NovelToon NovelToon
Cinta Suci Raina

Cinta Suci Raina

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:56.2k
Nilai: 5
Nama Author: tris riyana

"Setiap orang memiliki alasannya sendiri mengenai bagaimana ia harus bersikap. Jadi, tugas kita bukanlah untuk membenci ataupun bertanya mengapa? tapi kita wajib menghargainya"
.
Aisyah Raina Abdullah, gadis cantik yang memilih menutup dirinya, demi untuk menjaga marwah pribadinya juga keluarganya.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak ia mengenal sifat. Ada yang murah senyum, ada pula yang dingin layaknya es.

Saat itu juga, Raina menemukan sosok pria yang sangat berbeda baginya, namanya Malik Fajar Admajaya. Akrab di sapa Fajar, ia adalah laki-laki yang memiliki sifat sedingin es.

Ia juga sangat membenci sosok wanita, kecuali sang Ibunda. Selama ini ia tak mau perduli dan tersenyum pada wanita manapun, kalaupun ia memiliki seorang 'wanita' itu hanyalah permainan baginya.
.
Kemudian, dua anak manusia yang berbeda karakter itu dipersatukan dalam mahligai cinta yang halal.

Walaupun pasti banyak rintangan yang akan menghadang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tris riyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fajar, Romantis?

Author Pov

Dengan banyak rencana romantis yang Fajar siapkan, kali ini ia merasa akan mendapatkan kesempatan itu.

Dan sebentar lagi.. ketika Raina semakin panik ia akan terbangun dan mengatakan semua perasaannya selama ini.

Ini kesempatan yang bagus, untuk lebih dekat denganmu Raina. Dan benar bukan? kamu benar-benar mengkhawatirkanku – batin Fajar sambil sesekali sedikit membuka matanya, untuk melihat Raina yang tengah mondar-mandir mencoba mencari bantuan.

*

Setelah beberapa saat, kepanikan dari wajah Rainapun reda. Tiba-tiba ia teringat sebuah adegan yang sama persis dengan yang terjadi antara dirinya dan Fajar saat ini.

Aaah.. aku ingat, bukankah ini aneh? Aku tidak mencubit dengan keras hidung Bang Fajar, tapi.. kenapa dia pingsan? Atau.. jangan-jangan ini tipuannya? – batin Raina yang masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, sambil mencubit hidungnya.

*Nggak sakit kok, masak iya karena ini Bang Fajar pingsan? coba aku periksa deh*.

Kali ini gadis itu mendekatkan wajahnya untuk memperhatikan wajah Fajar, dilihatnya mata Fajar yang bergerak-gerak.

Tuh kan.. gak pingsan. Emm.. sekarang gantian aku yang ngerjain kamu Bang Fajar - batin Raina yang berniat balik mengerjai Fajar.

Kemudian dengan berjalan pelan dan menjinjit, Raina berlalu bersama kudanya.

Dengan sedikit kekehan ia meninggalkan Fajar yang menurutnya sedang berpura-pura pingsan itu.

*

Setelah beberapa saat, Fajar yang merasa sepi dan tidak ada tanda-tanda kehadiran Raina didekatnya, dengan sangat perlahan ia membuka matanya.

“Ahhh!! Gue gagal lagi, Raina kemana lagi?” ucapnya yang sedikit kesal dengan rencana bodohnya sendiri, yang akhirnya membuatnya ditinggal oleh Raina.

Kring.. kring..

Ponsel Fajar yang ia letakkan di dalam saku celanya tengah berdering, dilihatnya panggilan suara dari Arkan sang kakak ipar.

“Iya hallo,” sapa Fajar pada Arkan yang masih tampak terkekeh dengan semua yang Raina ceritakan.

“Fajar.. Fajar.. lo gagal, dan kata Raina lo gak cocok akting kayak gitu, amatiran tau nggak, bikin luntur karisma seorang pria lo Jar..”

Mendengarkan perkataan Arkan, Fajar tentu saja merasa malu bukan kepalang. Ternyata istrinya itu sudah menceritakan semuanya pada kakak iparnya itu.

“Ah.. udah lah mas, malu nih.. untung nggak ada orang,” ucap Fajar untuk menghentikan kekehan Arkan.

“Ya udah.. lo kesini aja, kerumah warna putih dipojokan. Raina disini sama gue,” titah Arkan yang langsung di iyakan oleh Fajar.

Fajar yang masih merasa malu dan tak tahu harus berkata apa pada Raina nanti.

Dengan langkahnya yang panjang namun pelan, ia berjalan menuju rumah putih yang Arkan sebutkan padanya tadi.

“Assalamu’alaikum..” salam Fajar dengan wajah yang memerah seperti kepiting, yang baru saja ditiriskan akibat merasa malu.

“Wa’alaikumussallam.. sini duduk,” jawab Arkan sambil menujuk kursi disampingnya untuk Fajar duduki.

Untuk beberapa menit, suasana tampak hening. Fajar yang ingin membuka mulutnya kemudian tercegat, karena ia masih malu dengan kejadian tadi.

Kemudian Arkan membuka suaranya sambil menjulurkan sebuah buku kepada adik iparnya itu, “Ini buat lo Jar, buku panduan merencanakan suasana romantis suami istri, gue yakin lo butuh itu.”

“Apaan sih mas.. gue nggak seburuk itu tau. Lagian Raina aja yang telalu pintar memahami semuanya," sergah Fajar untuk membela dirinya sendiri.

“Raina dimana?” tanya Fajar kemudian, yang tampak celingukan.

“Ada didalam, lagi nyiapin sarapan buat kita.”

“Ini rumah...” ucap Fajar sekali lagi yang tampak kagum, dengan suasanya adem rumah di dekat pantai itu.

“Ohh.. ini rumah kita. Dulu.. Abi sengaja bangun rumah disini, waktu kami masih kecil. Soalnya Raina suka banget dengan pantai. Dan gak jarang juga kita tidur di rumah ini. Begitu udah besar, Raina yang desain ini semua. dia suka banget warna putih dengan kombinasi hijau, yang menggambarkan pantai dan gunung, katanya.”

"Raina suka banget ya..” ucap Fajar sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia tersenyum, menurutnya selera Raina tentang sesuatu itu sangat mengagumkan.

Kemudian Fajar tampak berdiri, matanya tertuju pada sebuah samsak tinju, dan juga sasaran panah yang memang sengaja di letakkan, oleh sang empu di sebuah ruangan yang cukup luas itu.

Melihat reaksi Fajar, kemudian Arkan juga mengikutinya dari belakang. Ketika Fajar meraba samsak tinju itu, baru lah Arkan membuka lagi suaranya.

“Itu semua punya kita, biasanya gue atau Raina yang pakai, tapi lebih sering Raina sih.”

“Oh iya?!” kali ini nada tak percaya yang keluar dari bibir Fajar.

Setelah kekagumannya pada kemampuan Raina menunggangi kuda, ternyata masih ada lagi kemampuan yang baru ia tahu dari sosok Raina.

“Mas.. makanannya udah siap nih!!” Raina yang telah menyelesaikan masakannya kemudian berteriak, untuk memanggil sang kakak.

Raina belum menyadari, Fajar juga disini bersama Arkan.

“Tuh.. udah dipanggil, ayo masuk..” Arkan memilih merangkul pundak Fajar, ia agaknya tahu sang adik ipar masih malu pada Raina akibat kejadian tadi.

“Abang.. sejak kapan Abang disini?” tanya Raina begitu Fajar masuk bersama Arkan.

“Itu.. anu.. mas Arkan telpon abang tadi, dia bilang kamu disini, makanya Abang langsung datang," jawab pria yang sedang tertunduk malu itu.

Raina sedari tadi terlihat menahan kekehannya, ia tak sampai hati sebenarnya meninggalkan Fajar. Tapi.. bagaimana lagi, dia juga bukanlah gadis yang mahir dalam berpura-pura, jika sudah mengetahui yang sebenarnya.

“Udah-udah.. sekarang kita mulai aja sarapannya,” sambar Arkan yang memecahkan kecanggungan diantara dua adikknya itu.

Kesejatian seorang pria, bukanlah terletak dari keromantisannya kepada seorang wanita..

Tapi.. seorang pria akan dikatan sejati, jika ia mampu untuk tidak menyakiti hati wanita - Aisyah Raina Abdullah

...*****...

Setelah sarapan selesai, Arkan memilih untuk pulang terlebih dahulu. Ia sengaja meninggalkan adiknya bersama dengan Fajar berdua.

Sedangkan dua anak manusia yang duduk bersebelahan itu, masih diam, kaku seperti manusia yang beku.

Hanya mulut Fajarlah yang tampak bergerak, agaknya ia ingin mengatakan sesuatu pada Raina, namun masih merasa ragu.

Kemudian suara Raina lah yang terlebih dahulu terdengar, memecah kecanggungan yang menyelimuti atmosfer diruangan itu.

“Ana minta maaf ya Bang, tadi langsung pergi ninggalin Abang, terus gak sadar langsung cerita ke Mas Arkan,” ucap Raina pelan, ia hanya ingin Fajar tidak merasa malu lagi, karena rencananya yang gagal.

Namun.. Fajar malah terkekeh, kemudian mengalihkan matanya untuk melihat mata Raina, “Akting Abang buruk ya?”

“Nggak buruk kok, cuma lucu aja.. adegan begituan mah udah banyak di film-film. Awalnya nih Bang..” kali ini Raina mulai tampak antusias berbicara dengan Fajar.

Dan Fajar tersenyum bahagia mendengarkan gadis disampingnya itu bercerita, kemudian ia mengambil posisi siapnya sebagai seorang pendengar.

“Ana panik banget, sampai ana gosok-gosok juga tangan Bbang. Terus.. tiba-tiba sep gitu, ana keinget sama adegan begituan di film.”

“Berarti kalau ada apa-apa sama Abang, kamu akan sepanik itu kah?” tanya Fajar untuk menguji Raina.

Mendengar pertanyaan Fajar, Raina terkesiap dan mencoba memikirkan jawaban yang tepat.

“Emm.. kalau gitu, ana mau siap-siap latihan dulu ya Bang..” ucap Raina yang hendak berlalu meninggalkan Fajar.

Namun, dengan segera Fajar menarik pelan tangan Raina, yang menyebabkan lagi-lagi Raina terjatuh di pelukan Fajar.

Dua sejoli ini saling menatap dengan lekat, kemudian.. Fajar mengeratkan pelukannya itu.

“Kamu dapat merasakannya bukan? Derup jantungku yang tak beraturan ketika bersamamu. Bahkan, inilah yang kurasakan sejak pertama kali kamu terjatuh dalam pelukanku. Aku tidak tahu pasti.. kapan rasa ini mulai tumbuh, tapi.. hanya satu yang aku ketahui, aku tidak mampu jika sehari saja tidak melihat keteduhan matamu.”

"*I*ya Bang.. aku juga merasakan hal sama dengan yang Abang rasa"

Namun.. Fajar segera sadar, ketika Raina menguraikan pelukannya. Dan segera pergi meninggalkannya masuk kedalam kamar.

"Ahh.. cuma ilusi ternyata.." cicit Fajar pelan sambil tersenyum semirik.

*

Raina tampak mencoba menetralkan jantungnya, dan mencuci muka. Kemudian diambilnya baju yang akan ia gunakan untuk latihan hari ini.

Ketika keluar kamar, ia sudah melihat Fajar yang sudah bersedia dengan tinjuannya yang akan ia daratkan ke arah samsak tinju di hadapannya itu.

...-----♡●♡-----...

Alhamdulillah bisa up lagi😁

Emm.. bagaimana menurut pendapat teman-temen mengenai episode kali ini?🤔

Apapun itu.. terimakasih banyak-banyak ana ucapin untuk teman-teman yang sudah sudi untuk meluangkan waktunya membaca cerita cinta ini ya🤗🤗

yuk sokong author dengan cara, tekan jempolnya🖒ketik komentarnya😀dan juga berikan vote dan juga ratenya✔ yah😁

Jazakillah Khair 💖

1
Dandelion
Fajarr
Dandelion
Masa lalu bisa saja merubah kepribadian seseorang, Fajar ternyata pemuda yang malang🤧
Dandelion
Fajar😬
Dandelion
wah, penasaran😍
Dandelion
Ceritanya bagus, sukaa💖
zha_zha
ceritanya indah kak... maksh.. 🙏🙏
Panah Aksara🌼: makasih ya Kak😁
total 1 replies
nazaruddin thamrin
4 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ghiie-nae
yaaaaahhh...tamat ya thor....

semangat terus ya thor...
Panah Aksara🌼: Iya Kak, terimakasih banyak ya Kak😍😍
total 1 replies
Dian Anggraeni
senang bisa lihat notif biru di novelmu toor 👏👏👍👍👍👍
Never Home
seribu cinta untuk Raina .. eh, Riyana ....

tetap semangat untuk karya selanjutnya .... love you full....😍😍😍
Panah Aksara🌼: Makasih banyak ya kak😘 ❤1001 cinta buat kakak juga pokoknya😍😍😍

tetap semangat dan selalu sukses juga ya kak❤💪
total 1 replies
Dedek Gemmezzzz
weeeeh lama tak muncul ternyata nyiapin end 🙂 akan ada sequelnya kah...? semangat ya sayang ✊✊✊❤
Dedek Gemmezzzz: waah ikut pindah lapak kah...?
total 2 replies
Eva Santi Lubis
hadir thor mari saling mendukung
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kakak😁
total 1 replies
mimi
lanjut thor
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kak😁
total 1 replies
💎⃞⃟вѕ❀•พ͠ɑพɑ⃟🍏𝕸y💞
lanjuut kak
Dian Anggraeni
senang bisa up lagi tor...akupun baru mampir lagi nih...semangaaat 👏👏👏👍👍👍
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😊aku malah yang belum sempat mampir di tempat kakak..
total 1 replies
Ghiie-nae
lanjut kak.....


semangat ya....

aku udah baca sampai sini....

lanjut terooos....💪💪💪💪💪💪
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😁
total 1 replies
Never Home
episode bawang lagi... 😭😭😭
Panah Aksara🌼: kemarin kebanyakan beli bawangnya kak, gak abis2 jadinya 😢😢
total 1 replies
isniriswana
tetap berjuang juga untuk author semangat meraih cita cita 👍👍❤❤❤

di tunggu kelanjutan nya 👍👍❤❤❤
isniriswana: sama sama sayy❤❤❤
total 2 replies
Liana'S
Lanjuuut
triana 13
semangat kak 😉


salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!