Baca novelnya .
Ini novel mengandung sedikit bawang , merica , cabe cabean .. eaaaaa .. bukan ya .
Cerita dalam novel ini bikin greget dan bikin gemes .
Baca novelnya .. Harus .. nggak boleh enggak .
tinggalkan jejak ya . karena setiap dukungan kalian adalah semngat ku .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
E.U.A 23
Embun seperti mendapatkan udara bebas setelah keluar dari mobil Allan . Embun segera membersihkan diri nya . Rumah sakit sudah menghubunginya untuk segera masuk karena ada pasien UGD yang cukup banyak dan juga karena terdapat kecelakaan bus pariwisata dan di sana ada anak kecilnya .
" Semangat " ucap Embun lalu mencari taksi untuk menuju ke rumah sakit . Mobilnya berada di rumah sakit .
Dengan langkah cepat Embun segera menuju UGD .. Di sana para dokter sudah menunggu .
" Kamu baru datang ?" tanya Ryan yang baru saja melihat Embun .
" Iya .. " ucap Embun .
" Kenapa bisa terjadi kecelakaan nya ?" tanya Embun .
" Supir bus mengantuk . Tapi semua penumpang masih selamat semuanya " jelas Ryan .
Embun mengangguk kan kepalanya .
" 5 menit lagi mobil ambulan akan tiba " ucap seorang perawat memberitahu para dokter di sana .
Dengan sigap pahlawan berjas putih itu menyambut kedatangan korban kecelakaan .
" Mama sakit ma ... " teriak srorang anak kecil yang memiliki luka di dahinya sehingga darah mengalir .
" Umur berapa anaknya ibu ?" tanya Embun kepada sang ibu yang juga memiliki luka ringan
" 8 tahun dok " jawabnya .
Embun lalu membawa pasien ke ruangan perawatan . Hani juga turut membantu Embun .
" Hani tolong kamu bantu saya untuk mengobati luka ibunya setelah menyiapkan semuanya " ucap Embun kepada Hani .
" Baik dok " jawab Hani .
Allan yang mendengar jika rumah sakitnya sedang ada begitu banyak pasien maka dari itu Allan mengundur acaranya sampai pasiennya pulih terlebih dahulu .
" Tio kita ke perusahaan sekarang " ucap Alan lalu meninggalkan rumah sakit .
" Kita ada pekerjaan ke luar kota dalam beberapa hari Tuan . Dari pihak perusahaan B ingin bertemu Tuan karena beliau akan segera terbang ke Jepang " jelas Tio kepada Allan .
" Baiklah " ucap Allan menerawang ke arah ke luar jendela .
" Apakah Mona mencari ku beberapa hari ini ? " tanya Allan .
" Nona Mona semalam menghubungi saya kenapa anda tidak berada di apartemen . Dan menanyakan keberadaan anda Tuan . Tapi saya tidak mengatakan keberadaan anda dan juga apartemen baru anda " jelas Tio .
" Apa saya beri tahu alamat ..
" Jangan sampai ada yang tahu aku berada di sana " ucap Allan memotong perkataan Tio .
" Baik Tuan " ucap Tio patuh .
Punya pacar cantik masih aja jalan sama cewek lain bos bos . batin Tio
" Tuan Roki sudah mulai mengerjakan proyek kita sejak kemarin . Beliau sudah mengabari anda belum ?" tanya Tio
" Sudah" jawab Allan .
" Dan juga Tuan Gio kemarin datang mencari anda ingin mengajak kerja sama " ucap Tio.
" Bilang padanya aku tida berminat di bidang itu " ucap Allan .
" Baiklah " ucap Tio .
Jika sudah seperti ini biasanya bos nya sedang tidak ingin di ganggu .
...****************...
" Nenek harus tahan ya memang ini akan terasa sakit . Tapi ini juga untuk kesehatan nenek " ucap Dokter Mutia sedikit kesal dengan seorang lansia yang juga ada dalam bus tesebut .
" Aku tidak mau di suntik . Aku tidak mau " ucap Nenek itu terus bergerak supaya tidak mendapatkan suntikan dari dokter Mutia .
Dokter Mutia membuang nafasnya kasar . Menahan kesal karena nenek yang dia tangani ini cukup menguras tenaga . Dan juga kesabarannya yan hanya setipis tisu .
" Nenek ingi sembuh " ucap Embun membantu dokter Mutia dan memberi kode untuk segera menyuntik jika nenek tersebut sudah teralihkan .
Mutia yang pahan dengan kode Embun segera menyiapkan suntikannya .
" Nenek kalau masih ingin sehat dan lekas berkumpul dengan cucu nenek harus tenang dulu . Lihat nek , anak kecil di sana tidak takut untuk di suntik . Karena dia akan sembuh setelahnya " ucap Embun dan Dokter Mutia sudah melakukan tugasnya .
" Sudah kan tidak sakit " ucap Embun .
" Terima kasih dokter " ucap nenek tersebut .
Embun hanya tersenyum lalu meninggalkan Dokter Mutia bersama pasiennya .
Sudah satu minggu berlalu pasien yang di rawat akibat kecelakaan mobil itu satu persatu juga sudah di perbolehkan untuk pulang .
" Tahu nggak denger denger katanya rumah sakit ingin mengadakan acara penyambutan direktur rumah sakit kita yang baru "
" Oh ya . Aku penasaran sekali siapa direktur rumah sakit kita yang baru "
Desas desus seperti itu sedang banyak di bicarakan di setiap sudut rumah sakit . Tak terkecuali Hani yang memang paling update jika ada kabar di rumah sakit .
" Dokter saya dengar rumah sakit akan mengadakan acara penyambutan pemimpin yang baru " ucap Hani .
" Sepertinya aku tidak bisa datang . Masih ada pasien yang harus aku jaga " ucap Embun yang tidak menyukai acara seperti itu .
" Tapi kan dokter harus datang karena ini memang tidak semua sih tapi nanti ada daftar siapa saja yang harus berjaga dan juga datang " ucap Hani .
" Kamu harus bersiap dari sekarang siapa tahu kamu bertemu pangeran " ucap Embun kepada Hani .
" Dokter bisa saja . Dokter harusnya juga datang biar dokter punya pasangan " jelas Hani tak terima di katakan jomblo padahal Embun sendiri juga masih sendiri .
Embun lalu memutuskan untuk pulang ke rumahnya . Semenjak dirinya sudah menerima perjodohan yang sudah di tentukan oleh papa nya . Kini papa nya tidak pernah mengganggunya lagi . Mungkin apa yang dia harapkan sudah sesuai harapan nya .
Tapi sebelum pulang Embun memilih untuk berbelanja terlebih dahulu .
" Bukan kah itu gadis yang pernah bersama lelaki itu . Tapi kok dia bersama pria lain . Namanya juga playboy pasti ceweknya juga balas selingkuh " gumam Embun .
Embun memilih sayur dan juga buah serta perlengkapan lain untuk beberapa hari ke depan supa tidak selalu berbelanja .
Setelah selesai Embun memutuskan untuk pulang ke rumahnya .
*ting
* Mau makan malam bersama
Ryan*
* baiklah
Embun
Jika menolak Embun merasa tidak enak hati kepada Ryan. Meskipun Embun belum menerima Ryan tapi setidaknya mungkin dia akan mencoba untuk mendekatkan diri untuk mengenal Ryan . Entah bagaimana akhir dari cerita nya nanti biarlah waktu yang menjawab .
udh bulukan ini nungguin lanjutan nya
niat ga sih?
aku suka gaya penulisannya kakak , jadi nyaman bacanya
semangat terus berkarya kak 🫶🏻