NovelToon NovelToon
Menjadi Wanita Penggoda

Menjadi Wanita Penggoda

Status: tamat
Genre:Komedi / Patahhati / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Pelakor / Tamat
Popularitas:465.8k
Nilai: 5
Nama Author: La-Rayya

Bijaklah dalam memilih bacaan sesuai usia...


Dara Alexandra wanita yang dulunya bertubuh gendut, berubah drastis menjadi wanita yang sangat cantik dan seksi demi membalaskan dendamnya pada saudara tirinya, Gea dan Jennifer yang selalu membully dan bersikap jahat padanya bahkan pernah berusaha untuk membunuhnya demi harta warisan.

Alexa berhasil menggoda banyak pria termasuk suami Gea dan membuatnya bercerai. Namun berbeda dengan kekasih Jennifer, Harry Jackson. Seorang pria tampan yang terkenal angkuh dan dingin.

Apakah Alexa akhirnya mampu membalaskan dendamnya pada Jennifer dengan merebut hati Jackson?

Baca selengkapnya disini 'Menjadi Wanita Penggoda' ❤️

Follow:
IG: la_rayya
FB: La Rayya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MT 23: Terjebak Dalam Lift

Alexa berdiri tepat disamping Jackson saat lift mulai bergerak naik. Desain ruangan lift yang memiliki cermin, membuat Alexa menatap pantulan dirinya. Tak bisa dipungkiri, setiap melihat cermin di hadapannya, secara otomatis Alexa langsung mematut diri. Memperbaiki riasan dan rambutnya.

Alexa lalu mengambil ponselnya hendak memotret bayangan dirinya di cermin.

"Ngapain?" Tanya Jackson dengan tatapan yang tajam ke arah Alexa.

"Mau foto." Balas Alexa santai.

"Norak."

"Biarin aja." Balas Alexa pelan.

Lift tiba-tiba bergetar dan seketika berhenti. Alexa refleks memegang lengan Jackson karena takut.

"Ini liftnya kenapa Tuan?" Tanya Alexa dengan raut wajah takut.

Jackson tampak tenang, matanya malah menatap ke arah tangan Alexa yang melingkar ke lengannya. Alexa yang menyadari tatapan itu dengan segera melepaskan pegangannya.

"Maaf." Ucapnya.

Jackson lalu mencoba menekan tombol lift, namun tak berfungsi. Lampu lift tiba-tiba berkedip, membuat Alexa semakin takut dan mendekat ke arah Jackson.

"Ngapain sih?" Jackson seperti risih karena Alexa yang terlalu dempet dengannya.

"Saya takut Tuan." Suara Alexa bergetar, wajahnya berubah pucat.

Tiba-tiba lampu lift padam, membuat Alexa berteriak histeris dan memeluk Jackson.

"Aaaaaaaa....."

Jackson dapat merasakan bahwa tubuh Alexa bergetar hebat dan terasa dingin. Dengan cepat Jackson meraih ponsel di saku celananya dan menyalakan flashlight. Cahaya lampu ponselnya memperlihatkan dengan jelas posisi Alexa yang membenamkan wajah di dadanya.

"Bisa lepasin gak?" Tanya Jackson.

Alexa menggeleng.

"Maaf Tuan, tolong saya. Saya takut." Balas Alexa dengan wajah yang masih menempel di dada Jackson.

Jackson menghela nafas panjang, ia sebenarnya risih namun juga tak tega karena ia dapat merasakan bahwa Alexa benar-benar ketakutan.

Jackson mencoba menelepon seseorang, namun nyatanya di dalam lift tak ada sinyal.

"Tak ada yang bisa dilakukan selain menunggu. Lebih baik kita duduk saja." Ucapnya.

Keduanya lalu duduk, dengan posisi Alexa yang masih melingkarkan tangannya pada lengan Jackson.

Lima menit pertama, keduanya membisu dalam kesunyian. Sepuluh menit, lampu lift mulai menyala. Namun, lift belum bisa terbuka.

"Butuh waktu berapa lama lagi?" Tanya Alexa yang memilih duduk meringkuk di pojok lift, sementara Jackson berdiri dan terus mencoba menekan tombol lift.

"Tidak tahu, kita tunggu saja." Jawab Jackson santai.

Tiba-tiba lift kembali bergetar dan lampu kembali padam, membuat Alexa histeris. Jackson lantas langsung mendekati Alexa berusaha menenangkannya.

"Bisa diem gak sih? Teriakan lo itu bikin kaget tau gak!"

Alexa langsung terdiam, kali ini lampunya padam lebih lama. Alexa yang memang tidak terlalu menyukai ruangan yang gelap mendadak dilanda ketakutan yang amat sangat. Terlebih sirkulasi udara di dalam lift mulai tidak baik. Tubuh Alexa berkeringat dingin, ia sangat takut. Hingga....

"Aku gak kuat...." Ucap Alexa menggigil dan dengan napas yang tersengal.

"Lo kenapa?" Tanya Jackson khawatir saat sorot lampu ponselnya mengarah pada wajah Alexa yang semakin pucat.

Perlahan Alexa kehilangan kesadarannya karena sesak nafas, hal itu membuat Jackson panik. Ia membaringkan tubuh Alexa di lantai lift. Lampu mulai menyala kembali. Jackson kembali mencoba menekan tombol tapi tetap tak bisa. Hingga ia akhirnya bisa mendengar suara dari depan pintu lift.

"Tuan, bertahanlah. Kami akan segera mengeluarkan Anda dari sana." Teriak seseorang dari depan pintu lift.

Jackson kembali menatap wajah Alexa yang semakin pucat. Napasnya semakin tidak stabil, sontak Jackson berteriak.

"Cepat keluarkan kami dari sini." Teriaknya.

Napas Alexa semakin tidak wajar, mata Alexa tiba-tiba terbuka. Namun, sangat tampak jelas ia seperti kesusahan bernapas.

'Gimana ini?' pikir Jackson.

Dia kemudian mendekati Alexa dan mengangkat kepala Alexa, lalu memposisikan tubuh Alexa agar bisa duduk.

"Bertahanlah." Teriak Jackson putus asa saat mendengar suara napas Alexa yang seperti tercekat.

Alexa tak menjawab apapun, matanya semakin sayu, suara napasnya semakin mengkhawatirkan. Tanpa pikir panjang, Jackson langsung memberikan napas buatan pada Alexa yang matanya sudah terpejam.

"Wooii banguuun...." Teriak Jackson, namun tak ada respon dari Alexa.

'Sial.' umpat Jackson dalam hati.

Dia kemudian kembali memberikan napas buatan pada Alexa cukup lama dan tanpa menyadari bahwa pintu lift sudah terbuka. Beberapa orang regu penyelamat dan para karyawan yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terdiam melihat Bos mereka yang terkenal dingin, dalam posisi seolah tengah berciuman dengan karyawannya.

Merasa ada angin segar masuk ke dalam ruangan lift, Jackson sontak berbalik dan mendapati sudah banyak orang yang melihat apa yang dia lakukan.

"Kenapa diam saja?" Teriaknya yang sontak saja membuat para regu penyelamat masuk. "Cepat berikan dia oksigen." Teriaknya lagi lalu keluar dari dalam lift meninggalkan tubuh Alexa yang masih berbaring dan ditangani regu penyelamat.

Jackson pergi ke ruangannya melalui lift yang lain. Ia lalu masuk ke dalam ruangannya dan segera beranjak ke dalam toilet untuk membasuh wajahnya setelah melemparkan jasnya ke sembarangan tempat.

Berkali-kali Jackson mencipratkan air ke wajahnya. Namun, bayangan akan dirinya yang memberikan nafas buatan pada Alexa terus menghantui.

"Aaaahh... Sialaaan." Teriaknya.

Jackson menatap wajahnya di cermin lalu mengusap bibirnya.

'My first kiss...' gumamnya dalam hati.

Setelah merasa lebih tenang, Jackson lalu memanggil bagian Departemen Engineering. Dia memarahi habis-habisan orang yang bertanggung jawab untuk mengurus keamanan infrastruktur dalam kantor.

"Apa saja pekerjaan kalian sampai bisa kejadian seperti ini?" Teriak Jackson pada dua orang yang bertanggung jawab untuk mengurus keamanan lift. "Bukankah aku selalu memberikan gaji tepat waktu?" Teriaknya lagi. "Lalu kenapa bisa terjadi seperti ini? Apa kalian tahu, kelalaian yang kalian lakukan saat ini sudah mengancam nyawa seseorang?"

Kedua pria yang berdiri dihadapan Jackson itu hanya bisa tertunduk lesu. Keduanya tidak berani menjawab. Bagaimanapun, keduanya sudah melakukan yang terbaik. Selalu memeriksa kelayakan lift atau alat-alat lain yang sebagai penunjang infrastruktur kantor. Namun, malang tak dapat dihindari. Tak ada yang sempurna, dan hari ini mereka melakukan kesalahan yang sama sekali tidak disengaja.

"Kalian berdua engineering terbaik yang aku pekerjakan di kantor ini. Jadi sekarang cepat cari tahu apa penyebabnya dan segera perbaiki. Kali ini, aku anggap semuanya real karena musibah yang diluar kendali kalian. Tapi ingat baik-baik, jika sampai kejadian ini terulang lagi. Jangan harap aku akan memaafkan kalian." Ucap Jackson penuh penekanan. "Sekarang cepat keluar sebelum aku berubah pikiran." Lanjutnya.

Kedua pria itu lantas keluar dari dalam ruangan Jackson dengan pandangan menunduk. Sementara Jackson memilih berdiri menghadap ke luar jendela. Dan lagi-lagi, bayangan wajah Alexa kembali melintas dipikirannya.

Jackson tiba-tiba terbayang akan wajah pucat Alexa yang kehabisan napas.

'Bagaimana keadaan wanita itu sekarang?' tanyanya dalam hati.

Jackson bergegas keluar dari dalam ruangannya untuk menemui Alexa yang berada di dalam ruang perawatan yang memang tersedia di kantor miliknya.

Bersambung.....

1
Irair
????
Mimik Pribadi
Jodohnya diputer2 Othor ini mah,,,,,
Mimik Pribadi
Rencana melamar Alexa bubar semua,,,,gara2 kedatangan Alice,rasanya ikut gregetan 😡
Mimik Pribadi
Jack punya orng tua,knpa sopirmu tidak mengantarkan ke rmh orng tua nya saja,,,,bikin ribet sendiri Alexa,udh dihina keluyuran mlm2 mau menjajakan tubuh pda pria hidung belang,msh aja peduli,,,,heran gue 😏😏😏
Mimik Pribadi
Jackson itu gengsinya tinggi jadi timbulnya y belagu,semakin dikejar maka semaking songong 😆.

Coba sih teliti disetiap part nya,semakin Alexa berusaha menjauh,justru Jackson mlh yng berusaha nahan2 wlu dngn alasan macam2 supaya Alexa terus terikat dngnya
Mimik Pribadi
Senengnyaa,,,,dihalaman rmh bisa ditanami buah2an dan sayuran,apalgi ada kolam ikan ada apa 🤗🤗🤗
Mimik Pribadi
Hahaa,,,,lucu jga y pada akhirnya mereka tetap berjodoh
Mimik Pribadi
Lanjuutt
Mimik Pribadi
Bener2 gila si Robby hbs garap Gea yng akan dicerainya smpe lemes,mertuanya jga lngsng diembat 😜😜,,,,tapi staminanya perlu diacungi jempol, tenaganya bak kuda liar 😆😆😆😆
Mimik Pribadi
Hahh!! Ikut tegang bngt,entah Robby,Gea,ataupun mama Susan dasarnya mereka orng2 bobrok,pada akhirnya saling menusuk demi kepentingan mereka sendiri,,,,,ujung2nya y mngkn mereka msk penjara semuanya,,,,
Mimik Pribadi
Bikin gumussss aja mereka berdua,,,,
Mimik Pribadi
Bknnya ktemuannya itu dihotel y thor,ini jdi Apartemen
Mimik Pribadi
Kira2 apaan nich yng bisa membuat seorng Jackson luluh???
Mimik Pribadi
Ikut smangat '45 thor bacanya,soalnya tmbh menarik,,
Mimik Pribadi
Menaklukan seorng Jackson sama saja menaklukan gunung es Alexa,butuh kegigihan dan ekstra kerja keras,hari ini gagal msh ada hari esok,begitulah seterusnya bila diperlukan,smpe gunung itu bisa mencair dngn sendirinya 🤦🤣🤣
Mimik Pribadi
Lanjut thor,,,,
Mimik Pribadi
Dimulai nich babak baru kehidupan Dara alias Alexa utk membalas dendam klrga tirinya yng sdh membully dan mencoba membunuhnya,,,,,
Mimik Pribadi
Smpe part ini aku seneng bngt thor karna pembullyan disklh,dikampus,dan dirmh Dara sendiri tidak kelewat diDramatisir dan dipersingkat smpe tau2 Dara 20thn,dan berakhir 22thn jadi tidak bertele2 jga, sehingga aku gak smpe gregetan kepengen nabok emak sm saudara tiri Dara 🤣🤣
Dessy Arisandy
harusnya kata lo gue.y itu bisa diganti saya dan kamu. secara jackson kan pemimpin perusahaan bukan preman pasar😅kayanya bacanya agak gmn gt
❄️ sin rui ❄️: iya aneh yah, dunia kantor kan pake bahasa pormal, kom lu gua kaya anak SMA
total 1 replies
Aisyah Muhammad
kereeeeen...aku suka kepala keluarga yg tegas, TDK bs di perdaya sm istri nya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!