NovelToon NovelToon
DETEKTIF & WANITA MALAM

DETEKTIF & WANITA MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / Action / Romantis / Dendam Kesumat / PSK / Misteri
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

(PERINGATAN❗❗❗ AREA TERLARANG UNTUK ANAK-ANAK. KARENA DI SINI BANYAK ADEGAN ANEHNYA)

Alex, seorang detektif matrek dan mesum, serta cukup terkenal dengan keahlian membuka tabir kriminal yang belum terungkap masuk dalam lingkaran misteri kematian wanita malam yang bernama Isabella.

Akibat kematian Isabella, dan detektif Alex yang terjun menangani kasus, membuat para kriminal tingkat tinggi harus bermain cantik, dan mengeluarkan cukup banyak uang. Bahkan ingin melenyapkan detektif Alex, agar kasus kematian Isabella tidak terungkap.

Satu per satu tabir kebenaran terungkap. Namun di tengah-tengah ketegangan, detektif Alex menemukan fakta bahwa sebenarnya Isabella belum meninggal dunia.

Jadi, siapa sebenarnya yang meninggal itu? Kenapa arwah Isabella terus menghantui Alex? Dan kenapa para tertinggi Kriminal ketakutan dengan detektif Alex?

.
.
.

Agar aku semakin bersemangat membuka satu per satu kasus kematian Isabella. Aku minta bantuan kalian di setiap komen di bab 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22 Markas diserang Kedatangan Isabella

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dalam markas tersembunyi milik Darwin, suara deburan ombak dan deru angin laut menciptakan suasana tenang. Detektif Alex, Diana, dan Toni bersama-sama menyusun rencana mereka dengan hati-hati. Namun, ketenangan itu tiba-tiba terpecah oleh suara tembakan dan ledakan kecil yang mengguncang dinding markas.

“Apa itu?!” tanya Alex terkejut.

“Kita diserang! Semua, bersembunyi!” ucap Diana.

Mereka segera berlindung di balik meja-meja dan peralatan di sekitar mereka. Suasana menjadi kacau, dan aroma asap tercium menandakan bahwa markas ini telah dikepung oleh musuh tak dikenal.

“Ini pasti pekerjaan Arnold dan anak buahnya!” ucap Toni.

“Kita harus menghadapinya. Diana, coba kontak Martinus dan beri tahu situasi ini,” perintah Alex.

Diana mengambil telepon genggamnya dan mencoba menghubungi kepala kepolisian Martinus. Sementara itu, tembakan dan suara ledakan semakin dekat.

“Sudah dikasih kelonggaran, malah balik menyerang. Awas kalian!” gumam Toni kesal.

“Persiapkan diri kita, dan hati-hati. Mereka mungkin tidak sendirian,” ucap Alex mengingatkan.

“Baik!” sahut mereka serentak.

Saat itu, pintu masuk markas terbuka secara paksa, dan beberapa orang bersenjata muncul dari baliknya.

“Mereka ada di sini, Alex!” teriak Toni.

Mereka saling bertatapan dan langsung melepaskan tembakan balasan. Pertempuran sengit terjadi di dalam markas tersembunyi, dengan suara tembakan dan pekik kejut menciptakan kekacauan di seluruh ruangan.

Diana berhasil menghubungi Martinus dan memberitahu situasi saat ini. Kedua belah pihak, detektif Alex dan teman-temannya, serta penyerang tidak dikenal, saling berhadapan dalam pertempuran yang akan menentukan nasib dari markas tersembunyi ini.

Dengan keberanian membara, Darwin memimpin pasukannya untuk melawan penyusup yang berani menyusup ke markas tersembunyi mereka. Serangan terjadi dengan cepat, tembakan senjata dan suara benturan tubuh menjadi paduan menegangkan di dalam ruangan.

“Serang mereka! Jangan biarkan satu pun lolos!” teriak Darwin memerintahkan anak buahnya.

“Siap, Boss!!!”

Anak buah Darwin bergegas maju dengan sigap, menggunakan perlengkapan dan senjata mereka untuk menyerang para penyusup. Suara peluru dan benturan logam memenuhi ruangan, menciptakan suasana mendebarkan.

“Toni, bawa detektif mesum itu, beserta sekretaris cantik keluar dari sini. Cepat!” teriak Darwin disela kesibukannya melawan penyusup.

“Tapi, Darwin…”

“Jangan hiraukan aku. Cepat Toni!” desak Darwin.

Toni mengangguk, ia membawa keluar detektif Alex, dan Diana. Di bantu dengan Darwin dan anak buahnya, mereka berusaha untuk meninggalkan markas melalui lorong bawah tanah. Mereka berjalan dengan cepat, tetapi hati-hati, waspada terhadap kemungkinan pertempuran bisa terjadi di sepanjang jalan.

Di tengah perjalanan mereka, terdengar suara letusan dari dalam markas, menandakan bahwa pertempuran antara Darwin dan penyusup semakin memanas. Tetapi, mereka tahu bahwa mereka harus tetap fokus pada misi mereka untuk keluar dari markas dan mencari perlindungan lebih aman.

Seiring suara tembakan bergaung dan bercampur dengan kekacauan di dalam markas tersembunyi, aroma asap mesin senjata dan pecahan kayu yang hancur menciptakan suasana mencekam. Detektif Alex, Toni, dan Diana berusaha bertahan dengan cermat, melawan penyerang terus masuk dari pintu masuk yang hancur.

“Mereka tidak berhenti datang!” ucap Toni.

“Kita harus tetap tenang dan saling melindungi. Jangan biarkan mereka mendekati kita terlalu dekat.” Ucap Alex.

“Martinus sudah dalam perjalanan. Dia berjanji untuk memberikan bantuan secepat mungkin,” ucap Diana memberitahu Alex, setelah membaca pesan singkat dari Martinus.

Sementara mereka berbicara, mereka terus bergerak dengan hati-hati. Pada saat yang sama, penyerang terus mengintai dari setiap sudut ruangan. Toni berhasil melumpuhkan salah satu penyerang dengan tembakan yang presisi. Namun, mereka sadar bahwa jumlah penyerang ini terlalu banyak untuk mereka tangani sendiri.

“Kita harus segera keluar!” ucap Alex yang masih terus menyerang penyusup mengikuti langkah mereka.

“Kita tidak boleh mati di sini. Misi kita belum selesai, saya tidak rela jika mati sebelum memenjarakan bedebah yang bersembunyi di balik pemerintahan,” cetus Diana, tangannya ikut mengarahkan senjata ke penyusup yang berada di depan mereka.

Mereka terus bergerak ke arah pintu belakang markas. Ketika mereka mencapai pintu belakang, suara sirene mobil polisi mulai terdengar di kejauhan, memberikan harapan bahwa bantuan dari Martinus dan polisi sudah dekat. Tetapi, di pintu belakang, mereka dikejutkan oleh kedatangan sosok misterius terlihat seperti Isabella.

“Detektif Alex, kalian harus pergi sekarang. Aku akan menghadapinya di sini,” ucap Isabella.

“Isabella? Bagaimana kamu bisa...” ucap Alex terkejut.

“Aku akan menjelaskan nanti. Sekarang, pergilah!” teriak Isabella, di balas anggukan oleh Alex, Toni, dan Diana.

Entah arwah atau setan. Isabella seperti manusia, dengan tegas berdiri di depan pintu belakang, siap menghadapi penyerang yang datang. Detektif Alex, Toni, dan Diana bingung, tetapi mereka tahu mereka harus cepat meninggalkan markas tersebut. Dengan hati berat, mereka bergegas menuju lorong bawah tanah, meninggalkan Isabella siap untuk menghadapi ancaman di belakang mereka.

Isabella melawan penyusup dengan gagah berani, menanggapi serangan dengan keahlian memukau. Dia berdiri sendiri, menghadapi musuh-musuhnya dengan tekad yang kuat. Peluru melesat dari senjatanya, memecah hening malam dengan suara letusan yang menggetarkan hati.

Dalam kegelapan lorong yang terang benderang oleh kilatan peluru, Isabella seperti seorang pahlawan tak kenal lelah. Dia terus bergerak dengan gesit, mengambil posisi strategis membuatnya sulit ditangkap oleh musuh. Senjatanya menjadi alat mematikan, menyerang tanpa ampun.

Di tengah pertempuran sengit, Isabella terus mengulur waktu, membiarkan Alex, Diana, dan Toni melarikan diri dari bahaya. Dia bertekad untuk melindungi mereka dengan nyawa, siap menghadapi apapun yang akan datang. Dengan keberanian luar biasa, dia menunjukkan bahwa kekuatan seorang wanita tidak boleh diremehkan, bahkan dalam situasi paling berbahaya sekalipun.

Isabella merasakan detak jantungnya semakin cepat saat dia berada dalam pertempuran sengit. Di antara serangannya yang gesit, kilatan memori masa lalunya muncul dalam pikirannya.

“Aku ingat saat-saat di panti asuhan. Saat itu, aku hanya seorang anak kecil yang terlantar, terpaksa berjuang sendiri di tengah kerasnya hidup,” batin Isabella.

Dia menghela nafas dalam-dalam, tetapi fokusnya tidak terganggu. Di tengah kekacauan saat ini, dia mengingat betapa kerasnya perjuangan hidupnya dahulu.

“Saat itulah aku belajar untuk bertahan hidup. Aku harus kuat, aku harus berani, tidak boleh menyerah. Dan sekarang, di saat ini, semua itu berguna. Aku harus melawan, bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk mereka yang kucintai,” lanjut Isabella membatin.

Dengan pikirannya terfokus dan hatinya yang penuh semangat, Isabella terus melawan, mempertahankan mereka dengan keberanian yang mengagumkan. Meski masa lalunya menyisakan luka, dia tidak akan pernah membiarkan itu mengalahkan dirinya.

Dalam keadaan kacau di markas tersembunyi milik Darwin, kilatan memori masa lalu Isabella terus menghantam pikirannya. Dia kembali ke hari itu, saat dia masih berusia sepuluh tahun, di panti asuhan yang menjadi tempat tinggalnya.

“Aku ingat insiden mengerikan itu... Saat panti asuhan diserang. Darah, teriakan, kepanikan... Semuanya terasa sangat nyata.”

Dia merasakan kecemasan sama seperti saat itu, tetapi kali ini, dia memiliki kekuatan dan keberanian untuk melawannya.

“Tetapi di tengah kekacauan itu, ada seseorang yang datang menolongku. Seorang pria misterius yang membawa aku keluar dari neraka itu.”

Pria itu adalah satu-satunya cahaya harapan di tengah kegelapan yang menyelimuti panti asuhan pada saat itu. Dia menyelamatkan Isabella dari bahaya mengancam nyawanya, memberinya kesempatan untuk hidup.

“Aku tidak akan pernah melupakan apa yang dia lakukan untukku. Dia adalah pahlawan sejati bagiku.”

Dengan kekuatan dari kenangan itu, Isabella bertekad untuk terus berjuang, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk melindungi orang-orang yang dicintainya di saat ini.

1
Elisabeth Ratna Susanti
mantap jiwaaaa like plus iklan 👍🥰
Rini Antika
nah lho s Isabella datang 😁
Rini Antika
semangat terus untuk karya" nya, sudah aku like dan subscribe ya, nanti bacanya nyicil
Dewi Payang
5 iklan buat kak author
Dewi Payang
kasian Toni😁
Dewi Payang
Selain dunia gelapnya, kehidupan pribadi Richard jg penuh ketegangan.🤭
〈⎳ FT. Zira
lho... udah habis ajaj....
lanjut kaka... 🌹 untukmu biar cepet up
〈⎳ FT. Zira
kudaratkan 🌹 untukmu kak thor
〈⎳ FT. Zira
pakai banget..
〈⎳ FT. Zira
vito ini belut ya? mau di tangkap aja licin amat
〈⎳ FT. Zira
aku juga ikut tegang setelah kemarin kemarin gak bisa mampir😳😳
Teteh Lia
🌹 buat Kaka authornya
Teteh Lia
Kaka author, sangat mendetail dalam memberi penjelasan 👍
Teteh Lia
Sombongnya,,,,,
Dela putri
izin mampir. salam kenal
sari. trg: Salam kenal kembali
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🌹 mendarat untuk ka author
〈⎳ FT. Zira
ni mulutnya di bikin penyet aja kali ya🤬
〈⎳ FT. Zira
mereka bisa salng mengerti hanya dengan saling lhat ya..???😌
〈⎳ FT. Zira
🌹mendarat manis
〈⎳ FT. Zira
kelemahanmu di manfaatin juga jdinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!