Nuna, gadis cantik berhidung mancung dengan kulitnya yang putih bersih, diam diam menyukai seorang laki laki yang biasa ditemuinya di cafe langganannya, dalam diam nuna hanya bisa memperhatikan pujaan hatinya tersebut,
Tanpa berusaha untuk mengenalnya lebih dalam, tak jarang Nuna mencuri curi foto dengan kamera ponselnya...
Dimas, laki laki yang dcintai nuna dalam diam, seorang pengusaha di bidang properti, tampan, kaya dan arogan dan dia tak mudah jatuh cinta.
Akankah mereka bisa slaing mengenal dan jatuh cinta satu sama lain????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag. 23
" sayang, jangan lupa, lusa fitting baju pengantin lho..." kata Dimas mengingatkanku.
"iyaaaa by, lagian cuma fitting dibutik mama, ga usah khawatir, mama akan menyiapkan semuanya" jawabku.
"kamu jangan terlalu capek sayang.. aku ga mau hari H nanti kamu malah sakit" kata Dimas menasehati.
"iya baweeeel...." jawabku.
Dan masih banyak lagi kebawelan Dimas menjelang hari pernikahan kami, yaaa.. setelah lamaran tersebut, Dimas meminangku secara resmi kepada keluargaku, Dimas di dampingi oleh paman dan bibinya karena mamanya sudah lama tiada sedang ayahnya yang ada di luar negeri tidak bisa di hubungi.
Kala itu aku mengusulkan untuk menunda pernikahan hingga mendapat kabar dari ayah Dimas, tapi sepertinya Dimas sudah tidak sabar untuk menikahiku, sehingga dia memgabaikan usulanku dan tetap akan menikah meski tanpa kehadiran ayahnya.
Dan yaa... aku meminta izin pada Dimas untuk bisa kembali bekerja di perusahaannya, atas paksaanku,dengan berat hati Dimas akhirnya memberikan izin.
"kamu ngapain sih masih repot repot bekerja??"
"aku hanya mencari kesibukan by, bosan berdiam diri dirumah tanpa kegiatan" jawabku.
"dan aku mengizinkanmu bekerja hanya sampai kita menikah, setelah resmi menikah aku anggap kamu sudah resign dari perusahaan" kata Dimas.
"heeiii.. siapa yang bisa memecatku? apa kau lupa kalo perusahaan itu milikku?" kataku setengah bercanda.
"iyaaaa.. aku tau itu milikmu... aku tidak memecatmu, aku hanya memohon sebagai seorang suami, dan seorang istri harus menuruti apapun perkataan suaminya" jawab Dimas merasa menang dengan alasannya.
"sungguh kau sangat pintar, hai pria tampan..." seruku.
"kalo tak pintar.. aku tak akan bisa membangun perusahaan ini..." jawabnya dengan bangga.
"pintarmu berbeda by..." sahutku.
"maksudnya?" Dimas mengernyitkan dahi.
"pintar mencari alasan... hahahahaha" jawabku dengan terbahak.
"hadeeeeehhh.... alasan demi kebaikan, sah sah saja sayangkuuu!"
🥗🥗🥗🥗🥗🥗
Hari yang ditunggunya dengan tidak sabaran, akhirnya tiba juga,
"hallo by... kamu sudah bangun? kamu ga lupa kan hari ini kita akan menikah?" Pagi pagi sekali Dimas sudah meneleponku hanya untuk mengingatkan kalau hari ini hari pernikahan kami.
"ya Allah by, masa iya aku lupa sama hari pernikahanku sendiri" sahutku dengan kesal karena ini masih terlalu dini untuk bangun dan mataku rasanya masih betah terpejam.
"ya kali aja sayaang, kamu jangan marah donk.. aku kan ga mau kamu telat bangun" jawab Dimas beralasan.
"kau memang benar benar pintaaaaar sekali mencari alasan!" kataku.
"hehehe.... sudah gih mandi sono... biar wangi"
"malah nyengir.... ga lucu tauk! daaaan hari ini aku ga boleh mandi, kata mama kalo calon manten mandi, cuaca cerah begini bisa berubah jadi hujan!"
"apaaa?? ya sudah jangan mandi yaaa sayaaang.. jangan dekat dekat dengan air..aku ga mau pernikahan kita batal hanya karena hujan!" jawab Dimas panik.
"hahahaaa... ya ampun by, kamu parno banget sih!" kali ini aku tertawa sangat keras, kalo aku bisa melihat wajahnya pasti terlihat sangat lucu dengan kepanikan menghiasi wajahnya yang tampan itu.
"jelas parno laah... ini hari penting dan bersejarah untukku" sahutnya mulai kesal.
"nah lhooo.. ada yang mulai jengkel.... hai pak Tua, jaga sikapmu, malu sama umur" kataku sambil terkekeh.
"tua tua begini masih laku keras di pasaran!" jawabnya sombong.
"ciiih......setahuku,cuma aku wanita dalam hidupmu" sahutku.
"aku ini limited edition sayang, hanya satu di dunia dan aku bukan laki laki murahan yang gampang mengobral cinta.. cintaku sangat mahal dan suci, hanya akan aku berikan pada orang yang tepat"
"ceileeeh, mulai deh narsisnya...."
"hehe... aku bukan narsis.. itu semua kenyataan.. aku belum pernah jatuh cinta sebelum bertemu denganmu..rasanya tak ada yang dapat memikatku selain dirimu"
"gombaaaallll lalalala lalala...." sahutku sambil terkekeh.
"awas saja kau yaaa.. setelah sah, aku tak akan membiarkanmu tidur bahkan walau hanya sedetik" kata Dimas.
"dasaaaar mesum!"
"biariiiin... wekkk!" lalu Dimas mematikan ponselnya.
"dasar buciiin" gerutuku. kantukku jadi hilang setelah mengobrol panjang lebar dengan Dimas. huh dia berhasil mengusik tidurku.
"baguslah kamu sudah bangun Nun.. periasnya sudah datang tuh..." kata mama yang melihatku keluar dari kamar.
"sepagi ini ma??" tanyaku dengan malas.
"heeeh... kau kira mendandani pengantin itu sebentar? akadmu jam 9 lho sayang" jawab mama.
"huhhh... ribet juga ternyata...." dengusku.
Karena aku tidak di perbolehkan mandi, aku hanya cuci muka dan gosok gigi saja, setelah itu perias memijat tubuhku dengan lulur pengantin, biar wangi katanya. dan memang benar setelah di lulur kulitku jadi makin bersih dan wanginya itu lho... khas khas pengantin baru.. hihi...
Setelah relaksasi sejenak,wajahku mulai di make over secantik mungkin, biar pangling kata orang jawa.
3 jam berlalu, aku sudah selesai bermake up lengkap dengan kebaya dan jariknya, yaa pernikahananku mengusung adat jawa, karena mama memang berasal dari pulau jawa. jam menunjukkan pukul 8, masih ada sejam lagi sampai waktu akad.. tapi mama sudah koar koar agar rombongam segera berangkat, karena mama khawatir jalanan macet sehingga membuat kita terlambat sampai ke lokasi akad.
Lokasi akad, Dimas yang menentukan,sengaja Dimas tak melaksanakan akad di rumahku, seperti akad akad lainnya yang dilaksanakan dirumah mempelai wanita. alasannya karena Dimas tak ingin merepotkan mama dan tak ingin mengotori rumah mama.kalau di gedung kan tinggal datang aja dan setelah selesai tinggal pulang saja tanpa harus memikirkan berbenah dan bersih bersih.
"ya Allah lancarkan lah segala urusan kami hari ini, aammin" doaku dalam hati.
Aku dan rombongan keluarga berangkat ke tempat akad akan dilaksanakan, dengan perasan campur aduk antara senang dan gelisah, membuat degup jantungku berdetak lebih cepat, aku berharap semua ini segera berlalu dengan baik.
Sesampainya di gedung tersebut, aku di bawa menuju kamar khusus mempelai, karena selama proses akad belum berlangsung,aku tak boleh bertatap muka dengan Dimas,calon suamiku.
Begitulah adat, kami masih menjalani tradisi turunan dari nenek moyang kami.
Dimas dan keluarganya pun telah tiba di lokasi akad, jantungku makin tak karuan dibuatnya.
Sebentar lagi proses akad akan dimulai, Dimas akan mengucap ijab kabul untuk mengikatku dalam tali suci pernikahan.
🥂🥂🥂🥂🥂🥂
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
terimakasih banyak Thor dah buat kami terhibur 🙏🙏🙏