Wajib Baca Kebaikan Sebuah Pernikahan !!
Mendapati limpahan cinta dan kasih sayang dari keluarga Ayah sambungnya, membuat Kayra menjadi anak yang penurut. Bahkan ketika kakak sepupunya melarang untuk tidak menjalin hubungan dengan siapapun, Kayra berbesar hati melakukannya.
Yang ia tidak tahu, rencana besar untuk hidupnya, sudah di atur sejak lama oleh keluarga. Pernikahan dadakan antara dirinya dan Arkana, sedikit membuatnya terkejut. Namun, kemudian, ia kembali berbesar harti menerima pernikahan yang sudah di rencanakan oleh keluarga besar nya itu sejak lama.
Di satu sisi, Aidan yang juga kakak sepupunya, ternyata menyimpan rasa yang sama sejak lama.
Penasaran dengan kisah mereka, yuk simak di sini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Kenapa jalan kamu kayak gitu?" Tanya Arka setelah menutup kembali pintu kamar mereka.
"Ish, boleh ga mulut ember Abang itu di tutup rapat-rapat? Nanti orang rumah pada bangun, aku masih belum siap di ledekin sama mereka karena jalan ku pincang kayak gini." Jawab Kayra kesal.
Arkana tertawa geli melihat wajah istri kecilnya yang kembali merona.
"Abaanggg.." Teriak Kayra saat tubuhnya sudah digendong ala bridal style oleh Arkana.
"Diam, nanti Ibu dan Paman bangun." Bisik Arkana lalu menggigit gemas pipi Kayra yang memerah.
"Bang nanti kita jatuh dari tangga."
Kayra masih memohon agar tubuhnya di lepaskan segera. namun, jangan harap Arkana mau melakukan apa yang dipinta oleh istri kecilnya itu.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Seorang pemuda tampan tengah duduk di sebuah kursi di depan kamar mandi yang ada di dapur.
Kayra dan Arkana sama-sama menoleh ke asal suara tersebut.
"Ada apa, Ai?" Suara seorang wanita pun ikut terdengar di sana, bersama dengan lampu utama yang ada di ruang makan seketika menyala dengan begitu terang.
"Ya Allah, pengantin baru gini amat." Ledek Nala dengan senyum geli bercampur malu dengan tingkah sepasang suami istri yang kini berada di dalam ruangan yang sama dengan dirinya.
Di samping Nala, Aidan pun ikut tersenyum. Terlebih saat ini, Kayra sudah membawa wajahnya tenggelam di dada Arkana.
"Ga puas ya pelukan di kamar kalian?" Tanya Aidan meledek.
"Ish, Bang Arka nih, ngeselin banget!" Pukul Kayra di lengan Arka, setelah tubuhnya sudah di turunkan oleh suaminya itu. Ia lalu melangkah mendekati lemari pendingin makanan, dan melihat apa ada makanan yang bisa ia panaskan di sana
Arkana hanya terus tersenyum jail, sambil mencuri-curi ciuman di pipi Kayra tepat di hadapan dua orang yang belum juga beranjak dari ruangan itu.
"Bang, udah dong. Mau aku pukul pake ini?" Kayra sudah mengangkat spatula dari dalam wajan, dan mengarahkan barang mengerikan itu ke arah Arkana.
Tidak ingin menjadi korban amukan dari wanitanya itu, Arkana segera menyelamatkan diri dan menjauh dari sana.
"Kalian belum pergi? Mau ikut makan malam juga?" Tanya Arkana pada dua orang yang masih berdiri di tempat, sambil menatap ke arahnya.
"Iya, sepertinya aku lapar." Jawab Nala. Ini malam terakhir berada di rumah ini, dan hanya malam ini kesempatan untuk membuat Aidan mengerti, bahwa Kayra tidak akan lagi bisa dia miliki.
"Ai, kamu sama Bang Arka tunggu di meja makan aja dulu. Aku mau bantuin Kay siapin makanan buat kita." Ujar Nala, lagi.
"Kamu aja, La. Aku ga lapar. Aku mau teh hangat aja." Jawab Aidan dan langsung di angguki oleh Nala.
Gadis cantik dengan rambut sebahu itu, melangkah cepat mendekati Kayra yang terlihat berkonsentrasi dengan makanan di dalam wajan.
Tidak membutuhkan waktu lama, Teh pesanan Aidan juga tiga piring makanan sudah tersedia di atas meja. Kayra terus menikmati makan malam nya dalam diam. Entahlah, melihat tatapan Aidan yang beberapa kali tertuju padanya, membuat hati nya tidak tega pada kakak sepupunya itu.
"Jadi rencananya mau punya anak berapa, Kay?" Tanya Nala.
"Berapa pun yang Allah kasih, Kak." Jawab Kayra.
"Kalau Allah kasihnya sepuluh?" Tanya Nala.
"Tambah satu lagi dong, biar bisa di buat team sepak bola." Jawab Arkana.
"Kayak Abang aja yang mau melahirkan. Orang Abang cuma ngerasain proses enaknya aja." Gumam Kayra mengomel, namun, bisa terdengar dengan jelas oleh tiga orang yang ada di sana.
"Proses enaknya udah dong ya?" Tanya Nala membuat Kayra melotot bersama wajah yang memerah karena malu.
"Udah dong." Jawab Arkana.
"Berapapun itu, mau dikasih berapapun sama Allah, yang terpenting adalah, Ibunya selalu sehat dan bahagia. Iya, kan Bang?" Aidan yang sejak tadi menutup mulutnya, akhirnya bersuara.
"Iya itu yang paling penting. Bahkan jika nanti Allah belum memberikan kepercayaan pun bagiku bukanlah masalah, yang terpenting Kayra selalu sehat dan bahagia." Jawab Arkana.
*****
*NoteAuthor
Kisah mereka bakal lanjut ke cerita terbaru yaa... Dan kali ini berfokus pada kisah Aidan dan Nala.. Tapi jangan khawatir, kisah mansi rumah tangga kayra dan Arkana akan tetap ada..
"Jika kelak kamu merasakan kehilangan sesuatu hal yang berharga, setidaknya aku harap kamu masih mengingat siapa yang dulu pernah kamu biarkan pergi begitu saja dari hidupmu."
Agnha Naladifa
"Kehilangan yang paling berat adalah, ketika terlambat menyadari bahwa seseorang yang kamu biarkan pergi, begitu amat sangat berharga."
Aidan Zavano Pratama
done akhrnya kelar tinggal yg satu nya