NovelToon NovelToon
I am a Virgin

I am a Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:24.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Elena

"Pria itu unik. Suka menyalahkan tapi menerima saat disalahkan."

Elena menemukan sosok pria pingsan dan membawanya pulang ke rumah. Salahkah dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Benci

“Keliatannya tadi lo sempet pusing gitu. Gue kira lo inget siapa Bik Nur, dan ingatan itu mengakibatkan pala lo sakit.”

“Iya, kepala gue pusing banget tadi. Wajah Bik Nur kayak pernah gue liat, tapi nggak tau entah dimana. Semakin gue inget-inget, pala gue rasanya mau pecah.”

“Trus kenapa lo mesti kabur dari dia? Bukanknya dia kenal lo? Dia bisa ngembaliin lo ke keluarga lo.”

Revan menatap wajah didekatnya lekat-lekat. Elena balas menatap. Sejenak keduanya diam.

“Lo nggak suka banget ya gue ada di rumah lo? Lo ngusir gue?” tanya Revan merasa rendah diri. Merasa dirinya tidak diharapkan.

Elena tersentak. Ia tidak menyangka Revan salah menangkap maksud pertanyaannya.

“Gue nanya, bukan nyuruh lo pergi,” ketus Elena kesal. Ucapannya justru disalah artikan Revan. Andai saja Revan tau, Elena sungguh tidak ingin Revan pergi dari kehidupannya. Dia butuh kakak laki-laki seperti Revan. Dia butuh orang baik yang selalu melindunginya itu.

“Gue pusing. Pala gue sakit. Gue cuma pengen tenang dulu. Biarlah ingatan gue kembali secara berangsur-angsur. Tolong jangan dipaksain.”

Elena tak menjawab lagi. Takut salah ngomong.

“Gimana kalo ternyata lo adalah anak orang kaya? Tentu seharusnya lo udah tidur tenang di kasur empuk, makan enak, fasilitas mewah, kemana-mana nggak kepanasan, pake mobil,” celetuk Elena tiba-tiba.

“Dari mananya lo bisa bilang gue berasal dari orang kaya?” Revan **** tersenyum.

“Dari cara Bik Nur memandang lo. Dia terheran-heran begitu ngeliat lo berpenampilan compang-camping begini. Itu artinya sebelumnya lo selalu berpenampilan keren.”

Senyuman di bibir Revan belum hilang. “Itu pendapat lo aja.”

“Lagi pula, mana ada orang miskin punya ikat pinggang bagus kayak yang lo punya. Itu pasti mahal kan? Mungkin harganya bisa buat gue makan dua bulan.”

“Ha haaa…” Revan terbahak. “Bisa aja lo. Gue nggak inget berapa harga ikat pinggang itu.”

“Tapi jujur Revan, gue benci dengan yang namanya orang kaya. Mereka sombong, mereka jahat.” Elena memasang ekspresi muak. Mengingat kekejaman mereka yang kaya, yang tak tersentuh hatinya ketika melihat Dava sekarat.

“Jangan panggil gue Revan. Nama itu belum tentu nama gue.”

“Itu jelas nama elo. Gue yakin elo adalah Revan yang dimaksud Bik Nur. Udahlah, mulai sekarang gue panggil nama lo Revan. Jangan bikin gue berbohong dengan manggil nama palsu elo.”

“Itu bukan nama palsu, tapi panggilan lo buat gue.”

“Enggak. Gue tetep panggil elo Revan.”

Revan mengalah. Kemudian menarik nafas dan berkata, “Jadi, kalo gue berasal dari orang kaya, lo nggak mau kenal gue lagi?” tanya Revan dengan tatapan dalam ke mata Elena.

“Gue…” sorot mata Elena tajam menatap ke satu titik, pada awan putih yang berarak pelan tertiup angin, seperti sedang menatap semut merah yang baru saja menggigitnya. Ingin menginjaknya sampai mati. Kebencian terpendam. “Kalo memang bener lo orang kaya, jangan lagi lo temui gue. Lingkungan, gaya, dan kehidupan orang kaya itu beda sama manusia kayak gue. Mereka punya kehidupan serba tinggi. Mana mungkin cocok sama kehidupan kami. Kalopun lo bisa berteman sama gue, apa mungkin bokap, nyokap nenek, kakek, adik, kakak, paman dan semua keluarga lo bisa bergaul dengan orang kayak kami?” Diam sejenak. Kemudian dengan intonasi tinggi ia berkata, “Nggak mungkin!”

“Buanglah sedikit perasaan sensitif lo, tebelin hati lo biar keras kayak baja.”

“Heh, dengan begitu gue bisa menerima hinaan mereka? Gitu?” cibir Elena kesal. Wajahnya mulai memerah.

“Lo nggak bisa nyamain mereka yang kaya dengan satu sudut pandang. Manusia itu berbeda-beda. Nggak semua kikir, nggak semua jahat.”

**TBC

Maaf banget buat yg udah baca, ada kesalahan tekhnis dalam cerita ini, jadi terdampak revisi dan part nya berubah

🙏🙏🙏**

1
NFC
ya Allah.. 😭😭
Nur Syamsi
caranya, jgn temui dia dan stop komunikasi....dg Dinda ..
Nur Syamsi
sekuat"nya hati Wanita, maka tetap akan rapuh jga bila dapat masalah ..
Nur Syamsi
El jgn marah dulu tunggu penjelasan dr Revan....
Nur Syamsi
suka sama keluarga Tante Vira, Tdk memandang status.... Bijaksana dalam bertindak...
Nur Syamsi
waduh ada tantanganni buat El
Nur Syamsi
😭😭😭 Alhamdulillah masih ada orang kaya yg hatinya mulia
Nur Syamsi
hubungi yg ada di kartu nmanya Elena ....pasti yg kehilangan dompet merasa panik ....kayak yg kamu rasakan skrang
Nur Syamsi
bilang sja nti sy minjam, siapa tau ada orang baik ...yg bisa minjemin ...
Nur Syamsi
mmang Uda dirampok Krn dompetnya sdah tdk ada mungkin ATM lain yg mmang dipegang nyuk bik Nur
Nur Syamsi
mudah" an orang tua Revan
Kustri
jualan soto libur dl
Kustri
lha atm revan apa dibawa bik nur?
kan revan hampir dirampok crita'a
Kustri
ngomong" ikat pimggang revan apa adh dijual, klu blm jual aja Van, buat biaya oprasi hehee
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian anak yatim piatu, dan mirisnya org kaya tetangganya Tdk Maw menolong 😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭
Kustri
bahasa'a lbh sopan napa thor, bidan krudung ungu pasti lbh tua & sdh membantu lho
Yanni Santoso
g sanggup bacanya y Allah tega bbgt tetangga nya
Yanni Santoso
sesek banget baca part ini elena begitu berat beban hidupnya
Yeni Wahyu Widiasih
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!