NovelToon NovelToon
Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:963.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: AdindaRa

Zella, mahasiswi baru di Universitas Swasta Indonesia telah membuat Leon, ketua BEM yang tegas dan penuh wibawa jatuh cinta pada pandangan pertama saat OSPEK Mahasiswa.

Tidak hanya itu, Levi, seorang dosen jutek, galak, dan tidak banyak bicara yang juga putra pemilik Universitas tersebut juga ternyata diam-diam menaruh hati pada Zella.

Zella yang belum menginginkan untuk berpacaran harus terus menerus mendapatkan teror dari mahasiswi yang mengidolakan Leon dan Levi.

Leon dan Levi pun terus berjuang dengan cara mereka masing-masing untuk mendapatkan hati Zella.

Siapakah diantara mereka berdua yang mampu memenangkan hati Zella?

Adakah Leon atau bahkan Levi yang memenangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Zella mengajak Leon mencari makan di sekitar taman kota. Baru turun dari mobil Leon, ponsel Zella berdering dan terlihat nama Papa Green tertera di layar ponsel Zella.

Zella langsung menjawab panggilan dari papanya dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Papa Green terdengar lega mendengar keadaan putrinya diujung telfon dan berjanji akan menemui Zella di rumah sakit.

"Kak Leon," panggil Zella. "Kita makan di sana yuk." ajak Zella sambil menunjuk ke tempat yang ramai dengan anak-anak muda.

"Boleh, yuk. Tempatnya asik kayaknya." jawab Leon.

"Itu tempat Zella nongkrong waktu SMA loh." jelas Zella.

"Pasti nongkrong bareng pacarnya ya?" tanya Leon sambil menggoda Zella.

"Enak ajah. Aku mah belum pernah pacaran kak." ungkap Zella membuat Leon sangat senang. Keduanya pun menuju tempat yang dimaksud Zella.

"Kalau gitu, boleh dong kakak jadi pacar pertama Zella?" tanya Leon untuk yang entah berapa kali.

"Ada ada aja Kak Leon nih. Ntar kalo aku jadi pacar kakak, yang ada Carina dan penggemar berat kakak di kampus pada demo lagi di depan ruko." jawab Zella sambil terkekeh geli membayangkan jika hal itu benar benar terjadi.

Leon dan Zella langsung memesan makanan dan mencari tempat duduk. Setelah pesanan datang, mereka pun menikmatinya sambil bercerita.

"Zella," panggil seseorang dan membuat Zella dan Leon menghentikan makannya.

"Hai Boby," balas Zella setelah melihat orang yang memanggilnya adalah teman SMAnya dulu.

"Apa kabar Zell? Sumpah deh, kamu tambah cantik banget." puji BoBy. "Lagi sama siapa nih?" tanya Boby melihat ke arah Leon.

"Aku baik. Oh iya, kenalin ini kak Leon." jawab Zella mengenalkan Leon pada Boby.

"Bukan pacar Zella kan?" tanya Boby yang dari kelas 1 SMA sudah tergila-gila dengan Zella.

"Pacar aku, Bob." ucap Zella mengakui Leon sebagai pacarnya. Zella langsung memegang tangan Leon.

"Yah, Zella. Kamu tahu kan dari dulu aku selalu nungguin kamu. Bahkan sampai sekarang rasa itu gak pernah hilang, Zell." ucap Boby.

Boby dari awal masuk SMA memang sudah menaruh hati pada Zella dan dengan terang-terangan menyatakan cintanya pada Zella. Tetapi Zella tidak pernah menggubrisnya karena Boby juga terkenal playboy di SMAnya.

"Udah deh Bob, ratusan kali kamu bilang kayak gituh." jawab Zella malas. "Berapa cewek yang udah patah hati gara-gara kamu, dan aku gak mau termasuk salah satu dari mereka." jelas Zella.

"Zella, aku janji gak akan bikin kamu patah hati. Please, Zella. Kasih aku kesempatan." pinta Boby.

"Ehhmm." Leon berdehem kencang. "Udah habis kan makannya sayang. Yuk kita langsung berangkat. Takut papah dan mamah nunggu." ajak Leon berbohong.

Zella pun menurut dan langsung menggandeng tangan Leon. "Aku duluan ya, Bob." ucap Zella meninggalkan Boby.

Boby makin geram melihat Zella menampakkan kemesraannya dengan laki-laki lain. "Aku pasti akan mendapatkanmu, Zella." gumam Boby dan langsung meninggalkan taman.

Di lain sisi, Leon sangat senang diakui sebagai pacar Zella di depan Boby. Meskipun Leon tahu, jika Zella hanya berpura-pura. Sampai di dalam mobil, Leon langsung mengemudikan mobilnya ke rumah sakit.

"Maaf ya kak . . . Untuk yang tadi itu . . . " ucap Zella terputus-putus.

"Kakak ngerti kok, santai aja." jawab Leon. Zella menghela nafasnya lega.

"Berarti kita jadian kan?" tanya Leon meledek Zella.

"Iiiiiih Kak Leon nih ya." Zella mencubit pinggang Leon kesal. "Seneng banget sih ngeledekin aku."

"Ampun Zella, iya iyaaa. Kakak beneran ngerti kok." jawab Leon dan Zella melepaskan cubitannya di pinggang Leon.

"Kirain yang tadi itu beneran jadian." Leon masih berharap. "Dari dulu kamu itu selalu jadi primadona ya." ucap Leon.

"Gak juga sih. Boby itu playboy kelas mujair kak di SMA. Paling males deh kalo udah berurisan sama dia." jawab Zella.

"Yang tadi gak gratis ya, Zell." jelas Leon. "Harus bayar mahal."

"Ketua BEM satu ini matre juga ternyata ya." Zella terkekeh. "Yaudah, mau dibayar berapa dan jangan sampai merugikan aku looh."

"Foto bareng aja, tapi harus kayak gini nih." jelas Leon sambil menggenggam tangan kanan Zella.

"Ogah ah kaaaak, Ntar beneran ada demo depan ruko aku." Tolak Zella.

"Gak akan aku posting, Zell. Buat kenang-kenangan aja." jelas Leon penuh harap.

"Okelah, Yaudah pinggirin dulu mobilnya." ucap Zella setuju.

Leon senang bukan main langsung mencari spot foto yang pas dan meminggirkan mobilnya. Keduanya pun akhirnya berfoto bersama dan melanjutkan perjalanannya ke rumah sakit.

"Janji loh ya kak, jangan sampe diposting!"

"Iya Zellaaaa."

***

Di kota yang lain, Bandung, Levi meluangkan waktunya mengajari Nay untuk membuat laporan harian bisnis kecil Zella agar Levi tidak kesusahan dalam menggantikan Zella. Dengan antusias, Nay memahami kerjaan baru yang harus ia jalani untuk membantu Zella.

Nay merasa sangat senang diberi kepercayaan penuh oleh Zella. Ia pun tidak menyia-nyiakan hal ini untuk membalas budi kebaikan Zella yang selama ini sudah banyak membantu hidup Nay.

Levi masih menunggu Nay mengolah data sambil duduk di sofa ruang kerja yang biasa digunakan Zella. Levi memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya yang sangat lelah. Nay yang sudah selesai mengolah data pun tak tega membangunkan dosennya.

Nay segera mengambilkan selimut untuk Pak Levi dan tidak lupa ia buatkan kopi panas untuk dosennya. Diselimutinya kakak Silla yang nampak sangat lelah dan diletakkan minuman untuk Levi.

"Pak Levi tampan juga kalo gak jutek." gumam Nay.

Wajah tampan Levi membuat Nay sangat terpesona. Setelah puas memandangi wajah tampan Levi, Nay pun kembali bergabung bersama karyawan yang lain.

Tak berapa lama, Levi terbangun dari tidurnya dan langsung mengecek pekerjaan Nay. "Lumayan lah meski harus ada beberapa yang diperbaiki." gumam Levi sambil menuliskan catatan kecil untuk Nay apa saja yang harus direvisi.

Levi meminum kopi yang sudah tidak terlalu panas di atas meja dan berpamitan pada Nay dan karyawan yang lain.

"Terima kasih bantuannya Pak Levi, titip salam untuk Silla." ucap Nay dan Levi hanya mengangguk.

Levi langsung menuju ke mobilnya dan siap untuk pulang. Baru saja ia menghidupkan mesin mobil, ponselnya berdering dan muncul satu notifikasi pesan masuk.

Ternyata Leon mengirim fotonya bersama Zella. Dengan geram Levi memukul stir mobilnya.

Leon

Aku masih unggul, Pak Dosen. Bagaimana? Masih mau terus bersaing denganku atau mundur?

Sent : 21.15

Levi

Kau belum unggul dan aku belum kalah.

Sent : 21.16

"Akan ku buktikan jika aku akan jauh lebih unggul diatasmu, Leon Ozora." gumam Levi sambil mengemudikan mobilnya menjauh dari ruko Zella.

1
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
janah bibah
Biasa
Indah Setyorini
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Waaahh outhor Nakal ya ngeprank semua para Riders,Bikin aku sempat kecewa td sama outhor 🙏🏻🙏🏻😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Silla kalo sampai menikah dgn Dion..
Qaisaa Nazarudin
Loh kok Silla malah segitu aja berjuang demi Leon..Kecewa deh aku..🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Loh kok gitu sih??Leon dn Dion kan sama2 Anaknya,Tetap juga akan jadi menantu nya papa Leon kan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Om Bayu nikah juga, Sama Naya lagi, Sahabat jadi sodara ya Silla 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Pasti yg ke 4 itu Levi kan,,Kan 60 itu Siswa dan juga termasuk Dosen nya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leon suka sama Silla ya?? Kapan Silla putus sama Reza??
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Leon apa Levi sih?? Kan Leon masih dikamar, pingsan tuh dia..
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Zella, hal kapok2 nya baikin musuh..
Qaisaa Nazarudin
Heran aku makin lama makin menampakkan kebodohan Zella, Sekarang dia malah mengumpulkan musuh2 nya dlm satu tim,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Rasain tuh, Senjata makan tuan 👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Greget aku sama Levi,masih sok jual mahal aja, bikin Zella cuekin Levi thor dan jaga jarak dgn Levi,Biar levi kelimpungan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Green dan keluarganya terlalu lembut dgn Winda, Walaupun udah nikah lain tapi itu tetap papa kandungnya, Winda tanggungjawab nya, Green cuman papa tiri, Sekarang udah cerai dgn Maya, Jadi Winda bukan siapa2 lagi dgn keluarga Green,,Hadeeuuh jangan sampai nyesel nanti saat Winda bertindak,,
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Winda dibiarin bebas?? Winda juga gak benar tuh,udah mamanya di tangkap,pasti dia akan balas dendam mamanya..
Qaisaa Nazarudin
Bodoh aja kalo Green takut dgn ancaman Maya,Kalo aku langsung jeblos dia ke penjara..
AdindaRa: makasih banyak dukungannya kaak. aku sendiri sampai lupa sama ceritanya 😘
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
BODOH memberikannya pilihan adalah pilihan yg salah, kalo Maya milih cerai dan pergi jauh, Dia tetap akan bisa menghancurkan kalian Green 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!