Ilham Maulana merupakan mahasiswa ekonomi yang tinggal disebuah rumah susun. Ia tumbuh sebagai anak indigo, karena kebutuhan ekonomi yang menghimpitnya, ia pun menggunakan kelebihannya itu untuk bekerja sebagai pengusir hantu.
Cerita Ilham semakin seru ketika Ilham bertemu dengan sesosok hantu cantik yang gentayangan. Pertemuan Ilham dan si hantu cantik membuat babak baru dalam kehidupan keduanya. Si hantu cantik bekerjasama dengan Ilham sembari berusaha mencari akal supaya arwahnya berhenti gentayangan.
Hingga lama-kelamaan keduanya saling jatuh cinta. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta pasangan beda dimensi ini, akankah berakhir bahagia ataukah malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan Dengan Hantu
👻
👻
👻
👻
👻
Setelah makan daging pun, akhirnya Ilham dan Bunga memutuskan untuk tidur tapi Bunga masih saja mengganggu Ilham.
"Am, apa kamu sudah tidur?"
"Astaga, ngapain kamu ke kamar aku."
"Aku belum ngantuk, apa kamu sudah ngantuk?" tanya Bunga.
"Iya, sudah sana kamu juga tidur besok kita akan pergi."
"Pergi? pergi kemana? apa kita akan kencan?" tanya Bunga dengan antusiasnya.
"Iya."
"Yeayyy...ya sudah kalau begitu aku akan tidur."
Bunga langsung menghilang dan muncul diatas sofa. Bunga sangat bahagia sekali akhirnya dia akan kencan juga dengan Ilham.
Keesokkan harinya...
Pagi ini Ilham sedang mencuci piring dan Bunga pun menghampirinya.
"Pagi Ilham..."
"Pagi juga, oh iya hari kamu ingin pergi kemana?" tanya Ilham.
"Aku ingin makan di restoran, nonton di bioskop, makan ice cream, jalan-jalan, pokoknya aku ingin melakukan hal yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih," sahut Bunga dengan semangatnya.
"Oke..."
Saat ini Ilham sudah siap, Ilham tampak sangat tampan dengan celana jeans dan kemeja warna maroon. Ilham menunggu Bunga di pinggir jalan depan rumah susunya, Ilham membenahi dan merapikan rambutnya dengan bercermin ke kaca jendela sebuah mobil yang sedang terparkir.
Tapi sialnya ternyata didalam mobil ada orangnya, orang itu menatap aneh kepada Ilham membuat Ilham tersenyum kikuk dan langsung pergi.
Sementara itu di dalam kamar Ilham, Bunga tampak kebingungan dengan apa yang akan dia pakai. Bunga sama sekali tidak punya gaun kecuali hanya dress yang setiap hari dia pakai.
"Ya ampun, aku tidak punya baju untuk kencan masa aku harus pakai baju ini sih," gumam Bunga.
Setelah sekian lama, Bunga pun sudah siap membuat Ilham tampak melotot. Bagaimana tidak melotot, Bunga memakai baju hitam-hitam yang biasa dipakai untuk memburu hantu.
Akhirnya Ilham mengajak Bunga untuk mampir dulu ke toko baju untuk membelikan Bunga baju. Layaknya pasangan normal, Ilham menyuruh Bunga untuk mencoba pakaiannya. Pilihan Bunga jatuh kepada gaun pink dan sepatu warna putih.
Bunga sangat bahagia sekali, mereka berjalan bergandengan tangan. Ilham mengabulkan semua keinginan Bunga, dari makan ice cream, makan di restoran, dan terakhir nonton di bioskop.
"Apa kamu senang?" tanya Ilham.
"Senang sekali, terima kasih ya."
Semua orang yang berada di samping Ilham tampak melihat dengan tatapan aneh. Mereka melihat Ilham tersenyum sendiri, bicara sendiri, bahkan Ilham terlihat seperti menyuapi seseorang yang sama sekali tidak terlihat.
Tapi Ilham tidak memperdulikan itu, dia asyik bercanda dengan Bunga. Karena hari sudah malam, Ilham pun mengajak Bunga untuk pulang.
Malam ini hujan turun sangat deras bahkan disertai dengan petir membuat Bunga berteriak ketakutan, Ilham pun bangun dan menghampiri Bunga.
"Kamu kenapa?"
"Aku takut Am, barusan aku baru saja ingat aku kecelakaan ditengah-tengah hujan deras tapi tetap saja hanya itu yang aku ingat."
Ilham duduk disamping Bunga, dan menyandarkan kepala Bunga ke pundaknya.
"Am, apa aku boleh tanya?"
"Mau tanya apa?"
"Apa penyebab orangtua kamu meninggal?"
"Ibu meninggal karena tertabrak mobil saat menyebrang sesaat setelah mengantarkan aku sekolah, tapi anehnya aku seperti melihat sebuah bayangan hitam yang tiba-tiba mendorong Ibu sehingga Ibu bisa terdorong dan akhirnya tertabrak mobil."
"Bayangan hitam?"
"Iya, entahlah itu bayangan apa. Sedangkan Ayahku, aku sama sekali tidak tahu penyebab kematiannya yang jelas Ayah ditemukan sudah tidak bernyawa dibelakang rumahku."
"Aku rasa kematian orangtuamu sangat misterius, terus sejak kapan kamu bisa melihat hantu?" tanya Bunga.
"Sejak usiaku baru lima tahun, kata Ayahnya Wahid ada roh yang mendiami tubuhku."
"Apa? roh?"
"Iya, sudah banyak orang pintar bahkan dukun sakti yang ingin mengeluarkan roh itu dari tubuhku tapi mereka semua tidak sanggup, katanya roh yang ada ditubuhku sangat kuat tapi kata Ayahnya Wahid, roh itu baik dan sebenarnya berniat melindungiku."
"Oh begitu, pantas saja saat kamu melawan para hantu kamu kuat sekali dan bisa mengalahkan mereka."
"Ya begitulah."
"Oh iya Am, aku mau mengucapkan terima kasih karena selama ini kamu sudah merawat aku dan memberiku tempat tinggal, kalau aku tidak bertemu denganmu, aku tidak tahu bagaimana nasibku," seru Bunga.
Ilham tersenyum ke arah Bunga, hingga tidak lama kemudian mereka pun tertidur dengan bertumpu kepada kepala masing-masing.
👻
👻
👻
👻
👻
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU