NovelToon NovelToon
Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:466.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jiwati

Jangan mencintai seseorang terlalu berlebihan, cukup sewajarnya saja agar saat orang itu menghianatimu duniamu tidak ikut hancur

Ataukah? jangan menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain, agar saat orang itu pergi kebahagiaanmu tidak ikut pergi juga

Hanum Anggraini dan Adnan Wijaya, pernikahan mereka berjalan harmonis selama 3 tahun ini walalupun pernikahan mereka terjadi karena perjodohan

Hingga rasa cinta pun akhirnya tumbuh dihati keduanya

Hingga suatu ketika Adnan datang membawa mantan pacarnya masuk dikehidupan rumah tangga mereka atas dasar rasa kemanusiaan

Apakah yang harus Hanum lakukan? Apakah ia memilih pergi mencari kebahagiannya yang lain, ataukah bertahan demi rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Apa? dibatalkan?" pekik Adnan yang masih tak percaya dengan apa yang dikatakan sekretarisnya barusan

"Benar pak" jawab Nisa menundukkan kepalanya

Hahhh....Adnan menghela nafas kasarnya, kepalanya kini terasa pening. Ia memijat pangkal hidungnya, berharap rasa peningnya akan segera berkurang

"Baiklah, sekarang kamu bisa keluar dari ruangan saya" ucap Adnan pada Nisa

"Baik pak, saya permisi dulu" jawab Nisa pamit undur diri dari hadapan Adnan

Adnan tak membalas apa apa lagi, ia memejamkan matanya rapat rapat dan mencoba mengatur nafas untuk meredamkan emosinya saat ini

Jam pulang kantor masih kurang sekitar 2 jam lagi, tapi mood Adnan sudah benar benar hancur saat ini. Tanpa menunggu lama lagi, Adnan memilih untuk pulang lebih awal hari ini

..........

Tak disangka sangka ternyata diluar tampak mendung dan tak berapa lama gerimis pun turun membasahi bumi, Adnan yang sedang menyetir pun memperlambat laju kendaraannya

Saat ditengah tengah perjalanan, tak sengaja ia melihat Vanessa yang berdiri dipinggir jalan dengan membawa beberapa papper bag ditangannya. Melihat baju Vanessa yang sudah tampak basah pun membuat Adnan menepikan mobilnya karena tak tega dengan kandungan Vanessa

"Kamu ngapain disini hujan hujan?" tanya Adnan yang baru turun dari mobilnya

"Mas Adnan?" kaget Vanessa dengan kedatangan Adnan yang tiba tiba

"Emm aku lagi nunggu taksi Mas" jawab Vanessa

"Sebentar lagi hujannya pasti deras, baju kamu juga udah mulai basah" kata Adnan

"Kamu pulang sama aku aja, kasihan kandungan kamu" lanjutnya lagi yang kemudian langsung berlalu kembali memasuki mobilnya, Vanesaa yang bingung pun langasung menyusul Adnan masuk kedalam mobil

"Nggak papa nih Mas kalau Mas nganterin aku?" tanya Vanessa pada Adnan setelah berada didalam mobil

"Aku kasihan sama kandungan kamu kalau kamu kehujanan gimana" jawab Adnan kemudian melajukan mobilnya, benar sesuai dugaannya karena tak berapa lama kemudian hujan turun dengan derasnya mengguyur bumi

Didalam mobil hanya ada keheningan, Adnan yang fokus dengan jalanan didepannya dan Vanessa yang bingung dan canggung tak tau harus berbuat apa

"Mas kok udah pulang? ini kan belum jam pulang kantor" akhirnya Vanessa memberanikan diri untuk memulai percakapan terlebih dahulu

"Udah nggak ada kerjaan" jawab Adnan tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan didepannya

"Oh gitu" jawab Vanesaa mangut mangut mengerti

...........

"Mas nggak mampir dulu?" tanya Vanessa setelah keduanya kini sampai dirumah Vanessa

"Nggak" jawab Adnan singkat

Duaaarrrrrr tiba tiba terdengar suara geledek yang sangat keras dan mengagetkan Adnan dan Vanessa

"Astaga" kaget Vanessa yang langsung menutup telinganya menggunakan kedua tangannya

"Mas, sebaiknya kamu mampir dulu" kata Vanessa

"Hujannya lebat banget, terus nggak denger apa suara geledek barusan? itu bahaya banget kalau kamu nyetir" ucap Vanessa sedikit memaksa

Adnan pun belum menjawab apa apa, ia masih bingung harus langsung pergi atau mampir dulu. Sejujurnya ia juga setuju dengan pendapat Vanessa, tapi ia kembali teringat akan Hanum rasanya tak tega jika membiarkannya sendirian dirumah. Vanessa yang melihat Adnan hanya diam dan tek menyahutinya pun langsung menarik tangan Adnan, mau tak mau Adnan pun mengikuti langkah kaki Vanesaa karena jarak pandang saat hujan seperti ini pun sangat singkat dan membahayakan

"Mas sekarang duduk dulu, aku mau ganti baju dulu. Baju aku basah banget" kata Vanessa saat sudah sampai diruang tamu, Adnan pun langsung duduk tanpa menjawab apa apa

Selepas kepergian Vanessa, Adnan pun berniat untuk mengirim pesan kepada istrinya karena ia akan pulang terlambat dikarenakan hujan

Tapi sebelum ia menuliskan pesan, Adnan semakin tak enak hati jika mengatakan pada Hanum bahwa sekarang ia sedang berada dirumah Vanessa. Akhirnya Adnan pun meletakkan kembali ponselnya keatas meja, ia memutuskan untuk tidak menghubungi Hanum. Toh....saat ini kan juga belum waktunya pulang kantor dan Hanum juga tak tahu jika ia pulang cepat, lagi pula ia juga akan segera pulang jika hujan sudah reda

"Mas, ini kopinya diminum dulu" ucap Vanessa yang datang dengan membawa secangkir kopi ditangannya dan wanita itu kini juga telah berganti baju menggunakan rok plisket selutut dan kemeja dengan bahan jatuh yang dimasukkan kedalam roknya

"Terima kasih" jawab Adnan sembari menerima sodoran kopi dan menyesapnya, sementara Vanessa langsung duduk disebelah Adnan

"Kayaknya hujannya masih lama deh Mas redanya" ucap Vanessa. Adnan pun meletakkan secangkir kopi diatas meja

Vanessa yang sedari diacuhkan pun mulai sebal, namun kembali lagi jika ia tak bisa menyalahkan siapa siapa karena ia tahu Adnan melakukan itu semata mata hanya untuk menjaga perasaan Hanum yang sedang menunggunya

"Aku ambil camilan dulu Mas" ucap Vanessa yang kemudian langsung bangkit dari posisi duduknya, tanpa Vanessa jika posisi kakinya yang belum siap membuat tubuhnya oleng dan terjatuh tepat ditubuh Adnan dan spontan Vanessa langsung berpegangan di pundak Adnan. Adnan yang tadintak menyadari pun langsung terkejut dengan jatuhnya tubuh Vanessa diatas tubuhnya

Keduanya sama sama terpaku tanpa merubah posisi yang intim saat ini, baik Adnan dan Vanessa sama sama menatap mata masing masing semakin dalam

Entah siapa yang memulai atau karena bisikan setan dan suasana diluaran yang mendukung, kini tangan Vanessa telah mengalung dileher Adnan. Bibir keduanya saling bertautan dengan tangan Adnan yang kini telah merengkuh pinggang Vanessa

Lama dengan posisi saling terduduk, kini perlahan lahan Adnan merebahkan tubuh Vanessa diatas sofa tanpa melepaskan tautan bibirnya. Hingga keduanya sama sama terbawa gairah yang diiringi oleh rintihan hujan, sebenarnya ini bukanlah sentuhan haram bagi keduanya. Seharusnya mereka bahkan bisa melakukan hal ini berkali kali karena keduanya sudah sah menjadi pasangan suami istri dimata Agama dan hukum, namun kembali lagi dengan alasan yang mendasari pernikahan ini dan juga adanya wanita lain sebagai pemilik hati Adnan yang tak ingin dikecewakannya lagi

Hah...hah...hah...hah...nafas keduanya masih menderu akibat pertempuran antara dua insan yang baru saja usai

Sementara hujan diluaran pun juga sudah mereda, beberapa menit kemudian setelah nafas keduanya mulai stabil Adnan pun bergegas untuk memakai pakaiannya kembali dengan cepat dan sementara Vanessa masih terkulai dipembaringan sembari melihat pergerakan Adnan

"Ini hanya kesalahan, aku harap ini hanya akan menjadi rahasia antara kita berdua saja" ucap Adnan sembari meraih ponselnya

"Aku mengerti dan aku akan merahasiakannya" jawab Vanessa

"Terima kasih" ucap Adnan yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Vanessa. Vanessa hanya menatap punggung yang semakin jauh pergi meninggalkannya tersebut

Adnan mengemudikan mobilnya dengan pikiran kacau, semuanya benar benar diluar kendalinya. Jauh dilubuk hatinya ia sangat menyesali atas apa yang terjadi, namun kembali lagi semua sudah terjadi tanpa bisa ia mengubahnya sedetik pun

1
Shantieka
Hanum masih aja dibegoin. pinter banyak Napa num
Reta Anggraeni
kokk ak bingung Ama cerita nya rumit banget hidup hanum
Sri Wahyuni
knp s adnan hrs tdur sm s vanesa kan blm boleh krn s vanesa hmil ank cwi lain haram hukum y walau sdh jd istri
Sri Wahyuni
awal az bgus crta ..tmbah ksini crta y bkin mumet dah ga mood lgi 00
Sri Wahyuni
ni crta jd nyertain s tyo skrng
FitriMuji
Seru
Sri Wahyuni
ggal nikah sm s anton deh
Sri Wahyuni
ko s adnan pnggil syang skrng
Sri Wahyuni
bagus vanes apapun alasan km jg istri y punya hak yg sm s hanum terllu serakah jg lbay
Sri Wahyuni
seorang lelaki d haram kan menggauli wanita yg hamil d luar nikah apalg ank yg d kndung itu ank dri cwo lain ..walau itu suami y sndri knp ga tunggu lahiran dlu pun hrs d isbat lg
Sri Wahyuni
yg nma y salaman walau sm orang lain ga salah dan ga ada yg larang apalg sm suami sndri d sini s hanun trllu dramatisir lebaay
Ammar Boy
sama vanesssa...jgan2 it anaknya anton...heheh
Ammar Boy
dasar laki2 mw enaknya aj...udah berkhianat g mw cerai sm yg pertama..dak do'ain kesamber petir km..gedek aku
Ammar Boy
bagus
Arin
pngin mampir tpi liat komenn sprtny peran cwenya lemah...klo lemah bacnya jdi ngga smngt🤭
DewiDewi
bego bgt kamu hanum
DewiDewi
good job hanum👍👍👍
DewiDewi
good job hanum👍👍
DewiDewi
panggilannya entar mama entar tante
Jumi Atun
RT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!