Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
" Cieee... Mama Papa... " ledek anak IPS 1 melihat Hanin yang mendorong Afkar kesal sedangkan Afkar yang terdorong hanya tertawa tawa.
" Afa balikin ngak hp gue " kesal Hanin " ilah... Simi simi ntar kesepian "
" jomblo banget lo, mainnya sim simi " ledek Afkar mengangkat tinggi hp Hanin. " mending lo sama gue " bisik Afkar
" ogah " ketus Hanin, dia melompat tapi Afkar makin meninggikan hp Hanin lagi sambil menjinjit.
" Pa... ada yang nyariin " panggil Miya " ngak usah mesra mesraan mulu sama Mama "
" idih siapa yang mesra mesraan, woi.. Satbang balikin hp gue " Afkar menjitak kening Hanin " sakit njir. "
" sudah gue bilang jangan ngumpat " ucap Afkar dia menoleh ke pintu dimana ada gadis menatap mereka " kenapa Sil? "
" ah itu... pak Juan minta laporannya " beritau Sisil dia menatap Hanin yang masih berusaha mengambil hpnya
" nanti gu-akh.. " ringis Afkar karena Hanin menggigit tangannya yang lain " Nin.. gigi lo mau tumbuh ya? sakit banget gigitnya "
" sengaja " Hanin langsung mengambil hp nya begitu Afkar lengah, Sisil masuk kelas dan mendekati Afkar
" ka.. kar lo ngak apa? "
" cih " decih Hanin, " ilah baru gitu doang " cibir Hanin
" gue ngak apa apa, laporannya nanti gue sendiri yang kasih ke pak Juan " Afkar beralih menatap Hanin, Hanin menjulurkan lidah ke arahnya
" beuh si Mama... awas papa diembat cewek lain " ucap Zain
" coba saja kalau berani "
" Cieeeeeee... " ledek satu kelas, Afkar menyeringai dari tempatnya.
" cie... kan cie.. " Ciara mencolek dagu Hanin yang cemberut " cie... pj ma... pj.. "
" jadi tawaran gue kemarin di terima Nin? " Hanin menunjukkan kepalan tangannya ke Afkar.
" tuh Pin. papa aja udah jalan lo kapan " Zain memukul lengan Kevin yang memang mengganggu Sasya mencatat.
" lah palingan ngerem tengah jalan " ujar Kevin menarik narik rambut Sasya.
" heh... minggat ngak lo " Sasya menyikut perut Kevin, cowok itu meringis karena Sasya menyikutnya dengan tenaga " rasa "
" gue pecat lo jadi anak gue " kata Afkar enteng dia menuju mejanya mengambil laporannya " awas kalau ada yang bolos "
" lah si alpin de cireng udah ngak di kelas, Sabrina juga " Fadly memberitau
" Alvin sama kutu loncat biar gue yang nyari " ucap Afkar " ck, paling cari gosip lagi si Bina "
" siapa yang kutu loncat? " tanya Aryan
" kutu lo yang loncat loncat " saut Baim
" diam lo bocah " Aryan melemparnya buku tipis Baim menghindar
" ngak kena,... " ledeknya, Aryan berdiri dan menghampiri Baim yang menghindar lebih dulu jadilah kejar kejaran di kelas
" set dah.. "
" woi kaki gue " pekik Miya yang tidak sengaja terinjak
" tikus got, buku gue "
" kampreet .. " Hanin menarik baju Baim dari belakang " Yan nih yan "
" wah... Mama ngak adil... Papa... " Baim berusaha lari sedangkan Hanin masih memegangnya sambil tertawa
" kena lo " Aryan mendekat dia memungut bukunya menggulungnya dan memukulnya ke lengan Baim.
" gue ikutan " Zain baru maju mereka bertiga langsung bubaran " Satbang "
" bukan temen gue " Hanin, Aryan dan Baim berucap bersamaan
" njir.. "
" gue mau ke kantin " lapor Ciara
" gue temenin deh, mereka bertiga pengkhianat " Zain mengekori Ciara " pengkhianat "
" jagain Ciara " titah Hanin
" lo yang gue hajar kalau ada yang gangguin Ciara " ancam Aryan
" ilah... lo siapi sih Cel? anak presiden "
" anak raja mah gue " jawab Ciara " ada yang mau nitip ngak? "
" nitip hati abang aja neng " seru Kevin
" njir... sepik aja semua Pin " Budi yang main di sampingnya menimpali " ck..."
" kenapa lo? "
" ngak dikabarin ceweknya tuh " Caka yang main bareng menjawab " gue bilangin ya. lo bukan satu satunya "
" anjir da ah, dia itu kapten cheers di sekolahnya palingan sibuk "
" sibuk mulu " cibir Kevin.
" gue mau ke kelas tupai mau ngerumpi sama Sean " Hanin beranjak dari duduknya
" woi sudah mau bel, lo mau di amuki cowok lo " Ucap Aryan sambil bermain peran jempol sama Baim " njir... woi curang lo gue kan lagi ngomong "
" kalah ya kalah... " tawa Baim dengan senang hati menjitak kening Aryan
" gue balik kalau sudah bel "
Hanin berjalan sendirian, matanya memicing melihat Ciara dihadang beberapa cewek.
" ngak kak... ini punya teman saya "
" elah... ngak usah pelit lah... emang berapa sih harganya itu " Cewek jangkung menarik kantong berisi snack di tangan Ciara sampai lepas baru saja dia mau mendekat Zain yang entah muncul dari mana mengambil kresek itu
" maaf nih kak, ini punya saya " Zain memasang senyuman manis seribu wattnya " balik kelas yuk " Zain menarik pelan tangan Ciara " Mama.... "
Hanin memutar bola mata jengah Zain melambai lambai gila ke arahnya.
" Ma.. Papa dua duaan di ruang OSIS "
" ngak usah gosip " Ciara mendekati Hanin " udah Ma, jangan di dengerin manusia nista "
" Boncel lo gitu ya "
" idih... Ma.. masa gue ditinggal sendirian tadi, dih katanya mau nemenin " lapor Ciara
" gue ke WC " Zain membela dirinya karena mendapat tatapan tajam Hanin
" ngak Ma, tadi dia jalan sama adek kelas "
" Cepu lo boncel " sungut Zain "ngambek gue "
" sudah bel woi " Afkar yang dari ruang osis mendekati mereka, Hanin mendengus
" ngak jadi kan gue ngapelin Kennan " gumamnya yang masih di dengar mereka
" cemburu tuh Pa " ledek Zain, Hanun menendang kakinya.
" sudah sudah... masuk " Afkar membalikkan badan Ciara dan Zain mendorongnya pelan ke kelas. " Nin "
Hanin membuang muka dan melongos dengan muka di tekuk, dia bahkan menerobos Zain dan Ciara..
" kenapa lagi tuh anak "
" nih pa pelakunya.." Ciara menunjuk Zain
" kenapa jadi gue? "
" lah emang elo nyebarin gosip palsu, pa masa ya pa dia laporan ke Mama kalau Papa dua duaan sama cewek di ruang OSIS " lapor Ciara
" wah.... pengkhianat "
" bego lo, Astaga... baru juga di terima " sungut Afkar masuk kelas menyusul Hanin.
" Mama kalau ngambek lucu "
" lucu kepala lo peyang " sembur Ciara
Afkar langsung duduk di samping Hanin tentunya tidak di respon gadis itu.
" cemburu ya? "
" siapa? gue? ngarep " Hanin memalingkan wajahnya keluar jendela dengan iseng Afkar menarik narik ujung rambuntnya " sakit bego. "
" peka sedikit kenapa sih, Nin? "
tbc
dan 2024 anakku lahir ta kasih nama hanindya😍
kangen sama karya baru nya mak 😂