NovelToon NovelToon
Badboy Insaf

Badboy Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:781.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Srie Moelyanie

Kehidupan seorang Reygen yang bergelimang harta sedari kecil membuatnya selalu bertindak sesuka hatinya.

Ia tak pernah peduli dengan apapun asalkan dia senang dan memuaskan semua egonya baik mengenai keinginan jasmani atau rohani.

Ia hanya berpikir jika semua dapat dibeli dengan uang, tanpa mengindahkan kaidah-kaidah atau norma apapun.

Hal itu semakin menjadi ketika ia kehilangan sosok Kakak yang dekat dengannya.

Sampai kejadian yang diluar ekspektasi harus ia hadapi, yaitu jatuh cinta yang akan merubah kehidupannya sampai 360 derajat.

Manusia hanya berencana, tetapi memang pada akhirnya takdir Tuhan-lah yang paling berkuasa.

Niatnya untuk tidak jatuh cinta pun buyar untuk selamanya, dan ia menemukan apa yang selama ini menjadi keinginan hatinya yang sejati.

Kekuatan cinta telah benar-benar mengubah Reygen sampai di titik paling bahagia.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srie Moelyanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Orang jahat

Pagi yang cerah secerah hati Reygen saat ini. Ia sudah bersiap untuk berangkat ke kantor tanpa harus menunggu alarm pada ponselnya berbunyi. Reygen begitu bersemangat pergi ke kantor dan hal itu karena Ayas akan selalu bersamanya.

Kontrak kerja Ayas hanya satu tahun dan tentu saja hal itu tidak akan di sia-siakan oleh Reygen untuk dapat selalu bersama gadis pujaan hatinya.

Reygen sengaja akan mengajak Ayas untuk meeting menemui Klien bisnisnya dan sekalian mengajaknya makan malam di salah satu restoran terbaik di kota ini.

Ayas sudah mempersiapkan CV untuk di serahkan pada Reygen, sebenarnya CV itu tidak penting untuk Reygen, Ia hanya ingin mengetahui biodata Ayas saja tanpa harus bertanya pada sang pemilik biodata karena gengsi yang masih melekat pada pria tampan pemilik Perusahaan Scalfh itu.

Ayas yang sudah membantu bi Ipah menyiapkan sarapan pagi, kini sudah siap dengan pakaian kantor yang waktu itu di belikan oleh Reygen di salah satu Mall.

Setelan baju blazer warna hitam di padukan dengan jilbab pashmina warna mocca membuat Ayas terlihat sangat cantik dan elegant.

TOK..TOK..TOK..

"Non, Aden sudah menunggu di meja makan untuk sarapan."

Suara bi Ipah terdengar dari balik pintu kamar Ayas.

"Iya, Bi ... sebentar."

Ayas menjawab perkataan bi Ipah, Ia sedang merapikan jilbabnya di depan meja rias.

Setelah selesai dengan pakaiannya, Ayas segera mengait tas ransel kecilnya yang berwarna hitam dan menenteng CV di dalam amplop coklat untuk di serahkan pada Reygen.

Ayas keluar dari kamar tidurnya menuju ruang makan, di sana sudah ada Reygen yang menunggunya untuk sarapan pagi bersama.

Melihat Ayas dengan setelan blazer warna hitam, Reygen melongo sampai tidak mengedipkan kedua matanya untuk menatap Ayas. Ia bangkit dari duduknya untuk menghampiri Ayas.

Melihat tingkah Reygen, Ayas hanya diam mematung di dekat meja makan, dan menatap heran pada Reygen yang seperti terhipnotis oleh penampilannya.

"Kamu lagi ngapain?"

Ayas menatap heran pada Reygen yang sedang berjalan perlahan mengelilingi tubuhnya yang masih mematung di dekat meja makan.

Mendengar perkataan Ayas, Reygen segera tersadar dari kebodohannya yang seolah hilang akal melihat kecantikan Ayas.

"Eh, eng-gak ... ga apa-apa."

Reygen berjalan kembali menuju kursi makannya dan mengangkat kedua alisnya dengan lama, "kenapa aku jadi kayak orang bego sih?"

Reygen memukuli kepalanya sendiri sambil bergumam pelan.

Ayas duduk di kursi makannya dan Reygen juga duduk di kursinya, mereka mulai menyantap sarapan pagi dengan nasi goreng kecap dan telor ceplok di temani segelas susu putih.

Selesai dengan acara sarapan pagi, Reygen dan Ayas segera berangkat ke kantor.

Hari ini akan menjadi hari yang cukup menyibukkan karena banyak pekerjaan di kantor di tambah ada meeting dengan klien pada jam makan malam membuat Ayas harus lembur untuk menemani Reygen meeting.

Ayas dan Reygen mulai memasuki kantor, pria tampan dan gadis cantik itu berjalan beriringan menuju lift kantor, tanpa mereka sadari ada sepasang iris mata tajam sedang memperhatikan mereka.

Beberapa berkas sudah menunggu untuk di tanda tangani oleh Reygen dan Ayas sedang mengatur jadwal Reygen untuk satu minggu kedepan.

Mereka berdua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, namun di dalam satu ruangan yang sama.

Tidak terasa jam makan siang sudah tiba Reygen mengajak Ayas untuk makan siang di luar. Ayas pun menerima ajakan Reygen dan mereka segera keluar dari kantor menuju sebuah restoran yang dekat dengan kantor mereka.

Seseorang terlihat sedang menatap Ayas dan Reygen sedari mereka keluar dari lift. Seseorang tersebut tampak sedang bertanya kepada salah seorang karyawan di kantor Reygen untuk mengorek informasi mengenai gadis yang sedang bersama Reygen.

Hari mulai beranjak sore, cahaya jingga mulai menyembur dari ufuk Barat. Dua insan masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

"Hei, apa kamu sudah lelah?"

Reygen bertanya pada Ayas yang masih berkutat dengan laptopnya yang di berikan oleh Reygen pada Ayas sebagai inventaris kantor untuk Ayas.

Ayas menatap Reygen.

"Enggak,"

Ayas kembali menatap layar monitor di depannya.

"Kalau kamu lelah istirahat dulu."

Reygen yang sedang duduk di kursi tahtanya mulai bangkit untuk menghampiri Ayas yang sedang sibuk di sofa ruangan Reygen.

Ruangan kerja Reygen cukup luas dan fasilitasnya cukup lengkap. Selain meja kerja dan kursi tahta milik Reygen, di dalam ruangan ini juga terdapat satu set sofa empuk untuk para tamu kantornya dan di lengkapi dengan satu kamar mandi di sudut ruangannya.

Reygen duduk di sofa panjang sedangkan Ayas duduk di sofa single sebelahnya dan masih fokus dengan laptop yang ada di atas meja sofa sambil mengetikkan jari-jari lentiknya pada keyboard laptop dan sesekali menggeser-geserkan mouse.

Reygen mengendurkan dasi yang melingkar di lehernya, dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa yang empuk.

"Hei, apa pekerjaanmu masih banyak?"

Reygen menatap Ayas yang masih berkonsentrasi pada pekerjaannya.

"Dikit lagi, kok!"

Ayas masih belum menengok ke arah Reygen dan hanya lengket dengan laptopnya.

"Cepetan siap-siap, kita akan segera pergi ke Restoran untuk makan malam dengan Klien."

Reygen melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Iya, ini udah selesai."

Ayas segera mematikan laptopnya setelah Ia selesai dengan pekerjaannya.

"Oh ya, ini CV ku."

Ayas menyerahkan amplop coklat berisi CV miliknya.

"Simpan saja di atas meja."

Reygen memerintahkan pada Ayas.

Mereka segera bersiap untuk meninggalkan kantor menuju sebuah restoran untuk menemui klien bisnis Reygen.

Setelah mereka keluar dari kantor, seseorang memasuki ruangan Reygen yang memang tidak terkunci. Orang itu mulai mengendap-endap di dalam ruangan Reygen .

Ia memeriksa meja kerja Reygen dan melihat amplop coklat yang tergeletak di atas meja depan sofa dalam ruangan kerja Reygen. Ia segera membuka amplop yang berisi CV milik Ayas.

Seseorang itu terlihat membuka lembar demi lembar kertas yang ada di dalam amplop. Setelah mendapat informasi dari CV milik Ayas, seseorang tersebut terlihat mengepalkan kedua tangannya dan mengeratkan rahangnya.

"Awas, kau!"

Ia berdecak kesal setelah melihat CV milik Ayas seolah menyimpan dendam dan kebencian yang sangat amat dalam kepada gadis cantik bertubuh sintal itu.

Acara makan malam pun sudah selesai dan semua berjalan sesuai harapan. Klien sangat puas dengan kerja sama yang terjalin bersama perusahaan Reygen.

Ayas dan Reygen segera meninggalkan restoran menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah, Reygen sudah di sambut oleh Ronald dan Remon.

Namun, bukan hanya dua orang sahabat prianya yang datang saat ini, Remon dan Ronald juga membawa seorang wanita bersama mereka.

"Hei, Rey, apa kabar?"

Suara Michelle menyapa Reygen yang baru saja turun dari mobil.

Ayas yang melihat Michelle dan kedua sahabat Reygen langsung keluar dari mobil.

"Permisi,"

Ayas membungkukkan tubuhnya ketika melewati ke tiga manusia yang tengah berdiri di dekat pintu rumah Reygen.

Ronald dan Remon juga Michelle memasang wajah penuh tanda tanya mengenai gadis berjilbab yang baru saja masuk ke dalam rumah Reygen.

1
Alby Raziq
ceritanya bagus
aagnes
Luar biasa
Diana Resnawati
mampir thor
Ryan Jacob
semangat Thor
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Sophia Aya
mampir thor
Leona Kharisma
cerita Ronald dan Sarah gmn thoor??
SM Channel: belum sempat selesaikan, Kak.
putri saya sedang di RS 🙏🙏🙏
total 1 replies
Leona Kharisma
umi umi kata nya..
SM Channel: 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Alea Wahyudi
gak mau jatuh cinta katanya...sekarang gimana bang liat Yasmin 😀😀😀
Alea Wahyudi
ada yg nakut2 tin biar ada yg mau ikut naik mobil....pinter bang Rey cari modus 🤭
Qiky🧣
jejak lagiii
Qiky🧣
suami siaga kamu rey
Qiky🧣
lama gak ke noveltoon aku masih blm tamatin baca
Putri Lanjar
panggilan sayangnya ganti² terus...
SM Channel: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Umi Sya'wanah
dad... kasih solusi donk
SM Channel: 😍😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Umi Sya'wanah
dad... kasih solusi donk
SM Channel: 😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Umi Sya'wanah
greget ngeliat adegannya.
ayo cepat d halalin
SM Channel: 😍😍😍😍☺😍😍😍
total 1 replies
Qiky🧣
kata kata asem itu inget sama mantanku yang mengdepresotkan😒
SM Channel: 😅😅😅😅😅😅😆😆
total 3 replies
FAJRIN M. MUHAMMAT
ceritanya bagus knp yang likenya sedikit sekali
SM Channel: makasih, Kakak...
makanya di end aja, 😅😅😅
total 1 replies
Qiky🧣
ya ampuuuuunn.

semanagatttt
SM Channel: ❤❤❤👍👍👍🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!