NovelToon NovelToon
PRIA LABILKU

PRIA LABILKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Larasati adalah wanita mandiri dan dewasa, sayangnya dia harus menghadapi sifat suaminya yang sangat labil, bahkan dia dibuat kewalahan dengan itu.

Suami keduanya mempunyai cara berfikir yang sangat aneh menurut orang orang yang mengenalnya, dia adalah Tama Putra Demitri, putra pertama dari pasangan Bramantyo dan Arini, disamping sifat labilnya dia juga pria yang arogan dan posesif tingkat dewa. Mampukah Laras bertahan dipernikahan keduanya?

Ikuti kisahnya dalam "PRIA LABILKU" by Rini sya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Seminggu berlalu Tama pun kembali ke Jakarta, kali ini dia meminta Izal untuk langsung mengatarnya pulang ketempat dimana istrinya tinggal, hari memang sudah petang ketika dia masuk ke komplek perumahan yang Laras tinggali, Tama sudah tak sabar ingin memeluk istri tercintanya yang sudah seminggu dia tinggalkan untuk urusan pekerjaan, Tama juga sudah meminta pada asistenya ini bahwa dia tak ingin diganggu untuk dua hari kedepan, dia ingin bermanja manja dengan istrinya, Izal pun paham maksud dengan apa yang bos nya inginkan, bahkan diam diam Izal pun mendukung keinginan bosnya untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangganya.

Mobil yang membawa Tama pun masuk digang rumah Laras, betapa terkejutnya Tama ketika melihat seoramg pria keluar dari rumah yang Laras tinggali, bahkan pria itu terlihat mesra dengan istrinya, sebelum pria itu masuk ke mobil pria itu memeluk Laras dan memegang kedua tanganya, tentu saja itu membuat darah Tama mendidih. Izal langsung paham dengan situasi didepanya.

"Bos, jangan sampai bos salah paham, sebaiknya tanyakan langsung mungkin nona punya jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang kita lihat. "Tama sangat geram, tapi dia memilih diam Izal tahu bahwa saat ini bos nya sedang emosi.

"Aku lelah Zal, bawa aku keapartemen aja." Pinta Tama, Izal pun menurut, diperjalanan menuju apartemenya mulut Tama hanya diam, dia sama sekali tak menunjukan expresi kemarahanya, ini membuat Izal sedikit bingung, bos satunya ini memang susah ditebak.

Mobil yang Izal kendarai pun ahir nya sampai di lobi apartemen dimana Tama tinggal.

"Lo langsung pulang aja Zal, oia dua hari kedepan jangan ganggu gue, kalo dia lihat lo bilang aja gue masih di Palembang."Pinta Tama.

"Tapi bos.. "Tama tak menghiraukan asistennya, Tama turun dari mobil dan melangkah dengan gontai, rasanya sangat malas, bayangan indah bermanja manja dengan istri tercinta nya pun sirna, kekecewaan tentang apa yang ia barusan lihat sangat menyakitkan.

Tama duduk disofa ruang Tamunya, melepas jas dan dasinya, Tama membaca lagi beberapa pesan yang dia kirim dan terima dari Laras selama mereka berpisah, sepertinya Tama muak dengan itu, Tama lempar ponsel yang ia pegang hingga hancur berantakan, Tama beranjak dan melangkahkan kakinya kedalam kamar dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang king size nya, kasur empuk itu pun tak mampu membuatnya tenang, Tama bangun lagi dan duduk disisi ranjang, perasaan gelisah dan kesal terus menghantuinya.

Tama memutuskan mandi dan berendam, tapi tetap saja perasaan memuakan itu berputar putar diotaknya, ingin rasanya malam itu dia kembali kerumah Laras tapi dia takut lepas kendali, dia sangat tau jika dia sangat sulit mengendalikan dirinya ketika marah, dia takut akan menyakiti fisik Laras, tapi berada dikondisi seperti ini pun dia juga tak bisa tenang.

Malam ini Tama hanya menghabiskan waktunya untuk berfikir sampai dia tak sadar telah lama membawa tubuhnya berendam, hingga air yang tadi nya hangat sudah menjadi sangat dingin.

Tama beranjak dari bathupnya dan membilas tubuhnya, rasanya masih sama, lemas dan tidak bergairah.

Disatu isi sang asisten juga gelisah, dia tak tenang meninggalkan bos nya dalam masalah seperti itu, ahirnya setelah selesai membersihkan dirinya dia pun pergi ketempat dimana bosnya berada, tak lupa dia pun membawakan makan malam untuk bosnya.

Tama tak perduli dengan siapa yang memencet bel apartemenya, dia masih saja berbaring disofa ruang tamu, tentu saja itu membaut gelisah sang tamu, hampir setengah jam Izal menunggu ahirnya Tama pun membukakan pintu, Tama terlihat tenang, Izal pun lega.

"Bos tidak apa apa kan?. " Tanya Izal.

"Apaan sih lo ganggu aja."gerutu Tama.

"Ga bos, saya cuma khawatir."Jawab Izal, sebenernya dalam hatinya Tama pun seneng dengan perhatian sang asisten. Tama duduk di sofanya lagi, Izal mengikutinya.

"Bos, makan ya, ini saya bawain makanan. "Ucap Izal hati hati, Tama hanya menggeleng.

"Lo cari tau siapa laki laki tadi. " Tama mulai memberikan perintahnya.

"Bos, yang namanya suami istri itu harus terbuka, kenapa bos ga nanya sendiri sama non Laras, biar ga ada kesalah pahaman, saya rasa non Laras punya jawaban atas apa yang membuat bos seperti ini. "Tama menghela nafas dalam dan menatap asistenya.

"Gue takut ga bisa ngendaliin emosi gue Zal, gue takut nanti nyakitin fisik dia, belum tentu dia salah tapi aku susah berfikir lagi jika berdekatan dengan seseorang yang membuat ku tak tenang." kini Izal mengerti kenapa Tama milih menghindar.

"Baik bos, saya akan cari tau siap laki laki itu. " Jawab Izal.

"Lo pulang aja gue ga papa, untuk sementara jangan ganggu gue, kalo pun dia nanyai gue jangan kasih tau dia, kamu mengerti. "Ucap Tama.

"Bos, "

"Hem.. "

Izal tak melanjutkan kata katanya, dia takut menyinggung perasaan orang yang telah memberinya pekerjaan, Izal terus menunggu sampai Tama terlelap disofa, dia berdiri hendak menaruh makanan yang dia bawa ke meja makan, tak sengaja dia melihat ponsel Tama berantakan. Izal pun memungutnya dan menghaktifkan nya kembali, ah masih bisa, dia pun memaruh ponsel itu dimeja dekat Tama berbaring. Izal masuk ke kamar bosnya untuk mengambil selimut, setelah memakainnya dia pun memilih pulang.

....

Laras sangat bahagia karena hari ini adalah hari terahir Tama menjalankan perjalanan

bisnisnya itu artinya Tama akan datang kerumah dimana dia tinggal, sesuai chat yang Tama kirim tadi.

Malam semakin larut tapi Laras masih setia menunggu kedatangan suaminya. berkali kali Laras menghubungi suaminya tapi tak bisa, Laras semakin gelisah, dia semakin khawatir karena mendengar gemuruh petir disertai hujan lebat dan angin kencang, Tama memang jarang pulang, tapi dia tak pernah mengingkari janjinya ketika mengatakan mau datang, sejauh ini Tama selalu menepati kata katanya.

Laras merebahkan tubuhnya disofa, lama lama kantuk pun mendatanginya hingga dia tak mampu lagi bertahan ahirnya Laras pun memejamkan mata dan tertidur disofa ruang Tamunya.

***Bersambung***

1
Mia
alurnyaa sama dg cerita Vina dan yoga ya kak....


jgn sedih Laras...nanti Tama akan melindungimuu... sabarr yaaa
Mia
alurnya ceritanya sama ya kak seperti novel kak athor yg satunya

semangat Laras... nanti juga bucin tuhh abang Tama nya
Murni Banty
menurutku laras memang salah... mementingkan karir dari pada suamix yg lg sakit..wajar lah tama bersifat gt..
Murni Banty
sabar ya ras.... tama akan sayang km
Afika Ajha
bikin jantung dag dig dug,,😊😊
Fairuz Aurelia
ceritanya bagus meskipun mbulet ae Ama Tama yg labil gk jelas...sesuai judul juga sich hehehe
Ivanka Anata
Niken, temennya Laras
Ivanka Anata
Agak binggung, Hana-adik Lusi yg adlh istri Herman, hamil diluar nikah, Om Joko marah. Herman pacaran ama Luna, om Joko gak merestui, lahhhh om Joko kok kepo ya .... Atau aku yg suka komplain ya 🤣🤣🤣
gimana tohhh Author
Ivanka Anata
Org sabar itu mmg selalu di injak2, mau saudara sdr atau suami istri sdr sama aja, malah plg sering yg menginjak adlg org dekat kita
sang author
adek nya bar bar bro
Desi Hes
laras" kamu ini dah tau suami bgtu malah cari mslh
Desi Hes
ceritanya jadi sama mutar" ujung main mafia semua...hmmmm
Desi Hes
nich manusia yg tak percaya takdir jodoh rezeki maut itu takdir jadi klu ngk jodoh knp harus dendam trs nyalain anak nya ...hmmm
Desi Hes
ingat kita dah nikah ada batas yg di jaga dan ingat suami tak di rmh di larang bawah laki" masuk rmh wlupun itu ipar laki ...
Desi Hes
aneh suami istri saling cinta kok bisa rmh cuma dengan alasan orang blum tau pernikahan mereka...hmmm...emang di kira pernikahan itu mainan ngk qda tanggung jawab dan dosa di sana
Siti Pasriah
Kok nggk ada yg kepikiran buat hubungi Robin y...? bukannya Robin dan ank buahnya sll ngawasin Luna?
Tadulako Mudah Kaili
mungkin wanita itu ibu cantika
Lik Yati
judule laras yg tdk punya pendirian..klo aq udah bneran minta cerai lh ngapain bertahan anaknya di ragukan gt..
Mbok'e AHB
gimana2,lupa sama rendang,inget sama seblak?
Winda Nurmayani
suka ceritanya thor..kadang buat mewek..senyum sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!