SEASON 1 DAN 2 ADA DI NOVEL INI,
Kirana Silfia Amran wanita cantik pekerja keras terpaksa menikah dengan pria yang kejam dan sadis, demi membayar biaya pengobatan ibunya
Siksaan demi Siksaan didapatkan oleh Kirana, Sedangkan Rangga, Laki-laki itu sama sekali tidak perduli dengan jeritan kesakitan wanita yang menjadi Istri nya, dalam fikiran nya, hanya ada kata kebencian
Mampukah Kirana bertahan dengan iblis berujud manusia itu?
Atau malah sebaliknya, Kirana meninggalkan Rangga?
penasaran dengan ceritanya? Baca kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
"Apa yang terjadi dengan nona muda tuan?."ucap Dev disebrang telfon.
"Dia tidak ada di mansion, segera cari dia,jika dia berniat kabur serat dia kesini!!."ucapnya dengan tangan
terkepal.
"baik tuan."ucap Dev.
Sambungan terputus, Rangga Melangkah menaiki anak tangga satu-persatu,sesampainya dikamar,Rangga melenggang masuk kekamar mandi.
Selesai mandi Rangga,menuju ruangan ganti dan mengganti pakaiannya Rangga masuk kesebuah ruangan yang gelap, yang terdapat di samping lemari pakaian Rangga, Ruangan yang hanya dia sendiri yang tau, bahkan Devan yang sudah sangat lama bersamanya tidak bengetahui tentang ruangan itu.
Rangga meraba saklar lampu dan menekan nya, seketika ruangan itu menjadi terang,Ruangan yang sangat megah,terdapat ranjang yang besar, lemari,televisi, kamar mandi,dapur dan bar kecil, disana juga terdapat sebuah lift yang entah menuju kemana hanya Rangga yang tau.
Rangga mengulas senyum indah saat menatap foto gadis kecil yang tersenyum kearah kamera.
Seulas kenangan terlintas diingatan Rangga tentang gadis kecilnya.
****
Seorang perempuan cantik duduk dikursi taman sambil melirik kesana kemari seperti sedang mencari seseorang.
Tak jauh darinya seorang pria kecil memperhatikan nya, senyum jahil pun tampak dari bibir tipisnya itu,pria kecil itu menghampiri gadis cantik yang sedari tadi duduk menyendiri.
Dorr...
"akhhh."teriaknya kaget sambil menatap kesal kearah pria yang ada dihadapan,Pria kecil itu hanya cengengesan mendapatkan tatapan kesal dari gadis kecil.
"Apa kak Angga tidak bisa,tidak membuat ku kaget sekali saja !!."ucap gadis kecil itu sambil menatap kesal.
"soalnya kau sangat lucu jika sedang kaget."ucapnya tampa rasa bersalah.
"Menyebalkan."ucapnya berlalu pergi.
Angga berlari mengejar Ira,dengan secepat kilat Angga bisa menghadang Ira,Angga memegan telinganya seraya meminta maaf,ini bukan hanya sekali dia melakukannya,tetapi berkali-kali bahkan bisa dibilang setiap bertemu dengan gadisnya itu dia akan melakukan hal yang sama terus-menerus,Ira tidak marah sama sekali hanya saja dia kesal karna selalu dikagetkan oleh pria kecil yang di sebut Angga itu.
"Maaf."ucapnya seraya memasang wajah seimut mungkin.
"tidak dimaafkan."ucap Ira menahan senyumnya.
"Kumohon!!."ujarnya mengatupkan kedua tangannya.
"Baiklah, kalau begitu pegang telinganya baru angkat satu kakinya."ucapan Ira membuat Angga mendengus kasar.
Rangga melakukan perintah Ira dengan wajah gusar,pasalnya dia tidak tau bahwa gadis kecil nya itu akan meghukumnya.
Ira meninggalkan Rangga dengan senyum mengembang, Rangga yang masih dengan posisi kaki satu diangkat dan memegang telinganya kesal karna Ira meninggalkannya.
"Kenapa aku tidak bisa membantah perintahnya,sedangkan di rumah?? jagankan dihukum berkata kasar saja padaku tidak ada yang berani."Ucapnya dalam hati.
Ira datang dengan dua es krim yang berbeda rasa,Ira duduk di kursi dan memandang Rangga yang masih setia dengan hukumannya,Ira mencomot es krim strowbery kesukaannya,Rangga yang melihat Ira memakan es krim pun memasang wajah memelas,memohon agar gadis yang ada didepannya ini mau menyudahi hukumannya,Ira yang melihat itu pun jadi tidak tega,Ira memanggil Rangga, dan memberikan es krim itu kepada Rangga.
Rangga mengambil es krim itu dengan secepat kilat dan mencomotnya seperti yang dilakukan Gadis yang ada disampingnya, Es krim itu habis dengan sekejap mata,mungkin Rangga kehausan karna terlalu lama berdiri.
"Kakak pasti kabur lagi kan?." tanya gadis cantik itu.
Rangga hanya mengangguk mengiyakan,Ira menatapnya dengan pandangan membunuh,sudah beberapa kali dia menasehati Rangga supaya dia tidak kabur lagi,tetapi Rangga tidak pernah mendengarkan nya.
"Kak Angga benar-benar nakal."ucap Kirana menggelengkan kepada nya.
Rangga terkekeh mendengar ucapan gadis cantik disampingnya,dia hanya tersenyum menanggapi ocehan Ira.
"Ira apa kamu mau berjanji satu hal padaku?"tanya pemuda kecil itu.
"berjanji untuk apa kak?."tanya nya balik.
"kamu harus menunggu aku besar!! nanti kalau aku udah besar aku akan datang menjemput kamu dan menikahi kamu,dan kamu tidak boleh punya pacar."ucapnya memandang gadis yang ada didepannya.
Ira mengangguk sambil memberikan senyuman termanis nya untuk Rangga.
Rangga merongoh celananya mengambil sebuah kalung yang sangat indah, mempunyai inisial huruf IR,Rangga memasangkan kalung itu keleher Ira dengan senyum mengembangkan pasalnya kalung itu sangat cocok di leher gadis kecilnya
Ira hanya tersenyum manis mendapatkan hadiah dari Rangga.
"Terima kasih kak."ucapnya.
"Sama-sama."
Sore hari pun tiba Rangga dan Kirana memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing,Ada perasaan tidak rela untuk berpisah dari hati mereka.mungkin karna selama ini mereka selalu bermain bersama pikirnya.
"Kita bertemu lagi besok."terik Rangga kearah gadis kecil yang sudah melangkah,Ira hanya mengangkat jempolnya pertanda jika dia setuju.
Sesampainya mansion Rangga mengendap-genap layaknya seorang pencurin dirumahnya sendiri,Saat Rangga sudah menginjakkan kakinya ke anak tangga Suara Seseorang menghentikan niatnya,dengan terpaksa Rangga membalikkan badan nya dan melihat kearah ruang keluarga yang Sudah ada tuan Winata dan nyonya winata yang menanti kedatangannya.
Rangga menghampiri kedua orang tuanya dengan menundukkan kepalanya,dia sudah bisa menebak bahwa setelah ini orang tuanya akan menceramahi nya selama 3 jam.
"Apa kamu akan selalu kabur-kaburan Rangga?.",Tanya Tuan Winata menatap kesal kepada anak lelakinya
selama ini ayah selalu memberi kamu kebebasan Rangga tapi tidak dengan bermain keluar karna itu sangat berbahaya untukmu!!sambungnya.
"Maafkan Rangga ayah."ucapnya sambil menunduk.
"Baiklah, persiapkan dirimu besok pagi kita akan berangkat ke Amerika." ucapan Tuan Winata membuat Rangga membulatkan matanya.
"Ta......tapi ayah Rang."belum sempat Rangga menyelesaikan ucapnya Tuan winata sudah memotong ucapan Rangga.
"Tidak ada bantahan Rangga!! jika kamu terus disini kamu maka kamu akan menjadi anak nakal,sekarang pergi kekamarmu."perintah Tuan Winata.
Rangga dengan berat hati mengiyakan ucapan Ayahnya, Walaupun dalam hatinya menolak keras tetapi apalah daya dia tidak bisa membantah perkataan ayahnya itu.
Keesokan harinya Rangga berjalan gontai kemeja makan,dalam hatinya dia benar-benar tidak rela jika harus meninggalkan kekasih kecilnya,pasti gadis itu akan marah karna dia pergi tampa memberi tahu kepada Kirana bahwa dia akan pergi ke Amerika pikirnya.
-------------------
Ditengah Taman seorang gadis cantik sedang menunggu kedatangan seseorang,dia adalah Ira.
Ira medengus kasar sambil menatap Kearah jalan masuk ketaman,sudah hampir 2 jam dia menunggu tapi yang ditunggu belum muncul juga,
Sore pun datang menyapa penduduk bumi,Ira dengan perasaan kecewanya bangkit dan melangkah Keluar dari taman.Gadis cantik itu berjalan menuju kediamannya dalam hatinya dia sangat kecewa kepada Rangga. pasalnya mereka sudah berjanjian akan bertemu dengannya tetapi Rangga tidak datang .