Menceritakan Kisah anak SMA yang masih labil dalam pemikiran dan juga mengambil keputusan.
Aprillia Putri Agustina, Gadis cantik yang memiliki pacar sejak SMP yang bernama Aditya Pamungkas.
Perjalanan cinta disaat pandemi kali ini yang membuat kedua orang tuanya bersepakat menikahkan muda mereka agar tak terjadi zina dimasa sekarang yang semakin meraja lela.
......... Happy Reading........
Follow ig ku yuk : @_sebatas.halu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_Muntya27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kue Pasar
Eps Sebelumnya....
Mereka telah membeli berberapa macam kue, saat ini mereka berada dijalan menuju rumah putri.
Sampailah mereka dirumah putri dan membawa belanjaan mereka dipasar tadi.
_________________
"Assalamu'alaikum mah pah, putri pulang" Salam putri yang diikuti adit
"Waalaikumsalam" jawab keduanya
"Udah pulang kalian!, bawa apa itu?" tanya mama yang melihat putri membawa kantong kresej ditangannya.
"Kue mah, mama mau" tawar putri
"Boleh deh, lama juga mama gak makan kue ini. terakhir makan itu waktu nenek kamu buat in mama disurabaya waktu itu" ucapnya melihat kue yang dibawa putri.
"Mah putra kemana mah?" tanya putri yang takelihat keberadaan adiknya
"Maen tadi sama temennya,!" jawab mama
"Dari tadi belum pulang?" tanya putri
"emm Belum kayanya, dia itu gak kuat lihat kalian romantisan didepannya, jomblo mah gitu!" ujar mama
"Tapi katanya dia punya cewe yang incar loh mah, katanya cewenya itu dingin banget sama putra" ujar putri
"Kayanya anak mama yang satu itu udah besar, biarin aja lah. yang penting gak sampe rusak anak orang, kita hanya bisa menasehatinya" ucap mamanya. dan dianggukin oleh putri.
"Yaudah putri pindahin kepiring dulu" ucapnya berlalu kearah dapur. sedangkan adit duduk bersama mama papa putri.
"Kamu tadi juga ikuti putri beli kue itu?" tanya papa pada adit
"iya pah" ucapnya
"Adit jangan heran ya sama kelakuan putri, dia itu orangnya sederhana walau punya segalanya!!" ucap mama menatap adit
"Iya mah, aku udah biasa kok sama putri. lagian kita udah 2 tahun pacaran." ujar adit
"Kamu tau sejak adanya Covid ini dia jarang sekali keluar rumah kalau gak perlu. tapi akhir akhir ini dia jadi jarang dirumah, papa senang kamu bisa menerima putri dengan sepenuh hatimu" jelas papa.
"Putri itu orang sepesial dalam hidup adit pah, pastilah adit terima" ujar adit senyum
"Tolong jaga anak perempuan papa ya, kami percaya sama kamu" pinta mama
"Pasti" ujar adit menatap kedua orang tua pacarnya.
Tak lama putri membawa 2 piring dan bi inem membawa minuman keruang keluarga itu.
"Nih mah, pah, beb. cobain" ucap putri meletakkan kue tersebut dimeja.
Mereka menikmati kue kue pasar itu.
"Emm enak, gak kalah sama kue kue ditoko" batin adit yang menikmati salah satu kue itu.
"Gimana beb, enak?" tanya putri menatap pacarnya
"Enak, emang gak kalah sama kue ditoko, walau bentuknya beda" ujar adit yang memakan bikang itu.
putri hanya tersenyum melihat reaksi pacarnya ia tahu ini pertama kali adit menikmati kue pasar.
"Put dit mama kenyang nih, mama keatas dulu ya! abisin tu kue" ucap mama bangun dari duduknya. dan diikuti suaminya
"Papa nyusul mama dulu ya" ucap papa dan diangguki oleh adit dan putri.
"Beb mau yang itu" ucap putri menunjuk kue yang dipegang adit.
"Aku suapin ya!" ucap adit yang diangguki oleh putri dengan senang hati.
"Enak" ujarnya
"Beb besok senin masuk sekolahkan?" tanya putri. Adit hanya mengangguk dengan memakan kue yang ia pegang
"Semua kelas nanti masuk ya?" tanya putri lagi.
"Iya by, kan pemilihan ketua osis baru, kalau pemilihannya online kayak nya kurang efektif deh. soalnya pasti ada yang double milihnya" jawab adit.
"Anak anak kelas lain udah tau kalau kita pacaran?" tanyanya menatap adit
"Engga deh kayanya sislnya yg tau kita pacaran hanya kelas kamu dan osis kemarin" ujar adit
"Syukur deh kalau hanya mereka yang tau!" ucap putri menghela nafas
"Kenapa kok syukur?" tanya adit bingung
"Aku gak mau jadi omongan atau jadi bullyan para fans kamu" jawabnya yang mengambil kue dimeja itu
"By duduk sini deh, aku mau ngomong" ujar adit mennepuk pahanya menyuruh putri duduk dipangkuannya.
"Mau ngomong apa?" tanya putri yang sudah duduk itu.
"Kalaupun mereka tahu juga gak papa by, Kamu pacar aku. gak akan aku biarkan kamu jadi bahan bullyan anak anak disana" ujarnya memenangkan putri.
"Takut ih, pasti kakak kakak kelas sangar sangar deh, apa lagi yang ikut perguruan gitu" ujar putri sambil menghabiskan kue yang ia makan tadi.
"Udah jangan takut, kalau ada yang bully, kamu lawan dong kamu kan juga ikut perguruan by" jelasnya mengelus rambut putri
"Hmm.., oke" lirihnya
"By.... sisa kue ini buat siapa by, aku dah kenyang nih" ujar adit menatap kue kue yang tersisa
"Kasih mbok inem aja, biar dimakan sama pak mamat dan pak somat" ujar putri yang masih dipangkuan adit. adit hanya mengangguk. lalu memanggil mbok inem
"Mbok" panggil adit mengeraskan suaranya
"Iya den, ada apa?" tanya mbok inem
"Ini ada sisa kue yang belum kemakan! mbok mau?" tanyanya pada mbok inem
"Mau atuh den " jawabnya
"Yaudah mbok ini ambil aja bagi sama pak mamat dan pak somat ya" adit memberikan kue yang ada dipiring tersebut
"Iya den makasih ya" ucapnya mengambil piring tersebut.
"Mari non den" pamit bi inem menuju keluar karena pak somat dan pak mamat ada Dipos tempat pak mamat berjaga.
______________
"mat mat mau kue gak?" tanya mbok inem kearah mamat dan somat. ia biasa memanggil somat dengan sebutan mat dan mamat dengan sebutan mat juga. jadi kalau memanggil keduanya mat mat.
"Mau mbok sini" Ucap somat melambaikan tangannya.
"Nih bagi bagi" ucap mbok inem
"ini yang beli mbok?" tanya mamat mengambil satu kue
"bukan itu yang beli non putri sama den adit" jawabnya
"Gak nyangka ya orang kaya selera kuenya kek gini, salut aku tuh sama kepribadiannya non putri. walau dia itu manja kalau udah sama den adit. kadang saya yang lihat itu jadi baper sendiri" curhat mamat
"Iya mat, aku juga walau udah tua gini aku masih aja baper, padahal aku udah punya suami dan anak dikampung" ucap mbok inem
Tiba tiba putra mengngagetkan mereka bertiga, yang sedang asik makan itu
"Wih lagi makan nih bagi dong" ucap putra
"Aduh aden ngadetin mbok aja" inem mengelus dada
"Hehehehe maaf mbok, mau dong kuenya" pinta putra
"ini den ambil aja" tawar somat. dan putra mengambil 1 kue itu.
"Makasih pak, mbok" ucap putra memakan kue itu.
"kalau gitu putra kedalem dulu ya" Lanjutnya pada mereka
"iya den, eh den putra siapin jiwanya ya" ucap mbok inem tiba tiba
"lah kenapa mbok?" tanya putra cengo
"Ada den adit sama non putri didalem" ucap mbok inem
"Hehehe dah kebal kok mbok tenang aja" santainya ia tau maksud mbok inem dan berlalu kedalam rumah.
"Mereka itu gak tau ya kalau ada jomblo disini, ya allah semoga secepetnya Calista bisa jadi pacar aku" batin putra melihat adegan romantis saat adit mengecup kening putri lalu mengacak acak rambutnya.
"Woy jomblo ngapain lo disitu?" tanya putri melihat putra yang sedang berada didepan pintu
"Nyari jangkrik tadi ada yang lepas" candanya dengan kesal
"Lah emang siapa yang pelihara jangkrik?" tanya putri pura pura bego. ia tau sedari tadi mengamatinya
"Au ah gelap, lain kali jangan mesra mesra ya kak, lama lama gw gak kuat liat kalian berdua" ucap putra.
"Cari pacarlah putra, biar gak baper kalau kakak ada disini" ucap adit menatap calon adik iparnya
"Ini lagi usaha kak, hatinya itu keras banget gak gampang ditaklukin" ujarnya pada adit sembari duduk disofa empuk itu.
"sifatnya kok kaya kakak kamu ya!, udah pernah kamu tembak?" tanya adit
"Udah, tapi terus terusan dia tolak kak. katanya gak mau pacaran, gitu" ujarnya sembari duduk disofa empuk itu.
"Sifat cewe itu hampir sama kaya aku nolak adit" batin putri yang menatap adit dengan senyum manisnya.
"Pokoknya kamu jangan pantang menyerah buat dapetin hati itu cewe, tapi kamu juga jangan terlalu ngejar ngejar dia! intinya kamu harus selalu ada saat dia butuh, kasih perhatianlah minimal" nasihat adit.
"kamu tau gak dek, dulu kakak juga pernah nolak kak adit loh" ucap putri.
"Loh masa sih, emang bener kak dit? secarakan kak adit itu ya mapan, ganteng, dah perfect deh pokoknya. masa iya ditolak sama kakak luknut ku ini" ujarnya
"enak aja ngatai kakak luknut, kalau gitu kamu adek lucnut dong" goda putri yang mesih perada dipangkuan adit.
"Iya putra kakak pernah ditolak sama kakak kamu hampir 5 kali" jelasnya. hingga putra melongo dibuatnya. ia kira putri langsung menerima adit saat pertama nembak.
"Terus apa yang membuat kak adit bisa terus berjuang dapetin kakak?" tanyanya
"Sifat dan kepribadian kakak kamu yang membuat kakak selalu jatuh hati. dia gak pernah manja kalau gak ke kakak atau keluarganya itu salah satu sifat yang banyak gak diketahui orang" ujarnya menatap putri yang memeluknya itu
"Oke kalau kak putri kenapa kakak bisa tolak kak adit?" tanya putra menatap kakaknya
"kakak ingin lihat keseriusan adit aja" singkatnya menjawab pertanyaan putra.
"Oke kalau gitu ,gw gak akan nyerah buat dapetin lo Calista" gumannya yang didengar oleh putri dan adit
"oh nama cewe yang kamu taksir itu calista toh" putri mangguk mangguk.
"Pokoknya perjuangin dia jika dia yang terbaik buat kamu kedepannya," ujar adit
"Siap, oke makasih kak selain bucin kalian juga bisa jadi penasehat buat aku,, pokoknya tengkyu lah.. aku kekamar dulu ya , lanjutin mesra mesraannya" ucap putra meninggalkan pasangan itu
"Putra mirip kek kamu beb" ucap putri
" Iya, kisahnya juga hampir sama kaya kita" timpal adit
Mereka masih dengan posisi nyamannya sambil bercanda ria disana.
Bersambung.......
Thank For Your Reading All
Jangan lupa tinggalkan jejak ya. gak maksa kok.....
Salam Hangat Dari Author