NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:71.2k
Nilai: 5
Nama Author: EgaSri

Diseret paksa oleh ayahnya untuk menggantikan kakaknya yang kabur sehari sebelum pernikahan, membuat hidup Aneska berubah 360 derajat.

Aneska yang membutuhkan uang untuk biaya berobat ibunya, yang sudah bercerai dengan ayahnya itu, akhirnya menerima perintah tersebut dengan berat hati.

Dan saat Danish mengetahui kalau sebenarnya yang dia nikahi bukan Aresha, melainkan Aneska, membuat ia menjadi sangat marah, dan bahkan tidak mempedulikan Aneska. Terlebih setelah fitnah yang Aresha lakukan pada adiknya sendiri.

Sementara Aneska menjalani kehidupan terburuknya setelah pergi dari Danish, dan ditinggal sang ibu untuk selamanya, tiba-tiba teman masa kecilnya datang. Pria itu juga membawa Aneska jauh dari kota tersebut, membuat Aneska meninggalkan kenangannya dengan sang suami, membawa benih cinta yang tertanam di rahimnya.



***
Original story by MYLIHU
Image from Freepik
Edited by Canva

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan lainnya

Aneska bingung harus melakukan apa. Yang terlintas dipikirannya saat ini hanyalah, dia harus segera pergi dari sini, dan menemui ibunya, di rumah sakit. Aneska harus mengurus pemakaman ibunya seorang diri.

Dengan tubuh yang terasa lemah, Aneska memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. Kemudian ia berjalan menuju pintu kamar, apapun yang terjadi, dia harus ke rumah sakit sekarang juga.

Saat keluar dari dalam kamar, dan turun ke lantai dua, Aneska tidak melihat siapapun. Mungkin saja semua orang sedang beristirahat saat ini, dan para pekerja rumah ini, sedang berjibaku dengan pekerjaan mereka masing-masing.

Saat Aneska sudah tiba di luar rumah, ia sempat melihat petugas keamanan menatap ke arahnya. Pria itu hendak berjalan mendekat ke arahnya untuk bertanya, tapi Aneska sudah terlebih dahulu melangkahkan kakinya menjauh dari gerbang rumah itu, sembari berlari kecil.

Dengan berbekal smartphone yang ia simpan didalam tasnya, Aneska memesan ojek online menuju rumah sakit. Dan selama dalam perjalanan, tak hentinya Aneska terisak, membuat tukang ojek yang membawanya menjadi cemas.

Namun, karena tujuan Aneska adalah menuju rumah sakit, membuat pria itu tahu, apa alasan Aneska menangis seperti ini. Meskipun tidak tahu secara keseluruhannya.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, Aneska akhirnya tiba di parkiran rumah sakit.

"Terima kasih, ya, Pak," ucap Aneska, sembari mengembalikan helm yang dipakainya kepada tukang ojek itu. Ia juga menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan kepada tukang ojek tersebut.

Namun, Aneska tak menunggu bapak itu untuk mengambil kembaliannya, dan malah segera lari menuju lobby rumah sakit. Membuat tukang ojek itu berteriak, kalau uang yang Aneska berikan terlalu banyak. Dan teriakan bapak itu, dibalas oleh Aneska dengan lambaian tangannya.

Langka kaki yang terasa kian berat itu, terpaksa terus Aneska ayunkan menuju ruangan tempat ibunya dirawat sebelumnya. Dan saat Aneska masuk ke dalam ruangan itu, seseorang yang tertutup kain putih, terbaring kaku di sana.

Aneska langsung menangis tersedu-sedu, saat ia melihat wajah pucat ibunya, ada dibalik kain putih tersebut. Tak kuasa lagi Aneska menahan air matanya, dan semuanya tumpah tak terkira, bersamaan dengan suara ratapan menyakitkan.

"Kenapa Ibuk, ninggalin aku, Buk?!" tanya Aneska sembari terisak dengan suara serak. Ia menumpahkan segala rasa yang kini bercampur aduk didalam dadanya.

Andai saja ia tak butuh uang banyak untuk perawatan ibunya, Aneska tak akan mau menggantikan Aresha, menikah dengan Danish. Dan terjebak dengan perasaan yang menyesakkan dadanya.

Isak tangis itu masih terdengar, bahkan setelah lima belas menit lamanya. Bahkan, kini air mata Aneska sudah mengering, karena saking lamanya ia tak henti menangis.

Setelah membiarkan Aneska menumpahkan segala sesak didadanya, dokter yang sebelumnya memberitahu Aneska, kalau ibunya sudah meninggal, masuk ke dalam ruangan itu.

Bersama dengan dua orang suster, dokter tersebut memberikan isyarat, agar kedua suster itu menenangkan Aneska.

"Kami akan mengurus jenazah ibu Anda, agar segera bisa di makamkan," ucap dokter itu dengan suara lembut dan juga penuh prihatin.

Mendengar kata itu, Aneska berteriak histeris. "Jangan pisahkan saya dengan ibu saya, Dok! Saya tidak mau sendirian di dunia ini! Saya mau terus bersama ibu saya, Dok!" teriak Aneska dengan tatapan menyedihkan.

Hingga, sebelum dokter tersebut menjawab perkataan Aneska, wanita itu sudah terlebih dahulu tidak sadarkan diri. Membuat ketiga orang itu segera membawa Aneska ke ruangan lain, untuk mendapatkan perawatan.

Tak terhitung, sudah berapa lama Aneska berada di dalam ruangan ini. Ia yang semulanya memejamkan mata, kini mulai mengerjap dengan perlahan. Dan saat ia berusaha untuk duduk, Aneska merasakan sedikit kram di perutnya.

"Jangan banyak bergerak dulu, Mbak Aneska. Tubuh Anda sangat lemah, karena kekurangan cairan, ditambah karena efek kehamilan, membuat tubuh Anda jadi semakin lemah," jelas dokter yang tadi memeriksa Aneska, saat baru masuk ke dalam ruangan tersebut.

Dan ketika Aneska mendengar kata-kata itu, ia tentu sangat terkejut dengan fakta, kalau saat ini dirinya sedang mengandung anak Danish.

"Sa-saya hamil, Dok?" tanya Aneska dengan suara parau. Kali ini, tenaganya terasa benar-benar habis. Tak tersisa, bahkan hanya untuk bertanya, tentang kehamilannya ini.

"Usia kandungan Mbak Aneska saat ini baru satu Minggu, dan itu masih sangat rentan sekali. Jadi, Mbak Aneska harus kembali istirahat malam ini. Sebentar lagi, suster akan membawakan makanan untuk Anda, agar Anda bisa mendapatkan nutrisi. Supaya, besok pagi Anda bisa kuat dan melihat pemakaman ibu Anda," jelas dokter lagi. Setelah mengatakan itu, dan tidak mendapat jawaban apa-apa dari Aneska, dokter tersebut segera keluar dari sana.

Aneska merasa seperti benar-benar sedang dipermainkan saat ini. Ketika dirinya ingin menyerah tentang hidupnya, lagi-lagi Tuhan memberikan kejutan untuknya.

Aneska melirik perutnya yang saat ini masih datar seperti sebelumnya. Dan memikirkan ada sebuah kehidupan di sana, membuat Aneska kembali terisak.

"Kamu datang disaat yang tidak tepat, Nak," lirih Aneska sembari mengusap perutnya yang rata.

Saat Aneska yang hanyut dalam kesedihannya, suster datang dengan membawa makanan untuknya.

"Mau saya bantu menyuapi?" tanya suster tersebut dengan lembut dan tersenyum.

Aneska menatap suster itu, dan kemudian ia menggeleng.

"Tidak usah, Sus. Saya bisa sendiri, terima kasih," ucap Aneska, dengan sudut bibir yang terangkat, namun sangat tipis.

Suster itu balas tersenyum, kemudian mengangguk. "Jika Mbak Anes butuh apa-apa, tekan tombol ini, dan saya pasti segera datang," ucap suster tersebut. Dan suster itu adalah suster yang sama, dengan suster yang merawat ibu Aneska.

"Terima kasih banyak, Sus, karena sudah mau membantu saya, dan bersedia direpotkan oleh saya," ucap Aneska dengan tulus.

Suster itu kemudian mengangguk. "Sudah menjadi tanggung jawab saya, membantu siapapun," jawabnya. Dan segera setelahnya, ia keluar dari dalam ruangan itu, meninggalkan Aneska sendirian.

Dengan tangan yang bergerak pelan, Aneska mulai memasukkan makanan yang terasa hambar tersebut ke dalam mulutnya. Walaupun rasanya, ia tak sanggup untuk memakannya, tapi Aneska harus memaksakan dirinya. Agar tubuhnya kuat, calon bayinya sehat, dan ia bisa mengikuti pemakaman ibunya besok pagi.

Ketika Aneska sudah berhasil menghabiskan makanannya, dan membereskan tempat makan itu, ia memanggil suster. Dan suster yang baik hati tersebut membawa tempat bekas makan Aneska keluar dari sana.

Aneska menyandarkan dirinya ke sisi brankar, dan mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. Tas itu diletakkan diatas lemari kecil, yang ada tepat di samping ranjangnya.

Dan saat ini, hari sudah hampir tengah malam. Itu berarti, sebelumnya Aneska pingsan cukup lama. Tapi, tak ada satupun panggilan masuk dari Danish. Pria itu bahkan tak mencarinya, saat ia tidak pulang seperti sekarang ini.

"Kamu benar-benar sudah melepaskan aku, Mas?" tanya Aneska yang kembali terisak. "Secepat itu? Tanpa kamu mau mendengarkan penjelasan dariku?" tanya Aneska, sembari memandang layar ponselnya, yang menunjukkan wallpaper gambar dirinya dan Danish yang sedang berada di salah satu pantai yang ada di Lombok.

"Kamu mau aku pergi darimu? Untuk selamanya? Tanpa tahu kebenarannya? Baiklah, Mas. Kamu tidak akan melihatku lagi untuk kedepannya. Dan aku pasti tidak akan pernah lagi, menunjukkan diriku didepanmu. Aku akan pergi, bersama dengan buah cinta kita, jauh dari kamu, Mas!"

***

Menurut kalian, Aneska benar-benar pergi, gak, nih?

Selamat membaca!

1
A&R
hmmm
Fi Fin
aku heran kenapa Danis ga mo ngaku ke zoya kalo Anes istri nya
Fi Fin
kok Danis ga bilang ke zoya kalo Anes tuh istrinya
Rafanda 2018
ko endingnya begini,,untung liat endingya dulu,jadi ga tau ceritanya kenapa bisa aneska sama tio,,trus danis???
Hera Dita
ingat belum ada perceraian....
Ika
semoga aneska sama tio
Wika
🤣🤣lama" kasihan juga sama danish
Wika
jangan satukan danish sama aneska thor ... kecewa banget sama danish
Fadil Kuun
sangat menarik
Fadil Kuun
keren
Wika
mampus danish aneska strong jangan kasih t4 sedikit pun si danish
Wika
alhamdulillah aneska teguh pendirian .. hempaskan danish 🤭
Arini aqlla
ma tio okey...orgnya baikk...
Arini aqlla
kecewa upnya pndek sx......
Asri Widiastuti
ya Aneska pilihanmu sdh tepat, pergi menjauhlah dr Danish dan raih kebahagiaanmu dgn orang yang mencintaimu dgn tulus dan percaya dgnmu. buat apa kmu pertahankan rmh tangga yg di dlmx tdk ada kepercayaan dan membencimu. biarkan Danish menyesali tindakannya di kemudian hari.
Arini aqlla
bagus aneska pergi jauh.....toh gk pulang jg gk ada peduli dan mncari kabarnya...dan msih berharap anes cerai dari denis.....hidup happy ma anknya kelak....jgn buat mereka balikn sperti cetita novel2 lainnya thort
Arini aqlla
bagus pergi aja tinggalin org2 terdekatmu yg mnyakitimu...lbh baik hidup susah miskin dr pd hidup bnyak harta km sll dihina dkit hti
Arini aqlla
buat aneska stelah ini pergi jauh dr denis dan otg tuanya....gk papa dia hidup jd gembel atau pengemis yg pnting bhagia....dr pd bergelimangharta tp tersakiti fisik dan hatinya
Siti ani
kasihan Aneska semoga dia kuat merimanya
Reni Anjarwani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!