NovelToon NovelToon
Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: lara hati

Kania indira putri dipaksa menikah dengan anak Majikan yang sedang patah hati.
Padahal ia tahu sejak Awal bertemu Aran sangat membenci dirinya.

Dia kerap menjadi ajang pelampiasan kekasalan Aran.

Tapi apa hendak di kata karena hutang dan balas Budi Kania harus menerima takdir menjadi istri Seorang Aran Maheswara yang dingin dan angkuhnya tidak ketulungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua puluh tiga makan bersama

Operasi Silvia berhasil.

Namun kemurkaan Adiwijaya tetap tidak dapat di hentikan.

Pria itu masih menyalahkan Aran, tetap penasaran mengapa Aran berada di apartemen Silvia menjelang dini hari. Muncul prasangka- prasangka, jika Aran dan Silvia masih berhubungan diam- diam tanpa setahu Abimanyu.

"Kamu mengetahui Abi, sedang perjalanan dinas Lalu kamu datang untuk membujuk Silvia...Silvia menolak keinginanmu, dan kamu mencelakainya.." Tuduh Adiwijaya.

Ingin sekali Aran tertawa mendengar tuduhan konyol Adi Wijaya. Andai keadaan Silvia baik- baik saja mungkin Aran akan balas menghajar pria menjengkelkan itu.

"Anda salah paham...saya datang karena Silvia yang minta" Sahut Aran.

"Di telpon suaranya terdengar panik dan sangat ketakutan. Silvia minta tolong padaku,Makanya saya bergegas datang tanpa berpikir."

"Bohong! untuk apa dia minta tolong padamu, dia punya keluarga dan suami untuk menjaganya" kukuh Adiwijaya.

"Putri Anda masih mencintai saya...dan masih menganggap saya orang yang paling ia butuhkan dalam hidupnya"

Aran tidak tahu bagaimana menjelaskan situasi pada manusia yang memiliki karakter keras Seperti Adiwijaya.

" Saya akan laporkan kejadian ini pada polisi, Aku yakin, mereka akan menemukan bukti jika kau yang sudah sengaja mencelakai putriku. Karena tidak bisa menerima jika putriku menikahi pria lain .."

" Berhenti menuduh putraku, yang tidak- tidak. Pak tua!"

terdengar suara merdu wanita menghentikan perdebatan Aran dan Adi wijaya.

Karena terus sibuk berdebat, tak ada yang sadar dengan kedatanganya.

" Seharusnya, anda berterima kasih, karena putra saya masih mau menolong putri anda, Tuan Adi.. Silvia sudah membuat menantu saya khawatir semalaman karena menunggu suaminya pulang."

Aran terkejut, ibunya menyusul ke rumah sakit. Tidak hanya itu, dia juga membawa Kania bersamanya.

Kinasih berkacak pinggang dengan mata berkilat bagai sinar laser siap merobek keluarga menyebalkan itu

Kinasih melihat Adiwijaya sinis.

"Putra saya sangat lelah. Sebelum ke Apartemen Silvia, dia baru pulang kerja lembur. Saya yakin hingga saat ini putra saya sama sekali belum tidur. Karenaengurus istri dan putri seseorang yang tidak tahu diri. Dan anda masih bisa menyalahkannya begitu saja, Ckck...Anda benar- benar sulit di jelaskan." Sindir Kinasih.

Aran mendekat.

" Mama ngapain kesini? pakai bawa- bawa dia segala.." bisik Aran di telinga Mamanya.

Kania yang dilirik hanya menunduk.

Tadinya dia keberatan ikut tapi Kinasih terus memaksa.

Kania sungkan akhirnya mengalah.

Kini Aran malah melihatnya tak suka.

Keluarga Adi Wijaya tampak tertegun.

Ada yang menarik pendengaran mereka.

Kompak mereka melihat pada sosok gadis berhijab dengan pakaian serba coklat itu, gadis itu berdiri diam di samping Kinasih sambil menunduk.

" Aran sudah menikah? kenapa kita tidak tahu?"

" Kejutan sekali..."

Mereka mulai berbisik satu sama lain.

" Cih! menikah, aku yakin pernikahan itu hanya pernikahan terpaksa, Aran tidak mungkin bisa melepaskan putriku..yang dia inginkan hanya Silvia.

" Anda, Percaya diri sekali."

"Aran, kau tidak menyambut istrimu, sejak pagi dia sudah susah payah memasak makanan kesukaanmu, pergilah makan bersamanya...kau pasti kelaparan. Mama yakin keluarga tak tahu diri ini, mana mau memikirkan perutmu."

Kinasih mengedipkan mata pada Kania.

Glek!

Kania menelan ludah.

Ragu membuka mulutnya.

Dia merasakan bibirnya bergetar.

" Sa-Sayang....Ayo makan .."

Wajah Kania langsung bersemu merah. dia sama sekali tidak berani membalas tatapan Aran. Apalagi Aran yang merasa sangat bingung dengan apa yang baru di dengarnya.

"Pelayan itu memanggilnya Apa? Sayang....!?

Aran melirik Ibunya yang tersenyum di kulum.

" Cepat pergi, kasihan istrimu menunggu." Perintah Kinasih.

Aran berjalan patuh dengan raut muka sulit dijelaskan.

Mereka menuju kantin rumah sakit.

"Kau sudah gila!?! berani memanggilku sayang di depan semua orang..?"

memperhatikan Kania yang sedang menyusun Rantang di atas meja

Rantang itu berisi makanan kesukaan Aran.

wajahnya masih memerah karena malu.

"Aku juga tidak suka..tapi Mama yang minta..." Jelas Kania.

Aran mendengus.dan meliht satu persatu makanan itu

"Apa ini enak?" tanya Aran.

Sebenarnya dia sangat berminat dengan makanan itu.

Semua makanan kesukaannya,Nasi putih, Rendang daging, kentang goreng dan dadar gulung sosis. Apalagi dia tidak sempat makan apa pun sejak pagi.

Tapi tidak ingin terlihat di depan Kania.

" Cobalah dulu..jika tidak suka, Tinggal memesan makanan kantin rumah sakit"

Sahut Kania mulai mengisi piring Aran dengan makanan.

Aran mencicipinya sedikit.

" Semua ini, kau sendiri yang masak? bukan bi Omah dan Bi Mimi."

Kania tidak menjawab, dia menunggu reaksi Aran tentang rasa makanannya.

"Hmmmm..luamayan Enak.."

" Tuan, menyukainya?."

Aran tidak menjawab tapi hanya mengangguk pelan."

Kania tersenyum lega.

Ternyata Aran menyukai masakanya.

Ternyata saat tidak sedang marah, Aran terlihat sangat mempesona.

sangat-

Manis....

"kau tidak makan?" tanya Aran, melihat Kania sedang bengong menatap dirinya makan.

" Aku..sudah tadi"

Aran mendongak, melihat wajah Kania yang tersenyum kikuk"

Dia langsung tahu gadis itu berbohong.

pasti dia terlalu sibuk memasak dan tidak sempat makan.

"Jangan bohong, aku tahu kamu belum makan...Ayo temani aku makan. jangan hanya memelototiku. membuat nafsu makanku hilang saja."

Uhuk!

Kania batuk.

Malu hati mendengar Aran menuduhnya memandanginya dengan melotot.

Apa memang seperti itu.

" Maaf..!?"

" Hmmmm..."

Kania dengan sedikit canggung mengisi piringnya dan menemani Aran makan.

1
Nathan Mahsuri
lanjutt
Susanti
sudah ngak nulis LG ya thorr, sehat kak
Elly Supar
penasaran euy
Irene
mana nih up nya
Irene
ditunggu up nya
Glastor Roy
up
Uni Rasid
lanjut up thor
Imanuelsitorus Imanuelsitorus
lanjut dong kak
Ina Yuni Novika S
kapan up lagi Thor.... masih penasaran sama kisah Aran dan Kania.... semangat dan sehat ya thor
Ina Yuni Novika S
lanjut Thor.... menunggu saat Aran bucin dan ditinggal kabur sama Kania.... penasaraannn
Farida Wahyuni
lama ga up kaka?.udah februari tp belum ada bab yg baru..semoga kaka authornya sehat2 terus.
Farida Wahyuni
akhirnya ada jalan kania lepas dari tuan muda sombong. lepaskan aja kania, aran. apalagi kalau kamu tdk suka atau benci sama dia. cari sj silvia, kamu bisa nikahin aja dia setelah jadi janda.
Farida Wahyuni
kania jangan mudah jatuh cinta sama aran, biarkan aran yg duluan jatuh cinta, biar mampus dia udah hina2 kanian lalu jatuh cinta, hehheh bakal lucu nih jadinya kalau gini.
Rabiatul Addawiyah
Ayoo Lee ambil Kania dr Aran.. biar Aran ga sombong merasa paling ganteng, dan ngga semena-mena terhadap Kania.
Lanjut thor
Rabiatul Addawiyah
Aran gemblung... kasian istrinya hanya dijadikan pelayan..
Lanjut thor
💕KyNaRa❣️PUTRI💞
cih tidak ada nya menghargai istri .......meskipun tak punya harta tpi jngan di hina
Farida Wahyuni
yah cuma up 1 bab, aku penasaran dg aran dan kania, ga sabar liat mereka jatuh cinta😊
Sincan Rivai
lanjut
Rabiatul Addawiyah
wah up jg thor 👍👍 ditunggu trus kelanjutan novelmu ya thor...
Semangat thor
Farida Wahyuni
kok belum update ya kaka? aku udah nunggu2 bgt nih. semangat ya kaka author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!