Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 15
Malam semakin larut di kediaman keluarga Manggala.
Rumah yang biasanya ramai kini sudah mulai tenang.
Setelah drama kecil saat makan malam tadi, Ghina akhirnya masuk ke kamarnya lebih awal.
Tidak ada protes.
Tidak ada celotehan.
Tidak ada permintaan camilan tengah malam.
Tidak ada keributan kecil.
Semuanya terasa tidak biasa.
Anin yang masih memikirkan ucapan suaminya akhirnya berjalan menuju kamar Ghina.
Perlahan ia membuka pintu.
Dan mendapati putrinya sudah tertidur pulas.
Gadis yang biasanya tidur dengan posisi berantakan itu kini meringkuk di atas ranjang sambil memeluk bantal.
Wajahnya terlihat tenang.
Namun Anin tahu putrinya pasti menangis sebelum tidur.
Seorang ibu selalu tahu.
Anin berjalan mendekat.
Lalu duduk di sisi ranjang.
Tangannya perlahan mengusap rambut Ghina.
Matanya menatap wajah putrinya dengan penuh kasih sayang.
Sampai sekarang pun ia masih sulit mempercayainya.
Beberapa jam lalu, setelah Ghina masuk kamar, Zayn akhirnya menjelaskan semuanya.
Tentang Bastian.
Tentang bagaimana Ghina mulai mengagumi atasannya.
Tentang rapat yang membuat seluruh ruangan menyadari tatapan putrinya.
Tentang tingkah Ghina yang bisa di baca oleh dirinya.
kalau putrinya itu menyukai atasan nya.
Dan Zayn juga menceritakan tentang penyelidikan terhadap Bastian, pria yang di sukai putri mereka
Zayn mengatakan kenyataan bahwa pria itu telah memiliki seorang istri dan anak.
Anin bahkan sempat tertawa saat mendengar sebagian ceritanya.
Anin masih belum percaya kalau Ghina akan secepat itu jatuh cinta pada pria yang baru di temuinnya.
Namun sekarang, saat melihat wajah putrinya yang tertidur lelap, hatinya justru terasa sesak.
" Ternyata kamu telah jatuh cinta sayang " gumam Anin.
" Cinta pertama ya..."
gumamnya pelan.
Tangannya kembali mengusap kepala Ghina.
Ia tahu perasaan itu.
Perasaan menyukai seseorang yang tak patut untuk di cintai karena pria itu sudah berkeluarga
Perasaan berharap yang paling dalam.
Dan rasa kecewa saat kenyataan tidak berjalan seperti yang diinginkan.
Yang membuat Anin semakin sedih adalah kenyataan bahwa semuanya berakhir bahkan sebelum dimulai.
Ghina belum sempat mengenal Bastian lebih jauh.
Belum sempat menyimpan harapan besar.
Namun perasaannya sudah harus berhenti.
" Cinta pertamamu gugur terlalu cepat, Nak..."
bisiknya pelan.
Anin menunduk dan mengecup kening putrinya.
Kemudian tersenyum tipis.
Meski sedih, ia juga merasa lega.
Karena putrinya mengetahui kenyataan itu lebih awal.
Sebelum perasaannya tumbuh terlalu dalam.
" Mommy berharap kamu bisa menerima ini dengan lapang, Mommy tahu kamu tidak akan melakukan hal bodoh untuk meraih cintamu "
*****
Di sisi lain kota.
Suasana di rumah keluarga Tan justru jauh dari kata tenang.
Malam itu seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga utama.
Dan suasananya sangat tegang.
Brandon Tan berdiri di tengah ruangan dengan wajah merah karena marah.
Sedangkan Bastian duduk di salah satu sofa dengan ekspresi tenang.
Marisa duduk di samping suaminya.
Sophia berada di samping Bastian.
Arlon juga hadir dengan wajah penuh ketidakpuasan.
" Kamu benar-benar mengecewakan aku Bastian "
bentak Brandon.
Namun Bastian hanya diam.
Tatapannya lurus ke depan.
Tidak membantah.
Tidak menjelaskan.
Tidak juga meminta maaf.
Sikap itulah yang justru membuat Brandon semakin murka.
" Karena ulahmu proyek Surabaya semakin sulit diselamatkan!"
Bastian akhirnya mengangkat pandangannya.
" kesalahan bukan terletak pada diriku "
saat mengatakan itu mata Bastian tertuju pada Arlon.
Kalimat itu membuat Arlon langsung berdiri.
" Kamu masih berani bicara begitu?"
Bastian menatap kakak iparnya dengan tenang.
" Itulah kenyataannya " kata Bastian dengan tatapan dingin.
Arlon langsung terdiam.
Karena semua orang di ruangan itu tersenyum menatap Bastian dengan tatapan mengintimidasi.
Proyek itu memang berada di bawah tanggung jawab Arlon.
Namun Brandon tidak mau mendengarnya.
" Aku tidak peduli!"
bentaknya.
" Kamu bagian dari keluarga ini!"
" Kamu juga harus bertanggung jawab terhadap proyek itu "
" Kamu juga harus membantu agar proyek itu berjalan lancar dan bisa mendapatkan ke untungan yang besar "
" Semua itu demi keluarga kita "
Bastian tersenyum tipis.
Senyuman yang tidak mengandung kehangatan sedikit pun.
" Selama bertahun-tahun aku sudah membantu."
Ruangan langsung sunyi.
" Terlalu sering malah."
Tatapan Brandon mengeras.
Sedangkan Sophia mulai merasa tidak nyaman.
Karena ia tahu suaminya tidak sedang dalam mode menurut.
Bastian melanjutkan dengan suara tenang.
" Setiap ada proyek bermasalah, aku yang menyelesaikan."
" Saat kak Arlon ada konflik dengan klien, aku yang turun tangan untuk menyelesaikannya "
" Setiap terjadi kesalahan, aku yang diminta membereskan."
" Lalu ketika semuanya berhasil..."
Tatapannya beralih ke Arlon.
" Orang lain yang menerima pujian."
Tak ada yang bisa membantah.
Marisa terlihat kesal.
"Jangan bicara seolah kamu korban!"
" Itulah yang harus di lakukan oleh keluarga " kata Marisa.
Bastian tersenyum kecil.
" Aku tidak sedang menjadi korban."
" Lalu apa?"
" Aku hanya lelah."
Kalimat sederhana itu membuat ruangan kembali hening.
Untuk pertama kalinya, mereka mendengar pengakuan yang selama ini tidak pernah diucapkan Bastian.
Pria itu lelah.
Sangat lelah.
Brandon mengepalkan tangannya.
" Lalu apa maumu sekarang?"
Bastian terdiam beberapa saat.
Kemudian menjawab dengan suara tenang.
" Aku tidak tahu."
Dan itu adalah jawaban paling jujur yang pernah ia berikan.
Karena saat ini ia memang tidak tahu apa yang harus di lakukan dan dia inginkan.
Ia hanya tahu satu hal.
Ia sudah tidak ingin terus hidup seperti selama ini.
Brandon menunjuk wajahnya.
" Kalau kamu tidak bisa mengikuti aturan keluarga ini..."
Suasana semakin menegang.
"...maka lebih baik kamu pergi!"
Semua orang langsung membeku.
Sophia menoleh cepat ke arah papanya
Sedangkan Bastian hanya duduk diam.
Tidak marah.
Tidak terkejut.
Tidak juga panik.
Seolah ia sudah memikirkan kemungkinan itu sejak lama.
Beberapa detik kemudian, Bastian menundukkan kepala pelan.
Lalu mengangguk.
Sikap itu justru membuat Brandon tertegun.
Karena tidak ada perlawanan.
Tidak ada permohonan.
Tidak ada ketakutan.
Dalam hati, Bastian sudah pasrah.
Jika suatu hari ia benar-benar harus meninggalkan rumah itu...
Maka ia akan pergi.
Karena untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia sadar bahwa dunia tidak akan berakhir ketika ia keluar dari bayang-bayang keluarga Tan.
Dan entah kenapa, kesadaran itu membuat dirinya merasa jauh lebih bebas daripada sebelumnya.
######
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.
Hari ini up agak sorean ya, biar otor bisa tidur lebih awal.
soalnya kepala otor sedikit pusing.
Oh iya jangan lupa kasih jejak cinta kalian ya.
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘