Tak disangka-sangka nasib buruk menimpa Putri Isnari, gadis belia yang baru berumur 21 tahun, ia harus menikah dengan pria arogan dan sombong. Pernikahan tersebut baginya adalah mimpi terburuk dalam hidupnya. Ia harus menikahi seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya!
Pernikahan itu sama sekali tak ada landasan cinta dan juga kasih sayang.
Mampukah ia menjalani rumah tangga yang teramat rumit itu, mampukah dia membuat pondasi rumah dengan cinta dan kasih sayang?
Yuk bareng-bareng baca kisahnya:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oktavia Ellisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hati Nurani
Skip
Ridho dan Putri berjalan menuju mobil, Roy sudah stay disamping mobil untuk membukakan pintunya.
"Selamat pagi Tuan Muda, selamat pagi Nona Muda," sapa Roy sopan sembari membukakan pintu mobil.
Ridho hanya mengangguk, sedangkan Putri ia membalas dengan senyuman tipis dibibirnya.
"Cepat masuklah duluan," perintah Ridho pada Putri.
"Siapa?" tanya Putri.
"Ya kamulah Putri, siapa lagi, tuyul," kesal Ridho.
"Oh saya, baiklah, saya masuk duluan Tuan," ucap Putri.
"Nona Muda ikut Tuan?" tanya Roy heran.
"Hem iya.. kau pahamkan apa yang sedang ku rencanakan," ucap Ridho.
"Iya saya paham Tuan," jawab Roy.
"Baguslah kalau kau paham, jadi aku tak perlu menjelaskan nya, karena sifat bodohmu itu kadang-kadang kambuh," ucap Ridho santai.
"Mari silakan masuk Tuan," Roy mengalihkan pembicaraan, dari pada dia kena semburan yang tak mengenakan bagi siapapun pendengarnya.
***
"Tuan stopppp!" teriak Putri.
Dengan spontan Roy langsung menginjak rem dan..
Jedukkk...
"Aduhh jidat ku," pekik Putri mengelus-elus keningnya.
"Roy.. bisa gak sih berhentinya itu pelan-pelan, gak usah ngerem mendadak," kesal Ridho, ia pun juga sama keningnya terbentur kursi kemudi.
"Maafkan saya Tuan, tadi saya hanya kaget mendengar teriakan Nona Putri," jelas Roy.
"Dan kau juga Putri, kenapa kau teriak-teriak, ini bukan dihutan," ketus Ridho.
"Ihh... kok nyalahin Putri, jelas-jelas sekretaris Roy yang salah, kan dia yang ngerem mendadak," elak Putri.
"Ya kalo kau tidak berteriak, Roy juga tidak akan mengerem mendadak," Ridho menaikkan satu oktaf nada bicaranya.
"Huhhh tetep aja Putri terus yang disalahin," Putri memanyunkan bibirnya.
"Ya memang kau salah," jawab Ridho.
Roy yang menyaksikan perdebatan 2 sejoli itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Tau ah Tuan, Putri mau turun aja," Putri hendak membuka pintu mobil.
"Kau mau kemana hahh.. kau mau pulang jalan kaki," cegah Ridho.
"Tidak Tuan, Tuan tidak melihat itu ada Nenek-nenek yang butuh bantuan," tunjuk Putri pada seorang Nenek-nenek yang dimaki-maki oleh seorang wanita.
"Kau tidak perlu ikut campur urusan orang lain, sudahlah Putri, aku tidak punya banyak waktu hanya untuk mengurusi hal sepele seperti itu," ucap Ridho angkuh.
"Mata Tuan buta atau gimana sih, itu Nenek-nenek dimaki-maki Tuan, bahkan sampai ditunjuk-tunjuk, nih begini nih," Putri meragakan nya dengan menunjuk-nunjuk muka Ridho dengan jarinya.
Ridho membulatkan matanya melihat Putri yang semakin hari semakin berani padanya.
"Kalo memang Tuan tidak ada waktu, Tuan bisa pergi sekarang juga, tapi tidak dengan Putri, Putri mau menolong Nenek-nenek itu, kasihan dia, lihatlah dia sampai didorong-dorong begitu, apakah Tuan tidak ada rasa empati sedikitpun padanya," cerocos Putri, bahkan ia langsung membuka pintu mobilnya dan langsung berjalan kearah Nenek-nenek tersebut.
"Dasar ya Nenek gak tau diri, seenak jidatnya aja meminta uang!" teriak wanita itu tepat didepan wajah Nenek itu.
"Maafkan saya Neng, saya hanya minta sedekah saja," isak Nenek itu.
"Cari duit dong," ucap wanita itu angkuh dengan mendorong tubuh Nenek tersebut, hingga terjatuh cukup keras.
Putri yang sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan wanita itu langsung melayangkan tamparan yang cukup keras dipipi wanita itu.
Plakkkk....
"Bisa gak sih ngomong itu biasa aja, Nenek ini kan hanya meminta sedikit sedekah, tidak meminta semua hartamu!" emosi Putri memuncak melihat tetesan air mata yang mengalir di pipi Nenek tua itu, ia langsung teringat dengan Bundanya.
"Nenek gak papakan?" tanya Putri sembari membantu Nenek tersebut berdiri.
"Beraninya kau menamparku, kau pikir kau siapa!" teriak wanita itu.
"Kau tidak perlu tau siapa aku, apa kau tidak punya rasa empati sedikitpun, pada seseorang yang butuh bantuanmu, heyyy ingat... diatas langit masih ada langit, jadi jangan sombong, bisa saja esok hari kau menjadi orang yang ada dibawah dan orang yang telah kau rendahkan bisa saja ada diatas mu," Putri sampai meneteskan air matanya, ya Putri termasuk orang yang sangat memiliki hati nurani yang sangat mulia.
"Saya salut dengan Nona Muda Tuan, dia memiliki hati yang sangat sangat baik," puji Roy.
Ridho hanya terdiam membisu melihat Putri.
"Jiwanya sangat mulia, apakah aku bisa seperti dirinya, apa aku bisa membuka hati ku untuknya, akh tidak-tidak, apaan sih Dho, dia itu cuma mainan kamu, ingat dia cuma boneka kamu, jika kamu bosan kamu bisa membuang nya," batin Ridho.
"Ayo turun Roy, bisa berabe nanti urusannya kalau si Putri tambah emosi," ucap Ridho.
"Baik Tuan," Roy langsung keluar dari dalam mobil dan langsung membukakan pintu mobil untuk Ridho.
"Lo kira nyari uang kayak mungutin sampah gitu, mikir dong, pakek otaknya!" ketus wanita itu.
"Hey mba, setengah hartamu itu milik fakir miskin, jadi Nenek ini punya hak atas hartamu, ingat mba, jangan gelap mata dan hati hanya karena harta," tutur Putri.
"Gak usah sok nasihatin gue deh, hey Nenek tua bangka, cari uang sendiri dong, mungutin sampah gitu, gak cuma minta-minta doang bisanya," ucap wanita itu tanpa belas kasihan.
"Maafin Nenek Neng," hanya itu yang keluar dari mulut nenek itu.
"Nenek gak salah, hanya dia yang buta harta," ucap Putri.
"Enak aja gue yang salah, panggil saya Nona Muda bukan Neng-neng apalah itu," sahut wanita itu.
"Sudah selesai urusannya, saya punya banyak urusan Putri," ucap Ridho, saat ia sudah sampai didekat para wanita-wanita itu.
Semua orang menengok kearah Ridho secara bersamaan.
"Ridho...." panggil wanita itu.
" .....
Hayo siapakah wanita itu, penasaran yaaa???
Jangan cuma baca ya para readers, bantu Like dan Vote dong, biar author tambah semangat ngelanjutinnya
dan komennya yang panjangggggggggg........🤣🤣🤣
Selamat hari weekend para readers My Little Queen