•Unbeatable Girlfriend —Pacar yang Tak Terkalahkan•
Clarish Deonal Martin, esper tersembunyi yang dikatakan mewarisi kekuatan dewa. Ia cerdas, licik dan pandai memeras kekayaan orang. Namun ia selalu menganggap dirinya miskin meski uang dalam kartunya bernilai ratusan juta dolar.
Setelah mengenal Elnathan Deminthor, pewaris keluarga sekaligus pemimpin kelompok mafia, hidup gadis itu berubah. Ia membantu Elnathan dalam situasi apa pun, bahkan jika itu adalah konspirasi musuh.
Namun pada saat yang sama, Clarish harus mengorbankan kebebasannya sendiri untuk keluarga Deminthor. Dan tentunya demi Elnathan yang selama ini ia sukai diam-diam.
Akankah keduanya bisa mengatasi semuanya bersama-sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghadiri Pesta Ulang Tahun (1)
Clarish sama sekali tidak ingat tentang keinginannya mencari model pria untuk dijadikan gigolo. Jika Elnathan tidak mengungkitnya kembali, ia mungkin tak akan pernah mengingatnya lagi.
"Apa yang harus kulakukan jika membesarkan seorang pria?"
Elnathan memikirkannya lebih jauh. "Tentu saja kami harus memberiku uang, memberiku makan dan merawatku. Dan aku akan melakukan apa yang kamu minta, termasuk tidur bersama seperti layaknya suami istri."
"Itu artinya aku harus mengeluarkan banyak uang kan?"
"Tentu saja. Jika tidak, bukankah aku akan terlihat miskin?"
Setelah memikirkannya, Clarish merasa jika semua itu hanya buang-buang uang. Betapa sulitnya dia mencari uang sebelumnya.
"Kalau begitu aku tidak mau lagi. Terlalu boros."
"Tidak masalah jika kamu tidak mau." Elnathan tersenyum lega, seperti kepuasan yang tak terkatakan.
"..." Para bodyguard yang mendengarnya terdiam.
Nona Clarish sangat jenius tapi kenapa berhasil dibodohi oleh bos mereka?
Apakah benar jika semakin jeniusnya seseorang, semakin terlihat bodoh jadinya?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Clare, ikut denganku malam ini untuk menghadiri pesta ulang tahun teman kakakku," ajak Sophia seraya berjalan ke halaman rumah Clarish.
Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan gadis itu sama sekali. Bahkan rumahnya terlihat kosong. Sophia mengerutkan kening.
Sebelumnya, dia tidak bisa menghubungi Clarish. Berpikir ponsel gadis itu dimatikan, ia pun datang bersama pengawalnya.
Rupanya, rumah itu kosong.
"Ke mana dia pergi? Kenapa tidak memberiku kabar?" gumamnya kesal seraya menghentikan kakinya yang memakai high heels.
"Nona muda, apakah kita akan kembali dulu dan datang lagi nanti?" tanya salah satu pengawalnya.
"Tidak, aku akan menunggunya di sini. Dia berjanji untuk menemaniku ke pesta ulang tahun malam nanti. Harusnya dia akan segera kembali bukan?"
Sophia membawa kunci cadangan sehingga dia bisa masuk rumah. Perutnya sedikit keroncongan. Ia pergi ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan.
...****************...
Sementara itu ....
Clarish yang sedang dicari oleh Sophia kini berada di hutan lebat yang sangat jarang didatangi orang. Ia berdiri di salah satu dahan pohon tinggi, memperhatikan sekitar.
Banyak gelombang energi yang dipancarkan semua pohon dan tumbuhan di sekitar tertangkap oleh Clarish. Ini membuatnya sedikit pusing.
"Aku benar-benar benci hutan," gumamnya.
Kemudian tatapannya tertuju pada sekelompok orang yang berjalan di antara rumput tinggi. Mereka menyingkirkan beberapa dahan dan rumput untuk membuat jalan.
"Mereka akhirnya datang." Tatapan Clarish tertuju pada salah satu dari mereka.
Sementara itu, orang-orang di bawah sana tidak tahu jika seseorang sudah menunggu mereka sejak awal.
"Betapa sialnya kita harus ditugaskan untuk mengantar barang ini ke dermaga. Kenapa kita tidak melalui jalan yang layak dilewati?" Seorang pria kurus dengan jubah hitam mengeluh lagi dan lagi.
Orang di belakangnya, seorang pria jangkung dengan jubah yang sama, memegang kotak kayu hitam aneh yang digembok.
"Jangan mengeluh dan buat jalan saja. Jika kita terlambat, urusannya merepotkan. Jalan ini tidak mudah dideteksi oleh esper lain. Lebih aman."
"Tapi bos benar-benar tidak memberi tahu kita apa isi dalam kotak itu. Semenjak dia terluka setelah diserang esper muda di Geng Demonic, sikapnya aneh."
"Kurangi bicara, cepat bukan jalan!"
Akhirnya pria kurus itu tidak bisa lagi mengeluh setelah diberi peringatan oleh rekannya.
"Kamu tidak ada di tempat saat bos memberi perintah untuk membiarkan kita mengantarkan kotak ini ke dermaga." Salah satu rekannya yang lain memberi tahu.
"Apakah kamu tahu isi kotak itu?"
"Jika tidak salah, harusnya sebuah bola kaca berwarna putih susu, aku tidak tahu apakah itu kaca atau kristal. Namun tampaknya tidak biasa."
Semua percakapan itu masuk ke telinga Clarish. Dan bibirnya tersenyum mempesona. Kemudian dia melompat turun, menghadang jalan mereka.
Kemunculan Clarish membuat angin di sekitarnya.
Sekelompok pria berjubah hitam itu terkejut dengan kemunculannya. Lalu waspada. Mereka menyadari jika gadis itu merupakan esper golongan putih. Ini berbeda dari mereka yang berasal dari esper golongan kegelapan.
"Siapa kamu?" tanya pemimpin mereka langsung bersiap untuk menyerang.
"Berikan kotak itu padaku," kata Clarish tanpa menjawab pertanyaan pria itu.
Pria berjubah hitam yang memegang kotak kayu hitam justru mundur sedikit. Tampaknya pihak lain tahu betapa pentingnya barang ini.
"Memberikannya padamu? Kamu sedang bermimpi! Gadis kecil, lebih baik menyingkirlah dan jangan menghalangi kami. Apakah kamu tahu siapa kami sebenarnya?"
Clarish tidak menjawab dan langsung menyerang mereka dengan mengendalikan beberapa akar pohon di sekitar.
"Kenapa aku perlu tahu siapa kalian?" Clarish tersenyum. Kedua tangannya bahkan tidak sibuk sama sekali saat akar-akar pohon serta sulur hijau bermunculan dari dalam tanah.
"Kamu!"
Seketika, sekelompok orang itu terjerat sebelum bisa melakukan perlawanan. Tidak ada ada esper dengan kemampuan pengendali tanaman di antara mereka. Bahkan kekuatan mereka juga tidak sekuat Clarish.
Semakin melawan, akar-akar pohon yang mengunci tubuh mereka juga lebih kuat. Tak lama, aura supernatural dalam tubuh mereka terkuras habis.
"Kamu— siapa kamu sebenarnya?" Salah satu dari mereka sudah pucat pasi.
"Orang yang mengalahkan bos kalian," jawabnya.
Meski agak mustahil, tapi mereka tampaknya langsung mengubah ekspresi. Usia gadis itu sepertinya tepat seperti yang dikatakan oleh Damon, bos mereka.
"Ternyata ... Ternyata itu kamu ...."
Sayangnya, sebelum mereka melakukan teknik rahasia untuk memberi sinyal pada orang-orang di organisasi, Clarish membuat mereka pingsan. Lalu mengacaukan semua pikiran mereka. Tapi tidak membunuhnya. Lagi pula, mereka tidak lebih dari orang biasa saat ini.
"Ingin memberi tahu mereka bahwa aku di sini? Bagaimana mungkin aku membiarkannya?"
Setelah mereka jatuh pingsan, Clarish mengambil kotak itu. Ketika kotak itu dibuka, isinya ternyata bola kaca putih yang bisa menampilkan beberapa gambar.
Clarish menyuntikkan aura ke dalam bola kaca atau sejenis kristal putih susu, lalu sebuah rekaman mirip video muncul. Ternyata isinya menampilkan dirinya sendiri ketika berada di tempat Geng Demonic malam itu.
Clarish segera menghancurkan bola kaca putih susu tersebut tanpa tersisa.
"Sepertinya cepat atau lambat, aku akan ketahuan oleh mereka," gumamnya.
Setelah menghancurkan bukti dan menghapus semua jejak, Clarish meninggalkan tempat tersebut. Ia mencoba untuk tidak memedulikan gelombang energi yang terpancar dari pepohonan di sekitarnya.
Namun sebelum pergi, Clarish menanam aura pemindai pada akar yang melilit mereka. Dengan begitu, ketika ada orang yang datang untuk mengecek orang-orang ini, ia akan tahu.
Ini hanya untuk berjaga-jaga. Selanjutnya, ia akan mengatasi Damon di lain waktu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sophia sudah menunggu di rumah Clarish selama kurang lebih setengah hari. Hingga harus sudah menjelang sore. Gadis itu bahkan tidak tahu pergi ke mana. Ponselnya sama sekali tidak hidup.
Hingga akhirnya, dia melihat gadis itu berjalan memasuki halaman seraya makan es krim. Sophia hampir mati karena marah. Dia keluar rumah sambil berteriak.
"Bagus sekali! Kamu pergi tanpa memberi tahuku. Aku sudah lama menunggu di sini!"
Mampir juga donk di novel aku "Mengejar cinta sang idola"