Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu
Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Tangan berdarah
Blaaap.
Blaaaap.
Rahma tersentak kaget ketika di dalam ruangan ini mendadak saja lampu terus hidup dan mati secara tidak normal, yang lebih parah lagi ketika lampu itu sudah mati maka Rahma seperti melihat sesuatu di pojok kamar sehingga gadis ini mulai ketakutan dan merasa ada sesuatu yang tidak beres di dalam kamar tersebut.
Sekian lama dia memperhatikan sesuatu yang ada di pojok kamar itu namun ketika lampu hidup tidak ada yang aneh dan semua seperti sedia kala, seolah ada yang tidak beres sehingga dia terus berusaha keras untuk menatap tanpa berkedip karena dia merasa mungkin setan itu akan pergi ketika dirinya berkedip mata.
''Tidak ada!'' Rahma menarik nafas panjang.
Greeeep.
''AAAAGKKK!'' Rahma menjerit keras karena ada tangan berdarah menarik kaki dia.
''Kau harus pergi dari sini!'' sosok wajah berlumuran darah ada di atas Rahma.
''Ka.. kau siapa?'' Rahma sampai tidak bisa bergerak karena ketakutan yang sangat besar di dalam diri ini.
Tetes darah malah semakin kuat menetes di wajah Rahma sehingga gadis ini ingin menjerit meminta tolong kepada semua orang, namun yang ada justru dia terdiam kaku karena iblis ini seolah bisa membungkam dia agar tidak bisa bergerak dari tubuh kaku ini, sehingga dia berusaha keras untuk terus menyebut nama Allah.
Mata gadis yang berlumuran darah ini juga menatap mata Rahma dengan tatapan yang begitu tajam sekali, namun untuk sekuat tenaga dia juga memberikan tekanan yang begitu kecil agar Rahmat tidak ketakutan namun bagaimana juga Rahmat tetap merasa ngeri karena dia tetap saja bertemu dengan setan sehingga mental gadis ini menjadi kecut.
Braaaak.
''Rahma!'' Mila masuk ke dalam kamar dengan tubuh gemetar karena dia juga sedang ketakutan.
''Rahma, kau kenapa?'' Mila menarik sekuat tenaga.
''Ak.. aku...
''Hei kenapa kau pucat sekali seperti ini?'' kaget Mila ketika Rahma sudah keluar dari bawah ranjang kecil itu.
''Ada hantu di dalam kamar ini, Mil!'' ucap Rahma.
Mila yang mendengar hal itu tentu saja menjadi kaget karena dia baru saja mendengar suara yang tidak beres di dalam kamar dia, namun sekarang dia justru mau rasa ngeri sekali dan ketika akan meminta bantuan kepada Rahma maulah Rahma di dalam kamar ini semakin ketakutan sehingga merasa rumah ini memang ada yang tidak beres.
Rahma yang baru saja tinggal di sini sudah mendapat gangguan seperti itu dan mereka juga tidak tahu siapa yang sudah membuat masalah, tapi Rahma kuat mengatakan bahwa bisa saja yang menjadi arwah gentayangan itu adalah penghuni lama kamar ini, Sebab dia melihat sesuatu yang tidak beres dan sangat mirip dengan foto gadis itu.
''Mungkin yang menjadi setan adalah penghuni kamar ini.'' ucap Rahma.
''Gila kau, aku tidak percaya kalau Lisa jadi hantu!'' Mila menjadi kaget dan dia tidak percaya.
''Tapi sangat mirip sekali dan aku rasa dia itu bukan hilang tapi meninggal dunia.'' Rahma gagah sekali mengatakan hal itu.
''Lisa bukan meninggal tapi dia itu memang pergi dari rumah ini, kau jangan sok tahu karena kau tidak tahu dengan dia!'' kesal Mila.
''Ya allah, lalu Siapa yang menjadi arwah gentayangan di dalam kamar ini?'' Rahma menatap Mila dengan pandangan bergetar karena dia ketakutan sekarang.
Mila menggeleng karena dia tidak bisa menebak siapa yang telah membuat masalah sampai sejauh ini dan siapa juga yang menangis di dalam kamar dia tadi, ini malah Rahma sendiri mengatakan bahwa yang menjadi arwah gentayangan itu adalah Lisa, dirinya sudah berusaha untuk tetap kuat namun kalau sudah berhubungan dengan setan maka Mila menjadi lemak juga.
''Aku tidak mau kalau kerja di tempat ada setan nya begini, Mil.'' Rahma menangis karena takut.
''Kau tidak bisa kerja seperti itu, Masa baru masuk tapi kau sudah ketakutan dan ingin keluar dari sini.'' Mila kaget dan menoleh kepada Rahma.
''Kalau setiap malam dia datang untuk menghampiri maka yang ada aku juga tidak bisa betah.'' Rahma mengusap air mata yang sejak tadi jatuh menetes.
''Lah kau Makanya jangan langsung cepat mengambil keputusan seperti itu karena kita tidak tahu apa yang telah terjadi, justru Aku curiga ada sesuatu yang tidak beres.'' Mila berkata dengan sangat serius.
Rahma menoleh dengan cepat karena dia tidak paham dengan ucapan Mila sekarang, hantu memang adalah hal yang tidak beres Jadi mereka harus berusaha keras untuk mencari tahu dan Siapa wanita yang berlumuran darah di dalam kamar, karena dia juga paham bahwa ada yang sedang mengintai untuk memberitahu tentang rahasia besar.
...****************...
''Kamu sudah lama tidak ambil situ.'' Susanto menatap Helen yang sedang menyediakan makanan untuk dia.
''Iya, Saya memang sedang tidak ingin cuti karena ingin fokus bekerja dan mendapatkan bonus.'' Helen menjawab sambil tersenyum manis.
''Kalau mau dapat bonus tidak perlu sampai lembur seperti itu, ada banyak cara bila kau memang ingin mendapat bonus.'' Susanto menatap dengan penuh arti.
Helen seketika tersenyum senang karena dia sudah mendapat sinyal seperti itu dan ini adalah hal yang sangat lama dia tunggu, kemarin malah Lisa yang mendapat perhatian dari Susanto meski saat ini Lisa menghilang begitu saja namun itu tidak membuat helm merasa takut sama sekali.
''Temui aku malam ini di rumah kaca pukul delapan malam.'' bisik Susanto.
''Ah.'' Helen tersenyum manis ketika sudah diberikan jam.
''Asal kamu bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk saya maka akan mendapatkan banyak bonus.'' janji Susanto kepada Helen Gadis itu merasa sangat senang bukan main.
Ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dia lewatkan sehingga nanti bisa mendapatkan banyak uang dan memang para wanita terkadang buta dengan uang, terutama untuk wanita miskin yang sangat kekurangan sehingga mereka melakukan berbagai macam cara agar bisa memperbanyak dengan cara yang instan sehingga mereka terkadang salah jalan seperti ini.
''Ini sarapan nya, Nyonya.'' Helen juga menyediakan sarapan untuk Dina yang baru datang.
Hening tidak ada suara dari mulut Dina karena memang biasa seperti itu dan dia tidak pernah banyak berbicara, bahkan kepada para pembantu Dia jarang sekali mengajak berbicara karena wanita itu seolah diselimuti berbagai macam misteri sehingga sulit untuk didekati satu sama lain.
''Kamu hari ini ada mau pergi kah?'' tanya Susanto.
Dina hanya menggeleng karena dia tidak ada rencana untuk keluar dari rumah untuk bersenang-senang atau bahkan mencuci mata, meski dia sekarang telah memiliki banyak harta namun Dina lebih baik menghabiskan waktu di dalam kamar membaca buku dan terkadang membuat Susanto juga heran dengan sikap sang istri.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar nya ya.
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍