Ini kisah tentang diriku yang mencintai seseorang dalam diam dan berusaha untuk tidak memiliki sikap yang egois yang ingin berusaha untuk mendapatkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tml_8TR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAU SIAP?
...REZA POV...
Hari ini adalah hari dimana semua siswa yang akan lulus diberi sedikit tantangan. begitu juga dengan Reza.
Reza memutuskan untuk berhenti di tempat kerjanya,walau berat hati, tapi Reza yakin bahwa akan ada hal yang akan memberikannya hasil yang memuaskan.
Setelah Reza mengundurkan diri di tempat ia bekerja, Reza pun memutuskan untuk pulang, karena hari ini, Pamannya datang untuk menemuinya.
"Engak aku duga, ternyata akan berhenti kerja di taman, padahal aku ingin melihatnya, tapi Ayah benar, wanita perlu laki-laki yang memiliki penghasilan karena ia juga perlu berbelanja keperluan lain" Batin Reza yang sedang berkendara.
Selama perjalanan berlangsung, Reza masih merasakan perasaan dimana ia harus bahagia dan harus sedih, karena melepas pekerjaan itu, sama saja ia menolak Rejeki yang mungkin lebih besar karena itu titip dari Allah SWT. Tapi kalau ia menerima, Gadis Taman yang ia temui akan hanya jadi kenangan, apa lagi ia yakin bahwa suatu saat nanti gadis itu akan mendapatkan seseorang yang ia banggakan.
Perjalanan pun terhenti saat ia sudah tiba di depan rumahnya, dan nampak disana sebuah mobil mewah, berwarna hitam dan juga mengkilap, tak ada segelintir debu yang menempel di mobil tersebut.
"Sepertinya Paman sudah datang" Ucal Reza yang melangkah masuk ke dalam Rumahnya. Dengan Salam dan mengetuk pintu, ia pun masuk dengan perasaan yang penasaran.
Didalam Rumahnya sudah terdapat sang Ayah, yang sulit ditemui itu, dan sang Paman yang berjas dengan setelan yang tak main, semua berwarna hitam.
"Reza! kemari" Ayah Reza melambaykan tangannya untuk menarik Reza dalam obrolan mereka.
"Iya Pah" Reza pun duduk di samping Ayahnya, ia juga menyalami orang yang lebih tua dari Dirinya. dan juga wajah yang selalu tersenyum.
"Waah...Reza ternyata Kau sudah sebesar ini ya" Kagum sang Paman membuat Reza Sedikit malu, karena dulu ia memang sering dibilang pendek, karena tubuhnya lebih pendek dan tak berisi dari sepupu-sepupunya. Paman nya pasti Kaget karena Tinggi badannya sudah melewati Pamannya itu.
"Paman....Reza tak sebesar yang paman kira" Ucap Reza dengan tawanya, yang membuat semua pun tertawa bersama.
"Kau ini...baik, paman ingin bicarakan hal serius dengan mu" Ucap Paman Reza yang berwajah serius dari tadi.
"Apa paman?" Reza menguatkan dirinya, ia tahu pertanyaan ini adalah pertanyaan yang hanya 1 kali saja menjawab, Pamannya akan langsung mengambil keputusan.
"Jadi...bagaimana kau siap bekerja di perusahaan?"
Reza sempat terdiam dan sedikit memikirkan sesuatu, dan dengan tepukan hangat dari sang Ayah membuat Reza tersenyum dan menjawab pertanyaan Pamannya itu.
"Reza Siap Paman, tapi Reza punya satu pertanyaan" Imbuh Reza dengan sedikit hati-hati karena ia tahu pamannya tak suka dengan kata Tapi.
"Hehehe...silahkan Reza"
"Paman, Kenapa Paman menyuruhku untuk bekerja di perusahaan yang seharusnya diisi oleh orang-orang yang berpendidikan paman?" Pertanyaan Reza sempat tak dihiraukan, namun Pamannya pun menjawab.
"Paman memang mencari orang-orang yang berpendidikan, tapi kau keponakan paman, paman tak mau keponakan paman, mengalami kesulitan, dan lagi pula kau akan siap nanti jika semua telah berubah" Ucap Paman Reza sedikit menjadi misteri bagi Reza. Bagaimana tidak, kata Kau siap akan memberikan perubahan.
"Kenapa paman bilang begitu?" Tanya Reza yang sedikit kebingungan.
"Nak...kau akan paham nanti, untuk saat ini kau harus berusaha untuk beradabtasi dan mempersiapkan dirimu" Ayah Reza yang merasa Anaknya kebingung, memberi penjelasan yang mungkin akan sedikit sulit dipahami, tapi ayahnya tak mau Anaknya terlalu mengenal dunia kegelapan malam.
"Baik Ayah..." Reza tersenyum dan menyetujui apa yang ayahnya katakan. Dan pamannya juga tersenyum karena sedikit memberi tahu tentang dunia yang akan di hadapi oleh Reza.
"Baiklah....karena paman sudah lama disini, paman akan pulang, dan beberapa hari lagi paman akan menjemput mu untuk ikut paman" Hanya anggukan yang diberikan oleh Reza kepada Pamannya, Dan menerima respon yang tepat, pamannya itu pun pulang dengan mobil mewahnya.
Reza yang duduk di ruang tamu sedikit sedih, ia memang tak menerima syarat apa pun dari pamannya, tapi ia belum siap menerima dunia luar yang berbeda dengan dunia yang berada disekitarnya.
"Ayah....apa aku tak salah mengambil keputusan ini ayah?" Tanya Reza dengan wajah yang sedikit sedih membuat sang Ayah tersenyum dan sempat bingung menjawab, karena Ayah Reza tahu bahwa Putranya baru akan melangkah ke dunia luar yang berbeda dengan dunianya.
"Reza...siap tak siap kau pasti akan mendapati masalah ini, dan satu-satunya cara adalah menghadapinya, kau tak perlu risau, dengan seperti itu kau akan lebih mengenal dunia, dan akan mengetahui apa saja yang ada diluar sana, tapi tetaplah berhati-hati, jangan pernah salah dalam melangkah ingat!" Kata Ingat membuat Reza sedikit ditambah kebingungan, tapi ia yakin saat ini Ayahnya sedang memberi peringatan dan penjelasan yang tepat untuknya.
Setelah mengobrol dengan Ayahnya, Kini Reza memutuskan untuk beristirahat di dalam kamarnya dan bersantai menikmati sedikit lagu yang terputar tepat di telinganya.
"Siap tak siap...aku harus bisa" Semangat pun keluar dan dengan sedikit takut tapi yakin, pasti ada hasil yang memuaskan.
berarti ini cerita sudah lama ya kak 🙏🙏🙏
rate 5
tombol ❤
semangat kak
salam my boss psychopath