NovelToon NovelToon
Nyonya Kampung Di Rumah Megah Sang Perwira

Nyonya Kampung Di Rumah Megah Sang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Menikahi tentara
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: PqxxyZ

Vina, gadis desa sederhana, menyelamatkan Radit, perwira militer yang terjebak perangkap dan badai kabut di hutan perbatasan. Merasa berutang budi sekaligus kagum, Radit akhirnya membawa Vina ke kota untuk dinikahi dan tinggal bersama keluarganya yang kaya raya serta terpandang.

​Namun di rumah itu, Vina terus ditekan dan direndahkan sebagai "gadis kampung". Di tengah kejamnya intrik kasta kota dan perbedaan status sosial, sebuah rahasia masa lalu perlahan terkuak.

Akankah cinta mereka mampu bertahan diuji antara ketulusan, harga diri, dan kejamnya tatanan kasta kota?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PqxxyZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Merendam Amarah Dengan Resep Rahasia

​Radit menarik pergelangan tangan Vina dengan setengah menyeretnya masuk ke dalam kamar mereka, lalu mengunci pintu dengan bantingan keras.

Napas sang perwira masih memburu tak beraturan, dadanya kembang kempis menahan sisa-sisa amarah yang membakar kepalanya.

​"Mas Radit, tolong dengarkan aku dulu! Mas benar-benar salah paham!" seru Vina dengan air mata yang masih mengalir deras di pipinya.

​Radit berbalik, menatap Vina dengan sorot mata tajam yang terluka. "Salah paham apa lagi, Vina?! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu diperlakukan seperti binatang di rumah ini! Kamu berlutut di lantai tangga, sementara pelayan sialan itu berteriak di atas kepalamu! Apa itu yang kamu sebut salah paham?!"

​"Itu memang salah Bi Kepala Pelayan, Mas! Tapi Nyonya Besar sama sekali tidak tahu tentang hal itu!" Vina melangkah maju, mencoba meraih tangan tegap Radit, namun pria itu justru mundur selangkah, menolak ditenangkan.

​"Jangan naif, Vina! Pelayan di rumah ini tidak akan ada yang berani bertindak sekejam itu kalau bukan karena mendapat restu atau perintah tersembunyi dari Ibuku!" bentak Radit, suaranya bergetar hebat. "Ibuku membencimu sejak awal, dan aku tidak akan membiarkan dia menggunakan kekuasaannya untuk menghancurkan harga dirimu!"

​"Mas, itu... itu... tidak seperti itu kejadiannya!" Vina berteriak, suaranya serak karena terus menangis. Ia memegang kedua sisi lengan seragam Radit dengan erat, memaksa suaminya untuk menatap matanya. "Nyonya Besar sedang sakit, beliau sudah beberapa hari tidak mau makan. Jadi, aku... aku berinisiatif memasakkan sup ayam kampung untuk beliau. Dan beliau menyukainya, Mas! Beliau bahkan meminta tambah satu mangkuk lagi!"

​Radit tertegun sejenak, namun egonya yang telanjur terluka membuat rahangnya kembali mengeras. "Lalu kenapa kamu berakhir mengepel lantai tangga seperti itu? Kalau kamu berniat baik, kenapa mereka membalasmu dengan siksaan?!"

​"Karena Bi Kepala Pelayan iri, Mas! Dia pikir aku sengaja mencari muka di depan Ibu!" jelas Vina selembut mungkin, mencoba menurunkan nada suaranya agar Radit ikut tenang. "Ibu baru saja turun dari kamar karena mendengar teriakan Mas Radit yang mengamuk. Ibu sama sekali tidak tahu kalau aku dihukum mengepel tangga. Tapi Mas langsung membentak Ibu, menuduh Ibu picik dan kejam... bagaimana perasaan seorang ibu mendengarnya dari anak kandungnya sendiri, Mas?"

​Radit memalingkan wajahnya, napasnya perlahan mulai melambat namun cengkeraman tangannya di sisi celana militernya masih sangat erat. "Aku hanya tidak bisa melihatmu disakiti, Vina. Ego seorang pria runtuh saat melihat istrinya direndahkan."

​"Aku tahu, Mas... aku sangat berterima kasih karena Mas menjagaku dan menghormatiku sebagai istri," bisik Vina hangat, kedua tangannya perlahan bergeser naik, mengusap dada tegap Radit yang perlahan mulai rileks. "Tapi cara Mas tadi salah. Mas sudah menyakiti hati Ibu, dan sekarang Ibu mengira aku adalah wanita licik yang suka mengadu dan mengadu domba kalian berdua. Kesalahpahaman ini membuat jalanku untuk berbakti kepada Ibu menjadi semakin jauh dan sulit."

​Radit menatap wajah Vina yang sembap, rasa bersalah perlahan mulai menyelinap di relung hatinya yang paling dalam. Ia menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Amarahnya yang semula berkobar bak api unggun, kini padam total oleh kelembutan tutur kata istrinya.

​Vina tersenyum tipis melihat gumpalan emosi di wajah Radit sudah mengurai. "Sudah ya... jangan marah-marah lagi. Energi Mas pasti sudah habis karena mengamuk tadi. Biar aku turun ke bawah sebentar, menyiapkan sesuatu yang hangat untuk Mas, ya? Mas pasti lapar."

​Radit terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Baiklah. Maafkan aku karena terlalu kasar tadi."

​"Tidak apa-apa, Mas," jawab Vina lembut sebelum memutar kunci dan melangkah keluar kamar.

​Begitu menuruni anak tangga, Vina dikejutkan oleh sosok Ica yang sudah berdiri gelisah di sudut pilar dengan wajah cemas. Begitu melihat Vina, pelayan muda itu langsung berlari kecil menghampirinya.

​"Nyonya Vina! Bagaimana? Apa Tuan Muda Radit sudah tenang?" tanya Ica dengan suara berbisik yang sangat panik. "Aura Tuan Muda tadi benar-benar menakutkan, seperti mau meruntuhkan mansion ini."

​Vina mengulas senyum menenangkan untuk menepis kekhawatiran temannya. "Sudah, Ca. Mas Radit sudah tenang di kamar. Sekarang, aku butuh bantuanmu."

​"Bantuan apa, Nyonya? Katakan saja, saya pasti bantu!" jawab Ica sigap.

​Vina menarik Ica sedikit lebih dekat ke arah sudut dapur, lalu berbisik dengan mata yang berbinar penuh siasat. "Tolong masak sup ayam kampung hangat seperti yang tadi aku ajarkan. Bumbunya harus pas, jahe dan mericanya harus segar agar rasanya mantap untuk Mas Radit."

​"Siap, Nyonya! Lalu Nyonya Vina sendiri mau masak apa?" tanya Ica heran melihat Vina justru mulai mengumpulkan bahan-bahan lain dari dalam lemari es.

​Vina mendekatkan bibirnya ke telinga Ica, membisikkan sebuah menu makanan spesial tradisional yang sangat harum dan tidak biasa disajikan di mansion mewah ini—sebuah hidangan yang ia yakini akan menjadi senjata ampuh untuk membujuk dan meluluhkan hati ibu mertuanya yang sedang murka.

​Mendengar bisikan rencana cemerlang Vina, wajah Ica seketika berubah cerah. Sebuah senyuman lebar dan kagum terukir di bibirnya. "Wah! Ide Nyonya luar biasa! Jenius sekali!"

​Plak! Plak!

​Kedua gadis itu bertepuk tangan pelan dengan gembira, menyatukan tekad mereka. Tanpa membuang waktu, dapur mansion Laksmana kembali mengepulkan uap panas. Ica dengan cekatan mengolah sisa daging ayam kampung untuk Radit, sementara Vina dengan keahlian masaknya mulai meracik hidangan rahasia yang sangat spesial untuk Nyonya Besar.

​Namun, di tengah keheningan dapur yang dipenuhi aroma masakan yang menggugah selera, sebuah bayangan hitam perlahan mendekati jendela kaca dapur dari arah luar halaman belakang.

Sepasang mata yang penuh dengan kebencian dan kilat dendam tampak mengintip ke dalam, mengawasi setiap gerak-gerik Vina dengan senyuman yang sangat mengerikan. Sebuah botol kecil berisikan cairan bening aneh tampak tersembunyi di dalam genggaman tangan sosok misterius itu.

1
Putri Ayu/PqxxyZ
aduh maaf banget di bab kali ini banyak typo bertebaran 😭🙏
Ris Ris.25
Semangat ya Thor🙏
Ris Ris.25
Semangat thor🙏🙏
Ris Ris.25
mana nih kelanjutannya?🙏
Putri Ayu/PqxxyZ: Oke ditunggu ya kak😊
total 1 replies
Ris Ris.25
Bagus sekali Thor... semangat! 🙏
Sri Sulastri
mana lanjutannya min 🙏
Putri Ayu/PqxxyZ: huhu makasih ya kak sudah nungguin.. setiap Hari update 1 kali sehari ya biar sehat 🤣🤭 setiap jam 9
total 1 replies
Wawan
Salam kenal Vina ✍️💪
Putri Ayu/PqxxyZ: Hai kakk.. salam kenal kembali..
total 1 replies
Mustafa
Keren
Putri Ayu/PqxxyZ
ayo kita lihat bersama PERWIRA GANTENG DAN BAIK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!