NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"

Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HAPPY ENDING

Hari ini tiba hari pernikahan Velin dan Bram. Hubungan mereka yang akhir akhir ini semakin dekat membuat Velin semakin yakin dengan keputusannya sendiri. Velin nampak anggun di balut gaun pengantin ala princess meskipun ini pernikahan yang kedua kalinya. Dan Bram nampak tampan sempurna dengan jas hitam yang membalut tubuh gagahnya. Keduanya bergandengan tangan menuju meja penghulu. Hanya dengan satu kali tarikan, Bram berhasil mengucapkan ijab qobul dengan lantang. Ia merasa sangat bahagia pada akhirnya Velin telah resmi menjadi miliknya.

Bram menatap Velin sambil tersenyum, " Selamat sayang, semoga kita selalu bahagia." Ucap Bram.

" Aamiin." Sahut Velin.

Setelah penandatanganan akta pernikahan, acara di lanjut resepsi yang di hadiri ratusan tamu undangan. Zayn menjadi salah satunya. Ia menatap kebahagiaan Velin dari kejauhan. Ia tidak berani mendekat karena hanya akan menjadikan hatinya semakin sulit merelakan Velin bersama Bram. Ia mereka kalah dari anak kemarin sore yang berhasil merebut hati dan cinta mantan istrinya. Padahal selama ini ia sudah berusaha meminta maaf dan membujuk Velin agar mau kembali. Namun Velin tetap pada pendiriannya, ia tidak mau menoleh pada masa lalunya sekali pun. Rupanya luka hari Velin tidak bisa di sembuhkan lagi.

" Aku mengaku kalah, aku tidak akan mengganggu kebahagiaan kalian lagi. Selamat untuk kalian berdua, semoga bahagia."

Zayn meninggalkan ballroom hotel tempat resepsi Velin di adakan dengan perasaan sedih. Satu minggu lalu, ia telah kehilangan ibunda tercinta. Kini ia harus kehilangan wanita yang sangat ia cintai. Mungkin Tuhan telah menghukumnya karena perbuatannya kepada Velin sebelumnya. Begitupun dengan Siksa, dua minggu lalu ia mengalami penusukan di club malam tempat dia bekerja. Dia di serang oleh salah satu istri pelanggannya hingga tewas di tempat.

Velin yang berdiri berdampingan dengan Bram mengamati punggung Zayn yang semakin menjauh.

" Maafkan aku mas! Kebahagiaanku bukan bersamamu lagi. Semoga kau menemukan kebahagiaanmu sendiri secepatnya."

" Aku cemburu sayang."

Ucapan Bram membuyarkan lamunan Velin. Velin menatapnya, " Maksudnya?" Tanya Velin mengerutkan keningnya.

" Jangan kamu kira aku tidak tahu kalau sedari tadi kamu liatin om Zayn. Meskipun kamu masih menyimpan perasaan padanya, tapi kau sudah tidak bisa mengubah keputusan lagi. Kita sudah resmi jadi suami istri, so lebih baik lupakan dan buang nama pria lain dari dalam pikiranmu itu. Karena aku tidak akan merelakan istriku kepada orang lain."

Velin melongo mendengar ucapan Bram, bisa bisanya Bram memiliki pemikiran seperti itu.

" Meksipun kami telah bersama dalam waktu lama, tapi aku tidak akan menyimpan nama seseorang yang telah menyakitiku di hati ini. Dia sudah aku hempaskan ke laut lepas sana. Di Samudera Hindia biar nggak bisa balik lagi." Sahut Velin mengerucutkan bibirnya.

" Dih gemes deh kalau liat gitu, pengin aku kecup sekarang juga di depan semua orang."

Velin langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Ia memang tidak mengijinkan Bram menyentuhnya sebelum mereka menikah. Bahkan tadi ia hanya mengijinkan Bram mengecup keningnya.

" Kali ini kamu bisa lolos, tapi nanti malah nggak akan. Aku nggak akan melepaskanmu." Ucap Bram mengerlingkan sebelah matanya.

" A.. Aku.. Aku.." Velin nampak gugup menjawabnya.

" Aku kenapa hmm? Jangan bilang kamu belum siap. Selama ini aku tidak pernah menyentuhmu karena aku menghargai kamu sayang, tapi sekarang kamu sudah halal jadi... " Bram menjeda ucapannya.

" A... "

" Sayang kalau kalian mau pulang, pulang saja. Biar mama sama papa yang nemenin tamu. Toh sebagian besar dari mereka sudah bertemu kalian."

Ucapan Velin terpotong dengan kedatangan ayahnya. Ia menatap Bram yang senyum manis ke arahnya.

" Papa tahu saja kalau kami sudah lelah." Sahut Bram.

" Sudah lelah apa sudah tidak sabar hmm?" Goda nyonya Andrea.

" Apa sih ma." Ujar Velin malu malu.

" Tidak perlu malu malu begitu sayang, kamu juga sudah berpengalaman." Ujar tuan Wijaya.

" Papa." Ucap Velin melotot.

" Udah sana pulang, kamar pengantin kalian sudah siap." Perintah tuan Wijaya.

" Ayo sayang!" Bram membohongi Velin ala bridal style.

" Aaaa." Pekik Velin ketika tubuhnya terasa melayang. Ia mengalungkan tangannya ke leher Bram. Keduanya menuju mobil pengantin yang siap membawa mereka ke rumah baru mereka yang telah di beli Bram dengan hasil keringatnya sendiri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil sampai di villa elit bougenville 1, meskipun tidak semewah rumah Velin sebelumnya, namun rumah yang di beli Bram luas dan memiliki dua lantai. Di dalamnya terdapat fasilitas renang dan gym. Halamannya luas di hiasi berbagai tanaman bunga terutama bunga mawar putih yang nampak mendominasi mengelilingi kolam ikan di sekitar taman.

" Ini rumah kita?" Tanya Velin takjub.

" Iya. Ini rumah kita dan anak anak kita nanti. Maaf jika tidak semewah milikmu dan om Zayn." Ucap Bram kecil hati.

Velin menarik kedua tangan Bram lalu menggenggamnya. " Itu tidak bisa di katakan rumah. Karena definisi rumah yang sesungguhnya, adalah rumah yang hangat, nyaman. Dimana kehangatan itu ada suami yang selalu pulang awal, ada suami yang tidak membiarkan istrinya kesepian, dan seorang suami yang selalu memiliki waktu luang untuk istrinya. Sedangkan di rumah itu, setiap harinya aku merasa sendiri. Bahkan malam pun aku selalu merasa sepi, hanya angin malam yang menemani. Apakah di rumah ini aku bisa merasakan kehangatan itu?" Velin menatap Bram.

" Tenang saja sayang, aku bukan CEO perusahaan yang menghabiskan waktunya di kantor. Aku cuma pengusaha kecil jadi akan aku bisa selalu menemanimu, agar istriku yang cantik ini tidak kesepian." Ucap Bram mengelus pipi Velin.

Tiba tiba Velin memeluk Bram membuat hati Bram menghangat meskipun jantungnya berdetak kencang.

" Aku selalu mengharapkan itu darimu. Aku tidak butuh banyak uang karena aku punya itu. Yang aku tidak punya, perhatian dan waktumu. Hatiku baru sembuh dari luka, aku mohon jangan buat hatiku terluka untuk kedua kali. Aku tidak sanggup menanggungnya." Ucap Velin.

" Tentu sayang, aku tidak akan menyia-nyiakan wanita sebaik dirimu. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Bram mengecup kening Velin.

" Aku.... " Velin menjeda ucapannya.

" Kamu juga mencintaiku?" Tanya Bram karena ia tahu kalau Velin malu mengakui perasaannya sendiri.

" Hmm." Velin menganggukkan kepala.

Bram memeluk Velin dengan erat. Sungguh ia tidak menyangka akan datang hari ini. Hari yang membuat dirinya begitu bahagia bisa memiliki wanita yang begitu ia cintai.

" Terima kasih atas nikmat ini Tuhan. Aku sungguh bahagia atas pernikahan ini. Bantu hamba membuat istri hamba bahagia dan selalu bersyukur memiliki hamba. Mama, aku bahagia di sini. Semoga mama juga bahagia di sana." Ujar Bram dalam hati.

" Jangan pernah takut memberi kesempatan kedua pada hidup kita. Jika sebelumnya kita tidak bahagia dengan pasangan kita, mungkin Tuhan telah menyiapkan pasangan yang lainnya yang bisa membuat kita bahagia selamanya."

***THE END***

1
Siti Khalimah
brarti zain suka velin sejak umur 13 thor?
VANESHA ANDRIANI: makasih dah mampir kakak
total 2 replies
Mba Yun
dobel update thor
VANESHA ANDRIANI: satu satu aja ya.. author lagi g fit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!