NovelToon NovelToon
Untuk Kehidupan Kedua Kami

Untuk Kehidupan Kedua Kami

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Fantasi / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: sila

Kalista, seorang food blogger dengan ribuan penggemar dimana mana.
setiap konten yang di upload nya di media sosial akan selalu mendapat jutaan views.
tentu saja hobinya yang paling jelas adalah makan.

Aruna, putri dari seorang paruh baya pemilik restoran terkenal, dia bekerja ditempat ibunya sebagai latihan karena setelah lulus SMA dia akan meneruskan usaha ibunya itu.
salah satu kebiasaan nya adalah melakukan beatbox.

Luna, anak dari seorang petani, didesa nya orang tuanya adalah yang paling kaya.
mereka punya banyak tanah yang dijadikan kebun buah dan sayur, padi dan juga dijadikan tempat ternak hewan yang salah satunya adalah sapi dan kambing.
Luna sendiri punya satu sapi kesayangan yang dia berikan nama blackmoo, sapi nya hitam dan selalu lapar hingga terus berisik.

secara tidak terduga ketiga gadis itu mati dan berpindah ke masa lalu dijaman kuno, abad pertengahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

"Sampai membuat menara sihir menangani secara khusus?"

"Itu, Tuan Luis sampai turun tangan langsung menjemputnya."

"Apa yang terjadi dengan si aib itu?"

"Tapi kenapa pangeran Shanez tidak menolongnya? bukankah mereka bertunangan?"

"Apa yang diharapkan dari hubungan politik? pangeran Shanez hanya mencintai nona Alisa saja."

"Ah benar juga, nona Alisa cantik dan jauh lebih baik dari si aib itu, tentu saja pangeran Shanez tidak akan peduli terhadapnya."

"Benar, apalagi nona Alisa dirumorkan akan menjadi murid menara sihir yang akan dilatih langsung oleh tetua utama menara sihir!"

"Benarkah? hebat sekali, dia memang Dewi keberuntungan!"

Bisik-bisik dari para murid terdengar, mereka masih membicarakan masalah dua hari yang lalu.

Ya, dua hari yang lalu, setelah Rosetta berhasil menaklukkan Fenrir dan menjadikannya sebagai hewan kontraknya, pihak akademi dikejutkan dengan kedatangannya yang membawa tubuh Caily yang tampak dipenuhi oleh luka dan darah, bahkan bisa dibilang kesempatan hidupnya sangat rendah.

FLASHBACK on

Christopher dan Calief bahkan sempat membeku melihat betapa hancurnya tubuh Caily.

Sebelum Rosetta membawanya ke pusat kesehatan akademi, Christopher menghentikannya dan malah membentak dan memarahinya.

Calief hanya terdiam ditempatnya namun dengan pandangan yang menyalahkan, menurut mereka berdua, Caily menjadi seperti itu karena selalu bersama Rosetta.

Rosetta pun tidak mengelak, karena apa yang terjadi pada Caily memang karena dirinya yang kekeh ingin menjadikan Fenrir sebagai hewan kontraknya.

Namun sebelum Christopher membawa Caily pergi, Vione datang dan merebut tubuh Caily yang sudah tidak sadarkan diri lebih dulu.

Keduanya sempat berdebat bahkan sempat saling menyerang dengan elemen sihir masing-masing.

"Sudah kubilang kalian berdua tidak akan mampu menyembuhkannya!" Teriak Vione dengan wajah yang sudah memerah karena emosi.

"Apa yang kau tahu?! kau penyihir sombong yang hanya mengandalkan menara sihir terus menerus berani berkata seperti itu pada kami?!"

Calief ikut bersuara, dia kesal dan tidak tahan dengan ucapan Vione yang menurunya merendahkan dirinya dan kakaknya.

Rosetta menatap dengan wajah sendu, dia ingin ikut menyuarakan suaranya namun ia sadar jika dirinyalah yang salah disituasi itu.

Vione menggertakkan giginya menahan amarah.

"Kau dua pecundang sialan bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada adik kalian sendiri! dan sekarang kalian sok ingin merawatnya? dimana kalian sebelum-sebelumnya? asik menemani sang Dewi keberuntungan itu? yang bahkan sudah ditemani tiga pangeran? kau tahu adikmu tidak punya kekuatan tapi kau biarkan dia pergi mencari hewan kontraknya sendiri?!"

Amarah Vione meledak-ledak, ia berteriak keras tanpa henti pada dua kakak Caily yang menurutnya benar-benar menyebalkan.

Christopher terhenyak, namun Calief terpancing emosi, dia sempat merasa tersinggung.

"Apa yang kau tahu?! lagipula sudah ada kalian berdua, kenapa kau tidak menjaganya?"

Vione tersentak pelan, ia seolah tidak ingin mendengar kata-kata itu darinya, menganggap jika Calief terlalu bodoh untuk ukuran orang yang hampir dewasa seperti itu.

"Kau tahu apa yang kau ucapkan barusan? kau tahu jelas peraturan akademi, bagi siapapun yang sudah mendapatkan hewan kontrak harus segera pergi dari area hutan."

Calief terdiam, ia baru menyadari dan ingat tentang itu.

"Dan kau... sudah-"

"Tentus saja!" Vione memotong perkataan Calief, matanya melotot karena marah.

"Kau bahkan tidak ingat tentang itu? apa karena kalian sibuk menemani Alisa melakukan pertunjukan dalam hutan dengan dalih ingin melatih hewan kontrak?" Tambah Vione.

Calief masih terdiam, ia menyadari kesalahannya.

Sebelum perdebatan semakin panjang, Vione segera menghancurkan kalung miliknya dan tak lama setelahnya Luis datang melalui portal teleportasi.

"Ada apa?" Tanyanya dengan nada datar.

"Bisakah kau menyembuhkannya?" Mohon Vione sambil menunjuk kearah tubuh Caily yang tergeletak dipangkuan Rosetta.

Luis menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa, dia bukan anggota kita."

Vione merasa gelisah. "Sebentar saja, lukanya terlalu parah dan mungkin pihak akademi atau dokter istana tidak terlalu bisa mengurusnya."

Luis terdiam sejenak namun akhirnya ia menggelengkan kepalanya dan tetap menolak dengan tegas.

Namun sebelum Vione sempat protes, aura agung yang bahkan membuat seluruh pihak akademi menjadi tunduk padanya.

Sesosok berjubah putih muncul dari partikel cahaya, sosok dan auranya benar-benar mampu membuat perhatian berpusat padanya.

"Guru?" Gumam Luis dan Vione bersamaan.

Ya, sesosok agung itu adalah tetua utama menara sihir, sosok yang menjadi guru satu-satunya dari Lysander, Luis dan Vione.

"Dia akan tinggal bersamaku dalam beberapa hari." Ucapnya dengan tegas.

Vione terhenyak bahkan semua orang juga sama terkejutnya.

Christopher dan Calief sempat maju seolah tidak menyetujui tentang hal itu.

Namun sebelum ada yang membuka suara, tubuh Caily menghilang bersamaan dengan guru Vione yang juga pergi begitu saja.

"Bawa putri Rosetta ke menara sihir, ada sesuatu yang harus dibicarakan dengannya."

Vione dan Luis saling bertatapan saat mendengar suara sang guru dalam pikiran mereka alias telepati.

FLASHBACK off

Dalam sebuah ruangan megah, Rosetta duduk dengan kepala tertunduk.

Disampingnya Vione juga duduk terdiam.

Disofa tunggal, ada Luis yang juga duduk diam, keheningan diantara mereka benar-benar terasa mencekam.

"Kau menaklukkan seekor Fenrir?"

Rosetta dan Vione mendongak saat mendengar pertanyaan Luis yang memecah keheningan itu.

Rosetta mengangguk pelan.

"Bagaimana kau mendapatkannya dengan kemampuanmu yang rendah itu?" Tanya Luis lagi.

Pertanyaan yang menohok itu membuat Rosetta kembali terdiam, tubuhnya sejenak merasa kaku.

Namun ia tetap membuka suaranya.

"Aku tidak tahu, tapi waktu itu... Fenrir tampak seperti tunduk oleh sesuatu sehingga ia tidak bisa bergerak untuk melawan, aku mengambil kesempatan itu dan menjadikannya hewan kontrakku."

Jelasnya dan menyembunyikan fakta bahwa Caily telah membangkitkan kekuatannya, ia tidak mungkin mengungkapkan kekuatan seganas itu pada dunia luar sebelum Caily sendiri yang mempublikasikannya.

Lagipula ia juga masih menunggu konfirmasi dari buku ramalannya tentang kemampuan Caily itu, dia ingin tahu seberapa besar potensinya serta dampak dari kekuatan itu.

Sialnya, poin amalnya bahkan tidak cukup untuk membuka sepotong ramalan sehingga ia harus menunggu plot buku berjalan sendiri.

Luis terdiam sejenak, ia memandang datar pada Rosetta.

Sedangkan yang ditatap mulai merasa canggung dan ragu, ia tahu jika Luis masih penasaran dengan apa yang terjadi, apalagi kejadian itu sampai membuat guru mereka turun tangan secara langsung.

"Sudahlah, kita tunggu penjelasan dari guru saja." Katanya santai, ia bangkit dan pergi dari sana.

Beberapa detik kemudian, Vione menoleh dengan cepat pada Rosetta.

"Apa yang terjadi sebenarnya?"

Rosetta menghela napas panjang, pandangannya menjadi lebih serius.

"Caily ... telah membangkitkan kekuatannya."

Pernyataan itu membuat suasana menjadi hening untuk sesaat.

Hingga Vione tersadar dan matanya membelalak karena terkejut.

"Kekuatan apa?"

"Itu mungkin semacam kekuatan yang bisa membuat hewan patuh padanya."

Vione terhenyak. "Jadi maksudmu ... sesuatu yang membuat Fenrir tunduk itu adalah kekuatan Caily?"

Rosetta menganggukkan kepalanya dan memperjelas maksudnya.

"Hewan legendaris sekelas Fenrir tunduk?" Gumam Vione yang menyadari jika kekuatan Caily mungkin berbahaya.

"Itulah, aku masih menunggu penjelasan dari buku ramalan tentang kekuatannya, jika hewan seperti Fenrir tunduk, ada kemungkinan jika Caily tumbuh dan naik level, ia bisa menjinakkan hewan sekelas naga langit sekalipun." Ucap Rosetta menggebu-gebu, ia tampak antusias dengan hal baru itu.

"Tapi naga langit yang ditemukan hanya milik Shanez saja, naga langit milik siapa yang akan kita jadikan uji coba?" Tanya Vione.

"Tentu saja milik Shanez, kita hanya perlu mencobanya secara diam-diam."

Disisi lain jauh diatas puncak gunung, bangunan minimalis yang terbuat dari akar dan kayu serta tumbuhan rambat lainnya.

Didalamnya tampak bersih dan nyaman, seorang gadis bergaun putih tengah terbaring diatas ranjang kayu.

Disampingnya, seorang pria tua berjanggut putih tengah sibuk melakukan pekerjaannya, disekitarnya ada banyak botol ramuan dan rak buku.

Tangannya bergerak lincah menuangkan beberapa tumbuhan herbal, matanya meneliti setiap bahan yang tercampur, setiap bahan yang larut dan perubahan warna disetiap menitnya.

Ia tidak melewatkan sedetikpun perubahan itu, hingga sentuhan akhir ia mulai menuangkan mana miliknya pada racikan ramuannya itu.

Cahaya keemasan yang lembut seperti serbuk mulai berjatuhan dan bercampur bersama cairan didalam wadah kaca itu.

Ramuan bergejolak sesaat dan warna yang sebelumnya berwarna hijau, perlahan berubah menjadi warna putih seperti partikel cahaya yang diciptakan oleh pria tua itu.

Ia menuangkan racikannya pada botol kaca kecil, lalu membawa ramuan yang diraciknya barusan pada gadis yang masih terbaring diatas ranjang kayu itu.

Secara perlahan ia menuangkan ramuan itu diatas bibirnya, setetes demi setetes.

Secara perlahan seluruh luka di tubuhnya yang semula terbuka kini tertutup dan kulitnya kembali bersih dan mulus.

Tetesan demi tetesan turun ke tenggorokannya, tubuh gadis itu bergetar perlahan dan semakin bergetar, tubuhnya mengalami kejang saat tulang-tulang retak dalam tubuhnya kembali tersambung dan diperbaiki oleh ramuan itu.

Dan beberapa menit setelahnya, tubuh gadis itu berhenti bergerak, napasnya teratur dan rona wajahnya tampak normal.

Dia Caily yang tertidur setelah tubuhnya diberi obat, ramuan itu menyembuhkan keseluruhan luka luar dan dalam pada tubuhnya dengan sempurna.

1
Dewiendahsetiowati
kapan ketahuan belangnya si biang kerok Alisa
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
Dewiendahsetiowati
gak ada jari emas kah untuk salah satu MC nya
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dia Fitri
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!