Mereka bilang hal yang paling membahagiakan adalah ketika bertemu dengan takdir yang dinamakan 'Mate'. Tapi bagiku satu kata itu adalah sebuah kesialan yang tiada akhir.
Dua pengkhianatan sudah cukup untuk membakar sesuatu di relung hatiku yang dinamakan Cinta dan ku pastikan pada takdir bahwa tidak akan ada lagi Mate ketiga, keempat ataupun seterusnya.
Namun Moon Goddess memberikan lelucon lain dalam hidupku. Dia mempertemukan ku dengan seseorang yang mana hanya dengan tatapan matanya mampu membuatku diam tak berkutik, meski otakku berkata tidak namun hati ku tak bisa menyangkalnya.
Dia adalah tadir ku. Dan ku pastikan ini akan menjadi yang terakhir kalinya. Takkan ada lagi takdir yang lain.
"I AM A WOLF. AND SHE IS MY MOON."
_____________
jangan lupa klik like dan vote ya ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon masayupuspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 22 - The Rulers
Sejujur nya Ludwick mengetahui alasan dibalik keputusan besar Sammuel untuk pergi mengasingkan diri hingga detik ini. Kelahiran Alona bukanlah sesuatu yang bisa ia sembunyikan dari Ludwick namun karena pertentangan Ludwick akan hal itu mereka bertarung hampir saja membunuh satu sama lain jika saja wanita itu tidak memisahkan mereka saat itu dan membiarkan Sammuel pergi seolah-olah mereka tidak ingin mengetahui apapun terkait keputusan bodoh Sammuel.
Ludwick tak mengharapkan pengkhianatan semacam ini dari temannya, saudaranya, terlebih salah seoranh rekannya dalam memimpin kaum mereka. Lama mereka memutuskan hubungan, meski Ludwick tahu Samm pasti akan kembali cepat atau lambat. Dan disinilah Sammuel Walcott berdiri kembali di aula pertemuan, pusat kekuasaan para kaum vampire selama berabad-abad lamanya dan masih tetap eksis sampai sekarang.
“Ludwick, lama tak jumpa… bagaimana kabarmu?" Sapa Samm mencoba bersikap ramah, namun telihat di sana raut wajah saudaranya itu tak berubah. Memandang Samm sinis dan seolah-olah merendahkan dan ya lihatlah bahwa apa yang Ludwick katakana selalu benar. Ia akan kembali cepat atau lambat.
"Ada yang pulang setelah lari dari rumah, merindukan Kursi kekuasaanmu?” Sindir Ludwick. Yang dibalas oleh gelak tawa Samm. ‘Tak berubah sama sekali.’ batin Ludwick karena Sammuel selalu bersikap seperti ini tak perduli seberapa serius masalah di depan matanya. Membuat Ludwick merasa jengah.
"Oh ayolah! Aku tidak lari! Kau selalu tahu dimana keberadaanku dan aku tak pernah menghindarimu kau tahu benar hal itu Ludwcik." Sammuel melangkah mendekat hendak menghampiri Ludwcik lebih dekat sedangkan Ludwick masih terdiam kaku di tempatnya terduduk saat ini. Ada tiga buah kursi besar yang berjejer di hadapan Sammuel dan Ludwick duduk di Takhta yang paling tengah di himpit oleh dua takhta lainnya yang tak kalah megahnya dengan yang ia duduki.
Diantara mereka Ludwick memegang kekuasaan paling tinggi di sini, oleh karena itulah pusat kekuasaan sepenuhnya berada di Klan Bernabas bagai kan tubuh manusia yang memiliki jantung sebagai organ terpenting sebagai mesin penompang kehidupan bagi tubuh itu maka Kastil ini adalah Jantung bagi seluruh kaum Vampire.
"Kau tahu Ludwick? Aku mengira kau sudah menghancurkan kursi milikku tapi sepertinya kau tidak melakukannya aku cukup tersentuh bisa melihatnya seperti ini lagi sekarang.” Canda Sammuel sebelum kemudian Sammuel menghapus raut wajah ramah itu kemudian menunjukan wajah seriusnya. Ludwick bisa menebak bahwa apa yang ia katakana kali ini mungkin berhubungan dengan masalah anak manusia berdarah campuran yang ada di Klannya.
"Bisakah kau turun dari sana aku perlu bicara serius dan jika bisa duduk berhadapan. Jangan terus perlakukan aku seperti bawahan mu, aku tak punya banyak waktu untuk berbasa basi lebih dari ini.” Tegasnya. Melihat ekspresi keras Sammuel yang entah sudah sejak kapan ia tak melihat ekspresi itu Ludwick teringat sesuatu karenanya ‘Ah, benar juga wajah itu sama seperti saat itu.’ Ludwick tersenyum sinis. Tatapan itu, tatapan yang sama seperti dulu. Membuat Ludwick ingin mencoba menantang Sammuel sekali lagi karena sebelumnya pertarungan mereka di rusak oleh seseorang namun kali ini mungkin akan jadi pertarungan yang lebih menyenangkan karena wanita itu tidak berada di sini sekarang.
Tanpa aba-aba Ludwick tiba tiba saja melesat menghampiri Samm, dalam satu kedipan mata Ludwick sudah berdiri di depan Elle. Menarik tangan Elle lembut lalu mencium punggung tangan wanita itu, menyanjungnya sebagai sorang Lady.
"Senang bertemu denganmu lagi Elle, kau nampak semakin mengagumkan. Bagaimana jika kau tinggalkan si bodoh ini dan jadilah pasanganku memerintah kaum kita bersama di sampingku?” Rayu Ludwick. sejujurnya ia tak mengatakan itu dengan serius, karena ia tahu Elle adalah pasangan Samm dan selalu akan jadi milik Sammuel.
"Oh… jangan begitu Ludwick, aku sudah menolak mu ribuan kali. Aku tak pernah percaya pada bualanmu cobalah untuk menyerah." Balas Elle menimpali gurauan Ludwick, namun disisi lain Sammuel tengah menahan diri untuk tidak menghajar wajah pria di hadapannya itu sekarang.
"Cukup, lepaskan tangannya dan menyingkir lah darinya sialan. Cukup dengan ramah tamah ini aku kemari untuk membicarakan sesuatu." Namun bukannya melepaskan tangan Elle, Ludwick secara tiba-tiba menarik pinggul wanita itu menghapuskan jarak diantara mereka dan mendaratkan bibirnya pada Elle mengecup pelan bibir wanita tersebut. Dan sungguh Sammuel tidak lagi bisa menahan dirinya saat itu persetan dengan tata krama dan kedudukan, ia menarik tubuh Ludwick kasar memisahkannya dari wanitanya kemudian mendaratkan sebuah bogem mentah keras pada rahang indah pria bernama Ludwick tersebut. Pukulan Samm cukup kuat membuat Ludwick terpental jauh.
Elle pun tak tinggal diam, dia merasa sama marahnya ketika Ludwick dengan tak tahu dirinya mencuri satu kecupan dari Elle. Wanita itu mengusap bibirnya berkali-kali solah-olah hal itu dapat menghapus bekas jejak bibir Ludwick dari bibirnya.
"Sialan… Ludwick!" Maki nya bersiap untuk menerjang Ludwick dan menghajarnya sebagai bayaran atas apa yang ia perbuat.
"Mundur." Suara Sammuel terdengar dalam dan dingin. Ia tahu benar apa yang diinginkan Ludwick di sini, ciuman barusan hanya agar ia bisa memancing emosi Sammuel. Elle menolak untuk menyingkir ia takkan membiarkan prianya bertarung dengan psikopat gila di depan sana. Namun sekali lagi Sammuel memperingatkannya.
"Mundur Eleanor! Jangan ikut campur pertarungan ku dengannya.” Elle tersentak kaget dengan bentakan pasangannya ia jarang sekali melihat Sammuel begitu serius. Di depan sana Ludwick tersenyum sinis ia merasa antusias dengan amarah yang di tunjukan Sammuel.
"Terlalu sempit di sini, mari berpindah tempat." Setelah mengucapkan itu Ludwick melesat dalam hitungan sepersekian detik. Bagaikan hewan buas yang baru saja dibebaskan dari kungkungannya Sammuel melesat mengejar sosok Ludwick ia tahu kemana pria gila itu pergi.
Elle sedikit kesulitan mengejar Sammuel seraya berulang kali memanggilnya memintanya untuk tidak terpancing dengan Ludwick karena hal ini hanyalah jebakannya semata agar ia bisa bertarung dengan Sammuel. Duel hingga salah satu diantara mereka jatuh tumbang. Tapi Samm tak menggubrisnya. ‘Yang benar saja Sam!' batin Eleanor panik.
Pertarungan antar kedua predator ini sungguh akan berakhir dengan buruk untuk keduanya entah Ludwick berhasil dikalahkan dengan Sammuel atau sebaliknya tapi yang jelas mereka berdua akan bertarung hingga salah satu diantara mereka terluka parah. Jelas sekali Ludwick tidak akan mungkin menerima kedatangan mereka dengan tangan terbuka dan bodohnya mereka kembali ke mari tanpa persiapan seperti ini karena percaya pada kebijaksanaan Ludwick dan melupakan bahwa pria itu adalah Psikopat yang sesungguhnya.
Elle sampai pada koridor yang menghubungkan bagian belakang kastil menuju halaman belakang. Ia menarik nafas pasrah melihat beberapa Pelayan kastil menunjukkan ekspresi ketakutan dan kengerian akan apa yang mereka lihat di depan sana bahkan beberapa penjaga memilih menyingkir dari sana dengan wajah yang tegang.
Elle melotot tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya kini ketika melihat Ludwick mengeluarkan Pedang jiwa yang serupa dengan milik Sammuel. Ini gila! Mereka akan saling membunuh!? Elle berteriak histeris ketika Sammuel juga mengeluarkan Pedang miliknya. Kehadiran dua pedang itu di masing masing genggaman tangan mereka membuktikan bahwa perkelahian ini bukan sekedar pertarungan biasa. Kedua penguasa itu saling menghunuskan pedangnya ke arah satu sama lain itu berarti tantangan duel untuk hidup dan mati.
Tidak, ini tak seharusnya terjadi. Elle segera melesat cepat hendak menengahi pertarungan mereka sebelum mereka memulainya namun tanpa disadari di sana terpasang barrier tak kasat mata dan Elle menabrak barrier itu dengan keras. Dan ia tahu betul siapa yang memasang barrier ini. Si gila Ludwick.
Elle semakin cemas dinding tak kasat mata ini tak bisa ditembus atau dihancurkan oleh siapapun. Dia menciptakan pelindung dari kekuatan pedang tersebut agar tak ada yang menganggu pertarungan ini dan sekarang yang bisa menghentikan hal ini hanyalah sesama pemegang kekuasaan tertinggi diantara kaum vampire ini seperti mereka. Seorang penguasa besar yang duduk bersanding diantara mereka di tiga kursi itu.
Ditengah kecemasan yang melanda Elle yang saat ini tengah menyaksikan pertarungan di depannya. Muncul sosok tak diduga datang dari jauh, satu-satunya yang bisa menghentikan pertarungan di depan sana. Kini tengah menghampiri Elle dengan langkah tenang bahkan karena kepanikan yang melanda benak Eleanor saat ini ia bahkan tak menyadari kedatangan sosok itu.
Seorang Lady yang dikenal dengan kekuatan, kecantikan dan kekuasaannya. Amelia Windsor. Satu-satunya wanita yang ucapannya dipatuhi dan keberadaannya diagungkan oleh para kaum vampire.
"Apa lagi yang duo bodoh itu lakukan di sana sekarang?” Ucapnya. Elle yang mendengar suara yang tak asing lagi itu segara memutar kepalanya cepat ke arah sumber suara dan membelalakkan matanya seketika ia melihat sosok yang tak pernah diduga itu justru muncul dihadapannya! Dan entah karena apa mengingat wilayah kekuasaan yang dipimpinnya begitu jauh dari sini. Tapi bukan itu yang terpenting.
"My Lord Amelia!"
...TBC...
mohon kelanjutan ceritanya
thank you 🥰
orang aja lagi perang gitu 😁🤣
ceritanya bagus thor.. plot nya jg menarik.. gak bertele2..
cm tanda sambung dalam kalimat aja thor yg perlu di perbaiki peletakan koma (,)dan typo sedikit.. msh wajar..
semangat terus berkarya thor..
thanks for your lovely novel..
alur crita tidak membosnkan.
aq maraton bacax..
#I'm A Special Girl