NovelToon NovelToon
Cadar Yang Ternodai

Cadar Yang Ternodai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Hamil di luar nikah
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Baiti Jannati

Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.

Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.

Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.

"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."

Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?

***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.

Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Mereka semua sudah berkumpul dalam satu meja makan.

Raut wajah mereka pucat pasi melihat makanan yang sudah terhidang di depan mata.

"Ayo di makan jangan di liatin aja." ucap Mauren santai sambil membawa nampan jus jahe di bantu pelayan.

Mereka yang di perintahkan Mauren meringis dalam hati.

Apa lagi Leo, ia hanya memandang makanan di depan nya dengan datar.

Bisa di makan gak ya, kasian juga mereka nurutin bumil ku ini.

Mauren melihat makanan di depan nya ini bahkan mengelap air liur di sudut bibir nya.

Karena mereka hanya diam memandang, Mauren pun mengambil lebih dulu sedari tadi ia sudah lapar.

Perlahan ia mengangkat cadar nya sedikit, itu tidak lepas dari pandangan mereka apa lagi Alfa, Aldo dan Riski ia sangat penasaran wajah di balik cadar itu.

"Hmmm, enakk.." ucap Mauren setelah menelan makanan nya. Sekali gigit doang. Haha.

Mereka melihat Mauren memakan itu hanya terdiam.

Gak papa itu si baby kan di kasih roti gosong.

Aduh pasti gak enak.

"Lah ko gak di makan, Ren kan sudah susah payah buatin nya." lirih Mauren menundukkan kepala nya.

Perasaan yang buat aku deh sama bi Nita, dia cuman duduk manis doang.

Leo menghela napas berat, mau gak mau harus nurutin istri nya ini. Salah sendiri nyetak anak tanpa permisi.

"Mah, pah di makan roti nya..," perintah Leo dengan wajah datar nya.

"Kalian juga." melirik Alfa, Aldo dan Riski.

Mereka yang di perintahkan menatap Leo sinis.

Kurang ajar ini anak, gak liat apa orang tua gak mungkin makan kaya gini.

Sialan Leo, bini dia yang hamil gue yang kena.

Awas aja nanti itu anak kalau sudah sampai di rumah.

Mereka pun beralih menatap Mauren yang menghentikan makan nya, karena hanya ia sendiri yang memakan.

Padahal kan aku pengen di temenin makan sama mereka, masa aku sendiri yang makan itu gak adil nama nya.

"Ya sudah kalau kalian gak mau makan Ren gak mau juga. Permisi..," rajuk Mauren berdiri dan berbalik menuju kamar nya tapi langsung di cekal tangan nya sama Leo.

"Kamu makan nya baru sedikit, masa sudah mau pergi aja emang kenyang?" tanya Leo menaik turunkan alis nya. Mauren menggelengkan kepala nya.

Mereka yang melihat drama ibu hamil yang meraju hanya menghela napas berat, sungguh bumil yang satu ini sangat anu sekali. Wkwkwk.

Mereka pun saling melirik dan mengganggukkan kepala nya tanda mereka ingin memakan nya demi bumil ini, nanti ileran kan kasian.

Demi calon cucu.

Demi ponakan terpaksa Om Alfa nurutin, asal sikap nya itu gak kaya ayah nya nanti, suka merintah.

Memang ia belum lapar tapi ia merasa tidak enak hati karena meminta mereka menemani ia makan, niat hati ingin makan bersama malah ia sendiri yang makan.

"Ya sudah ayo makan." menuntun Mauren ke tempat duduk nya tadi.

"Ayo di makan nanti mubazir." perintah Leo.

Mereka pun mulai memakan, menelan nya secara paksa.

Sumpah ini pahit.

Gila pake saus tiram beneran.

Astaga, semoga gak ada gangguan pencernaan.

Mauren yang melihat mereka mulai memakan roti itu merasa sangat senang.

Senyum lebar tepatri di balik cadar nya. Ia dengan girang memakan yang di depan nya.

Baru mau menyuap tapi selera nya langsung hilang, ia pun berdiri menuju dapur.

"Ren mau kemana?" tanya Zahra.

"Dapur mah, kalian lanjutin aja makan nya. Ren sebentar doang ko."

Membuka kulkas dan menemukan makanan selanjut nya yang ingin di makan nya.

Di ambil nya nasi dan telur rebus serta kecap yang di tumpah di atas nya.

Ia pun sampai di meja makan dengan membawa sepiring nasi serta telur rebus.

Dengan santai nya ia memakan itu di depan mereka semua.

Mereka yang melihat itu hanya terdiam memandang datar Mauren.

Sungguh kesabaran mereka di uji dengan bumil ini.

Dengan terpaksa mereka memakan roti yang sudah tersaji, sesekali melihat Mauren dengan wajah tanpa dosa itu.

Memang Mauren seperti kekanakkan dengan gampang nya ia memerintahkan mereka memakan yang di depan nya dengan polos nya juga ia menghiraukan rintihan hati kekesalan dari mereka, seolah-olah bukan ia yang menyuruh padahal demi Mauren demi cabang bayi, ya tuhan kuat kan mereka..

Jus jahe yang di samping mereka tidak ada yang berkurang sedikit pun, mereka meminum air putih yang memang sudah di sediakan.

Mereka berharap Mauren tidak menyadari itu tapi harapan tinggal harapan.

"Jus nya ko gak di minum?" tanya Mauren polos. Bahkan jus di samping nya pun belum di minum nya. Astaga.

Dengan segera mereka meminum jus jahe itu, ekspresi wajah mereka menunjukkan bahwa mereka tersiksa dengan minuman.

Rasa pedas, manis, sepat. Bercampur jadi satu.

Dengan segera mereka berlari berhamburan menuju kamar mandi dengan berdesakan.

Mereka memuntahkan semua isi makanan nya, hati mereka menggerutu tapi tidak dengan Mauren yang di tinggal seorang diri ia hanya terbengong melihat itu.

"Ada yang salah ya, malah ke kamar mandi semua. Apa gak enak ya makanan nya atau minuman nya," gumam Mauren. Karena penasaran ia pun meminum sedikit jus itu.

"Huekk, memang gak enak."

Setelah drama di meja makan berakhir mereka semua menuju kamar masing-masing. Alfa, Aldo dan Riski mereka pulang ke rumah sendiri.

Mauren yang masih duduk di samping kasur ia menunduk malu, gelisah tak sementu.

Ceklek

Suara pintu kamar mandi di buka menampilkan Leo dengan otot perut kotak berjumlah 6.

Dengan santai nya ia mengibas rambut basah nya berlalu menuju koper nya.

Indra penciuman Mauren mencium bau wangi maskulin.

Ia merasa seperti pernah mencium bau itu, tapi ia menggeleng kepala nya takut kalau memang beneran Leo yang melakukan itu tapi di jauhkan nya pikiran buruk itu ia hanya mau berpikiran positif aja.

Ia gak mungkin menuduh suami nya sendiri tanpa bukti. Walau ia tau di mana lelaki itu tinggal yang sudah merenggut itu semua dari nya. Tapi ia hanya ikhlas takut anak nya tidak di akui apa lagi mengingat seseorang yang berucap kasar dan begitu menghujam di ulu hati nya sebelum meninggalkan tempat terburuk itu.

"Ren.."

"Renn..."

Di sentuh Leo pundak Mauren, Mauren yang di sentuh terkejut ia tersadar dari lamunan nya.

"Mengapa melamun? hmm.." tanya Leo.

"Gak papa mas." Mauren masih menundukkan kepala nya, ia gugup karena begitu dekat dengan Leo.

Mana Mauren beberapa waktu yang lalu seperti bocah manja merengek minta jajan.

"Boleh mas buka cadar nya?" Leo berucap lembut.

Mauren mengganggukkan kepala nya, ia menutup mata nya.

Dengan perlahan Leo membuka cadar Mauren, Mauren masih menundukkan kepala nya muka nya sudah memerah seperti kepiting rebus.

Di angkat nya dagu Mauren menghadap diri nya, untuk kedua kali nya ia melihat wajah Mauren.

Ia begitu takjub dengan ciptaan tuhan di depan nya ini begitu sempurna, sesempurna manusia pasti ada kekurangan nya. Hanya Allah lah sang pencipta yang begitu sempurna.

"Masya Allah, cantik.. Istri mas begitu cantik." Leo mengelus pipi Mauren yang kemerahan.

Mauren begitu malu nya, ia ingin menenggelamkan diri nya di dasar laut di puji sang suami membuat hati nya berbunga-bunga.

Senyum Leo merekah melihat Mauren yang malu-malu kucing itu.

Dari sekian banyak ciptaan-Nya yang telah Dia ciptakan, manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang telah Allah ciptakan dimuka bumi ini. Allah berfirman:

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baik-baik”. (Q.S At - Tin : 4)

Memang dari sekian ribu ciptaan Allah yang ada, manusia-lah ciptaan-Nya yang paling sempurna, karena manusia yang diberikan oleh Allah segala komponen yang tidak dimiliki oleh ciptaan yang lainnya. Manusia mengemban amanah yang berat karena kesiapannya untuk menjadi seorang manusia. 

Manusia yang diberikan oleh Allah SWT akal yang dengannya manusia mempunyai kemampuan untuk berfikir, manusia juga diberikan oleh Allah SWT nafsu, sebagai pembeda antara manusia dan malaikat. Jika manusia mampu menggunakan anugerah yang diberikan dengan sebaik-baiknya, maka dia akan menjadi seorang pribadi yang luar biasa.

Tidak usah berangan-angan untuk menjadi seseorang yang sempurna. Cukup syukuri anugerah yang telah Allah berikan kepada diri sendiri, dan difungsikan dengan sebaik-baiknya, tanpa melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan, peralatan cara terbaik kita untuk mensyukuri anugerah yang Allah berikan kepada diri kita. Jika salah maka segeralah yang bertaubat dan berlaku tidak akan kesalahan tersebut, dan segeralah yang diberlakukan, karena akan menerapkan keburukan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc*

1
Endah Windiarti
bagus ceritanya
etihajar
bisa bisa nya abis d lecehkan tifurbpules trs mndi santai trs GX kabur heran dm alur cerita nya
riby_chan
Baca kedua kalinya mesti 😭😭😭
Nur Ayni
maaf yah thor, setauku tdk zina krn nikahnya sah. coba deh cari lagi referensinya.
riby_chan
Next lagi thorr.. Jan lama" ceritanya baguss 😘😘
Sarinah
baru saya puas baca novel penuh dengan nasehat, bukan cuma peluk cium doang. terimakasih anda telah menjaga saya.😍😍😍
aldaaaa13
thorr lnjut thorr biar Mauren sm Leo bahagia,trs jg Alfa sm Mita biar bhagi biar sm"bahagia
Neulis Saja
Thor, keep up spirit and keep working
Neulis Saja
ko kepikiran yah ada Ketut yg tak tahu diri
Neulis Saja
kenapa ortunya tdk ngasih tahu kalau yg menghamili anaknya adalah leo
Neulis Saja
ngidamnya bener2 ngerjain org 😄
Neulis Saja
Thor, bisa aja 😂
Neulis Saja
good job lah Mauren sekali2 dikerjain 🤣
Neulis Saja
Thor, thank you so much 🙏🙏🙏
Neulis Saja
next
Neulis Saja
mauren doen't know that he Will marry Leo
Neulis Saja
namanya juga lagi hamil
Neulis Saja
jangan2 si bapak itu calon suami mauren
Neulis Saja
next
Neulis Saja
great you Thor ngetik di hp tapi dibacanya enak kirain di laptop
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!