NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deadly Chase

Kenzo masih menjalankan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Lalu dari spion, dia melihat sebuah mobil melaju kencang dari belakang.

Sadar kalau mobil itu mengikutinya, Kenzo menekan pedal gas lebih dalam. Kendaraan roda empat itu melesat lebih cepat membelah keramaian di jalan raya.

“Cepat kejar dia, jangan lolos!” titah Caelen bernafsu. Dia juga menghubungi rekannya yang lain. “Di mana kalian?” semburnya begitu panggilannya terjawab.

“Lima menit lagi kami tiba!”

Caelen memutuskan panggilan begitu saja. Pandangannya terus tertuju pada mobil Kenzo yang berjarak sekitar seratus meter di depannya. “Tambah kecepatan mobilnya!”

Sang sopir kembali menambah kecepatan mobilnya. Dia berusaha mengikis jarak dari Kenzo.

Sambil sesekali melihat ke spion, Kenzo terus melajukan mobilnya. Dia segera menghubungi Armin, minta dicarikan jalan agar bisa terlepas dari kejaran musuh.

Sambil menunggu Armin mencarikan jalan untuknya, Kenzo tetap melajukan kendaraannya. Di perempatan, muncul dua mobil lain dari kanan dan kirinya. Terhitung ada tiga mobil yang mengejarnya sekarang.

SUV berwarna silver yang mengejarnya berbelok ke kiri, dia hendak memotong jalur pelarian Kenzo dari arah lain. Sementara SUV berwarna hitam terus mengejarnya, begitu juga Caelen yang berada di mobil berjenis sedan.

Kejar-kejaran terus terjadi. Beberapa pengendara terpaksa menepikan mobilnya agar tidak tertabrak kendaraan yang mengebut layaknya di sirkuit balap.

Melihat dua mobil masih mengejarnya, Kenzo menekan pedal gas lebih dalam. Suara raungan mesin mobil terdengar keras. Kendaraan itu melesat kencang meninggalkan dua kendaraan di depannya, memberi cukup jarak bagi Kenzo untuk melarikan diri.

Namun dari arah depan, tampak sebuah mobil melaju kencang ke arahnya. “Armin, aku butuh akses sekarang!” seru Kenzo.

“Belok kiri!”

Kenzo langsung memutar setir ke arah kiri. Suara ban berdecit terdengar jelas karena pria itu berbelok tiba-tiba. Kali ini Kenzo berada di jalan arteri yang dipenuhi truk-truk pengangkut barang. Mobil yang mengejarnya sekarang bertambah menjadi tiga.

Sebuah truk bergerak lambat di sebelah kanan. Melihat ada celah yang cukup, Kenzo langsung mengarahkan mobilnya memasuki celah antara truk dengan pembatas jalan. Pria itu menambah kecepatannya dan berhasil menyalip truk.

“Sial!” maki Caelen yang kesal melihat Kenzo yang semakin menjauh. Dia menghubungi rekannya yang lain, meminta tambahan personil untuk menangkap pria itu.

Jalan yang dilalui Kenzo semakin ramai oleh kendaraan. Pria itu terpaksa melambatkan laju mobilnya. Matanya kembali melihat ke kaca spion, tiga mobil yang tadi mengejarnya sudah tidak terlihat.

Kenzo membelokkan mobil ke kanan, melewati jalan yang lebih sempit. Niatnya untuk bertemu di tempat yang sudah dijanjikan, tidak bisa dilakukan. Dia pun segera menghubungi Kael.

“Halo.”

“Kalian pulang lebih dulu, aku akan menyusul.”

“Kenapa? Apa ada masalah?” Kael melihat jam di pergelangan tangannya, sudah dua puluh menit lamanya Kenzo terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan.

“Ada yang mengejarku. Kalian pergilah lebih dulu.”

Kenzo segera mengakhiri panggilan. Dia kembali meminta Armin mencarikan jalan alternatif untuk menghindari area titik pertemuannya dengan Kael. Jangan sampai para pengejarnya berhasil menemukan Kael dan yang lain.

Sementara itu, Kael yang mengkhawatirkan keadaan Kenzo mengabaikan perintah ayah angkatnya itu. Dia langsung menghubungi Armin yang sedang online bersama Kenzo.

“Halo.”

“Om, tolong share lokasi ayah.”

“Tidak bisa. Bang Zyan memerintahkanmu pergi.”

“Aku tidak mau! Kirimkan lokasinya atau aku akan mengacak-acak kota ini sampai ketemu!”

Armin mengembuskan napas panjang, baik Zyan maupun Kael alias Arkan sama-sama keras kepala. Pria itu kemudian mengirimkan lokasi Zyan. Dia juga khawatir kalau pria itu menghadapi musuh sendirian.

Setelah mendapat lokasi dari Armin, Kael langsung menyusul. Hector dan Sergio pun terpaksa mengikuti.

Di lokasi lain, Kenzo menekan klakson beberapa kali untuk membuat mobil-mobil yang berjalan lambat di depannya menyingkir. Pria itu menekan pedal gas lebih dalam setelah kendaraan-kendaraan di depannya menyingkir.

Setelah kembali ke jalan raya, mata Kenzo kembali tertuju ke spion. Rupanya kendaraan yang mengejarnya masih belum menyerah. “Sial!”

Kenzo terus menambah kecepatan mobilnya. Caelen yang semula kehilangan jejak Kenzo, berteriak kencang setelah berhasil menemukannya kembali. Dia memerintahkan semua rekannya untuk menuju lokasinya sekarang.

Dari kaca spion Kenzo bisa melihat dua pengendara di belakangnya mengalami tabrakan beruntun akibat ulah pengejarnya. Pria itu memutuskan keluar dari jalan raya. Memilih jalan yang dilalui sedikit pengendara agar tidak menimbulkan jatuh korban.

Armin mengarahkan Kenzo melalui jalan perbukitan. Di sisi kanan, menjulang tinggi perbukitan, sedangkan sisi kirinya semacam tebing yang di bawahnya ombak terus menghantam kaki tebing. Jalannya berkelok membuat pengemudi mana pun harus berhati-hati ketika berkendara.

“Dia menuju bukit!” Caelen mengarahkan anggota SIV lain.

Kejar-kejaran terus terjadi, tiga buah mobil terus mengejar kendaraan Kenzo.

“Hadang dia!”

Dari arah berlawanan muncul kendaraan lain yang masih satu komplotan dengan Caelen. Pria yang duduk di kursi penumpang depan, menjulurkan badannya sambil menembakkan senjata pada Kenzo.

Beberapa kali Kenzo menunduk. Sebuah peluru menembus kaca depan mobilnya.

“Aku menginginkan dia hidup!” seru Caelen menggunakan ponselnya pada agen yang menembak Kenzo. Tujuannya menangkap Kenzo adalah untuk menemukan keberadaan profesor.

Kenzo mengambil senjata dari dasbor mobil kemudian menembakkan pada mobil di depannya. Kedua mobil mereka saling berpapasan.

Sebuah tembakan dilepaskan agen SIV dan mengenai ban mobil Kenzo. Ban depan meledak disertai suara letusan kencang.

Mobil Kenzo yang sedang berkendara dengan kecepatan tinggi seketika oleng. Pria itu membanting setir ke kiri dan mobil menabrak pembatas jalan.

Mobil tersebut melayang sebelum terhempas ke aspal dengan cukup keras kemudian berguling dan berhenti dalam keadaan terbalik.

“Aaargghh!” terdengar erangan Kenzo sambil memegangi kepalanya yang terkena benturan. Dari posisinya yang terbalik, dia bisa melihat beberapa mobil mendekat.

Buru-buru dia melepaskan sabuk pengaman, lalu menendang pintu mobil. Pria itu segera keluar setelah pintu berhasil didobrak.

Dengan langkah sedikit sempoyongan, pria itu berusaha menjauh. Sesekali dia melihat ke belakang. Empat mobil semakin mendekat, membuatnya semakin mempercepat langkah.

Saat jarak mereka semakin dekat, dari arah belakang terdengar tembakan. Kael dan yang lain berhasil menyusul. Kael terus melepaskan tembakan dibantu Sergio. Sementara Hector semakin menambah kecepatan kendaraan.

Mobil yang ditumpangi Caelen terpaksa berhenti ketika sebuah peluru yang dilepaskan Kael mengenai pengemudi. Caelen segera keluar kemudian mengejar Kenzo. Dua anggota SIV ikut mengejar.

Caelen tidak bisa berlari karena pahanya yang ditembak Kenzo belum pulih benar. Dia membiarkan dua anggota SIV lainnya mengejar. Keduanya berhasil menyusul Kenzo. Perkelahian di antara ketiganya tidak bisa dihindarkan.

Kenzo yang dalam keadaan tidak baik-baik masih mampu menghadapi dua lawannya. Sebuah tendangan keras diberikannya membuat salah seorang lawannya jatuh tersungkur. Kini hanya tinggal satu orang lagi yang dihadapinya.

Perkelahian sengit di antara mereka membuat posisi keduanya semakin mendekati sisi tebing.

Kenzo menarik tangan musuhnya kemudian memberikan tendangan dengan lututnya ke perut lawan. Terakhir dia memberikan jab keras yang mengenai dagu lawannya. Tubuh musuhnya langsung jatuh terjengkang.

Kael yang semakin mendekati lokasi dikejutkan ketika mendengar suara letusan senjata.

Caelen tiba di dekat lokasi perkelahian dengan langkah pincangnya. Dia berhenti sejenak kemudian menembakkan senjata di tangannya.

Peluru mengenai lengan kiri Kenzo. Tubuhnya tersentak keras. Kakinya yang sudah berada di bibir tebing kehilangan pijakan. Tubuhnya terhuyung ke belakang lalu menghilang melewati bibir tebing.

“AYAH!” teriak Kael kencang.

“KENZO!” pekik Hector dan Sergio bersamaan.

***

😱😱😱

Astaga aku lupa kasih visual Kael🤣

1
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Safitri Agus
siap laksanakan 🫡🫡🫡
choowie
duuh kayanya bakalan bucin ini
Munas Tuti
waduuuh makin tegang mbak Author...
Lila
semakin tegang nih cerita...
Warni Khairiyah
dibikin tegang dulu,setelh selesai baru romantisan🤭
Mio Amore
ndak duk bca nya bun
RosMa🌹🌹🌹
ada cinta di mata Arsela buat Kael 😍😍
vania larasati
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cocok nih 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!