Kelanjutan dari The Heaven Land 2
Setelah mengetahui siapa dirinya sebenarnya, Hao Chen mulai bertindak sebagai bentuk perlawanannya.
Dia tidak berusaha menghapus takdir, tapi dia berusaha mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gilang imannuel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 402. Ambisi Hao Chen
Disisi yang berbeda, Wu Yue yang disertai Lin Luye sedang pergi menuju ketempat Hao Chen menginap, tidak ada niat buruk ataupun sesuatu yang disembunyikan, hanya ada rasa penasaran Dimata mereka.
"Sister Wu, apakah kau benar-benar yakin jika Senior Hao berasal dari luar Gugus Bintang?" tanya Lin Luye dengan sedikit keraguan dimatanya.
Wu Yue mengambil nafas sejenak, dan segera berkata, "Ini memang hanya spekulasi saja, tapi dia memiliki darah ras Manusia, tapi dia sama sekali tidak mencerminkan ciri khas ras Manusia Primal, dan mungkin saja dia berasal dari luar Gugus Bintang ini, jika tidak bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki ciri khas penghuni Gugus Bintang ini, bisa berada ditempat ini?"
"Aku mungkin memiliki pemikiran yang berbeda, sebab dia mungkin saja seorang darah campuran sepertiku." Ucap Lin Luye dengan ekspresi suram.
"Luye...kita lihat saja dulu, jika memang benar ia berasal luar Gugus Bintang, maka kita memiliki kesempatan untuk pergi dari tempat aneh ini." Wu Yue segera memeluk gadis itu sambil menepuk kepalanya dengan lembut.
Setelah itu mereka berdua segera sampai didepan kamar tempat Hao Chen beristirahat, tapi Wu Yue dikejutkan oleh penjaga yang mengawasi kamar tersebut, dia menjadi sangat pucat dan gemetaran ketakutan.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Wu Yue dengan bingung.
Penjaga itu mengangguk-angguk dengan ekspresi gemetaran, "T-Tidak apa-apa, hanya saja aku dapat merasakan hawa berbahaya beberapa saat lalu dari balik kamar ini, maka dari itu aku hampir tidak memiliki keberanian untuk bergerak."
"Huh...kalau begitu, kau bisa pergi dulu, ada yang ingin kami bicarakan dengan Senior Hao." Ucap Wu Yue dengan nafas terengah-engah.
"Tapi Nona...jika kau kenapa-kenapa, maka kami akan mendapatkan masalah besar." Penjaga itu nampak ragu untuk meninggalkan tempat ini.
"Tidak apa, alaskan kita tidak memiliki niat buruk padanya, aku yakin dia tidak akan menyakiti kita." Wu Yue masuk kedalam dengan anggukan ringan.
Namun apa yang dikatakan oleh pengawal tersebut benar adanya, hawa mematikan terpancar dari tubuh Hao Chen yang sedang bermeditasi, dan ada semacam tekanan yang menakutkan sehingga membuat mereka hampir berlutut.
"S-Senior Hao...kami disini datang berkunjung." Wu Yue segera menunjukkan rasa hormatnya, walaupun tekanan mematikan Hao Chen masih terpancar.
Hao Chen secara perlahan membuka matanya, dan ia segera mengerutkan keningnya saat menatap kedua gadis tersebut.
Lalu ia segera mengerakan tangannya dengan ringan, dan sebuah kesadaran ilahi segera menutupi hampir seluruh ruangan serta menutup pintu kamar tempat ia tinggal.
"Berhenti menjadi panik, aku hanya mengisolasi tempat ini agar tidak ada yang menguping." Ucap Hao Chen dengan ekspresi datar.
Wu Yue dan Lin Luye yang gemetaran hebat dan disertai oleh rasa takut yang kuat, secara alami langsung menjadi lebih tenang saat aura mematikan dari Hao Chen menghilang.
"Ada apa kalian mendatangiku?" tanya Hao Chen dengan ekspresi datar.
"Kami hanya ingin berkunjung saja, tapi kami akan pergi jika hal ini menganggumu." Jawab Wu Yue dengan senyum gemetaran.
"Hah...aku tidak bermaksud melakukan hal ini, tapi para bajing*n tua itu selalu mengawasiku, jika bukan karenamu aku akan langsung menghancurkan Jiwanya, jadi setelah kalian pergi beritahu dia agar tidak macam-macam padaku." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.
"I-Iya kami mengerti, maafkan atas ketidak nyamanannya Senior Hao!" Wu Dan Lin Luye segera menundukan kepalanya berkali-kali karena ketakutan.
"Em...kalau begitu, bukannya kalian berdua ingin bertanya kenapa aku tidak memiliki ciri khas ras Manusia Primal pada Gugus Bintang ini bukan?" tanya Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.
"Kau sudah tau?" Lin Luye menatap Hao Chen dengan ekspresi syok.
Hao Chen hanya memasang ekspresi datar dan hanya mengangkat bahunya.
"Jadi! apakah Senior Hao benar-benar berasal dari luar Gugus Bintang ini?!" Wu Yue segera bertindak cepat dengan ekspresi penuh tanya.
Hao Chen sedikit terkejut dengan respon yang cepat dari Wu Yue, memang pada awalnya dia akan tau apa yang akan terjadi ketika ia mengungkapkan bahwa indentitasnya sebagai orang luar Gugus Bintang ini.
"Ah! maafkan aku..." Wu Yue segera mundur dsn duduk dihadapan Hao Chen dengan ekspresi tenang, walaupun tubuhnya tidak menunjukkan ketenangan yang sebenarnya.
"Kenapa kalian bersikap seperti ini hanya karena aku berasal dari Gugus Bintang ini?" tanya Hao Chen dengan ekspresi datar.
Wu Yue mengambil nafas dalam-dalam dan segera berkata dengan lesu, "Tentu saja, karena jika Senior bisa kemari maka pasti ada juga jalan keluarnya. Kami penghuni Gugus Bintang ini sudah terkurung sejak lama, bahkan leluhur pertama kami saja sampai membunuh dirinya sendiri karena terkurung ditempat ini tanpa adanya tujuan yang jelas, dan setiap orang sudah pasti memiliki harapan untuk lepas dari tempat ini dan menjelajahi dunia yang lebih luas lagi."
Hao Chen mengerti perasa mereka, siapa pun pasti tidak akan pernah senang dikurung ditempat yang sama sampai tidak bisa keluar, bahkan sampai sekarang pun mereka masih dikurung tanpa pernah menemukan celah sedikitpun untuk bisa keluar.
"Aku memang tidak ingin menghancurkan harapanmu, tapi aku sendiri pun tidak tau bagaimana caranya keluar dari Gugus Bintang ini, dan lagi aku bisa sampai ditempat ini hanya karena sebuah ketidaksengajaan." Ucap Hao Chen sambil menghela nafas berat.
Sontak Wu Yue menjadi terdiam, harapannya untuk bisa keluar dari Gugus Bintang yang bagaikan penjara ini hilang seketika, bahkan Hao Chen tidak segan-segan untuk mengatakan semua kebenarannya.
"Hey! bukankah kau sedikit berlebihan?!" Lin Luye menatapnya dengan sangat marah saat ia memenangkan Wu Yue.
Hao Chen menyipitkan matanya dan berkata dengan suara keras, "Lebih baik aku jujur secara langsung dari pada memberikan sebuah harapan palsu, jika aku memberikannya sedikit harapan, apakah hal itu akan membuatnya lebih baik? bahkan aku sendiri tidak tau bagaimana caranya bisa keluar dari Gugus Bintang ini."
Lin Luye terdiam dengan ekspresi suram, sebab semua yang dikatakan oleh Hao Chen benar semua, bahkan ia tidak bisa melawan seperti apa.
"Selain itu, bukannya kalian sedikit bodoh sampai tidak bisa memanfaatkan keunggulan dari Gugus Bintang ini untuk berkultivasi? setidaknya jika kalian mampu mencapai ranah Dewa Kesempurnaan, maka ada seratus persen kemungkinan kalian bisa pergi dari Gugus Bintang ini." Ucap Hao Chen sambil menghela nafas panjang.
Setelah cukup lama berfikir, Hao Chen sudah memiliki cara untuk melepaskan diri dari Gugus Bintang yang diselimuti oleh Badai Ruang Waktu ini, dengan memanfaatkan kekuatan fisik serta Jiwa yang sangat kuat, melewati Badai Ruang Waktu akan sangat mudah baginya.
"Dewa Kesempurnaan? bukannya ranah tertinggi itu hanya ada pada Kaisar Agung?" Wu Yue sedang sedih tiba-tiba bertanya.
"Sepertinya kalian benar-benar terisolasi sangat lama. Dengar ini baik-baik, diatas ranah Kaisar Agung ada ranah Dewa Kesempurnaan, lalu Dewa Tertinggi, dan terakhir adalah Saint, tidak hanya itu masih ada ranah yang lebih tinggi lagi ketika kalian naik keatas Dunia Global atau dikenal sebagai Dunia Utama, contohnya {Celestial Lord, Penguasa Surga, dan Penguasa Tertinggi}" Ucap Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.
"Masih ada ranah yang lebih tinggi lagi? tapi pada leluhur kami mengatakan bahwa Kaisar Agung merupakan puncak dari segalanya." Ucap Lin Luye dengan ekspresi tercengang.
"Sepertinya kalian memang tidak mengetahuinya, pantas saja aku sama sekali tidak merasakan adanya seorang Dewa Tertinggi ataupun Saint di Gugus Bintang ini, padahal sumberdaya yang dimiliki sudah sanggup membuat lima atau sepuluh orang mencapai ranah Saint." Hao Chen mengelengkan kepalanya dengan ekspresi kecewa.
Seakan harapan muncul, Wu Yue segera bertanya lagi dengan perasaan yakin, "Tapi selama para leluhur kami ada disini, tidak ada yang tau ataupun berhasil mencapai ranah diatas Kaisar Agung, namun jika seseorang mampu melampaui batas ini mereka akan mampu keluar dari Gugus Bintang ini bukan?"
"Hah...Dewa Kesempurnaan itu merupakan sebuah tingkat yang jauh lebih kuat dari ranah Kaisar Agung, sebab seseorang akan melepaskan jati dirinya sebagai seorang Dewa biasa untuk memulai perjalanannya sebagai seorang Penguasa, jadi untuk melewati Badai Ruang Waktu sudah merupakan hal yang biasa dilakukan oleh Dewa Kesempurnaan." Jawab Hao Chen dengan senyum mengejek diwajahnya.
"Kalau begitu...masih ada harapan! walaupun masih belum jelas, tapi ibu merupakan sebuah harapan yang sangat besar!" Wu Yue berkata dengan semangat.
"Nona Wu, kita akan sebentar lagi akan mendarat di Bintang Tiga Aliansi, kami harap Nona Wu segera datang kepusat komando."
Sebuah pengumuman terdengar keras dan terdengar keseluruhan Starship, sehingga Wu Yue yang sedang senang pun segera pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Hao Chen, dan Lin Luye hanya bisa menunduk kepalanya sebagai penghormatan.
"Sepertinya aku sudah mengetahui apa penyebab dari munculnya Badai Ruang Waktu menutupi Gugus Bintang ini, dan ini merupakan tindakan yang sangat menjijikkan! buruknya lagi mereka yang ada disini kultivasinya sengaja ditekan sampai ranah Kaisar Agung."
"Tapi...jika aku bisa mengambil kendali atas Gugus Bintang ini, dengan kekuatan Ras dari Era Penciptaan yang sangat kuat sebagai bawahan, aku yakin kekuatan serta pengaruhku akan meningkat drastis, dan aku juga memiliki beberapa rencana untuk membebaskan Gugus Bintang ini dari belenggu." Hao Chen bergumam sambil memikirkan potensi luar biasa dari Gugus Bintang ini.
Hao Chen tersenyum tipis dengan tekad yang kuat dari matanya, ambisi yang sangat kuat terpancar jelas dari auranya.
"Kalau begitu sudah jelas! Aku akan menjadi seorang Kaisar Agung yang akan berkuasa atas Gugus Bintang ini, dan walaupun memerlukan cukup banyak waktu untuk berhasil, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan semua yang ada didalam Gugus Bintang ini."