Kisah cinta manis antara Figuran dan Antagonis. Mungkin akan mengalami beberapa rintangan kecil dan kesulitan, tetapi selalu menemukan kebahagiaan satu sama lain, dan hubungan mereka semakin dalam.
Seorang perempuan yang hidupnya selalu berada di Rumah sakit karena penyakit jantung lalu saat sudah waktunya untuk pergi dunia malah tersesat di portal novel yang terakhir dia baca. Menjadi seorang Figuran yang akan mati di siksa oleh Antagonis pria karena mengerjai wanita dicintai seorang Protagonis wanita.
Bagaimana kisah mereka?
#CintaRomantis
#SweetMarriage
Cover by @arts.pio
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayyidamita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[ 21 ]
"Dewi, lo ngapain dekat - dekat sama orang asing hah? Menjauh lo!" teriak Mario dengan nada penuh penekanan tidak terima.
Semua orang yang berada di ruang rawat Mario langsung menatap pria itu dengan tatapan yang berbeda - beda, Mario merasa sangat ingin menghampiri Dewi dan pria asing di samping nya untuk menjauh kan mereka tetapi dia belum bisa untuk bergerak rasa nya ingin sekali marah tetapi tidak tau kepada siapa. Ino yang melihat tatapan tidak sudah dari kedua mata Mario ke arah Dewi membuat nya menebak kalau sebenar nya mereka itu saling menyukai tetapi terhalang dengan ego mereka sebab sebelum ada perasaan mereka sudah berjanji tidak akan memiliki perasaan kepada satu sama lain.
Sebenar nya Ino sangat kesal dengan tingkah kedua nya yang seolah - olah tidak ada perasaan apa pun untuk masing - masing, tetapi Ino mencoba untuk mengerti bagaimana perjanjian mereka bertiga karena diri nya adalah arwah yang tersesat di tubuh sang Figuran wanita ini.
"Apa lo?" sentak kan Dewi menatap melotot ke arah Mario membuat pria itu makin kesal sehingga wajah nya memerah karena menahan kekesalan nya.
"Kalian pergi lah, gue mau istirahat. Boleh kan Dokter Aland?" ucap Mario dengan nada pelan saat emosi nya mereda mengarah ke Aland yang mengangguk menyetujui nya karena Mario sejak tadi tidak istirahat.
"Keluar, beri pasien saya istirahat." ucap Aland yang langsung membuat mereka satu persatu keluar dari ruang rawat tersebut.
Saat tinggal lah Ino untuk melangkah keluar tetapi berhenti menoleh kan kepala nya ke arah Mario dengan tatapan sendu yang terlihat dari tatapan Aland.
"Mario, kita sudah lama bersahabat sejak kecil selalu bertiga. Semoga bukan perasaan cinta yang memecah kan persahabatan kita." ucap Ino langsung keluar ruangan sambil menutup pintu putih tersebut.
"Gue juga tidak mau persahabatan ini hancur, tetapi gue..." ucapan Mario terhenti tidak bisa melanjut kan kata - kata nya sehingga dia menghembus kan nafas nya menatap lurus ke depan.
Di luar pintu ruang rawat Mario, Aland langsung menggandeng sebelah tangan Ino yang berada di sebelah tangan yang kosong dia membawa satu kantong makanan yang semula berada di tangan pria berbadan tegap di sebelah Dewi.
Ino hanya mengikuti langkah Aland dengan diam, mengetahui kalau mereka akan berada di ruangan pria itu membuat nya menghela nafas tetapi tanpa di sangka saat mereka melewati pintu ruangan yang bertulis kan Dokter Aland itu membuat Ino merasa bingung. Belum sempat mengucap kan kata, Aland lebih dulu berhenti di taman rumah sakit yang di penuhi banyak sekali bunga bermacam - macam.
Sangat cantik dan nyaman berada di taman ini.
Mereka duduk di kursi panjang kayu bewarna hitam sehingga di depan nya ada macam - macam bunga bewarna warni sehingga bisa memanja kan kedua mata Ino karena dia merasa senang akan keindahan taman rumah sakit ini.
"Makan!" itu adalah nada perintah bukan mengajak membuat Ino menatap Aland dengan cemberut kan mulut nya sehingga seperti hewan bebek dan di tatapan Aland sang istri sangat imut dan menggemas kan dengan raut wajah sekarang ini.
Aland langsung membuka bungkus makanan di kantong tas yang di bawa nya sejak tadi, lalu menyuap kan nasi dan lauk ayam krispy kesukaan Ino membuat perempuan itu langsung membuka mulut nya menerima suapan dari sang suami, sangat enak di mulut nya.
Pas sekali dengan selera makan nya, memang the best pilihan suami nya ini, tidak bisa di ragu kan lagi.
Tidak mau kalau sang suami akan kelaparan, saat Aland akan menyuapi nya lagi dengan cepat Ino langsung membalik kan ke arah Aland yang di balas dengan senyuman tipis dan membuka mulut nya untuk menerima suapan dari tangan nya yang bersama tangan mungil menggenggam nya.
Kegiatan saling menyuap terus saja di lakukan sampai beberapa makanan sudah habis tidak tersisa lalu mereka tersenyum saling menatap karena merasa kan perasaan senang masing - masing.
Kegiatan mereka sangat indah sampai - sampai melawan ke indahan dari Taman tersebut.