Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.
Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.
Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.
Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.
Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—
mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21--
Bima melirik sekilas tas berisi uang itu, lalu mengalihkan pandangannya kepada sang ajudan.
"Terapi yang akan saya lakukan membutuhkan konsentrasi penuh. Saya tidak boleh terganggu selama proses penyaluran energi berlangsung. Karena itu, saya mohon Anda menunggu di luar rumah atau di dalam mobil."
Ajudan bertubuh tegap itu sempat menatap Bima dengan raut penuh pertimbangan. Sebagai pengawal pribadi, ia tentu enggan meninggalkan majikannya sendirian. Namun, Nyonya Siska segera mengambil keputusan.
"Nanda, tunggu di luar saja. Kunci gerbang depan dan pastikan tidak ada yang masuk."
"Baik, Nyonya."
Ajudan itu pun keluar dan menutup pintu dengan rapat.
Kini ruang tamu kembali sunyi. Hanya terdengar embusan napas pelan dari kedua orang yang berada di dalamnya.
Nyonya Siska masih tampak gelisah. Selama beberapa bulan terakhir, tekanan hidup, kesehatan yang terus menurun, serta keretakan rumah tangganya telah menguras ketenangan batinnya. Ia datang bukan hanya mencari kesembuhan, tetapi juga secercah harapan.
Bima berjalan mendekat. Dia sudah mempersiapkan untuk menyembuhkan istri ini
"Nyonya Siska, saya akan mulai memeriksa jalur energi di tubuh Anda. Selama proses ini, usahakan tetap tenang dan ikuti arahan saya."
"Saya mengerti, Mas Bima," jawab Siska pelan.
Melalui penglihatan spiritualnya, Bima melihat kabut keabu-abuan masih membelit area leher, bahu, dan punggung bagian atas. Akar kutukan itu bahkan telah menembus cukup dalam hingga mengganggu aliran energi vital.
Bima menarik napas perlahan.
"Energi negatifnya sudah cukup dalam. Saya perlu menyalurkan energi langsung melalui beberapa titik terapi agar kutukan ini bisa dibersihkan sampai ke akarnya."
Nyonya Siska mengangguk pelan.
"Baik... saya percaya pada Mas."
"Silakan berbaring tengkurap agar saya lebih mudah melakukan terapi."
Tanpa banyak bicara, Nyonya Siska mengikuti arahan tersebut.
Bima kembali memusatkan pikirannya. Cahaya hijau lembut dari Mustika Hijau perlahan menyelimuti kedua telapak tangannya.
Begitu terapi dimulai, hawa hangat langsung mengalir memasuki jalur energi yang tersumbat. Bima memberikan tekanan-tekanan ringan pada beberapa titik akupresur di sepanjang bahu dan punggung atas, membantu melancarkan kembali aliran energi yang selama ini terhambat.
Nyonya Siska mengembuskan napas panjang.
"Hangat sekali... rasa pegalnya perlahan menghilang."
"Itu pertanda energinya mulai kembali normal," jawab Bima tetap fokus.
Melalui mata batinnya, ia melihat kabut keabu-abuan mulai terpecah. Setiap aliran energi Mustika Hijau yang memasuki tubuh Nyonya Siska perlahan mengikis kutukan yang selama empat bulan terakhir menggerogoti kesehatannya.
Namun, akar energi hitam itu masih bertahan.
Bima meningkatkan konsentrasinya. Energi hijau yang keluar dari telapak tangannya menjadi semakin kuat, mendorong sisa-sisa aura negatif keluar sedikit demi sedikit.
"Tetap tenang, Nyonya," ucapnya mantap.
"Prosesnya hampir selesai. Saya akan membersihkan seluruh sisa energi negatifnya sampai tuntas."
Nyonya Siska mengangguk pelan sambil terus mengatur napas. Perlahan, rasa berat yang selama ini membelenggu tubuhnya mulai menghilang, berganti dengan sensasi ringan yang belum pernah ia rasakan selama berbulan-bulan. Ternyata pijatan dari Bima sangat efektif untuk menghilangkan rasa pegal, ngantuk, dan bagaimana dia begitu tidak bisa tidur selama akhir-akhir ini.
Di balik penglihatannya, Bima menyaksikan kabut hitam itu akhirnya runtuh sepenuhnya, berubah menjadi butiran cahaya yang lenyap di udara. Jalur energi Nyonya Siska kembali jernih dan stabil.
Bima pun mengembuskan napas lega. Terapi tahap pertama akhirnya berhasil diselesaikan.
Kok gak mikir konsekuensinya ya..🫣
Bersekutu dengan iblis menjanjikan keuntungan duniawi sesaat, namun selalu berujung pada petaka.
Konsekuensi utamanya meliputi ketergantungan spiritual, hilangnya kendali atas kehendak bebas, tuntutan tumbal nyawa, penderitaan batin, serta kehancuran dan penyesalan abadi di akhir.
Dampak fatal akibat praktik tersebut akan kehilangan Jiwa dan Kebebasan, harga yang harus dibayar untuk bantuan iblis adalah jiwa manusia itu sendiri.
Manusia yang awalnya merasa mengendalikan kekuatan tersebut akhirnya diperbudak dan kehilangan kehendak bebas mereka.
Untuk menghindari fitnah dengan cara membentengi diri dari perbuatan yang mendekati zina, pergaulan bebas dan pacaran.
Dengan melakukan pernikahan, seseorang dapat menyalurkan hasrat biologis secara halal, menjaga kehormatan, dan mencegah timbulnya tuduhan negatif serta prasangka buruk di masyarakat.
Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang.
Lebih dari sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan resmi, pernikahan memiliki tujuan yang lebih dalam dan bermakna...🤭🤨😊