Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.
Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.
Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.
Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.
Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?
Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.
Terimakasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh Tiga
Seminggu kemudian Bagus mengundang para sahabatnya untuk datang ke rumahnya karena anaknya Bagus ulang tahun.
Riko, Aril dan Romi datang lebih dulu ketimbang Refan. Refan tadi mengabari kalau dia datang terlambat karena mau menemani istrinya ziarah ke makan almarhum suaminya dulu.
Mereka sudah berkumpul diruang keluarga rumah Bagus.
"Guys.. ada sebuah rahasia yang harus kalian ketahui. Sebenarnya sudah lama aku rahasiakan tapi berhubung yang punya badan sudah ikhlas dan bisa menerimanya aku rasa tidak ada salahnya kalian tau agar kelak kalian tidak bertanya kepadanya. Karena mereka adalah orang yang sangat kita kenal dekat" ungkap Riko.
"Apa tuh Ko? Sepertinya serius banget?" Tanya Bagus.
"Ini mengenai Refan" jawab Riko.
"Refan? Ada apa dengan Refan? Dia kan sudah bahagia dengan istrinya yang sekaran" tanya Aril.
"Iya Mas? Apa ada masalah antara Mas Refan dengan Kinan?" tanya Ayu istrinya Bagus.
"Masalahnya bukan antara Kinan dan Refan tetapi antara Refan dengan almarhumah Renita" jawab Riko.
"Renita? Dia kan sudah meninggal kenapa masih ada masalah antara dia dan Refan?" tanya Romi bingung.
"Aku harap kalian tidak terkejut setelah mendengar apa yang aku katakan. Dan tolong jangan umpat Renita karena dia sudah meninggal. Refan saja yang tersakiti sudah memaafkan dan mengikhlaskannya" pinta Riko.
"Kamu jangan buat kami semakin penasaran Ko. Ayo cepat katakan ada masalah apa? Dan sepertinya ini bukan masalah kecil?" desak Bagus.
Riko menarik nafasnya panjang.
"Naila bukan anak Renita dengan Refan" ungkap Riko.
"Apa?" tanya Bagus, Ayu, Romi dan Aril.
"Kamu jangan bercanda Ko. Mana mungkin?" tanya Bagus tak percaya.
"Itulah kenyataannya dan Refan sudah mengetahuinya. Bahkan saat ini Naila sudah diasuh oleh Papa dan Mama Renita dan dibawa ke luar kota" jawab Riko.
"Gila si Renita" umpat Aril.
"Eits.. kita sudah berjanji untuk tidak mengumpat Renita karena dia sudah meninggal" Riko mengingatkan.
"Aku masih tidak bisa percaya Ko" ucap Bagus.
"Iya Mas, aku juga belum bisa menerimanya" sambut Ayu.
"Kamu bisa tau dari mana Ko? Dan sejak kapan kamu mengetahuinya?" tanya Romi.
"Aku sudah lama mengetahuinya. Bahkan sebelum Renita hamil. Aku pernah memergokinya berkencan dengan seorang pria" jawab Riko.
"Siapa pria itu? Kamu kenal?" desak Aril.
Riko menganggukkan kepalanya.
"Pria itu adalah Arga Laksamana, Bosnya Renita di kantor" ungkap Riko.
"Ya Tuhaaan.... " Ayu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku sudah berusaha mencegah mereka tapi Renita tidak mau mendengarkan peringatanku. Bahkan aku sudah sering mengancamnya. Hingga aku dengar dari Refan kalau Renita hamil. Saat itu aku sudah menduga kalau anak yang dikandung Renita bukan anaknya Refan" sambung Riko.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu. Apakah Refan mandul sehingga tidak mungkin punya anak?" tanya Aril.
"Bukan.. bukan begitu. Karena aku mengetahui perselingkuhan Renita. Hingga dua minggu yang lalu aku bertemu dengan Refan di makamnya Renita dan dia menceritakan semuanya. Kalau dia sudah mengetahui perselingkuhan Renita dan sudah tau kalau Naila bukan anaknya" jawab Riko.
"Tunggu.. tadi kamu bilang kamu bertemu dengan Refan di makamnya Renita? Ngapain kamu ke makam Renita? Jangan - jangan kamu juga salah satu penggemar Renita?" tebak Aril.
Riko terdiam sesaat kemudian menarik nafas panjang.
"Kamu benar Ril, aku sudah menyukai Renita sejak kita kuliah tapi aku memendam perasaanku sampai Renita meninggal. Aku tidak mungkin mengganggu hubungan Refan dengan Renita. Karena Renita adalah pacarnya Refan dan Refan sangat mencintai Renita. Aku memilih mundur dan hanya menjadi pengagum rahasianya saja" ungkap Riko.
"Waaaaaah... semakin rumit" timpa Bagus.
"Tapi semua sudah selesai dengan kematian Renita. Refan sudah menikah lagi dan jatuh cinta lagi. Bahkan menurut aku sekarang dia lebih bahagia dan tampak berbeda. Aku juga sudah memutuskan untuk moveon" ungkap Riko.
Semua tampak sedang menarik nafas panjang setelah mendengar cerita Riko. Sungguh ini adalah hal yang sangat mengejutkan bagi mereka.
Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi. Bagus segera melangkah menuju pintu depan dan membukanya.
"Assalamu'alaikum... " ucap Refan dan Kinan ketika memasuki rumah Bagus.
"Wa'alaikumsalam.. Nah pengantin baru udah sampai" sambut Aril.
"Pengantin baru apaan, udah empat bulan kok masih baru" jawab Refan.
"Lho kan baru pulang honeymoon ke Bali selama seminggu. Apalagi tuh namanya kalau gak pengantin baru" balas Aril.
"Emangnya hanya pengantin baru saja yang boleh honeymoon Ril?" tanya Refan.
"Iya betul itu, aku juga mau honeymoon lagi biar Bayu punya adek lagi" sambut Bagus.
"Yu.. kode tuh" sindir Refan.
Ayu istrinya Bagus langsung tersenyum menanggapi ocehan para lelaki itu.
"Hai Nan.. apa kabar?" tanya Ayu.
"Alhamdulillah sehat" jawab Kinan.
Kinan dan Ayu saling berpelukan.
"Salman kasih kadonya sayang untuk Bayu" perintah Kinan pada anaknya.
Salman mengikuti perintah Mamanya dan memberikan kado kepada Bayu anak Bagus dan Ayu. Setelah itu mereka bermain bersama.
"Lihat tuh mereka mainnya cuma berdua, kesepian kan?" ujar Bagus
"Tenang sebentar lagi mereka tidak akan kesepian lagi, nambah dua personil lagi" sambut Refan.
"Maksud kamu Kinan sekarang sedang hamil?" tanya Riko.
"Kembar?" tanya Bagus.
Refan tersenyum senang menjawab pertanyaan teman - temannya.
"Wah hebat kamu ya Fan.. bertahun-tahun menunggu akhirnya dapat anak juga langsung kembar lagi. Walau pernah kecewa tapi ternyata Allah memberikan yang lebih baik" ujar Bagus.
"Ka.. kamu tau?" tanya Refan.
"Riko sudah bercerita kepada kami. Dan kami benar - benar tidak menyangka Renita bisa setega itu memperlakukan kamu yang tulus mencintainya" jawab Bagus.
"Sudah lah Gus, gak udah di ungkit lagi. Semua sudah berlalu. Aku sudah bahagia dengan hidupku saat ini. Aku sudah mendapatkan Kinan plus Salman satu paket dan sekarang Kinan sedang mengandung anak - anakku. Aku sangat bahagia sekali saat ini" ujar Refan.
"Tapi kami lebih terkejut sekali ternyata Riko juga... " sambut Romi.
"Sudahlah.. gak usah kita bicarakan lagi. Riko juga sudah berjanji akan melupakan semuanya" potong Refan.
Bagus menepuk bahu Riko untuk memberikan semangat.
"Sudah saatnya serius bro.. tidak kah kalian melihat hidup aku dan Refan bahagia? Apakah kalian tidak ingin seperti kami?" tanya Bagus.
Riko menarik nafas panjang.
"Aku ingin serius tapi belum menemukan calonnya" jawab Riko.
"Salah gak kalau aku berharap dan berkeinginan mendapatkan wanita baik - baik seperti istri kalian?" tanya Riko.
"Lho gak salah Ko.. selama masih ada kesempatan untuk memilih kenapa nggak. Asal kamu berjanji ingin berubah dan tidak mengulang perbuatan kamu yang dulu - dulu" jawab Bagus.
"Kamu serius ingin mencari pendamping hidup?" tanya Romi.
"Seriuslah.. emangnya kalian berdua gak bosan apa, hidup begini - begini terus. Ketemu sama para wanita yang hanya menginginkan isi dompet kita atau wanita - wanita yang hanya ingin mendapatkan kepuasan sesaat saja. Aku ingin memiliki sebuah rumah dimana ada seorang wanita yang selalu setia menunggu kepulanganku. Mengkhawatirkan aku kalau aku telat pulang dan menemaniku menjalani hari - hari di masa yang akan datang" jawab Riko.
Romi dan Aril terdiam mendengar jawaban Riko. Sebenarnya mereka juga sudah merasakan hal yang sama tapi godaan surga dunia masih sangat sulit mereka tinggalkan.
"Itu yang aku rasakan ketika aku menikah dengan Kinan. Jika kita menikah dengan orang yang tepat dan benar, kita akan mendapatkan ketentraman dan kenyamanan hidup tapi jika kita mendapatkan orang yang salah kita akan mendapatkan sebaliknya" sambut Refan.
"Yah walaupun istriku belum berhijab seperti istri kamu Fan tapi sejak bertemu Kinan terakhir di rumah kamu, Ayu sudah mulai rajin beribadah dan mulai membeli baju - baju yang sopan. Aku semakin senang dan tenang. Beberapa kali dia mengajak aku untuk bertemu kalian tapi aku tau kamu sedang menghadapi masalah yang sangat serius. Jadi kami tidak ingin mengganggu" ungkap Bagus.
"Sekarang sudah selesai Gus. Semua sudah berakhir. Naila sudah dibawa Papa dan Mamanya Renita ke luar kota. Mereka pindah mungkin malu karena perbuatan Renita dulu. Aku juga sudah pindah ke rumah baru. Semua kenangan bersama Renita sudah aku kubur dalam - dalam. Rumah akan aku jual dan aku waqafkan atas nama Renita. Bagaimanapun dulu dia adalah istriku dan aku bertanggung jawab kepadanya. Aku harap dengan mewaqafkan rumah itu atas namanya dapat membantunya di sana. Bisa menghapus dosa - dosa yang telah dia lakukan" ungkap Refan.
Bagus menepuk bahu Refan untuk memberikan dukungan.
"Kamu memang pria yang baik Fan, walau kamu sudah tersakiti tapi kamu masih memikirkan keadaan Renita di sana" puji Bagus.
"Semua karena ada Kinan disampingku yang dengan kesabarannya sudah mengajak aku ke jalan yang benar" ungkap Refan.
.
.
BERSAMBUNG
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...