NovelToon NovelToon
CEO BUCIN

CEO BUCIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest
Popularitas:952.6k
Nilai: 5
Nama Author: Seolpa

Demi mengejar impian dan cintanya Ayuna rela meninggalkan kota kelahirannya berharap agar dia bisa menghapus kenangan buruk dan menyakitkan di masa lalu. Dan juga agar bisa dekat dengan tunangannya yang sudah lebih dulu bekerja di ibukota.

Namun siapa sangka jalan yang dia pilih malah menuntunnya bertemu dengan Alvaro Ivander, CEO yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan yang rumit diantara mereka malah membuat Ayuna semakin tidak bisa lepas dari genggaman Alvaro. Apalagi Ayuna adalah wanita yang selama ini dicari oleh Al.

~ Akankah kisah cinta mereka berjalan mulus??? Ikutin terus ya jangan di skip!!! ~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seolpa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

" Maaf semua saya terlambat " ucap Ayuna begitu sampai di divisi keuangan.

" Gak apa - apa na " ucap Karin.

" Ada apa mbak? " tanya Yuna pada Karin saat melihat ketiga rekannya pada serius dengan ponsel.

" H-hmm itu...".

" Na, ada hubungan apa lo dengan tuan Al? " tanya gina begitu menyadari kehadiran Yuna.

" Maksudnya? " Ayuna tidak mengerti.

" Ini elo kan? " Gina menunjukkan video saat tuan Al memanggil namanya dan mengejarnya di lobi tadi.

" Ya Allah, " batin Yuna saat melihat video itu.

" Iya " jawab Yuna.

" Terus? " tanya Gandhi.

" Ini semua gak seperti yang kalian pikirkan " ucap Yuna.

" Maksud lo? " tanya Gina lagi.

" Itu memang aku, tadi tuan Al maksa aku untuk ikut dengannya dan karena aku kesal makanya aku tinggal begitu saja " jelasnya.

" Memang kalian kemana? " tanya Gandhi.

" I - itu... tuan Al bawa aku ke Royal Mall dia nyuruh aku belanja keperluan hariannya yang habis " bohong Yuna.

" Maksudnya lo di suruh belanja keperluan dapur gitu? " Gandhi mencoba memperjelas.

" I - iya " jawab Yuna.

" Memang tuan gak punya pembantu? " ucap Gina.

" Gak tau " Ayuna berpura - pura tidak ambil pusing dan kembali ke mejanya.

" Tapi na, menurutku kamu harus lebih berhati - hati " ucap Rafael.

" Memangnya kenapa mas? " Yuna tidak mengerti.

" Kamu kan tahu itu dikirim ke grup chat perusahaan dan pasti saat ini semua fansnya tuan Al akan mencari tahu siapa kamu " pesan Rafael.

" Iya benar itu na " sambung Karin.

" Tapikan kalian tahu aku gak ada apa - apa dengan tuan Al " sanggah Yuna.

" Yuna, kami semua tahu apa yang terjadi dengan kamu, tapi karyawan lain kan tidak jadi saran kami lebih baik kamu berhati - hati " ucap Rafael.

" Baiklah " Ayuna setuju dengan keempat rekannya.

" Semua ini karena tuan Al " gerutu Yuna dan kembali melanjutkan pekerjaannya untuk persiapan meeting besok.

🌸🌸🌸

" Duluan ya " ucap Gandhi dan Karin.

" Kita bareng aja " ajak Rafael, Ayuna dan Gina mengganguk.

" Na, udah kelar untuk meeting besok? " Gina menatap Ayuna saat mereka berada di lift.

" Sudah " jawab Yuna.

" Eh, bukannya itu wanita yang ngegoda tuan Al? " bisik karyawan yang baru masuk lift.

" Iya benar " ucap yang lainnya sambil memandang Yuna dari atas ke bawah.

" Ih model begini doang, emang bisa? " mereka terus berbicara seolah tidak ada Yuna di sana.

" Gue mah yakin tuan Al kagak tertarik ngelihat tampangnya " mereka terus menjelek - jelekan Ayuna.

" Hei... itu mulut bisa dijaga gak? " Gina kesal mendengar omongan mereka.

" Kenapa emangnya? " tanya yang lain.

" Itu teman lo? " tanya wanita berkemeja merah dengan rok mini.

" Iya...!!! " ucap Gina.

" Sudah na, gak ada gunanya nangepin mereka " lerai Yuna.

" Tapi mereka keterlaluan, ngejudge lo padahal gak tahu apa - apa " bela Gina.

" Sudahlah, biarkan saja " Ayuna segera membawa Gina keluar begitu lift sampai di lantai dasar begitupun dengan Rafael.

" Na, mereka benar - benar keterlaluan, bisa - bisanya ngatain lo padahal lo ada disana " Gina masih terlihat kesal tiap kali melihat karyawan yang membicarakan Yuna melintas di hadapan mereka.

" Sudahlah, percuma saja cari masalah na, aku gak peduli mereka mau ngomong apa toh aku gak lakuin seperti yang mereka sangka " ucap Yuna.

" Udah yuk kita pulang, kamu ada yang jemput na? " tanya Rafael pada Ayuna.

" Gak mas aku udah ojek online " ucap Yuna.

" Kalau gitu aku duluan ya " pamit Rafael pada mereka berdua.

" Sepertinya dia naksir lo " ucap Gina.

" Apaan sih kamu? " Ayuna hanya tersenyum.

" Beneran, gue belum pernah lihat dia nawarin diri buat nganterin rekan kerjanya " jelas Yuna.

" Ah, perasaan kamu aja " Ayuna tidak percaya.

" Ayuna " panggil Mahen yang melihat Yuna keluar dari perusahaan.

" Mahen " ujar Yuna yang melihat Mahen mendekat ke arah mereka.

" Kamu mau pulang? " tanya Mahen.

" Iya " jawabnya.

" Ayo aku antar " ajak Mahen.

" Tapi aku udah pesan ojek online " tolak Yuna.

" Udah batalin aja, ada yang mau aku bicarain sama kamu " ucapnya.

" Tapi... " Ayuna bingung dan menatap Gina tapi Gina lebih bingung lagi, bagaimana bisa Ayuna mengenal Mahen dan mereka terlihat sangat dekat.

" Please!!! " pinta Mahen dengan wajah manisnya.

" H - hm... baiklah " Ayuna segera membatalkan pesanannya.

" Na, lo kenal dia? " bisik Gina.

" I - iya, dia temanku " jawab Yuna.

" APA??? " Gina sangat terkejut bagaimana bisa Ayuna berteman dengan salah satu penerus keluarga Ivander.

" T - tuan Mahen teman lo? " ucap gina tidak percaya.

" Iya... kamu kenal? " tanya Yuna balik.

" Siapa yang gak kenal dengan Tuan Mahendra Ivander " Gina menyebutkan nama Mahen.

" Siapa? " tanya Yuna ingin memastikan apa yang dia dengar.

" Tuan Mahendra Ivander " Gina memperjelas.

" Kalian membicarakanku ? " tanya Mahen yang sejak tadi hanya menjadi pendengar kedua wanita cantik itu.

" I - iya, eh t - tidak tuan " ucap Gina terbata.

" Itu benar? " tanya Yuna ke Mahen.

" Apa? " tanya Mahen.

" Kamu keluarga Ivander? " tanya Yuna.

" Benar " jawabnya.

" Tapi kenapa kamu gak pernah bilang? " Ayuna masih tidak percaya.

" Kamu gak pernah nanya " jawabnya.

" Ya udah ntar kita bahas lebih baik sekarang aku antar kamu dulu " Mahen tidak ingin berlama - lama di sana.

" Aku duluan ya na " pamit Yuna pada Gina yang masih terkejut.

" Eh, iya... besok gue tunggu penjelasan lo " bisik Gina.

" Ok " jawab Yuna dan mengikuti Mahen menuju mobilnya yang terparkir tidak begitu jauh dari mereka.

" Kita makan malam dulu ya? " tanya Mahen.

" Ok " jawab Yuna.

" Mahen, kenapa kamu gak bilang kalau kamu itu saudaranya Tuan Al? " Ayuna membuka pembicaraan.

" Kamu gak nanya " ucap Mahen.

" Iya, aku kirain kamu itu rekan bisnisnya " ucap Yuna.

" Aku ini sepupu Alvaro " jelas Mahen.

" Masa sih? " Ayuna tidak percaya.

" Kenapa? Kamu gak percaya? " tanya Mahen yang tetap fokus dengan kemudinya.

" Gak, abis kamu dan dia beda banget " ujar Yuna.

" Beda gimana? " tanya Mahen lagi.

" Iya kamu asyik dan baik begini sangat berbanding terbalik dengan si manusia es itu " ucapnya.

" Manusia es? " tanya Mahen.

" Iya itu si tuan Al, dia kan seperti manusia es dingin dan kejam " jelas Yuna.

" Ha..ha..ha " Mahen tertawa mendengar julukan yang Yuna berikan untuk Al.

" Kenapa ketawa? " tanya Yuna.

" Abis kamu lucu dan ngegemesin " ucap Mahen.

" Apaan sih! " Ayuna tersenyum mendengar kelakarnya.

" Kita mau makan dimana? " tanya Mahen.

" Pengen makan nasi " Ayuna mengelus perutnya yang memang sudah minta diisi.

" Baiklah " Mahen membawa mobilnya menuju ke Kawaii Resto.

" Di sini mau? " Mahen memastikan apakah Yuna setuju dengan restoran yang dia pilih.

" Gak masalah " ujar Yuna. Mereka segera memasuki Kawaii Resto dan memesan makanan.

" Na, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan ke kamu " ucap Mahen saat mereka menunggu pesanan datang.

" Apa? " tanya Yuna.

" H - hm... apa hubungan kamu dengan Al? " Mahen memberanikan diri bertanya pada Yuna.

" Maksudnya? " tanya Yuna.

" Aku penasaran dengan hubungan kalian, sepertinya kalian sangat dekat " tanyanya.

" Kami tidak ad..".

" Sedang apa kalian " suara Alvaro mengagetkan mereka.

" Al ".

" T - tuan Al ".

" Kita pulang " Al menarik Ayuna.

" Lepas " Ayuna berontak.

" Lepasin dia Al " ucap Mahen.

" Aku sudah ingatkan kamu jangan dekat -dekat dengannya " ucap Al yang ditujukan pada Mahen.

" Kamu gak punya hak buat ngelarang aku dekat dengan Yuna " jawab Mahen.

" Aku punya hak, karena dia TUNANGANKU " ucap Al.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ilalagagi Gagi
Lumayan
Haposan Parningotan
lanjut dan semangat untuk karya menginspirasi
Yuaridewi
ceritanya sangat jelek..muter" gk jelas
Fatmaa Atie
aku kok nek lihat mahen ya
Agus Perdana
semangat tor makin dalem makin bagus cerita nya semangatttz
Agus Perdana
Masi baca alurr nya se jauh ini oke sihh
Agus Perdana
semangat Yuna
dan buat Author semangat juga nulis nya😊
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
krna Dy hanya bs menyentuhmu
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
emng modus si Al😂😂
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
🤣🤣🤣🤣
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
cwe selingkuhan tunangnmu
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
semangat mas bro
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
widih ada yg jeles nh🤨🤨
kania_pesek
Yuna Yuna bodoh lu ke bangetan amat sihhh ihh ngenes gw lama2
Syafa Aldera
iini mana kelajutanya lgi seruh ni
Qipty Devastya
lm g up
Desi Rizal
upnya dong..
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Qipty Devastya
lm g up
Atin Aza
j
Atin Aza
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!