NovelToon NovelToon
PUTRI ULAR YANG TERBUANG

PUTRI ULAR YANG TERBUANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:172.6k
Nilai: 5
Nama Author: akos

Kisah seorang anak yang di buang oleh keluarganya karena memiliki sisik hitam memenuhi sekujur tubuhnya.

Ya, Kania anak itu. Anak yang membuat orang akan takut melihatnya. Akankah dia bahagia atau terpuruk di kehidupan ini. ikuti kisahnya sampai tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. KE MALL.

Bi Desi terus melangkah masuk kedalam mall dan tak lupa mengambil troli belanja.

Semua kebutuhan rumah tangga ada dilantai bawah, lantai kedua khusus untuk perhiasan dan restoran, lantai ketiga toko pakaian sedangkan lantai puncak mall tersebut yaitu tempat hiburan seperti bioskop, cafe, bar.

Satu-persatu bahan kebutuhan Bi Desi Dia masukkan kedalam troli, beberapa bumbu daput, daging dan alat masak-memasak sudah memenuhi troli tersebut.

Setelah dirasa cukup, Bi Desi pun menuju kearah loket untuk membayar belanjaan.

Lama Bi Desi mengantri hingga tiba juga giliranya untuk membayar.

"Mba, apa boleh Saya menyimpan bahan belanjaan Saya disini untuk sementara waktu karena rencananya Saya ingin naik ke lantai atas," ucap Bi Desi pada seorang kasir perempuan.

"Silahkan Bu, asalkan Ibu tidak lama, takutnya belanjaan Ibu ada yang berbau hingga membuat pengunjung lain kurang nyaman," balas sang Kasir.

"Tenang saja Mba, Aku tidak akan lama kok paling lama tiga puluh menit saja,".

"Kalau begitu silahkan, semoga Ibu senang berbelanja di Mall kami,".

Setelah menyimpan troli belanjaanya di tempat aman, Bi Desi pun menuju ke arah lift.

Pintu lift terbuka secara otomatis, Bi Desi pun segera masuk , tampak perempuan parubaya itu menekan tombol pada dinding lift.

Kembali pintu lift tertutup otomatis dan membawa Bi Desi pada lantai berikutnya.

Hanya sepersekian detik saja Bi Desi di dalam sana hingga kembali pintu lift terbuka secara otomatis seperti tadi.

Ternyata tujuan Bi Desi saat itu adalah lantai dua. Dimana sudah ada beberapa toko perhiasan dan restoran terpampang di hadapanya.

Kembali Bi Desi melangkah hingga langkah kakinya terhenti pada sebuah toko perhiasan.

"Silahkan masuk," sambut seorang penjaga toko membuka pintu buat Bi Desi sembari tersenyum.

"Terima kasih banyak," Bi Desi membalas tersenyum.

Bi Desi kemudian melangkah masuk dan berdiri di depan box kaca yang memaparkan berbagai jenis perhiasan mulai dari kalung, cincin dan juga gelang semuanya ada di sana.

"Ibu lagi cari apa, siapa tahu Saya bisa bantu?," tanya seorang pelayan toko dengan ramah.

"Saya Lagi cari kalung untuk anak gadis saya yang usianya hampir genap dua puluh tahun tapi yang memiliki liontin berbentuk hati,".

"Untuk anak gadisnya ya Bu?, Kalau seperti itu yang Ibu cari tempatnya bukan disini tapi disana, mari ikut Saya,".

Keduanya pun melangkah menuju kearah box kaca yang di tunjuk oleh sang pelayan toko.

"Nah, silahkan di pilih-pilih Bu, mungkin ada yang bekenan di hati Ibu,".

Bi Desi tidak menjawab Dia hanya mengangguk pelan.

"Boleh lihat yang itu?," tunjuk Bi Desi pada kotak kecil dalam box kaca.

"Boleh, sebentar Saya ambilkan," sang pelayapun sedikit mendorong pintu kaca box tersebut dan mengeluarkan kotak kecil berisi kalung berliontin hati.

"Silahkan dilihat-lihat dulu kalau belum cocok Ibu bisa pilih-pilih lagi soalnya stok toko kami lumayan banyak," Sang pelayan mendorong kotak kecil tersebut di depan Bi Desi.

Setelah mengamati dengan seksama akhir Bi Desi memutuskan untuk membeli kalung tersebut.

"Saya mau yang ini, kira-kira harganya berapa?,".

"Ibu langsung kekasir saja, silahkan biar Saya temani," keduanya pun melangkah menuju kearah meja kasir.

"Kania pasti senang dengan hadiah ini, Aku akan memberikanya saat usianya genap dua puluh tahun," Bi Desi dengan senyum keluar dari dalam toko perhiasan itu sambil menenteng kota perhiasan yang baru saja Dia beli.

Kembali Bi Desi melanjutkan langkahnya tapi kali ini Dia berencana kesebuah restoran untuk makan siang.

Setelah menemukan restoran yang cukup mewah Bi Desi pun segera masuk dan mencari meja kosong.

Melihat Bi Desi sudah duduk di kursi, seorang pelayan perempuan datang menghampirinya.

"Nyonya, silahkan dilihat menunya," pelayan tersebut memberika sebuah buku menu pada Bi Desi.

"Rasanya geli jika Nona memanggilku Nyonya, panggil saja Aku Ibu itu baru pas kedengaran ditelinga," Bi Desi tersenyum ramah.

"Maaf kalau begitu, silahkan Ibu memesan biar nanti kami menyediakanya,".

"Nah itu baru cocok, ummm....Aku mau pesan nasi goreng dan ayam bapar saja jangan lupa beri sambal yang banyak," Bi Desi menatap daftar menu yang ada di tanganya.

"Baik Bu, kalau begitu tunggu sebentar, kami akan segera menyiapkan untuk Anda,"

Bi Desi tidak menjawab Dia hanya mengangguk kecil.

Setelah kepergian pelayan perempuan tadi Bi Desi mengeluarkan handphonya dari dalam tas yang sengaja Dia letakkan diatas meja.

Ada satu notifikasi masuk dalam handphone cangginya itu.

Wajah Bi Desi tiba-tiba masam saat membuka pesan whatsaap tersebut.

"Dasar laki-laki kurang kerjaan, bisa-bisanya dia mengirimi photonya untukku".

Belum juga Dia memasukkan handphone kedalam tas miliknya,

kembali hendphone tersebut menyala dan sebuah panggilan video call dari Tuan Baron tampil disana.

"Apaan sih orang ini, suka benar Dia mengganggu ketenanganku. Humm..Ada apa Tuan menelponku?," ucap Bi Desi ketus setelah mengangkat panggilan video call dari Tuan Baron.

"Jangan marah-marah cantik nanti cepat tua," balas Tuan Baron dari dalam henphone sambil tersenyum.

"Emang sudah tua," balas Bi Desi masih dengan nada suara yang sama.

"Kamu lagi dimana?," tanya Tuan Baron untuk menetralkan situasi.

"Aku lagi di Mall,". balas Bi Desi singkat.

"Dengan siapa?,".

"Sendiri,".

"Mall mana?, biar Aku kesana sekalian untuk makan siang bersamamu,".

"Tidak usah, Aku sudah pesan dan sebentar lagi pelayanya datang. Sudah dulu kapan-kapan di lanjutin lagi bye" Bi Desi segera memutuskan sambungan video call dengan Tuan Baron.

Tidak berselang lama kemudian, dua orang pelayan datang sambil membawa nampan berisi nasi goreng dan ayam bakar pesanan Bi Desi.

"Silahkan, Bu," ucap salah seorang diantara pelayan itu setelah meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan Bi Desi.

"Terima kasih," balas Bi Desi tersenyum.

"Kalau begitu kami permisi dulu, kalau ada lagi yang Ibu butuhkan Ibu boleh memanggil kami lagi,".

Kedua pelayan itu pun berbalik dan melangkah meninggalkan Bi Desi.

Ada beberapa menit perempuan parubaya itu menikmati hidanganya hingga, Dia terlihat mencuci tangan dan mengambil tissu diatas meja.

"Alhamdulillah," Bi Desi melap mulutnya dengan tissu.

"Oh ternyata kamu disini," ucap seorang perempuan parubaya yang berdiri di samping Bi Desi saat itu.

Mata Bi Desi seketika itu juga melotot, Dia sungguh tidak percaya siapa dua orang yang sedang berdiri di hadapanya saat ini.

"Kemana saja kamu selama ini dan dimana bayi itu kamu sembunyikan?," ucap seorang pria yang berdiri di samping perempuan itu.

"Permisi, Aku sedang buru-buru," Bi Desi mencoba Berdiri tapi di halangi oleh kedua orang tersebut.

"Mau kemana kamu?, Kamu tidak boleh pergi sebelum kamu menjawab pertanyaan kami,". bentak perempuan parubaya itu.

👉 Maaf sebelumnya jika terlambat upload. Author lagi sibuk bikin video di youtube. Bagi teman teman yang ingin menonton video Author di youtube silahkan cari, Novel romantis PENGANTIN PENGGANTI, jangan lupa untuk subcreb, like dan coment, terima kasih.

1
Puji Yati
ditunggu up terbaru nya kak
Kinan Rosa
itu saudara mu oon
Kinan Rosa
wah ternyata Alexa mempunyai kekuatan jahat to
Kinan Rosa
waduh gawat nih pasti itu si GINA gini

semoga saja tuan Baron bisa dengan cepat menyelesaikan urusan nya
Kinan Rosa
wah pawang Arnold dapat untung dari Kania nie Yee

apakah Arnold jodoh nya Kania 🤔
Kinan Rosa
wah ternyata Riko belum tau aja siapa Kania
dia si Dewi ular 🐍 anak mu bang🤭
Kinan Rosa
sombong Lo
tau gak ya kalau Kania itu anaknya Lidia
Kinan Rosa
oke siap kak
semangat kak
Kinan Rosa
apakah tuan Baron di suruh menikah dengan BI Desi sama mendiang istrinya 🤔
Kinan Rosa
wah Kania hebat 👏👏
sukurin lo nyonya GINA yang sombong
Kinan Rosa
jadi ingat sinetron ikan terbang
Kinan Rosa
semoga saja gak ada yang melihat waktu Kania berubah jadi ular
Kinan Rosa
Kania sayang sama tuan Baron sebab Kania masih ada hubungan darah dengan tuan Baron
Kinan Rosa
wah ternyata Kania adalah cucunya paman nya pak Baron ya
wah bisa seru ini cerita nya
Kinan Rosa
wah ternyata Kania bukan bayi sembarangan ya
semoga Kania dan bi Desi selalu di lindungi oleh ular raksasa itu
Kinan Rosa
semoga saja si Nora ketahuan oleh BI desi
Kinan Rosa
kayak nya ceritanya penuh misteri deh
aku lanjut aja ah .... semoga tambah seru
Kinan Rosa
wah siapa lagi itu si Baron dan Nora
Kinan Rosa
semoga saja vi Desi mau merawat nya
kasian bayi itu dia juga tidak mau keluar dengan kulit yang seperti itu
Aslinda Linda
ceritanya sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!