian duduk dulu.." Sifa bertanya-tanya dalam hati kenapa putranya datang bersama Ayu dan juga Farel
Masuk ke dalam Sifa mencari keberadaan Daffa suaminya.
"Mas..." panggil Sifa pada suaminya yang berada di ruang kerjanya
"Kenapa?" Tanya Daffa sambil membenarkan letak kacamatanya
"Itu mas, Raffa sudah datang tapi..."
Sifa bingung bagaimana menyampaikannya
"Tapi apa? "
"Itu mas lihat saja di depan.."
"Ya sudah,kamu panggil anak-anak.."
Sifa mengangguk menurut meski dia sudah sangat penasaran,terlebih dirinya jelas melihat bagaimana Raffa menggenggam tangan Ayu
Daffa masuk ke ruang tamu dan melihat Raffa duduk bersama menantunya juga cucunya
"Kenapa duduk di sini.." Ucap Daffa tiba-tiba mengagetkan Ayuna dan menambah kegugupannya
Raffa bangkit untuk menyalami ayahnya di ikuti Ayuna melakukan hal yang sama
"sini Farel sama kakek.." Daffa mengambil alih Farel ke pangkuannya
"Ayah.." Ucap Raffa bermaksud untuk mengenalkan Ayuna sebagai istrinya
"Nanti saja,tunggu yang lain "
Sifa memasuki kamar putrinya untuk memanggil Difa dan Siena
"Difa nak.."
"Ya bunda.."
"Itu abang kamu sudah datang.."
Mata Difa berbinar,ia sudah cukup merindukan abangnya selain itu juga akan ada yang ia diskusikan mengenai kuliahnya nanti
"Mana Siena?" tanya Sifa yang tak melihat keberadaan keponakannya
"Di kamar mandi bun,bentar Difa panggil "
Difa memanggil Siena di kamar mandi
"Na..bang Raffa sudah datang itu.."
"Bentar Fa,tanggung kamu turun aja dulu nanti aku nyusul.." Jawab Siena dari dalam kamar mandi
Setelah mendengar jawaban Siena bunda Sifa mengangguk, " Ya sudah ayok kita turun dulu,bunda panggil Defan dulu "
Ayuna masih merasa gugup meski di lihatnya jika ayah mertuanya terlihat ramah bermain dengan Farel
"Pinternya cucu kakek,tos dulu mana tangannya.."
"Ake ake aca ata.." ( kakek pakai kacamata.."
"Dia ngomong apa ini?" Tanya Daffa pada Ayuna
Ayuna menunduk lalu menjawab pertanyaan ayah mertuanya" kakek pakai kacamata "
"owh..seperti itu..hahaha.."
Raffa menyadari kegugupan istrinya dengan lembut membelai rambut Ayuna " Jangan gugup,ada mas di sini.."
"Iya mas.."
Tak lama kemudian Sifa dan juga Difa dan Defan sampai di ruang tamu. Mereka langsung mengambil duduk di sofa yang kosong
"Wah bang Raffa kenapa bisa bareng Mbak Ayu dan Farel,ketemu di mana kalian?" tanya Defan
Sementara Sifa masih mengamati interaksi antara Raffa dan Ayuna yang terlihat begitu intim
Daffa berkata,"Ada yang akan abangmu sampaikan pada kita malam ini..."
Setelah mendapat persetujuan dari Daffa,Raffa kemudian menarik nafasnya dalam sebelum menyampaikan semuanya
"Begini, ayah bunda Difa dan Defan jadi perkenalkan dia Ayuna Winda Dewi "
"Tau kami bang, iya kan bun..." Sela Defan yang langsung mendapat lirikan tajam dari ayahnya
"Jadi gini bunda, maaf sebelumnya tidak memberitahu bunda. Jadi Ayuna ini adalah istri Raffa.."
"APA..." pekik Sifa,Difa dan Defan secara bersama
"Abang nikahin janda anak satu..oh my God.." celetuk Defan
Sementara Sifa dan Difa masih menanti penjelasan lebih lanjut
"Jelaskan sejelas-jelasnya Raffa.." Kata Daffa
" Jadi begini bun, 3th lalu Raffa ke surabaya dan melalukan sesuatu untuk melepas beban di hati Raffa yaitu menyamar menjadi orang lain dan melamar pekerjaan menjadi taksi online di semarang. Saat itu Raffa mengalami kecelakaan dan di tolong Ayuna dan ayahnya."
Raffa menatap semua anggota keluarganya sejenak sebelum melanjutkan ceritanya
"Dan setelah kecelakaan itu Raffa mengalami amnesia dan tinggal bersama keluarga Ayuna sebagai Agung dan kamipun jatuh cinta hingga menikah..terus.."
Sifa mengangkat tangannya agar Raffa berhenti melanjutkan ceritanya
"Stop Raffa,kami sudah tau apa yang terjadi selanjutnya.."
Respon Sifa membuat nyali Ayuna menciut,dia langsung menunduk takut genggaman tangannya pada Raffa ia lepaskan dan lebih memilih untuk mencengkram erat gaunnya
Sifa bangkit dan langsung duduk di sebelah Ayuna dan memeluknya
"Maafkan Raffa sayang,karena sudah membuatmu menderita selama ini.."
"Bang kenapa selama ini abang tidak menemui mbak Ayu?" Tanya Difa yang sedari tadi diam
"Saat itu,abang di culik orang di pelabuhan hingga Ayah dan om Axel menyelamatkan abang dari sana. Hanya setelah ayah tau jika abang amnesia ayah langsung membawa abang ke newyork ke tempat om sam dan mengobati abang di sana."
Raffa menatap ayahnya kembali mengingat kejadian itu " Saat itu setelah beberapa bulan terapi akhirnya abang mengingat semuanya, tapi..."
Raffa memandang Ayuna dalam pelukan bundanya merasa bersalah
" Tapi abang bodoh dan salah karena tak langsung kembali dan memilih untuk mengurus pekerjaan abang yang banyak terbengkalai setelah abang menghilang "
Kembali menatap keluarganya " abang kembali setelahnya dan tak mendapati Ayuna di kampung dan mengerahkan orang untuk mencarinya tapi nihil.."
"Apa abang tidak pernah bertemu dengan mbak Ayu selama di rumah?" Tanya Difa kembali
Raffa menggeleng " Tidak,dan harusnya abang sadari selama di rumah sejak abang kembali kopi yang abang minum adalah kopi yang sama dengan buatan istri abang waktu itu.."
"Jadi bagaimana kalian akhirnya bertemu?"
"Ayuna bekerja di hotel milik bunda dan Vika menemukannya kemudian mengatur Ayuna agar menjadi pengurus penthouse tempat abang tinggal.."
"Vika ? Bukankah Vika pacar abang selama ini?" Tanya Defan
Raffa menggeleng " Tidak,dia dan abang hanya pura-pura selama ini untuk mengelabui Siena.."
Sementara di balik dinding ruang tamu seseorang meremas gaunnya,air matanya sudah banjir sedari tadi.
Siena yang bermaksud untuk memberi kejutan dengan muncul terakhir malah dia yang di buat terkejut tepat saat Raffa mengatakan jika ia sudah menikah. Siena mendengar semuanya
Ia menghapus airmatanya, perlahan ia langkahkan kakinya menemui mereka. Menarik nafasnya dalam-dalam Siena mencoba menguatkan hatinya
"A..apa aku terlambat.."
Raffa langsung menoleh mendengar suara Siena
' Kenapa ada Siena ' batin Raffa
Sementara Sifa dan Difa langsung menatap sendu Siena,mereka berdua tahu bagaimana perasaan Siena pada Raffa selama ini
"S..Siena.." lirih Raffa,ia merasa bersalah pada gadis itu
"Jadi..apa kejutannya?" tanya Siena yang kini duduk di samping Difa
Semua orang terdiam,mereka semua tahu pasti Siena sudah mendengar semuanya. Mata Siena jelas memperlihatkan jika dia baru saja menangis
"Ayah..ael au ama ayah.." ( ayah..farel mau sama ayah..) ucap Farel memecah keheningan di ruang tamu itu
Raffa langsung mengambil alih Farel dari pangkuan Daffa
" Unda,ael aus au num.." ( bunda,Farel haus mau minum )
Sifa yang mengerti situasi langsung mengajak Ayuna dan Farel ke ruang makan " Ayo kita ambil minum,Ayu bawa Farel ke belakang.."
Ayuna menatap suaminya meminta persetujuan
"Bawa Farel ke belakang,kalian makan saja dulu kasihan Farel pasti dia lapar.." ucap Raffa yang du angguki Ayuna
Setelah kepergian Sifa dan Ayuna semua orang kembali terdiam. Difa menarik Defan agar pergi dari ruang tamu
"Yah kak,aku kan mau dengar juga.."
Daffa menatap Siena yang menunduk lalu menatap Raffa putranya
" Sekarang saatnya kamu menyelesaikan semuanya,kamu pilih kebahagiaan anak dan istrimu atau.." Menepuk bahu Raffa,Daffa meninggalkan Raffa dan Siena berdua di ruang tamu
Raffa menatap Siena sendu,Jujur meski perasaanya tak lagi sama tapi dia tetap menyayangi Siena seperti adiknya sendiri. Raffa tau bagaimana perasaan Siena selama ini yang tak berubah padanya. Tapi cepat atau lambat situasi seperti ini pasti akan terjadi
"Siena.." panggil Raffa pada gadis itu yang masih terus menunduk
.
Aduh...Siena bakal ngamuk atau gak ya? Tunggu part selanjutmya ya 🤔
Jangan lupa Vote yang Readers😉
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
@myAmymy
di bab berapa ya pembahasannya?
Lalu si pak adam cinta sama bu sifa, adik kandungnya sendiri?
Incess ya??
Soalnya yg ada raffanya pasti aku skip
Apa jangan3 siena bukan anak kandungnya pak adam?