NovelToon NovelToon
Pernikahan Ke2

Pernikahan Ke2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratika

"Luka terdalam seorang wanita bukanlah saat dia harus melepaskan, melainkan saat dia menyadari bahwa selama ini dia telah mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk seorang pria yang bahkan tidak sudi melangkah satu senti pun untuk mempertahankannya."
Menikah dengan Arman membuat Aini Lidya paham rasanya terlantar secara mental. Nafkah pas-pasan, suami yang gemar pulang larut malam, hingga mertua dan ipar yang toxic, semuanya Aini telan bulat-bulat selama satu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: DIKTE SANG PENGUASA

Di lantai tertinggi gedung pencakar langit yang mewah, keheningan terasa begitu mencekam di dalam ruang kerja bernuansa monokrom itu. Arka Mahesa Pratama, sang presdir pengusaha terbesar di dunia, duduk tegak di kursi kebesarannya yang dilapisi kulit premium. Namun, untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemimpinannya yang terkenal kejam dan disiplin, fokus mata Arka tidak tertuju pada tumpukan dokumen bernilai miliaran rupiah di atas meja kaca.

Pikirannya malam itu justru berkhianat, terus-menerus memutar kembali memori pendek tentang sepasang netra teduh dan suara ketus seorang wanita asing di dalam lift pribadinya kemarin sore.

Kalimat berani yang meluncur tanpa rasa takut dari bibir wanita itu—“Dasar pria hidung belang!”—seolah menjadi gema yang terus merongrong ego lelakinya yang setinggi langit. Arka mengembuskan napas berat, mengetukkan jemari kokohnya di atas meja dengan irama yang konstan sebelum akhirnya menekan tombol interkom untuk memanggil asisten pribadinya.

"Masuk ke ruanganku, Arga," perintah Arka, suaranya meluncur dingin bagai embusan angin kutub.

Tidak butuh waktu lama, pintu jati besar itu terbuka. Arga melangkah masuk dengan takzim, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Ada yang bisa saya bantu, Bapak Arka?"

Arka memajukan tubuhnya, menatap asistennya dengan tatapan mata yang tajam dan tak terbantahkan.

"Cari tahu siapa wanita yang kemarin sore berani melanggar peraturan dengan masuk ke dalam lift pribadiku. Pastikan data dirinya ada di mejaku sebelum jam makan siang. Aku tidak suka ada orang asing yang bebas berkeliaran di gedungku tanpa mematuhi aturan," dikte Arka dengan nada tegas.

Arga yang mendengar perintah itu hanya bisa mengangguk patuh, tahu betul bahwa di balik alasan 'penegakan peraturan' tersebut, ada rasa penasaran yang tidak biasa dari bos besarnya.

Sementara itu, di lantai bawah gedung yang sama, atmosfer di dalam ruang rapat besar sektor industri hiburan justru berjalan dengan sangat hangat. Aini sedang duduk di kursi utama jajaran penulis, dikelilingi oleh sutradara ternama, produser, dan tim kreatif film. Hari itu adalah agenda pembacaan naskah pertama (script reading) untuk proyek adaptasi web series dari novel orisinil miliknya yang sedang meledak nomor satu nasional di NovelToon,"Luka dalam Rumah Tangga".

Diskusi berjalan dengan sangat profesional, diselingi tawa kecil yang renyah saat membahas karakter-karakter unik di dalam cerita. Aini, dengan lesung pipi kirinya yang sesekali menyembul manis saat tersenyum, memberikan penjelasan yang cerdas mengenai nyawa dari setiap bab yang ditulisnya. Dia tampak begitu bersinar, jauh dari gambaran janda terpuruk yang dulu dilempar keluar dari rumah suaminya.

Namun, kehangatan di dalam ruang rapat tersebut mendadak menguap tanpa sisa ketika pintu ganda kayu mahoni itu didorong terbuka secara paksa dari luar. Suasana ruangan seketika berubah menjadi kaku dan mencekam seketika. Dua orang pengawal berbadan tegap masuk terlebih dahulu, disusul oleh langkah kaki yang teramat berwibawa dari Arka Mahesa Pratama yang didampingi oleh Arga di belakangnya.

Melihat kedatangan sang penguasa ekonomi tersebut, seluruh jajaran direksi rumah produksi, produser, hingga sutradara kawakan langsung berdiri tegak bagai prajurit, menundukkan kepala mereka dengan rasa hormat yang teramat dalam.

"Selamat siang, Bapak Arka," sapa sang produser utama dengan nada suara yang sedikit bergetar karena grogi.

Ternyata, perusahaan multinasional raksasa yang dipimpin oleh Arka Mahesa Pratama adalah investor tunggal terbesar yang mendanai seluruh biaya produksi proyek web series "Luka dalam Rumah Tangga" milik Aini. Pihak rumah produksi sama sekali tidak menduga sang presdir tertinggi akan turun langsung meninjau jalannya rapat naskah hari ini.

Aini yang masih duduk di kursinya seketika melongo, kedua bola matanya membelalak tidak percaya saat mendapati pria "hidung belang" di lift kemarin kini berdiri di depan meja hijau dengan aura kekuasaan yang mematikan. Namun, sebagai wanita yang telah terlatih menguasai emosi dari badai masa lalu, Aini sekuat tenaga mengunci ekspresi wajahnya agar kembali datar dan tenang. Arka yang melangkah maju menuju kursi kepala meja juga sempat menghentikan ayunan kakinya selama sepersekian detik saat netranya bertabrakan dengan sosok Aini. Pria dingin itu menyipitkan matanya, terkejut menyadari bahwa wanita pemberani yang meneriakinya kemarin adalah otak jenius di balik novel viral yang sedang digilai jutaan pembaca.

Arka mendudukkan tubuh jangkungnya di kepala meja dengan wibawa seorang penguasa yang mutlak. Ruangan menjadi begitu hening, bahkan suara helaan napas pun terdengar samar. Arka membuka berkas naskah di depannya secara kasual, membalik halamannya perlahan sebelum akhirnya melempar pandangan matanya yang sedingin es tepat ke arah wajah Aini. Pria itu sengaja ingin menguji mental wanita di hadapannya.

"Saya sudah membaca garis besar cerita dari novel Luka dalam Rumah Tangga ini," ucap Arka, suaranya yang berat menggema di seluruh penjuru ruangan, memutus keheningan.

"Dan menurut sudut pandang saya sebagai seorang pebisnis, alur cerita ini terlalu lemah. Ceritanya terlalu melibatkan emosi menye-menye seorang wanita yang tersakiti. Mengapa tokoh utamanya tidak dibuat lebih taktis membalas dendam dengan cara menghancurkan bisnis mantan suaminya, daripada harus menangis berbulan-bulan di rumah orang tuanya? Emosi yang berlebihan hanya akan mengurangi nilai komersial dari film ini."

Mendengar karya batinnya dikritik secara dingin dan dianggap lemah di depan semua orang, atmosfer di dalam dada Aini seketika bergejolak panas.

Namun, dia menolak untuk membalasnya dengan ketikan kasar atau teriakan emosi. Dengan lesung pipi kirinya yang berkedut tipis menahan gemas, Aini menegakkan punggungnya, menatap lurus tepat ke dalam manik mata Arka Mahesa Pratama tanpa ada setitik pun rasa takut atau terintimidasi oleh jabatan pria itu.

"Mohon maaf sebelumnya, Bapak Arka yang terhormat," balas Aini, suaranya meluncur begitu mulus, tegas, dan sarat akan kecerdasan seorang wanita mandiri.

"Novel ini berjudul Luka dalam Rumah Tangga, bukan cerita tentang perang korporasi atau strategi bisnis. Tangisan dan proses mengurung diri yang dialami tokoh utama di awal bab bukanlah sebuah kelemahan menye-menye, melainkan potret nyata dari proses manusiawi seorang wanita yang jiwanya dihancurkan oleh orang yang dia percayai. Kekuatan terbesar dari cerita ini adalah kejujuran emosinya. Jika kita memotong bagian luka tersebut hanya demi ego komersial, maka film ini akan kehilangan nyawanya, dan pembaca setia NovelToon tidak akan lagi menemukan kedekatan rasa yang membuat mereka mencintai karya ini. Bisnis mungkin butuh logika, Bapak Arka, tapi sebuah karya seni... butuh hati untuk bisa menyentuh manusia." Jawab Aini lantang dan tegas.

Deg!

Seluruh orang di dalam ruang rapat seketika menahan napas mereka, wajah produser dan sutradara mendadak pucat pasi mendengar keberanian Aini mendebat argumen sang investor tunggal terbesar secara telak di depan muka hijau. Arga sang asisten bahkan sudah bersiap menanti ledakan amarah dari bosnya yang sangat benci dibantah.

Namun, di luar dugaan semua orang, Arka—yang kini telah menjelma menjadi sosok Arka Mahesa Pratama—justru tetap diam membisu. Pria sedingin es itu tidak meluapkan kemarahan. Di balik wajah datarnya yang tak berekspresi, Arka diam-diam terpukau, terenyak oleh ketegasan dan isi kepala Aini yang teramat mahal dan bernilai tinggi. Wanita di depannya memiliki harga diri yang tak bisa dibeli oleh nominal investasinya.

Arka tidak membalas argumen tersebut. Dia hanya menatap Aini dengan pandangan mata yang teramat dalam dan tajam, mengunci netra teduh sang penulis dalam sebuah keheningan yang sarat akan ketegangan batin yang intens di antara mereka berdua, menutup sesi rapat sore itu dengan teka-teki takdir yang kian menarik.

Sebab, saat kamu memiliki keberanian untuk mempertahankan prinsip dan harga dirimu di depan seorang penguasa, kamu tidak sedang menurunkan kelasmu; melainkan sedang membuktikan bahwa sebuah luka yang dikelola dengan kecerdasan batin jauh lebih berwibawa daripada keangkuhan harta yang tidak memiliki hati.

1
falea sezi
🤣🤣 arka arka lu sendiri ketus ehh masak. minta di baikin🤣 ngelunjak lu
Ratika duri: tau nih si arka 😅
total 1 replies
falea sezi
bner g usa ngurus orang g jelas sini 🤭 fokus krja aja biar aja ulet bulu dan si ceo g jelas itu bkin perkarw
falea sezi
lanjut
Ratika duri: oke kak😁
total 1 replies
falea sezi
wanita oon ngapain. g ngajuin cerai sendiri😒 stts gantung emank. enak bloon ya
Ratika duri: sabar kakak ku 😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!