Dikhianati pasangan yang telah lama bersama sejak sekolah & bahkan nyaris menikah membuat Reza memilih meninggalkan apartemen yang sebelumnya ia beli untuk nantinya bisa ditinggali bersama kekasihnya.
Pindah ke tempat baru dengan harapan akan memiliki takdir baru nyatanya memang terjadi pada diri Reza.
Ia bertemu dengan gadis ayu namun misterius.
Yuk, kita temani Reza mencari tahu siapa sosok gadis misterius itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Berusaha Menolong
Flashback,
Malam itu, Ayah Dea dan Dila baru saja turun dari bus kota yang menuju ke rumah mereka di saat Ayah belum menikah dengan Ibu tiri Dea,
Rumah mereka yang letaknya di pinggiran kota Jakarta dan masuk perkampungan mengharuskan mereka berjalan kaki cukup jauh jika tak punya kendaraan sendiri,
Sebetulnya, jika pagi hingga sore, ada ojek yang biasanya mangkal di dekat warung kopi tak jauh dari jalan,
Tapi, hari ini, karena hari memang sudah cukup malam, maka ojek pun sudah tak tampak di sana,
Ayah Dea dan Dila yang diikuti oleh Dea yang melayang di dekat mereka pun menyusuri jalanan yang cukup sepi,
Melalui pinggir gudang besar untuk meubel dan juga tanah kaplingan kosong,
"Kita akan tinggal di sini untuk sementara, sambil menunggu Ayah mendapatkan pekerjaan, apa kamu tidak apa jika tak kuliah dulu Dila?"
Tanya Ayah,
Dila mengangguk pelan, berbeda dengan Dea yang ekspresif, Dila memang cenderung lebih pendiam dan sangat penurut,
Dea menatap kedua orang yang ia sayangi itu,
Tak tahan Dea menangis lagi melihat nasib malang yang tidak juga berakhir pada diri mereka,
Ayah Dea dan Dila masih terus melangkah menyusuri jalanan, rumah pertama dari perkampungan tempat tinggal mereka dulu sudah mulai terlihat di depan mata,
Tapi...
Tiba-tiba lampu mobil menyorot dari belakang mereka,
Ayah pun menarik Dila agar menepi supaya tak sampai tertabrak,
Pikir mereka tentu mobil itu hanya akan menyalip, sayangnya apa yang dipikirkan ternyata tak sesuai kenyataan, dua orang laki-laki bertubuh kekar tiba-tiba saja keluar dari mobil yang begitu melintas sebentar langsung berhenti,
Kedua laki-laki bertubuh kekar itu menghampiri Ayah Dea dan Dila,
Ayah Dea yang melihat gelagat mencurigakan dari kedua laki-laki itupun langsung siaga, ia menarik Dila lagi agar berdiri di belakangnya,
Tapi, Ayah tentu bukan lawan mereka, yang hanya sekali pukul saja Ayah Dea langsung tak sadarkan diri,
Dila yang akan menjerit langsung dibekap, dan kemudian digotong ke dalam mobil, begitu juga dengan Ayah Dea,
Dea tampak melayang marah, ia berusaha menolong Ayah dan Dila, tapi aneh sekali, mobil yang membawa Dila dan Ayah tak bisa ia tembus,
Ada sesuatu yang membuat mereka terlindung, entah apa,
Dea akhirnya pasrah hanya bisa mengikuti mobil yang membawa Dila dan Ayah,
Hantu Dea melayang sambil masih terus berusaha menembus mobil agar bisa menolong Ayah dan Dila, namun lagi-lagi usahanya sia-sia,
Sampai kemudian, mereka sampai di sebuah gedung yang sepertinya sudah tak berpenghuni,
Gedung yang semula akan menjadi apartemen namun sepertinya gagal bangun itu lantas akan dirobohkan,
Mobil itu berhenti di sana, di mana di sana sudah ada juga mobil lain menunggu,
Dua orang laki-laki kekar turun dari mobil, dan beberapa laki-laki turun juga dari mobil yang lain,
Salah satu laki-laki yang turun dari mobil itu adalah laki-laki tua yang Dea tahu betul jika dialah yang dipaksakan Ibu tiri Dea agar nantinya menikahi Dea ataupun Dila,
Dea yakin, ia dulu ditabrak juga bukan oleh pengendara yang tak sengaja menabraknya,
Dea yakin ini ada hubungannya dengan laki-laki itu dan juga Ibu tirinya,
"Masukkan mereka ke gedung lebih dulu sebelum nanti aku bawa ke Thailand,"
Kata si laki-laki tua,
Mendengar itu Dea tentu tak bisa terima, ia berusaha menyelamatkan Dila dan Ayah, tapi tiba-tiba ada kekuatan yang aneh seperti menghalau Dea menjauh dari sana,
Dea yang terpental jauh memegangi dadanya yang sakit,
Tatapannya heran menatap semua orang yang seolah ada yang melindungi,
"Kau harus masuk tubuh manusia agar bisa berurusan dengan mereka, ada benda sakti yang melindungi mereka, kau tak akan mampu melawannya,"
Tiba-tiba terdengar suara seperti memberikan pesan dan kesan,
Dea pun cepat menoleh, dan tampaklah kini secuil pocong tengah duduk di dahan pohon Mangga besar,
"Masuk ke tubuh orang?"
Tanya Dea, si pocong nyengir,
"Bagaimana caranya?"
Tanya Dea,
"Ya masuk saja,"
Kata Pocong,
Jiaaah... Tak jelas. Batin Dea.
"Pertama kau carilah manusia yang bisa dimintai tolong, lalu carilah orang yang sedang tak sadarkan diri, pinjam saja tubuhnya,"
Ujar si pocong lagi,
Dea terdiam sejenak, seperti berpikir, meskipun otaknya jelas saja sudah tak bisa maksimal digunakan,
Tapi...
Ting!
Ah benar, Reza dan hantu gadis itu, hantu yang mengikuti Reza jelas bukan manusia yang sudah meninggal. Di mana tubuhnya? Aku akan pinjam tubuhnya untuk menyelamatkan Dila.
Dea mendapatkan ide.
"Pocong, terimakasih, meskipun kepalamu dibungkus, tapi saranmu sangat berguna,"
Kata Dea,
Pocong pun nyengir lagi.
Enak saja kepala dibungkus, dikira jambu apa. Batin si pocong.
Dan, bersambung lagi dongs, othor mau sarapan.
(The Pandawa & Twinflame lanjut hari minggu ya gaes)
...****************...