Menikah bukan perkara sepele. Menikah itu perkara dua orang yang saling mencintai dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah mereka ambil.
Lalu? bagaimana dengan Nayara yang menikah dengan anak majikan nya yang sangat membencinya.
Setiap hari, Nayara harus menerima hinaan dan cacian dari sang suami.
Akan kah? Nayara mendapatkan cinta nya?
Akan kah Nayara akan bahagia??
yukkkk simakkk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"Papa, Papaa.."
Andre berteriak sembari melangkah masuk memanggil papa nya.
"Papa!!"
"Kamu kenapa sih, berteriak teriak begitu" kata Bagas santai, pria baru baya itu tengah membaca majalah bisnis di taman belakang.
Andre mendekat, ia menatap papa nya dengan ekspresi tidak percaya. Bagaimana mungkin papa nya bisa tetap santai dengan keadaan seperti ini.
"Pa. Apa papa akan tetap santai seperti ini? anak pembantu itu sudah ingin mengambil alih semua nya!"
Bagas meletakkan majalahnya keatas meja di depan nya. Menyeruput kopi yang sudah tersaji.
Lalu, dengan tenang Bagas berkata.
"Biarkan saja, memang semua ini sudah menjadi milik nya"
Andre menggeleng, tentu saja dirinya tidak akan menerima semua itu.
"Pa, bagaimana mungkin papa rela memberikan semua harta papa dan mama ke tangan orang yang sama sekali tidak ada hubungan nya dengan kita!"
Andre memegang tangan papa nya, menggoyang goyangkan nya.
"Pa, kenapa sih? apa sih hebatnya wanita itu di mata kalian?"
"Jika kau tahu, aku jamin kau akan menyesali seumur hidup mu!" balas Bagas.
"Tidak mungkin, bagaimana mungkin aku akan begitu. Katakan pada ku!" desak Andre.
"Pa..Ayo katakan sama Andre,"
Dalam hati, Bagas sangat ingin mengatakan pada Andre yang sebenarnya. Tapi, dirinya sudah berjanji pada Nara untuk tidak memberitahu sekarang.
"Sudah lah, memang nya kenapa kamu terlalu panik? selagi kau menjadi suaminya, harta itu juga gak akan kemana mana.Jika kalau punya anak, nanti juga akan menjadi milik anak kalian"
"Tapi pa, aku gak akan selama nya sama dia. aku-,"
"Apa kau ingin menceraikan nya???" potong Bagas.
"Tentu saja, aku kan punya kekasih. Aku menikahinya hanya karena permintaan mama!" jawab Andre cepat.
Bagas berdiri, menepis tangan Andre yang memegang tangan nya.
"Kamu memang pria bodoh Andre! kamu lebih memilih sampah di bandingkan berlian" lirih Bagas.
"Cukup pa! berhenti menyebut kekasih aku sampah!" bantah Andre marah.
"Kau hanya tidak tahu siapa dia! apa kau pria bodoh? apa kau tidak pernah menyelidiki siapa dia huh???" Bagas berbalik, menatap putranya tajam.
"Cari tahu dulu, baru di makan. Jika tidak kau akan mudah di racuni orang!" kias Bagas. lalu, pria baru baya itu pergi meninggalkan Andre yang termenung setelah mendengar perkataan papa nya.
"Apa sih, kenapa semua orang tidak .au menerima Reni. Dia cantik, baik, bahkan mau merawat ku! tidak seperti Nara, sudahlah suka menjawab, jelek pula." gumam Andre heran.
"Aku tahu, Nara itu sudah mengejar ku sejak lama, tapi kan cinta tidak bisa di paksa!"
Andre melenggang pergi dari rumah papa nya, berbicara dengan pria setengah tua itu juga tidak membuahkan hasil.
...----------------...
Ceklek.
Nara tiba di rumah, ia menemukan Andre tengah duduk di sofa. Di atas meja tersusun botol minuman yang sudah kosong.
"Kau mabuk di sore buta seperti ini? dasar tidak berguna!" dengus Nara melewati nya.
Tidak di sangka, Andre berdiri dari duduk nya, lalu menghadang Nara.
"Kamu kenapa melakukan semua ini pada ku!!!" teriak Andre.
Nara menutup hidungnya, mulut Andre sangat bau.
"Kau mabuk, mulut mu sangat bau!" ucap Nara mendorong dada Andre agar menjauh darinya.
Tapi, Andre malah menarik Nara, lalu menghempaskan wanita itu pelan kearah dinding.
"Kamu apa apaan sih!" Nara mencoba untuk pergi, tapi Andre berhasil mengunci pergerakan nya. Membuat Nara tidak bisa apa apa, ia hanya bisa menatap pria itu dengan tatapan malas.
"Mau kamu apa?" tanya Nara.
"Kenapa kau lakukan ini? kenapa kau merampas semuanya??? Kau sudah merencanakan ini semua sejak awal kan???? iya kan???"
"Apa yang kau bicarakan?" balas Nara.
"Jawab aku Nara!!! apa kau hanya menginginkan harta ku saja???"
"Apa serendah itu harga diri kamu Nara?????"
Andre terus berteriak, melontarkan kata kata yang membuat hati Nara sakit.
"Kau mabuk, sebaiknya kita bicarakan besok saja" Nara mendorong tubuh Andre, tapi pria itu tidak bergerak sedikitpun.
"Kau mau lari? kau ingin menghindar huh?"
Nara menarik nafas dalam, mendengar bentakan dan teriakan Andre membuat emosinya semakin memuncak.
"Lalu, aku harus jawab apa? jika aku menjawab aku hanya ingin harta mu saja, apa kau akan puas??? " balas Nara.
"apa kau tidak berpikir?, jika hanya harta yang aku mau, aku pasti sudah mengajukan gugatan cerai!"
"Tapi, kau tidak sadar itu Andre! kepala batu mu itu tidak ada isinya, meskipun ada tapi tidak kau gunakan. Aku mengambil alih semuanya, karena aku tahu ada orang yang sedang memanfaatkan kamu! aku tidak mau sepersen pun wanita itu nikmati dari kamu!" ungkap Nara meluapkan isi hatinya. Ia tahu Andre sudah mabuk, jadi mau seberapa kata pun ia katakan, besok pasti akan di lupakan oleh pria itu.
"Cih, gak usah sok peduli sama aku. Aku tidak akan terpengaruh oleh tipu daya mu" kata Andre.
Nara menghapus air mata yang menetes di sudut matanya.
"Aku mencintaimu Andre, bahkan sebelum kau mengenal wanita itu. Kau berlari padaku, dan memeluk tubuh ku. Saat itu adalah hari yang sangat membahagiakan bagi ku, tapi juga sangat menakutkan untuk ku!" lirih Nara mulai menangis.
Andre yang setengah sadar tercengang, ia terkejut mendengar ucapan wanita itu. Bukan, bukan karena ucapan nya, tapi karena air mata yang mengalir begitu desas di pipi Nara.
"Kenapa kau menangis di depan ku??? apa kau ingin simpati dari ku?" ledek Andre.
"Bodoh, untuk apa simpati dari mu? aku sudah mendapatkan harta mu." dengus Nara mendorong kuat dada Andre yang sedang tidak fokus.
Andre terhuyung ke belakang, di saat itulah Nara melarikan diri.
"Hei mau kemana???" teriak Andre mengejar Nara dengan langkah sempoyongan.
Blam~
Nara menutup pintu kamarnya, bersandar pada daun pintu, lalu merosot ke lantai.
"Hiks....Hiks...Dasar pria bodoh! kau pikir harta mampu membeli ku?"
"Bodoh!!!" teriak Nara, lalu di akhiri dengan tangis keras nya.
...----------------...
Flashback
Seorang gadis berdiri di depan pintu bandara, menunggu anak majikan yang sangat ia cinta keluar.
Dengan tidak sabar dan senyum yang sejak tadi tak henti hentinya mengembang.
"Ka Re mana sih, kok sejak tadi gak keluar keluar" gumamnya.
"Ssstt....Sttt..." Nara menoleh, betapa terkejutnya saat melihat orang yang sejak tadi ia tunggu berada di belakang nya.
"Ka Re, sejak kapan kakak berada di belakang ku???" pekik Nara, ia langsung melompat kedalam pelukan pria itu.
"Aku kangen kakak"
"Aku tidak!" Nara langsung melepaskan pelukan nya, menatap wajah Andre yang baru saja mengatakan tidak merindukan nya.
"Ka re Beneran gak rindu??" tanya Nara dengan wajah polos cantik nya, saking polosnya membuat Andre semakin gemas.
"Hahaha....Tentu saja aku juga merindukan wanita yang selama ini menjadi parasit di setiap langkah ku!" jawab Andre panjang lebar.
"Isss parasit?? " protes Nara.
"Iya, parasit yang menggerogoti hati ku" seketika itu Nara langsung tersenyum lebar mendengar ucapan Andre.
Mereka tampak bahagia, Andre baru saja pulang dari Amerika. Setelah kuliah selama 2 semester di Amerika, Andre merasa tidak nyaman. Apalagi jauh dari Nara.
Sejak kecil Andre tidak suka pada Nara, gadis manja yang selalu mengejar dirinya, kemana pun Andre pergi, Nara pasti ada.
Hingga, suatu hari. Nara menjauh dari Andre. Nara tidak menjadi gadis manja yang mengikuti Andre lagi.
Saat itu lah, Andre mulai menyadari perasaan nya, betapa berartinya Nara dalam hidupnya.
Andre berusaha mengembalikan Nara ke sisinya. Bahkan sampai rela mandi hujan demi mencari Nara yang tidak terlihat selama 1 Minggu.
Tidak tega melihat usaha pujaan hatinya, Nara akhirnya menyerah dan kembali mencintai Andre.
Mereka menjalin hubungan, semua orang merestui, apalagi Relaina dan Bagas.
Di dalam mobil, Nara terus bercerita tentang aktivitas nya ketika Andre tidak ada.
Tono dan Diasa menggeleng melihat putri angkat mereka yang terus berceloteh.
"Kamu gak bisa diem yah sayang? gak capek ngomong terus?" ujar Diasa.
"Ih ibu, aku tuh belum ceritakan sama ka re semua hari hari sepi ku tanpa dia" jawab Nara. Andre terkekeh.
Mereka tertawa bersama, lalu secara tiba-tiba Tono selaku Aya Nara melihat ada truk yang oleng.
"Ehh truk di depan itu oleng" ujar Tono.
Mereka semua menatap ke depan, dan ..
Brak!!!!
Mobil yang di naiki oleh Nara dan juga Andre terguling 2 kali hingga berhenti terbalik di pinggir jalan.
Nara terpental, sedangkan kedua orang tuanya ada di dalam mobil.
"Bapak? Ibu?? Ka re??" panggil Nara ketika sadar.
Tempat itu sudah dikerumuni banyak orang. Nara berusaha bangkit, ia melihat kearah mobil. Dengan langkah lemah, Nara memaksakan kaki nya berlari kearah mobil nya.
"Jangan dek!!! mobilnya akan meledak!" teriak orang sekitar.
Tapi, Nara tetap berlari dan melihat keluarga nya di dalam.
"Ibu!!! Pak?!!" panggil Nara, orang orang sekitar tidak tega melihat nya, mereka membantu Nara mengeluarkan orang tua nya.
"Tolong keluarkan kakak saya juga" mohon Nara.
Tapi, mobil itu sudah akan terbakar. Orang orang tidak berani, mereka menarik Nara agar menjauh dari sana.
"Bahaya dek!!" ucap orang orang.
Nara tidak peduli, ia tetap mencoba membuka pintu mobil. Mencoba mengeluarkan Andre.
"Ka re!!" panggil Nara, ia terus menarik Andre keluar dari dalam mobil.
Brammm~
Mobil meledak, tepat saat Nara berhasil membawa Andre keluar.
Namun, jarak mereka masih sangat dekat dengan mobil. sehingga saat melihat api menyembur dan hampir mengenai Andre. Nara langsung menarik tubuh Andre dan menghalangi api menggapai nya.
Alhasil, wajah dan setengah tubuh Nara terkena semburan api. Karena itulah terdapat luka bakar di wajah dan tubuhnya yang lain.
Flashback Off
...----------------...
Aku mampir.
Semangat berkarya ya💪🤗