NovelToon NovelToon
Because Of You

Because Of You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Chicklit
Popularitas:248k
Nilai: 4.9
Nama Author: Siska

Kehidupan Kania yang tenang tiba2 harus berubah saat situasi mengharuskannya berperan sebagai orang lain.

Mendapatkan cinta dari pria asing saat dia tidak menginginkannya.
Namun Kania harus melepas cinta itu saat dia benar2 bisa membuka hatinya.

Akankah Kania bertahan dengan peran barunya, ataukah dia harus kembali pada kehidupannya yang tenang sebelum dia bertemu dengan pria asing itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tegang

Situasi apa ini, apa yang harus aku lakukan..baru saja Kania bergumam dalam hati, kini tubuhnya semakin tersentak saat Daniel meraih dagu gadis itu.

Mengamati wajah Kania begitu dalam, menatap kedua matanya tanpa memberi kesempatan pada gadis itu untuk menghindar.

"Aku baru sadar kalau matamu begitu indah sayang" ucap Daniel semakin mengeratkan pelukannya.

Mata Kania mengerjap heran, gugup, takut dan malu yang datang bersamaan.

Tidak pernah terpikir sebelumnya dia akan berada pada situasi rumit ini, bahkan harus berakhir dalam pelukan pria yang tidak dikenalnya.

Pandangan mereka bertemu, perasaan asing dan risih menyelimuti Kania kemudian.

"Maaf, bisakah kamu melepaskan pelukanmu, aku merasa sesak" ucap Kania berusaha menghindar.

Daniel mengernyitkan dahi, bukannya menuruti ucapan gadis itu, Daniel malah semakin mengeratkan pelukannya.

"Kamu tidak ingat sudah berapa hari kita tidak bertemu, apa kamu tidak merindukanku? tanya Daniel, tangan kirinya menahan kokoh pinggang Kania, sementara dengan tangan kanannya Daniel mengusap lembut pipi gadis itu.

Kania berpikir keras apa yang harus dia ucapkan agar pria ini mau melepaskannya tanpa membuatnya curiga.

"Te..tentu saja aku merindukanmu Daniel, hanya saja.." Kania tak dapat meneruskan ucapannya, bibirnya terkunci oleh bibir Daniel yang mendarat mulus dan memberikan lumatan kecil pada bibir ranumnya.

Kania kembali terkejut, didorongnya dada Daniel sedikit menjauh.

Matanya membulat sempurna dan menatap tajam pada pria itu, dia tidak menyangka akan mendapat banyak kejutan dengan menggantikan peran saudara kembarnya.

Bahkan dia sempat ingin menampar pipi Daniel, untunglah dia segera mengurungkan niatnya karena tidak ingin membuat pria ini semakin curiga padanya.

Daniel yang heran dengan sikap kekasihnya hanya bisa menatap Kania dengan banyak pertanyaan di kepalanya.

"Ada apa denganmu sayang, apa aku melakukan kesalahan? tanya Daniel masih berdiri di tempatnya.

"Mm..tidak, bukan begitu Daniel, bukankah kita harus segera pergi ke rumahmu, aku hanya tidak ingin orang tuamu menunggu kita terlalu lama, lagi pula aku sudah bersusah payah berdandan agar bisa tampil cantik didepan mereka, aku tidak ingin kamu merusaknya dan lihatlah..lipstikku terhapus karenamu" kilah Kania sambil berpura-pura membenarkan polesan bibirnya di depan cermin.

Mendengarkan celotehan kekasihnya Daniel langsung tertawa, tadinya dia sempat bingung dengan sikap aneh gadisnya.

Yang dia tau biasanya kekasihnya begitu menyukai sikap romantisnya.

Namun dengan langkah perlahan Daniel mendekat, kembali memeluk kekasihnya dengan menempelkan tubuhnya tepat dibelakang Kania.

Kania menutup mulutnya rapat-rapat, dia kembali di buat bingung harus bereaksi seperti apa saat Daniel melingkarkan kedua tangannya di perut gadis itu.

"Baiklah maafkan aku, aku hanya terlalu merindukanmu sayang" bisik Daniel tepat ditelinga Kania.

Gadis itu merasakan seluruh bulu halus ditubuhnya meremang saat hembusan nafas Daniel menerpa telinganya.

Tubuhnya kembali menegang, hanya bisa menatap senyum dan tatapan penuh kerinduan pria itu dari pantulan cermin yang ada dihadapannya.

Aku bersumpah tidak akan mau melakukan hal konyol ini kalau saja aku tau harus berhadapan dengan kekasihmu yang terus saja menempel dan membuatku risih Tania~ umpat Kania dalam hati.

"Pejamkan matamu, karena aku punya sesuatu untukmu" ucap Daniel semakin menempelkan pipinya di pipi Kania.

Apalagi yang akan kau lakukan padaku pria aneh~ gumam Kania mencoba tersenyum.

"Haruskah dengan menutup mata? tanya Kania sedikit takut.

"Hmm..aku yakin kamu akan menyukainya, tutuplah matamu" Daniel menatap sambil terus mengulas senyuman pada Kania.

Dengan berat hati gadis itu menuruti kemauan Daniel, meski saat ini jantungnya berpacu menahan rasa takut apabila pria itu melakukan hal mengejutkan lainnya.

Kania mengepalkan kedua tangannya saat merasakan rambut panjangnya yang terurai tersibak, diiringi hembusan nafas Daniel menyapu lembut disepanjang lehernya.

Kini leher jenjangnya terlihat jelas dengan kulit putih menggoda.

Perlahan dia merasakan sesuatu menyentuh permukaan lehernya, Kania masih memejamkan matanya, menerka-nerka apa yang sedang Daniel lakukan saat ini.

"Selesai, sekarang kamu sudah boleh membuka mata" ucap Daniel dengan suara lembut ditelinga Kania.

Gadis itu menurut, perlahan kedua matanya terbuka dan melihat kalung dengan mainan berhias berlian berwarna kebiruan yang melingkar indah sudah tergantung di lehernya.

Disentuhnya kalung itu dengan sebelah tangannya, mata Kania menatap takjub akan keindahan perhiasan itu.

"Kamu menyukainya? tanya Daniel masih melingkarkan tangannya di perut Kania.

"Ini pasti mahal? ucap Kania masih tak menyangka mendapat hadiah yang sejatinya adalah hadiah pria ini untuk saudara kembarnya.

"Jangan memikirkan hal itu sayang, aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu, kini kamu semakin cantik, aku yakin orang tuaku akan menyukaimu, apa kita bisa berangkat sekarang ? tanya Daniel sambil memutar tubuh Kania hingga kini mereka berdiri berhadapan.

"Kenapa lagi, bukannya tadi kamu bilang kita harus berangkat sekarang? Kania heran melihat Daniel yang masih terdiam menatapnya.

"Apa tidak ada ungkapan terima kasih? ucap Daniel dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.

"Maaf aku lupa, terima kasih atas hadiah indah ini Daniel" Kania memutar tubuhnya dan berjalan ke arah pintu kamar.

Saat tangannya meraih gagang pintu, tiba-tiba tangan Daniel kembali meraihnya.

"Hanya itu? tanya Daniel lagi.

Kania menatap heran ke arah Daniel, dia tidak tau apa yang sedang pria ini pikirkan, dia sudah berterima kasih sesuai dengan permintaan pria ini, lalu apa lagi ~ gumamnya.

"Bukankah aku sudah berterima kasih tadi" ucap Kania dengan wajah polosnya.

"Tapi kamu belum melakukannya dengan benar sayang" ucap Daniel , sesaat kemudian pria itu menggiring Kania hingga tubuh mungilnya bersandar di pintu kamar.

Kedua tangannya menahan tubuh Kania hingga gadis itu terjebak diantara dinding dan tubuhnya.

Matanya masih menatap lekat kedua mata Kania, kemudian perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Kania yang terlihat menegang.

"Lakukan seperti biasanya" ucap Daniel lirih berbisik tepat di telinga Kania.

Kania menutup rapat matanya, dalam hati dia kembali merutuki dirinya yang harus terjebak dalam situasi tak terduga ini.

Kepalanya harus berpikir cepat, kira-kira apa yang biasa dilakukan saudara kembarnya untuk menenangkan dan mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Daniel.

Sampai sebuah ide muncul di kepala gadis itu sekarang.

Mungkin ini hal gila pertama yang terlintas di kepalanya dan berharap ini yang terakhir di lakukan di sepanjang hidupnya.

Namun sepertinya dia tak punya pilihan lain agar bisa segera lepas dari situasi canggung ini.

Tak ingin aktingnya berakhir gagal, Kania berusaha sebaik mungkin agar terlihat persis dengan saudara kembarnya.

"Maaf, akhir-akhir ini aku melupakan banyak hal" ucap Kania membuka mata dan melemaskan tubuhnya, dia tidak ingin terlihat gugup dan mencoba besikap sealami mungkin.

"Tidak masalah, masih belum terlalu terlambat untuk memperbaikinya, dan kamu bisa melakukannya sekarang" ucap Daniel sambil tersenyum nakal.

Kania bisa merasakan aroma mint yang terasa begitu segar menerpa kulit wajahnya.

Bahkan wajah tampan Daniel yang berjarak tak lebih dari lima centi berada tepat dihadapan Kania.

Kini kania sadar Daniel begitu tampan, memiliki alis yang tebal dan sorot mata yang teduh.

Hidungnya yang mancung menjadi nilai lebih, bahkan pandangan Kania kini jatuh pada bibir berwarna merah alami yang jarang di miliki kebanyakan pria, sangat kontras dengan kulit putih bersihnya.

Garis rahang yang menggambarkan ketegasan cukup menyempurnakan paras pria ini.

"Jangan membuatku menunggu terlalu lama sayang" ucapan Daniel mampu membuat Kania tersadar dari lamunanya.

Kania mengerjapkan kedua matanya, mencoba mengatur deru nafasnya untuk memulai hal gila yang akan dia lakukan.

Gadis itu menjinjitkan sedikit kakinya hingga bibirnya kini menempel sempurna di pipi kanan Daniel.

Dengan cepat dia kembali menarik tubuhnya, andai Daniel tau perasaan Kania saat ini, pria itu pasti akan tertawa bila menyadari kaki Kania yang gemetar menahan segala rasa berkecamuk dalam dirinya.

"Meski tidak seperti yang kuharapkan, tapi kecupanmu barusan cukup manis, dan akan menjadi pengecualian untuk hari ini, tapi aku harap lain kali kamu tidak akan lupa dengan kebiasaan kita dalam menunjukan rasa terima kasih yang benar " ucap Daniel tersenyum sambil melepaskan Kania dan membuka pintu kamar.

Daniel meraih jemari Kania dan menggenggamnya erat, mereka berjalan bersama meninggalkan apartemen.

Kania sedikit merasa lega, meski dia masih terlihat canggung ketika harus membalas tatapan Daniel yang penuh cinta.

Bahkan pria itu selalu menghujani punggung tangan Kania dengan ciuman hangat dan lembut.

Dan gadis itu selalu menahan nafasnya setiap pria itu bersikap demikian.

1
Sarita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sarita
lagian ga mau berterus terang sama danil.. rasain luh
Erna Wati
kok gk up..udh mw 2th
Sarita
gempur terus sampe gempir 🤣🤣🤣🤣
Sarita
habis di cumbu kevin terus di cumbu suaminya. emang td ga ada bekas cumbuan kevin kan td dia juga main di dada tania?
Umie Irbie
kereeeeeeen ceritanya
Ibu Salma
seru...
Rin's
yuukkk haammilll yukkkk
Rin's
ko' yo pinterr menn iso menciptakan obat perangsang harrranngg
Rin's
alhamdulillah
Rin's
si Tania pantang menyerah utk merebut Daniel dg menghalalkan sgl cara,,Daniel'e cok ra peka
Rin's
gmn dg nasib Tania,,ditempatkan di luar negeri saja lahh thorr,,spy mangkin byk pengalaman nya utk jadi model,,lho tohh q bukan reader yg kejjammm
Rin's
hhoorreee,,akhirrnnyyaaa,,,gggoooollll
Rin's
Daniel tuh yg tulus ikhlas dg Kania,,jgn cuma hak dowank yg dimintaa,,tp tanggung jwb perasaan nothingg,,tak hempaskannn lhoo kammuu
Rin's
tapii maaff,,mengapa q msh team Kania Daniel
Rin's
kenapa cepett bangett ketemunyyaaa
Rin's
iinnii bawangg nya seterongg amaatt yyaakk
Rin's
ndilalah Daniel gak inget Jeremy
Rin's
nek saiki Kania hamil,,apik manehhh jahhh
Rin's
Kania sdh mengorbankan segala nya,,termasuk cinta nya,,tp cinta sejati nya ada pada Daniel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!