NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Rapat Aliansi Dua Generasi dan Teror di Jalur Logistik Bunga

Suasana di dalam ruang rapat tersembunyi di kediaman Nyonya Victoria terasa begitu khidmat sekaligus sarat akan ketegangan. sebuah meja kayu jati besar kini dikelilingi oleh kekuatan penuh dari aliansi dua generasi.

Adrian duduk di kepala meja dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memancarkan aura CEO yang dominan dan berbahaya. Di sampingnya, Nala duduk siap dengan laptop kerjanya, mendampingi sang calon suami.

Nyonya Victoria duduk berhadapan langsung dengan papa dan mama Angel. ikatan persahabatan masa kuliah yang baru saja terbongkar membuat suasana rapat ini tidak hanya profesional, tetapi juga emosional .

Di sudut ruangan, Kevin dan Angel ikut memantau pergerakan data cyber international yang bergerak di layar proyektor besar.

"Adrian, Nala..."tim audit forensik cyber yang aku bawa dari New York sudah bekerja sama dengan jaringan perbankan di Eropa. ucap papa Angel membuka pembicaraan dengan suara baritonya yang tegas dan berwibawa.

"Kami menemukan bahwa Haryanto menyimpan hampir 80 persen kekayaan ilegalnya di dalam gugusan rekening rahasia perbankan swiss atas nama perusahaan cangkang miliknya, Boris vance."

Nala dengan sigap mengetik di papan ketiknya, memproyeksikan data pelacak IP tersembunyi yang ia tanam sebelumnya.

"Om, berdasarkan IP jebakan yang saya pasang kemarin, komplotan Haryanto di Turki saat ini mengakses rekening tersebut untuk mencairkan sisa dana operasional mereka. mereka mengira pertahanan cyber mereka menang, padahal mereka sedang membuka pintu gerbang bagi kita."

"Bagus sekali, Nala. kamu benar-benar gadis yang cerdas," Puji mama Angel dengan senyuman hangat penuh kekaguman.

Adrian melirik Nala sekilas dengan binar posesif yang penuh rasa bangga, sebelum kembali menatap papa Angel.

"Om, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membekukan seluruh aset itu secara serentak?"

"Tepat dua hari sebelum hari H pernikahanmu Adrian. "jawab papa Angel mantap dengan mata berkilat tegas. kita akan membekukan seluruh di Swiss secara total, lalu mengalihkan dan mengambil kembali setiap sen hak kekayaan keluarga Dirgantara utama yang dulu ia rampok saat papamu sakit.

Kita akan membuat Haryanto bangkrut dalam semalam, memaksanya untuk nekat terbang langsung ke jakarta demi mendatangi gedung pernikahan kalian dalam kondisi frustasi!"

Di saat rapat besar di rumah utama sedang menyusun strategi Finansial, situasi di jalanan raya ibukota justru mulai memanas.

Siang itu, kendaraan boks logistik khusus milik pt. Dirgantara megah utama yang membawa pasokan mawar premium dari floris toko bunga sedang bergerak perlahan membelah kemacetan jakarta.

Di dalam kabin depan, asisten Han bertindak sebagai pengemudi, sementara sisil duduk di sampingnya sambil sibuk memeriksa catatan manifest bunga untuk dekorasi altar pengantin.

Jepit rambut mawar merah legendarisnya bertengger dengan kokoh di rambut panjangnya, menandakan bahwa jiwa barbarnya yang bersemangat kembali sepenuhnya.

Han yang sejak tadi mengemudi dengan fokus, sesekali melirik ke arah kaca spion tengah dan spion sampingnya. insting taktisnya sebagai pengawal terpercaya Langsung mendeteksi ada hal yang tidak beres.

Sebuah mobil Suv hitam pekat dengan kaca film gelap tanpa plat nomor terlihat terus menjaga jarak aman di belakang kendaraan boks mereka sejak keluar dari area pasar bunga.

Pergerakan mobil itu sangat mencurigakan, selalu berpindah lajur mengikuti ke mana pun Han mengarahkan setir.

"Sisil, kencangkan sabuk pengaman anda. sekarang,"!

Perintah Han tiba-tiba dengan suara baritonnya yang mendadak berubah menjadi sangat dingin.

Sisil tersentak dari catatannya, menoleh heran ke arah Han .

Lho, Kenapa sih, tuan kaku? ini kan macet, mau ngebut di mana -"

"Jangan banyak membantah, sisil. kita sedang diikuti," potong Han cepat tanpa cela.

Matanya menyipit tajam menatap mobil suv hitam di spionnya kiri mulai menambah kecepatan dan mencoba memepet bagian samping kendaraan boks bunga mereka.

"Dua tentara bayaran suruhan Haryanto dari Turki sedang mencoba mengincar jalur logistik kita."

VROOOMMM!

Begitu jalanan di depan mereka sedikit melandai dengan lengang, mobil SUV hitam itu langsung menginjak gas dalam-dalam, mencoba memotong jalur kendaraan boks Han secara kasar dari arah kiri untuk memaksa mereka berhenti pinggir jalan tol dalam kota.

"Aaaaa! Tuan Han! mereka mau nabrak!"

Jerit Sisil spontan sambil berpegangan erat pada dasbor mobil. Sifat barbarnya mendadak bercampur dengan ada adrenalin yang memuncak.

Dengan refleks kilat, Han memutar setir ke kanan dengan sangat kasar, menghindari benturan samping.

Kendaraan boks bunga itu berguncang hebat. membuat beberapa vas bunga di kabin belakang berdenting keras.

Han langsung menginjak pedal gas dalam-dalam, memacu mesin kendaraan logistik tersebut membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.

"Kevin! Mobil boks logistik nomor tiga di intai komplotan Turki di jalur tol Semanggi arah barat! kirim tim pengawal tambahan sekarang!" teriak Han berkomunikasi melalui earpiece nirkabelnya yang terhubung langsung ke ruang kendali cyber rumah utama.

Mobil SUV hitam itu terus mengejar dengan beringas. salah satu agen turki membuka kaca jendela tengah dan mengacungkan sebuah alat pengacau sinyal (jammer) serta mencoba melempar alat pelacak magnetik ke arah bodi mobil Han agar mereka bisa membajak akses logistik masuk ke area steril gedung pernikahan Adrian nanti.

"Sisil! merunduk di bawah dasbor!

Jangan mendongak sampai saya katakan aman!"

Perintahan posesif, sebelah tangan kakaknya langsung menarik pundak sisil agar tubuh gadis itu terlindungi di bawah area aman kabin.

Sisil merunduk dengan jantung yang berdegup kencang ugal-ugalan. namun, saat ia melihat wajah kaku asisten Han yang kini dipenuhi peluh keringat namun memancarkan tekad yang sangat kuat untuk melindunginya tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri.

Rasa takut di dalam diri sisil seketika berganti menjadi rasa Haru yang luar biasa manis.

CIIIAAAAATTT!

Han melakukan manuver drifting tajam keluar dari pintu tol, tepat saat dua mobil sedan hitam milik tim keamanan bayangan Pt. Dirgantara megah utama yang dikirim oleh Kevin.

Melesat masuk dan langsung memotong serta menjepit pergerakan mobil SUV hitam penjahat Turki tersebut.

Kalah jumlah dan menyadari sistem keamanan Adrian terlalu ketat, mobil penjahat itu terpaksa mundur dan melarikan diri memutar balik ke arah jalur logistik Pelabuhan sepi.

Han menghentikan mobil boks nya pinggir jalan yang aman, napasnya memburu tegang. ia langsung melepaskan cengkeramannya pada setir dan beralih menatap sisil yang masih merunduk.

"Sisil? anda terluka? katakan pada saya, ada bagian tubuhmu yang sakit?!"

Tanya Han dengan suara yang bergetar penuh rasa cemas yang teramat dalam, menyentuh kedua bahu Sisil protektif.

Sisil mendongak perlahan, menatap mata tajam Han yang dipenuhi rasa takut kehilangan dirinya. Sisil menggeleng pelan dengan senyuman manis yang tulus.

 Memegang jepit mawar merah rambutnya yang masih terpasang rapi. "aku nggak apa-apa, tuan kaku...terima kasih ya sudah jagain aku lagi."

Han menghembuskan napas lega yang luar biasa, menyandarkan punggungnya di jok kemudian sambil diam-diam tersenyum pasrah.

Teror dari Turki jalanan jakarta siang itu justru semakin mengunci rapat takbir asmara di antara sang pengawal pribadi dan sang ratu barbar.

Adrian dan Nala beberapa minggu lagi dengan sebuah benteng pertahanan aliansi yang tidak akan bisa ditembus oleh siapapun!

Tiga hari sebelum hari pernikahan mega - mewah Adrian dan Nala digelar suasana di dalam aula utama gedung pertemuan yang megah sudah disterilisasi total.

Sesuai dengan instruksi agresif Nala untuk memasang umpan maut area altar panggung menjadi zona paling rahasia yang tidak boleh dimasuki oleh

sembarang orang.

Siang itu kendaraan boks logistik dari floris toko bunga yang dikawal ketat oleh tim asisten Han, telah menurunkan puluhan vas bunga besi raksasa dan ratusan ikat mawar premium segar di atas panggung altar sisil berdiri dengan jepit mawar merah terpasang Kokoh di rambutnya.

Jiwa Barbarnya yang membara setelah kembali 100 persen demi melindungi hari bahagia sahabat karibnya sejak zaman SMA di jakarta.

"Tuan kaku, tolong pegangin sisi kiri vas bunga besi ini! jangan sampai miring!"komando sisil dengan suara cemprengnya yang khas.

Sambil menata kelopak bunga sisil diam-diam memanfaatkan keahlian lapangannya untuk merancang sebuah jebakan fisik mekanis di dalam vas bunga besi raksasa tersebut.

Di balik dedaunan lebat, sisil menyembunyikan seutas kawat baja tipis berkekuatan tinggi dan sistem pengunci mencoba menyusupkan alat sabotase ke dalam vas bunga tersebut.

Jebakan fisik itu akan langsung mengunci pergelangan tangan mereka dalam sekejap.

Asisten Han berdiri siaga di samping sisil, membantu mengencangkan tali pengikat kabel sensor sampai matanya terus memancar aura protektif yang posesif.

"sistem jebakan mekanis anda sudah sinkron dengan sistem alarm di ipad saya, sisil. Jika tikus - tikus Turki itu menyentuh vas ini , mereka tidak akan bisa kabur," bisik Han dengan suara baritonya yang tegas. sisil mendongak, melempar senyum barbarnya asisten yang manis membuat jantungan kembali pada ugal-ugalan penuh Asmara.

1
Iffanaya 😽
niatnya mau nyulik si kembar eh malah bakal kena jebakan si kembar 🤭
Sevda Aryan: Iya ka, si kembar terlalu Genius. karena waktu ngidam papanya Adrian Makan semur jengkol 🤣. Nanti Kevin merasa tersaingi sama si kembar dan frustasi.
lanjut di bab selanjutnya yeah ka.
total 1 replies
Dinda Rahayu
Semangat thor💪
Sevda Aryan: Terima kasih ka, atas dukungan nya .
total 1 replies
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Iffanaya 😽
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Iffanaya 😽
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Iffanaya 😽
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Iffanaya 😽: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Iffanaya 😽
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!